Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Usulan Perbaikan Proses Produksi Kemeja Untuk Meminimasi Waste Waiting Di Cv Wira Utama Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Utami Wulandari; Sri Widaningrum; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV Wira Utama merupakan salah satu perusahaan manufaktur swasta yang bergerak di bidang garmen. CV Wira merupakan pabrik garmen yang menerima berbagai pesanan pakaian jadi dan telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai vendor atau klien, salah satunya adalah kemeja dari perusahaan Hugo. Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan, keterlambatan pengiriman terjadi hampir disetiap bulan selama tahun 2018. Hal tersebut merupakan permasalahan yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap proses produksi kemeja di CV Wira Utama dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Penelitian dimulai dengan melakukan pemetaan value stream mapping current state dan dilanjutkan dengan pemetaan process activity mapping current state. Berdasarkan pemetaan tersebut diperoleh informasi bahwa terjadi beberapa waste dengan aktivitas value added sebesar 1875,56 detik, non value added (NVA) sebesar 8251,8 detik, serta aktivitas non but necessary value added (NNVA) sebesar 31623,39 detik, dimana pada penelitian ini akan berfokus pada waste waiting. Selanjutnya adalah melakukan pengidentifikasian akar permasalahan yang menyebabkan waste waiting menggunakan cause and effect diagram. Faktor-faktor dominan penyebab terjadinya waste waiting dapat diminimasi dengan melakukan perancangan usulan perbaikan menggunakan preventive maintenance dan single minute exchange of dies. Kemudian dilakukan analisis kelebihan dan kekurangan dari setiap usulan perbaikan, dan melakukan pemetaan VSM future state sehingga diperoleh penurunan lead time sebesar 21880,2 detik. Kata kunci: Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Single Minute Exchange of Dies. Abstract CV Wira Utama is one of the private manufacturing companies engaged in garment. CV Wira is a garment factory that accepts various apparel orders and has gained the trust of various vendors or clients, one of which is a shirt from Hugo's company. Based on data obtained from the company, delays in shipping occur almost every month during 2018. This is a problem that needs to be carried out further research on the production process of shirts at CV Wira Utama using a lean manufacturing approach. The research began by mapping the current state value stream mapping and continued with mapping the current state activity mapping process. Based on the mapping, information was obtained that some waste occurred with value added activities of 1875.56 seconds, non value added (NVA) of 8251,8 seconds, and non but necessary value added (NNVA) activities of 31623.39 seconds, which in this study will focus on waste waiting. Next is to identify the root causes of waste waiting using cause and effect diagrams. The dominant factors that cause waste waiting can be minimized by designing proposed improvements using preventive maintenance and single minute exchange of dies. Then analyze the strengths and weaknesses of each proposed improvement, and do a future state VSM mapping to obtain a lead time decrease of 21880.2 seconds. Keywords: Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Single Minute Exchange of Dies.
