Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Standard Operating Procedure (Sop) Pemeliharaan Dan Perbaikan Mesin Sesuai Dengan Requirement Iso 9001:2015 Klausul 7.1.3 Dengan Metode Business Process Management (Bpm) Di Cv Xyz Osama, Dito; Widaningrum, Sri; Safrudin, Yunita Nugrahaini
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — CV. XYZ adalah perusahaan resparasi,modifikasi, dan juga produksi alat-alat berat pengoprasiankapal serta alat pertambangan. Sebagai perusahaanmanufaktur, CV. XYZ sangat bergantung pada kondisiproduksi yang sangat penting untuk menjalankan prosesproduksi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di CV.XYZ terdapat banyak kejadian dimana mesin mengalamikerusakan saat sedang beroperasi, sehingga proses produksiharus dihentikan karena perbaikan mesin yang tidak dilakukansecara preventif. Penyebab utama dari masalah ini adalahkurangnya perawatan yang optimal terhadap mesin-mesinproduksi. Mesin-mesin tersebut telah mengalami kerusakankarena tidak mendapatkan perawatan rutin yang diperlukan,dan hal ini telah berdampak signifikan pada efisiensi dankinerja keseluruhan proses produksi. Tujuan dilakukanpenelitian ini adalah membuat rancangan Standard OperationProcedure (SOP) Pemeliharaan dan Perbaikan mesin sesuaidengan requirement ISO 9001:2015 klausul 7.1.3 dan TeoriMaintenance Engineering. Metode yang digunakan padapenelitian ini adalah Business Process Management. Rancanganini dibuat berdasarkan dengan standar ISO 9001:2015 Klausul7.1.3 tentang infrastruktur, serta teori pemeliharaanmaintenance engineering. Hasil rancangan ini adalah SOPPemeliharaan dan Perbaikan Mesin yang dibedakan menjadidua, yaitu prosedur preventif dan korektif. Hasil rancangan inijuga memiliki alur proses yang jelas dan terstruktur denganbaik. Dengan adanya rancangan ini, diharapkan perusahaandapat menghindari kerusakan yang tidak terduga,meningkatkan umur pakai mesin, dan pada akhirnya,meminimalkan risiko terjadinya keterlambatan produksi dimasa mendatang. Kata kunci— ISO 9001:2015, Pemeliharaan Mesin, SOP, BPM, produksi
Designing SOP for physical work environment maintenance based on ISO 14001: 2015 and Permenaker No.5 of 2018 at PT XYZ Murfid, Nurjihan Aqilah; Widaningrum, Sri; Safrudin, Yunita Nugrahaini
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol. 17 No. 2 July 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2025.v17.i2.143

Abstract

The work environment in a company is a working condition to provide a comfortable working atmosphere and situation for employees in achieving the goals desired by a company. PT XYZ is a manufacturing company that focuses on the production of socks. Based on interviews with workers in the production area, workers complained about problems related to the physical work environment. Therefore, researchers conducted sampling on the lighting factor and noise factor, and there were several work areas that did not meet the predetermined standards and criteria. So, this research aims to design a Physical Work Environment Maintenance SOP that has been adjusted to ISO 14001:2015 Clause 9.1.1 concerning Environmental Management Systems and Permenaker No. 5 of 2018. This SOP design uses the Business Process Management (BPM) method. This research produces a Physical Work Environment Maintenance SOP, which includes physical work environment maintenance procedures and supporting documents consisting of physical work environment maintenance plan forms, checklist forms, list budgeting forms, findings and corrective action forms, and final reports. The results of the SOP design in this design are expected to assist in providing structured and detailed guidance covering the identification of nonconformities, the repair process, and the evaluation of corrective actions.
Perancangan Prosedur Investigasi Insiden Kecelakaan Dalam Peningkatan Penerapan Iso 45001:2018 Klausul 6.1 Terkait Dengan Insiden Kecelakaan Kapal Dengan Metode Business Process Improvement (Studi Kasus: Pt Xyz) Klarissa , Rafa Deal; Widaningrum , Sri; Susanto , Hadi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang terpenting terutama dalam menjalankan kegiatan usaha. Hal ini berlaku bagi PT XYZ yang bergerak di bidang pelayaran dan penyediaan jasa perkapalan. PT XYZ adalah Perusahaan penyedia jasa pelayaran operasional dan logistik lepas pantai yang menyediakan jasanya untuk perusahaan minyak di Indonesia. PT XYZ memprioritaskan keselamatan kerja demi kelancaran operasional dan untuk menghindari kerugian finansial yang signifikan akibat berhentinya kapal operasional. Meskipun begitu, insiden kecelakaan kapal masih terjadi dari tahun 2017 hingga September 2023. Penyelesaian masalah dilakukan dengan perancangan prosedur investigasi insiden kecelakaan dengan mengadopsi ISO 45001:2018 klausul 6.1 dan menerapkan metode Business Process Improvement. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prosedur investigasi insiden kecelakaan yang memenuhi standar ISO 45001:2018 klausul 6.1 dengan fokus pada insiden kecelakaan kapal di PT XYZ. Metode Business Process Improvement digunakan untuk memperbaiki proses bisnis guna mengurangi insiden kecelakaan. Rancangan usulan berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) Investigasi Insiden Kecelakaan yang sesuai dengan persyaratan ISO 45001:2018 klausul 6.1 diusulkan sebagai solusi. Dengan adanya SOP Investigasi Insiden Kecelakaan, diharapkan dapat membantu PT XYZ dalam melakukan tindakan yang lebih efektif untuk mengatasi kecelakaan. 