Claim Missing Document
Check
Articles

MINIMASI WASTE DEFECT DI PT EKSONINDO MULTI PRODUCT INDUSTRY DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA Benny Yanuarsih; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 1 No 02 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Oktober 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Eksonindo Multi Product Industry (EMPI) merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi tas. Jenis tas yang diteliti dalam penelitian ini fokus pada jenis tas exsport. Dalam proses produksi ditemukan waste defect yang mempengaruhi waktu produksi pencapaian target produksi. Berdasarkan data perusahaan, rata-rata defect rate pada bulan Januari-Desember tahun 2012 berada diatas batas toleransi perusahaan yaitu diatas 8%. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi tas dalam upaya meminimasi waste defect. Dalam upaya meminimasi waste defect, digunakan metode lean six sigma. Tahapan yang dilakukan mengikuti tahap DMAIC (define, measure, analyze, improve) serta menggunakan tools lean untuk melakukan perbaikan proses. Tahap define, dilakukan pengGambaran diagram SIPOC dan VSM. Tahap measure, dilakukan penentuan CTQ, KPI’s waste defect, pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Tahap analyze, menentukan akar penyebab masalah dengan fishbone chart, 5 Why, dan FMEA. Tahap improve diberikan usulan perbaikan dari hasil FMEA untuk meningkatkan kualitas proses produksi tas. Berdasarkan hasil tahap analyze diketahui bahwa defect dominan yang ditemukan adalah Kejiret/terlipat, Stelan kurang dalam, Stelan keriput/kerut, kotor, dan Pasang pongpok terbalik. Selanjutnya di tahap improve, diberikan usulan dalam mengatasi akar penyebab masalah untuk meminimasi waste defect diantaranya, pengadaan display, pemeriksaan kondisi part secara rutin di awal persiapan proses produksi, penggantian part pada interval waktu tertentu, pengarahan pada operator, dll.
PERANCANGAN SOP MANAGEMENT REVIEW BERDASARKAN INTEGRASI ISO 9001:2015 (KLAUSUL 9.3) DAN ISO 14001:2015 (KLAUSUL 9.3) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE BENCHMARK DI CV XYZ Naila Farhana; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 3 No 03 (2016): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2016
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v3i03.21

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) sesuai dengan ISO 9001:2008. CV XYZ memiliki beberapa SOP hasil penelitian sebelumnya, salah satunya adalah SOP management review yang telah sesuai dengan integrasi ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004. Perubahan standar pada ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 menuntut perbaikan SOP sehingga dapat memenuhi requirement baru dan sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi perusahaan. Berdasarkan hal tersebut dilakukan perbaikan terhadap SOP hasil penelitian sebelumnya sehingga didapatkan SOP yang memenuhi requirement standar baru. Perancangan SOP dilakukan dengan mengintegrasikan requirement ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 serta menyusun proses bisnis dengan melakukan benchmark. Proses bisnis yang didapat dibandingkan dengan hasil requirement integrasi sehingga didapatkan proses bisnis sesuai dengan requirement. Berdasarkan ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 mengenai penerapan risk based thinking, disusun risk register dengan menggunakan risk assessment sebagai bentuk pertimbangan risiko dalam memenuhi requirement tersebut. Penanganan risiko pada risk register menjadi masukan dalam penyusunan SOP management review. Hasil dari penelitian ini adalah SOP management review sesuai dengan requirement integrasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 yang sudah mempertimbangkan risiko. Manfaat dari SOP hasil penelitian ini yaitu CV XYZ dapat menjamin pelaksanaan proses management review karena penyusunan prosesnya berdasarkan hasil benchmark dengan perusahaan yang telah menerapkan proses tersebut secara berkelanjutan. Berdasarkan penerapan risiko dari hasil risk register, SOP tersebut memiliki ketentuan maupun aktivitas yang dapat mengantisipasi munculnya risiko sehingga tujuan proses management review dapat tercapai.
Usulan Perbaikan Sistem Customer Relationship Management (CRM) CV. XYZ Berdasarkan Pertimbangan ISO 9001:2015 Klausul 8.2.1 dengan Metode Business Process Improvement Tulusiani Widjanarko; Sri Widaningrum; Meldi Rendra
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 13, No 2 (2019): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.817 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2019.v13i2.009