Pembobotan Penilaian Kinerja Operator Produksi Pada CV XYZ Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (ahp) Rara Niken Ramadhany; Sri Widaningrum; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam suatu perusahaan atau organisasi, penilaian kinerja pegawai memiliki peran penting. Penilaian kinerja perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pegawai sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan. CV XYZ merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang industri makanan yang tentu saja melakukan penilaian kinerja kepada pegawainya. CV XYZ ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia ingin menjadi lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang pembobotan kinerja operator produksi dan indikator penilaian kinerja. Dalam melakukan pembobotan diperlukan suatu metode yang tepat untuk mengetahui bobot dari kriteria dan indikator yaitu menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan memperoleh hasil penilaian kinerja dengan rating scale. Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur bobot kriteria kinerja karyawan melibatkan keterkaitan antar kriteria. Tahapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) terdiri dari menentukan kriteria dengan penyebaran kuesioner, menyusun struktur hierarki, melakukan perbandingan berpasangan. Setelah tahap Analytical Hierarchy Process (AHP) dilakukan, maka dilakukan penentuan skala dan indikator, dan penentuan indeks kinerja. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh hasil pembobotan dari masingmasing kriteria yaitu kerjasama (0.163), fleksibilitas (0.118), mencari informasi (0.110), proaktif (0.193), keahlian (0.216), semangat untuk berprestasi (0.201). Hasil pembobotan kriteria dan indikator akan digunakan untuk acuan dalam penilaian kinerja menggunakan rating scale. Hasil penilaian kinerja dapat dinyatakan dari kinerja sangat tinggi, kinerja tinggi, kinerja sesuai standar, kinerja rendah, dan kinerja tidak efektif. Kata kunci : Sumber Daya Manusia, Penilaian Kinerja, Analytical Hierarchy Process (AHP) Abstract In a company or organization, employee performance appraisal has an important role. Performance appraisal needs to be done to evaluate employee performance so as to improve company performance. CV XYZ is one of the businesses engaged in the food industry which, of course, conducts performance appraisal to its employees. CV XYZ wants to improve the quality of human resources want to be better. The purpose of this study is to design a production operator's weighting and performance appraisal indicators. In weighting, an appropriate method is needed to determine the weight of the criteria and indicators, namely using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method and obtaining the results of a performance rating with a rating scale. Analytical Hierarchy Process (AHP) is one method that can be used to measure the weight of employee performance criteria involving the interrelation between criteria. The stages of the Analytical Hierarchy Process (AHP) method consist of determining criteria by distributing questionnaires, constructing hierarchical structures, conducting pair comparisons, and measuring consistency. Based on the research results obtained weighting from each criterion namely teamwork (0.163), flexibility (0.118), information seeking (0.110), proactive (0.193), expertise (0.216), passion for achievement (0.201). The results of the weighting of criteria and indicators will be used for reference in evaluating performance using a rating scale. The results of performance appraisal can be stated from the very high performance, high performance, performance according to standards, low performance, and ineffective performance. Keywords: Human Resources, Performance Assessment, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Perancangan Alat Bantu Pemindah Potongan Plastik Untuk Membantu Proses Pemindahan Potongan Plastik Pada Bank Sampah Hijau Lestari Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Ryan Gamas Agromega; Sri Widaningrum; Ilma Mufidah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bank Sampah Hijau Lestari adalah tempat pengolahan limbah plastik pusat yang ada di kota Bandung. Ada beberapa tahap dalam pengolahan limbah di bank sampah ini, mulai dari pemilahan, pencacahan, pencucian dan pemindahan ke dalam karung, pengeringan. Namun, pada proses pencucian dan pemindahan potongan plastik masih dilakukan secara manual. Setelah dilakukan analisis RULA, REBA, dan RWL didapatkan skor yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) sehingga perlu adanya perbaikan postur melaui alat bantu usulan. Perancangan alat bantu usulan ini menggunakan metode Ergonomic Function Deployment (EFD) yang menerapkan aspek ergonomi yaitu EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) sehingga dapat memperbaiki postur operator untuk mengurangi resiko cidera