Abstract

CV. XYZ adalah salah satu produsen sandal gunung travelling handmade yang berdomisili di Bandung. Agar dapat bersaing di pasar, CV. XYZ harus selalu memperhatikan kualitasnya dari segi produk dan juga layanan. Pada saat ini CV. XYZ sudah menerapkan Customer Relationship Management (CRM) sebagai upaya untuk menjaga loyalitas pelanggan. Sosial media digunakan sebagai penunjang CRM yang termasuk ke dalam Customer Interface Management yang mengacu pada pengelolaan pertukaran informasi. Meskipun sistem CRM sudah terlaksana, namun belum semua terlaksana dengan baik sesuai dengan konseptual yang ada. Pada penelitian ini, digunakan pertimbangan persyaratan ISO 9001:2015 klausul 8.2.1 komunikasi pelanggan dan konsep CRM untuk mendapatkan hasil analisis Gap yang baik dan lengkap. Metode yang digunakan yaitu business process improvement dengan menggunakan langkah apply techniques improvement. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan untuk merealisasikan produk custom dan juga beberapa perbaikan seperti pembuatan database dan penambahan opsi pada website.
PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN MESIN BERDASARKAN ISO 9001:2015 KLAUSUL 7.1.3 DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONSEP RISK BASED THINKING DI CV. XYZ Cut Rima Asyifa; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3180

Abstract

CV.XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang berperan sebagai supplier dari PT. Showa Indonesia Mfg. dimana ISO 9001 sebagai salah satu requirement untuk menjadi supplier-nya. Sistem manajemen mutu yang telah diterapkan oleh CV. XYZ adalah ISO 9001:2008, namun perlu diperbaharui ke ISO 9001: 2015 yang menuntut CV. XYZ untuk melakukan review ulang terhadap requirement pada standar terbaru. Proses produksi adalah proses utama di CV. XYZ dimana untuk mendukung tercapainya target produksi diperlukan proses pemeliharaan yang baik terhadap mesin yang akan berproduksi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berfokus pada ISO 9001:2015 klausul 7.1.3 tentang proses perbaikan dan pemeliharaan mesin untuk memenuhi salah satu requirement standar terbaru. Perancangan dimulai dengan melakukan analisis gap berdasarkan proses bisnis aktualnya dengan requirement ISO 9001:2015 klausul 7.1.3, PCF pada APQC 9.2 rencana kerja pemeliharaan dan teori manajemen pemeliharaan. Pertimbangan risiko yang mungkin terjadi juga dibutuhkan dalam perancangan, dengan melakukan risk assessment untuk mendapatkan risk register. Selanjutnya dilakukan perancangan proses perbaikan dan pemeliharaan mesin berdasarkan ISO 9001:2015 klausul 4.4.1 dengan input sesuai hasil gap, risk register, dan objektif proses. Penelitian ini menghasilkan usulan proses perbaikan dan pemeliharaan mesin dalam bentuk SOP yang diharapkan dapat bermanfaat untuk pihak perusahaan sebagai panduan dalam menjalankan proses perbaikan dan pemeliharaan mesin di CV. XYZ
PERANCANGAN SOP MONITORING DAN EVALUASI PERKULIAHAN SESUAI ISO 9001:2015 (KLAUSUL 9.1.1 DAN 9.1.3) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO DI UNIVERSITAS TELKOM Anggun Kertadela Puspitasari; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3186

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai lembaga yang melakukan kegiatan pendidikan dituntut untuk mencetak lulusan berkualitas agar mampu bersaing secara nasional maupun internasional. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menetapkan standar mutu untuk menjaga konsistensi kualitas pendidikannya. Universitas Telkom memiliki kebutuhan untuk menetapkan standar mutunya dengan standar mutu internasional, yaitu ISO 9001:2015. Namun, ISO 9001:2015 memiliki persyaratan yang berbeda dari ISO 9001:2008, yaitu adanya penerapan risk-based thinking dalam perancangan standarnya. Pada penelitian ini diam     bil kasus penentuan dan penanganan risiko pada proses monitoring dan evaluasi perkuliahan dengan menggunakan metode risk assessment. Tujuan melakukan risk-based thinking agar organisasi menangani risiko dan peluang isu atau pengaruh yang tidak diinginkan pada proses monitoring dan evaluasi perkuliahan serta meningkatkan pengaruh yang diinginkan agar dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mencegah serta menanganinya. Maka untuk memenuhi standar ISO 9001:2015, Universitas Telkom perlu melakukan pertimbangan risiko agar adanya peningkatan pada kualitas sistem yang berjalan dan terciptanya konsistensi mutu pendidikan. Output akhir penelitian ini adalah sebuah risk register dan SOP usulan yang memenuhi ISO 9001:2015 klausul 9.1.1 dan 9.1.3 dengan mempertimbangkan risiko
Usulan Perancangan Perbaikan Proses Bisnis Berbasis Rekonsiliasi Menggunakan Pendekatan Business Process Management (BPM) di PT XYZ Syahrastani Ayasa; Heriyono Lalu; Sri Widaningrum
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 20 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.982 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7229451

Abstract

PT XYZ is a company engaged in the aircraft maintenance and maintenance industry. In the operational process, it was found that there were problems that occurred in the material procurement business process and the implementation reporting business process where there were differences in actual and system material usage data where 78% of the total recorded material had been used in the system. With these conditions, where the amount of material planned is the same as the data on the amount of material used which is recorded in the system and does not match the amount of material used in its actual condition, the company has the potential to experience material opportunities that are wasted. Thus, a process design is made that aims to harmonize material usage data. Furthermore, root cause analysis is carried out to find out what alternative solutions can be used to solve the problem. Therefore, the 5 Why's Analysis was carried out to obtain the chosen alternative solution, namely the reconciliation process. The design of the reconciliation process is carried out using a Business Process Management (BPM) approach with the Process Design method. Before carrying out the design, it is necessary to determine the specifications and design standards. The design specifications are determined based on the need statement obtained from the interview by the General Manager Purchaser and the design standard used to design this reconciliation process is Minister of Finance Regulation No. 118/PMK.06/2018 concerning Procedures for the Reconciliation Process for State Property. After that, the process of designing the reconciliation process begins with the determination of the process components that are tailored to the need statement, then a reconciliation process flow design is carried out based on standards and adapted to the conditions of the company, after that a Job Description is designed for parties involved in the reconciliation process. From the design process, the design results are obtained in the form of procedures for implementing the material reconciliation process in the procurement business process and business process reporting on project implementation and adding Job Descriptions for parties involved in the business process.
Proposed Improvement of Monitoring and Controlling Process on Outstanding Customer (Study Case: XYZ Company in Jambi Area) Asih Aulia Putri; Heriyono Lalu; Sri Widaningrum
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 6 No 02 (2022): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v6i02.182