MSDs. Berdasarkan penelitian didapatkan spesifikasi alat bantu usulan terpilih yang dapat memindahkan potongan plastik menggunakan screw conveyor, alat bantu dapat disesuaikan tingginya, memiliki pengunci roda, sehingga didapatkan nilai skor RULA sebesar 3, nilai skor REBA sebesar 4, nilai RWL sebesar 23 kg, dan LI sebesar 0.28 sehingga nilai tersebut dapat mengurangi resiko cidera MSDs pada operator saat melakukan proses pemindahan potongan plastik. Kata kunci : RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment Abstract Bank Sampah Hijau Lestari is a central plastic waste processing facility in the city of Bandung. There are several stages in waste management in this garbage bank, ranging from sorting, crushing, washing and transferring into sacks, drying. However, in the process of washing and transferring pieces of plastic is still done manually. After RULA, REBA, and RWL analysis, very high scores are obtained which can lead to the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) so that there is a need to improve posture through the proposal aids. The design of this proposed aid uses the Ergonomic Function Deployment (EFD) method that applies the ergonomic aspects of EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien) so as to improve the operator's posture to reduce the risk of MSDs injuries. Based on the research, it was found that the specifications of the selected auxiliary tool that can move pieces of plastic using a screw conveyor, the tool can be adjusted in height, has wheel lock, so that the RULA score is 3, the REBA score is 4, the RWL value is 23 kg, and the LI is 0.28 so that this value can reduce the risk of MSDs injury to the operator when carrying out the process of transferring pieces of plastic. Keywords: RULA, REBA, RWL, Musculoskeletal Disorders, EASNE, Ergonomic Function Deployment
Rancangan Usulan Visualisasi Display Inspection Sheet Proses Untuk Meminimasi Defect Dansha Pada Unit Apv Di Departemen Welding Dengan Munggunakan Pendekatan Fmea Dan 5 Why’s Pt.suzuki Indomobil Motor Tb Ii Aulia Yogi Fachlivan; Sri Widaningrum; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu produk di PT. Suzuki Indomobil adalah APV. Selanjutnya pada penelitian ini apabila disebutkan APV memiliki nilai defect tertinggi yaitu sebesar 1053 defec dibandingkan dengan produk lain pada periode Mei 2020 hingga juli 2020, dimana dalam line produksi Welding yang memiliki nilai defect dansha yang dominan dibandingkan dengan workstation lainnya. Permasalahan pada welding antara lain adalah defect dansha sehingga memerlukan tindakan solutif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Merancang alat bantu/prosedur kerja yang dapat mengurangi defect dansha pada mengurangi defect dansha pada hasil welding part body dan Membuat usulan perbaikan yang dapat digunakan untuk meminimasi atau menghilangkan faktor penyebab terjadinya waste defect dansha pada Welding Part Body Mobil APV tersebut. Karena Kualitas adalah “Quality is a measure of product ability to live up to the average consumer expectations about it” dan mengetahui permasalahan dari penelitian tersebut maka dapat di lihat dengan mengunakan Diagram Pareto dimana diagram tersebut dapat menampilkan jumlah defect dansha yang terjadi dan berapa persentase yang di dapatkan dari defect dansa pada unit Apv untuk menentukan usulan penelitian ini mengunakan metode pendekatan FMEA pada tahapan pendahulu untuk menentukan akar permasalahan menggunakan data defect dansha dan beberapa faktor dari diagram SIPOC, masuk pada fishbone diagram setelah faktor-faktor penyebab sudah diketahui maka akan masuk ke dalam pendekatan FMEA dimana untuk mengetahui prioritas mana yang bermasalah dimulai dari nilai RPN dimana nilai yang tertinggi meruapakan ada dua faktor yaitu faktor method dan man. Sehingga masuk pada tahapan analayze di cari tahu akar permaslahan menggunakan 5 why’s dimana dapat diketahui apa penyebab akar permasalahan dari ke empat faktor tersebut. Sehingga didapat usulan berupa, memperbaiki prosedur kerja dari departemen welding dengan dilakukan perancangan inspection checksheet pada proses welding untuk faktor permasalahan methode sedangan usulan perbaikan dari faktor man itu dengan cara membuat poster peringatan secara visual display. Tahapan Selanjutnya adalah melakukan analisis dan pembahasan terhadap penelitian yang telah dilakukan. Lalu tahapan terakhir dengan kesimpulan yang di dapatkan rancangan usulan perbaikan mengatasi permasalahan pada proses welding penyebab terjadinya defect dansha terhadap faktor method dan man yaitu inspection checksheet pada part dalam proses pengelasan. Maka saran dari penelitian tersebut melakukan evaluasi terhadap penyebab terjadinya defect dansha dan mengimplementasikan usulan perbaikan secara berkala sehingga dapat memini masi defect dansha dengan efektif dan efisien. Kata kunci : DMAI, Dansha, CTQ, Fishbone, 5 Why’s, dan FMEA.
Proposed SOP Design For The Implementation of K3 to Meet The Requirements of ISO 45001:2018 Clause 6.1 in The Production Division at PT Mega Jaya Logam Nusaibah Nusaibah; Sri Widaningrum; Sheila Amalia Salma
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.824 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.12872

Abstract

PT XYZ is a metal casting industry company, where in the production process there are several potential hazards. The efforts made by the company to overcome these potential hazards are to provide PPE facilities to workers. However, the workers lack of self-awareness of OHS makes them not comply with the use of PPE. Therefore, work accidents still occur in the company. The methods used in the design proposal stage are FMEA and FTA. FMEA and FTA are failure analysis methods, FMEA can also be used to assess failures that occur. The stages of the two methods are integrated to then create a process of hazard identification, risk assessment, and control. The proposed design is in the form of a Risk Control SOP. The purpose of the Risk Control SOP is to identify what hazards occur in the production process and assess the level of risk, so that the company can provide appropriate controls for existing hazards. The SOP was made to fulfill the requirements contained in Clause 6.1 of ISO 45001: 2018 and PP No. 50 of 2012 concerning OHSMS. With the Risk Control SOP, it is hoped that it can assist the company in improving the company's OHSMS and the company can achieve zero accidents.
Implementing AHP Method for Determining Level Priority of Vendor Selection Kartika Salsabilla Wulandari; Sri Widaningrum; Sheila Amalia Salma
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 7 No 02 (2023): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v7i02.240

Abstract

Vendors are suppliers of goods or services that help the production process of a company. One of the companies that carry out vendor selection is CV Milyarda Cipta Karya which is engaged in fashion. Vendor selection is an activity to determine vendors who will work with the company to help the production process. Based on an assessment of the 30 most popular CV Milyarda Cipta Karya's products on Shopee, there are consumer complaints about the inconsistent quality of materials. This problem is caused by the absence of standards governing the mechanism for selecting fabric vendors. Therefore, it is necessary to know the priority level of vendor selection criteria. Vendor selection criteria are Quality of goods, response time, location, flexibility, price, vendor inventory policy, and vendor service. The data needed in the design are vendor selection criteria according to William J Stevenson, namely hierarchical data and criteria weighting questionnaires. The method used to determine the priority level of vendor selection criteria is the Analytical Hierarchy Process method. Based on the calculation of the AHP method, the results obtained are the criteria for quality of goods 0.19, location 0.12, response time 0.12, vendor inventory policy 0.09, flexibility 0.09, price 0.11, and vendor service 0.28. The largest priority value is vendor service and the smallest is flexibility.
Implementation of the QFD Method to Identify Customer Needs Ramadhani, Alfian; Widaningrum, Sri; Sutari, Wiyono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 21 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14271720

Abstract

Rumah BUMN (RB) is a facility provided to shape the digital economy ecosystem, one of which involves organizing training activities. Through regularly conducting training, RB Bandung needs to evaluate and improve its training activities. However, RB Bandung is not yet aware of the customer needs in these training activities. In this research, the Quality Function Deployment (QFD) method is utilized. This method is used to identify customer needs and articulate them into relevant technical requirements. After being identified using the QFD method, there are eleven customer needs: training with various issue focuses, training with experienced mentors, training that enhances participants' soft skills, training that enhances participants' capabilities, interactive training, training conducted according to schedule, training that can expand customer reach, training providing physical materials, training with various positive impacts, and training with confidently serving staff. Based on the normalized raw weight values, the first priority from customer needs is training with experienced mentors, with a normalized raw weight value of 0.12.