Abstract

PT XYZ is a company that provides telecommunications services, and for corporate customers, there is the BGES Unit. The payment process for corporate customers is managed by one of the BGES pillars, namely Collection Management. One of the tasks that Collection Management takes care of is outstanding data. The achievement of outstanding billing is only 14.75% per year, which means a payment delay of IDR 7,000,458,871.00 in 2021. Due to excessive workload, billing management does not supervise customers regarding billing so billing objectives are not achieved. In addition, billing information in the form of invoices is provided later than the 5th through 12th of each month so that customers do not know for sure the total bill. This research aims to make improvements in the monitoring and controlling processes of customer outstanding billing. This research uses the business process improvement method. This method also refers to a process that works but some activities need improvement. It does not design new activities but improves existing activities. The tools of business process improvement that were used in this research are application technique wheels and streamlining, which can be useful for simplifying a process and fixing a problem based on the outstanding billing problems by PT XYZ. The result of this research is a new business process as is dashboard monitoring and controlling shown by a context diagram that contains incoming and outgoing data on the billing information system and reminder notification will appear if the target is not achieved. The new business process is expected to assist the BGES unit in monitoring and controlling customers every month, and the target that is expected to be achieved is an outstanding figure of less than 1,000,000 by the end of the year.
Identifikasi Dan Pengendalian K3 Menggunakan Hirarc Untuk Memenuhi Requirement Ohsas 18001: 2007 Terkait Klausul 4.4.7 Dan 4.5.3 Di Pt. Beton Elemenindo Perkasa Mutiah Rositasari; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2013 terkait Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) karyawan, maka setiap perusahaan perlu memperhatikan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pekerjanya dengan menerapkan Sistem Manjemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3), utamanya perusahaan yang memiliki risiko kerja tinggi dalam aktivitas kerjanya. PT. Beton Elemenindo Perkasa merupakan salah satu perusahaan manufaktur penghasil berbagai jenis olahan beton yang didirikan pada 5 Februari 1990. Dalam dua tahun terakhir terdapat catatan kejadian kecelakaan kerja yang tergolong tinggi. Diketahui pula saat ini PT. BEP belum menerapkan SMK3 yang sesuai dengan requirement OHSAS 18001:2007, namun telah berupaya menerapkan dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan. Untuk itu diperlukan adanya perancangan pengendalian yang sesui dengan risiko sumber bahaya yang ada agar kecelakaan kerja dan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi dapat diminimalisir. Proses perancangan pengendalian yang dilakukan menggunakan pendekatan metode HIRARC, didalamnya terdapat tiga tahapan utama yaitu tahap identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko yang telah dinilai. Pengendalian yang dilakukan berdasarkan hasil analisis integrasi requirement OHSAS 18001:2007 khususnya klausul 4.4.7 dengan PP nomor 50 Tahun 2012 yang disesuaikan dengan hirarki kontrol pengendalian guna meminimalisir tingginya risiko kerja pada PT. BEP yang juga dapat dijadikan pertimbangan dalam rangka penyusunan SMK3 di PT. BEP. Kata kunci : K3, SMK3, HIRARC, OHSAS 18001:2007, Peraturan Pemerintah
Perancangan Standard Operating Procedure Untuk Mengurangi Potensi Kecelakaan Dan Kesehatan Kerja Dengan Memenuhi Requirement Ohsas 18001:2007 (klausul 4.3.1 Dan 4.4.3) Di Pdam Tirta Mangutama Menggunakan Metode Hirarc Ida Ayu Made Cahyanti Puspa; Sri Widaningrum; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PDAM Tirta Mangutama adalah sebuah lembaga dibawah Pemerintah Daerah Kabupaten Badung yang bertugas untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat luas di wilayah Badung, Bali. Perusahaan ini telah menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seadanya dengan menyediakan APD (alat pelindung diri) tanpa adanya sistem manajemen yang mendukung sehingga masih terdapat kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan ini. Pada penelitian ini akan dirancang prosedur untuk mengurangi kecelakaan kerja yang terjadi pada PDAM Tirta Mangutama berdasarkan integrasi requirement OHSAS 18001:2007 dengan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012. Perancangan ini menggunakan metode HIRARC, yakni sebuah metode yang mengidentifikasi bahaya, menilai potensi risiko yang terjadi dan kemudian ditentukan bagaimana pengendaliannya. Pengendalian