Penerapan Metode AHP Dalam Menentukan Tingkat Prioritas Pemilihan Vendor Abdi, Luthfi Moulya; Widaningrum, Sri; Salma, Sheila Amalia
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 24.2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vendor merupakan pihak eksternal yang dapat membantu proses produksi dengan cara menyediakan produk ataupun jasa kepada perusahaan lain atau kepada konsumen secara langsung, pemilihan vendor merupakan proses yang sangat penting dalam melakukan bisnis, pemilihan vendor yang tepat dapat memberikan keuntungan dan pastinya dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap perusahaan. Berdasarkan 50 data keluhan pelanggan yang diambil dari ecommerce shopee CV Emiratees, keluhan terbanyak disebabkan oleh kualitas produk yang tidak sesuai standar. Hal ini disebabkan karena belum adanya standar dalam mengatur mekanisme pemilihan vendor. Maka dari itu perlu diketahui tingkat kriteria dalam pemilihan vendor, beberapa kriteria dalam pemilihan vendor yaitu harga/biaya, kualitas produk, ketetapan pengiriman dan jumlah pengiriman, service, dan kebijakan keprofesionalan vendor. Beberapa data yang dibutuhkan dalam perancangan ialah kriteria pemilihan vendor menurut lin, chen & ting, data hirarki dan kuesioner pembobotan kriteria. Adapun metode yang digunakan dalam menentukan tingkat prioritas kriteria dalam pemilihan vendor yaitu metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil perhitungan dari metode AHP yang telah diperoleh yaitu harga/biaya 0.16, kualitas bahan 0.17, ketetapan pengiriman 0.15, service 0.25, dan kebijakan vendor 0.27. Hasil pengurutan nilai prioritas dari yang terbesar hingga ke yang terkecil yaitu kebijakan vendor, service, kualitas bahan, harga/biaya, dan ketepatan pengiriman.
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Tindakan Korektif dan Preventif Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 10.2.1 Menggunakan Metode Business Process Management di CV Milyarda Aulia, Shafaa Budi; Widaningrum, Sri; Safrudin, Yunita Nugrahaini
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 1.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas dan kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dalam mempertahankan keberlanjutan dan meningkatkan keunggulan kompetitif sebuah organisasi di pasar yang kompetitif. Menghadapi tantangan dalam menghadapi temuan ketidaksesuaian dan mengimplementasikan tindakan korektif terhadap keluhan, CV. Milyarda, perusahaan yang bergerak dalam produksi hijab, mengidentifikasi kebutuhan akan Standard Operating Procedure (SOP) yang efektif dan terintegrasi. SOP ini dirancang untuk memfasilitasi organisasi dalam mengelola temuan ketidaksesuaian secara sistematis. Dengan mengembangkan SOP, CV. Milyarda berupaya mengoptimalkan proses produksi, kepuasan pelanggan dan evaluasi kinerja, serta mengimplementasikan tindakan korektif yang efisien dan tepat waktu. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk secara proaktif mengidentifikasi dan mengatasi masalah, meminimalkan ketidaksesuaian produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Implementasi SOP Tindakan Korektif dan Preventif ini didasarkan pada kerangka kerja yang disarankan oleh ISO 9001:2015, khususnya Klausul 10.2.1 yang menuntut organisasi untuk secara aktif mengidentifikasi dan mengoreksi ketidaksesuaian yang terdeteksi. Dengan mengikuti standar ISO 9001:2015, CV. Milyarda dapat lebih efektif dalam mengelola ketidaksesuaian dan meningkatkan efisiensi operasional. SOP tindakan korektif yang dikembangkan memungkinkan perusahaan untuk melaksanakan tindakan korektif atau evaluasi dengan lebih sistematis, menetapkan standar pengukuran yang jelas, dan secara kontinu melakukan perbaikan atas ketidaksesuaian yang ditemukan dalam operasionalnya.
Perancangan SOP Quality Control Berdasarkan ISO 9001:2015 Menggunakan Metode Business Process Management Rositha, Veminia; Widaningrum, Sri; Amalia, Sheila
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 1.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Hole merupakan salah satu UMKM yang bergerak dibidangindustri konveksi pakaian yang berada di Cimahi yang sudah berdiri sejaktahun 2018 dan menjadi salah satu UMKM yang berkembang pesat dibidang produksi pakaian. UMKM HOLE memasarkan berbagai macamproduk seperti t-shirt, topi dan totebag. Namun, UMKM Holemendapatkan banyak keluhan pelanggan terkait jahitan yang tidak rapiyang juga mengakibatkan pelanggan melakukan pengembalian atau returnproduk karena kualitas pada produk yang diterima tidak sesuai. Hal initerjadi dikarenakan UMKM Hole belum memiliki dan menerapkan standarquality control pada produk. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untukmerancang kriteria dan standar produk beserta SOP quality control untukmembantu UMKM Hole mengontrol kualitas produk yang dimiliki.Pada penelitian ini menggunakan metode Business Process Managementyang dapat membantu untuk mengidentifikasi, menganalisis, mendesainulang, menerapkan dan memantau proses bisnis. Selain itu, pada penelitianini juga menggunakan pendekatan teori kualitas produk untuk menetapkanstandar kriteria produk dan juga standar ISO 9001:2015 untuk merancangSOP yang dapat membantu untuk mengoptimalkan proses quality control.Setelah dilakukan identifikasi requirement teori menurut Gaspersz danrequirement ISO 9001:2015, dihasilkan kriteria produk yang sudahmemenuhi teori kualitas seperti fitur, kesesuaian, daya tahan, estetika dankualitas yang dirasakan. Selain itu dihasilkan juga rancangan SOP qualitycontrol yang berisikan sembilan aktivitas beserta rekaman terkait yangdapat dijadikan pedoman dalam yang dapat menjadi acuan dalampelaksanaan proses quality control dan sudah memenuhi siklus PDCA.Dengan adanya perancangan kriteria produk dan SOP quality control yangdihasilkan, diharapkan dapat menjadi acuan bagi UMKM Hole dalamproses pelaksanaan quality control sehingga dapat menjaga danmeningkatkan kualitas produk t-shirt yang dihasilkan serta dapatmeningkatkan rasa kepuasan bagi pelanggan
Co-Authors Abdi , Luthfi Moulya Abdi, Luthfi Moulya Amalia, Rifa Amalia, Sheila Angelyca H, Yohana Anggun Kertadela Puspitasari Annisa Husna Alif Asih Aulia Putri Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia Yogi Fachlivan Aulia, Shafaa Budi Ayudita Oktafiani Benny Yanuarsih Benny Yanuarsih, Benny Cahyadi, Dea Arya Dita Chandra Alamsyah Cut Rima Asyifa Elvira A, Celline Isabel Faisal Fathurrahman Fakhrurrozi Fakhrurrozi Farli Erigga Putra Febrina Indri Rumondang Febrina Indri Rumondang, Febrina Indri Firstian Rizky, Raihan Zhafranu Hani Novita Tresnasari Heriyono Lalu Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ilma Mufidah Irma Nurmawanti Kartika Salsabilla Wulandari Kartika Salsabilla Wulandari Klarissa , Rafa Deal Marina Yustiana Lubis Medianti Arifia Dewi Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Rahayu Mugni Rifki Muhammad Iqbal Muhammad Rivai Murfid, Nurjihan Aqilah Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nadya Rachma Asalia Naila Farhana Naila Farhana, Naila Nanda Marhandhika Putri Ni Putu Tiara Santi Riyani Novalino Novalino Novalino Novalino, Novalino Nugrahaini S., Yunita Nurul Apriliani Nusaibah Nusaibah Osama, Dito Parawansyah, Canda Putra Pratya Poeri Suryadhini Prayoga, Faris Aditya Puteri, Anisa Riska Putri, Anastasya Mahendra Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhani, Alfian Rara Niken Ramadhany Risya Yuthika Rizki Eka Ridani Romyah Bighoiri Romy Rositha , Veminia Rositha, Veminia Ryan Gamas Agromega Ryan Rachmadian Saalino , Irene Datu Safitri, Regina Nisrina Aulia Salma , Sheila Amelia Shafira Amanda Umar Sheila Amalia Salma Shifa Khairunnisa Shifa Khairunnisa, Shifa Susanto , Hadi Sutari, Wiyono Syahrastani Ayasa Tulusiani Widjanarko Utami Wulandari Widiana, Adrian Wahyu Widjanarko, Tulusiani Willy Pratisna Wiyono Sutari Wulandari, Kartika Salsabilla Yunita Nugrahaini Safrudin Yunita Putri Gita Mulyandari