yang diperlukan akan disesuaikan dengan integrasi requirement OHSAS 18001:2007 dan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012, sebagai pemenuhan requirement OHSAS 18001:2007 bahwa perusahaan wajib menerapkan dan membuat prosedur terkait sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini dilakukan setelah melakukan analisis terhadap aktivitas yang memiliki potensi bahaya tinggi beserta requirement nya. Tahap selanjutnya akan dilakukan tahap verifikasi terlebih dahulu kepada pihak perusahaan apakah prosedur tersebut sudah sesuai dan mampu mengurangi jumlah kecelakaan kerja. Hasil dari penelitian ini berupa perancangan prosedur terkait prosedur komunikasi, partisipasi dan konsultasi. Kata Kunci: HIRARC, OHSAS 18001:2007, Prosedur, Kecelakaan dan Kesehatan Kerja
Perancangan Standard Operating Procedure Analisa Dan Evaluasi Berdasarkan Integrasi Iso 9001:2015 Klausul 9.1.3 Dan Iso 14001:2015 Klausul 9.1.2 Berbasis Risk Based Thinking Dengan Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Cv Xyz Willy Pratisna; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang pembuatan spareparts motor seperti dies, moulds, jig & fixture, precision parts dan plastic product. Mutu produk yang baik dihasilkan dari mutu proses yang baik. Selain itu, perusahaan juga harus memiliki lingkungan kerja yang baik. Dengan memiliki Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Standar Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 diharapkan dapat membantu perusahaan mewujudkan mutu dan lingkungan kerja yang baik. Pada penelitian ini akan dintegrasikan ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dengan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2 untuk menghasilkan SOP analisis dan evaluasi. Integrasi yang dilakukan adalah menggabungkan requirement ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2. Hasil integrasi requirement ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2 akan menjadi input untuk melakukan penyusunan risk register. Setelah risk register disusun, requirement hasil integrasi, risk register dan gap yang diperoleh dari adanya kekurangan yang ada di CV XYZ akan menjadi input untuk merancang SOP analisis dan evaluasi. Setelah mendapat perancangan SOP analisis dan evaluasi, selanjutnya akan di-improve dengan menggunakan metode business process improvement. Setelah dilakukan improvement, akan di dapatkan SOP analisis dan evaluasi yang telah mendapatkan improvement dari metode business process improvement. Selanjutnya SOP analisis dan evaluasi ini akan di verifikasi untuk menyesuaikan dengan kondisi di CV XYZ. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah perancangan SOP analisis dan evaluasi ini telah memenuhi integrasi ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2, gap, dan risk register. Kata Kunci : Standard Operating Procedure, ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, Risk Register, Business Process Improvement
Co-Authors Abdi , Luthfi Moulya Abdi, Luthfi Moulya Amalia, Rifa Amalia, Sheila Angelyca H, Yohana Anggun Kertadela Puspitasari Annisa Husna Alif Asih Aulia Putri Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia Yogi Fachlivan Aulia, Shafaa Budi Ayudita Oktafiani Benny Yanuarsih Benny Yanuarsih, Benny Cahyadi, Dea Arya Dita Chandra Alamsyah Cut Rima Asyifa Elvira A, Celline Isabel Faisal Fathurrahman Fakhrurrozi Fakhrurrozi Farli Erigga Putra Febrina Indri Rumondang Febrina Indri Rumondang, Febrina Indri Firstian Rizky, Raihan Zhafranu Hani Novita Tresnasari Heriyono Lalu Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ilma Mufidah Irma Nurmawanti Kartika Salsabilla Wulandari Kartika Salsabilla Wulandari Klarissa , Rafa Deal Marina Yustiana Lubis Medianti Arifia Dewi Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Rahayu Mugni Rifki Muhammad Iqbal Muhammad Rivai Murfid, Nurjihan Aqilah Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nadya Rachma Asalia Naila Farhana Naila Farhana, Naila Nanda Marhandhika Putri Ni Putu Tiara Santi Riyani Novalino Novalino Novalino Novalino, Novalino Nugrahaini S., Yunita Nurul Apriliani Nusaibah Nusaibah Osama, Dito Parawansyah, Canda Putra Pratya Poeri Suryadhini Prayoga, Faris Aditya Puteri, Anisa Riska Putri, Anastasya Mahendra Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhani, Alfian Rara Niken Ramadhany Risya Yuthika Rizki Eka Ridani Romyah Bighoiri Romy Rositha , Veminia Rositha, Veminia Ryan Gamas Agromega Ryan Rachmadian Saalino , Irene Datu Safitri, Regina Nisrina Aulia Salma , Sheila Amelia Shafira Amanda Umar Sheila Amalia Salma Shifa Khairunnisa Shifa Khairunnisa, Shifa Susanto , Hadi Sutari, Wiyono Syahrastani Ayasa Tulusiani Widjanarko Utami Wulandari Widiana, Adrian Wahyu Widjanarko, Tulusiani Willy Pratisna Wiyono Sutari Wulandari, Kartika Salsabilla Yunita Nugrahaini Safrudin Yunita Putri Gita Mulyandari