3rd Hadi Susanto Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom Bandung, Indonesia hadist@telkomuniversity.ac.id tidak menimbulkan kerugian. Apabila kapal berhenti beroperasi maka akan menimbulkan kerugian yang signifikan. Faktor penentu utama dalam melaksanakan kegiatan bisnis dari perusahaan pelayaran dan penyediaan jasa perkapalan adalah kesehatan dan keselamatan kerja terutama ketika dalam menjalankan operasional kapalnya. Salah satu cara untuk mengelola proses bisnis adalah dengan membuat dan menerapkan SOP di PT XYZ. PT XYZ adalah perusahaan pelayaran lepas pantai yang membantu perusahaan minyak di Indonesia dengan operasional dan logistik.. Perusahaan menemukan adanya insiden kecelakaan kerja yang terjadi selama tahun 2017 2023. Kata kunci: PT XYZ, Perancangan, Prosedur Investigasi, Insiden Kecelakaan, ISO 45001:2018 klausul 6.1, Business Process Improvement
Perancangan Standard Operational Procedure Quality Control berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 8.7 menggunakan Metode Business Process Management di UMKM Hole Rositha , Veminia; Widaningrum , Sri; Amalia, Sheila
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Hole merupakan salah satu UMKM yang bergerak dibidang industri konveksi pakaian yang berada di Cimahi yang sudah berdiri sejak tahun 2019 dan menjadi salah satu UMKM yang berkembang pesat di bidang produksi pakaian. UMKM Hole memasarkan berbagai macam produk seperti t-shirt, topi dan totebag. Namun, UMKM Hole mendapatkan banyak keluhan pelanggan terkait jahitan yang tidak rapi yang juga mengakibatkan pelanggan melakukan pengembalian atau return produk karena kualitas pada produk yang diterima tidak sesuai. Hal ini terjadi dikarenakan UMKM Hole belum memiliki dan menerapkan standar quality control pada produk. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang kriteria dan standar produk beserta SOP quality control untuk membantu UMKM Hole mengontrol kualitas produk yang dimiliki. Pada penelitian ini menggunakan metode Business Process Management yang dapat membantu untuk mengidentifikasi, menganalisis, mendesain ulang, menerapkan dan memantau proses bisnis. Selain itu, pada penelitian ini juga menggunakan pendekatan teori kualitas produk untuk menetapkan standar kriteria produk dan juga standar ISO 9001:2015 untuk merancang SOP yang dapat membantu untuk mengoptimalkan proses quality control. Setelah dilakukan identifikasi requirement teori menurut Garvin dan requirement ISO 9001:2015, dihasilkan rancangan SOP quality control yang berisikan sembilan aktivitas beserta rekaman terkait yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan proses quality control dan sudah memenuhi siklus PDCA. Dengan adanya perancangan SOP quality control yang dihasilkan, diharapkan dapat menjadi acuan bagi UMKM Hole dalam proses pelaksanaan quality control sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kualitas produk t-shirt yang dihasilkan serta dapat meningkatkan rasa kepuasan bagi pelanggan. Kata kunci: UMKM, ISO 9001:2015, Quality Control
Perancangan Standard Operating Procedure Tindakan Korektif dan Preventif CV Milyarda Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 10.2.1 Menggunakan Metode Business Process Management Aulia, Shafaa Budi; Widaningrum, Sri; Safrudin , Yunita Nugrahaini
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas dan kepuasan pelanggan adalah kunci utama dalam mempertahankan keberlanjutan dan meningkatkan keunggulan kompetitif sebuah organisasi di pasar yang kompetitif. Menghadapi tantangan dalam menghadapi temuan ketidaksesuaian dan mengimplementasikan tindakan korektif terhadap keluhan, CV. Milyarda, perusahaan yang bergerak dalam produksi hijab, mengidentifikasi kebutuhan akan Standard Operating Procedure (SOP) yang efektif dan terintegrasi. SOP ini dirancang untuk memfasilitasi organisasi dalam mengelola temuan ketidaksesuaian mengembangkan SOP, secara CV. sistematis. Milyarda Dengan berupaya mengoptimalkan proses produksi, kepuasan pelanggan dan evaluasi kinerja, serta mengimplementasikan tindakan korektif yang efisien dan tepat waktu. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk secara proaktif mengidentifikasi dan mengatasi masalah, meminimalkan ketidaksesuaian produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Implementasi SOP Tindakan Korektif dan Preventif ini didasarkan pada kerangka kerja yang disarankan oleh ISO 9001:2015, khususnya Klausul 10.2.1 yang menuntut organisasi untuk secara aktif mengidentifikasi dan mengoreksi ketidaksesuaian yang terdeteksi. Dengan mengikuti standar ISO 9001:2015, CV. Milyarda dapat lebih efektif dalam mengelola ketidaksesuaian dan meningkatkan efisiensi operasional. SOP tindakan korektif yang dikembangkan memungkinkan perusahaan untuk melaksanakan tindakan korektif atau evaluasi dengan lebih sistematis, menetapkan standar pengukuran yang jelas, dan secara kontinu melakukan perbaikan atas ketidaksesuaian yang ditemukan dalam operasionalnya. Kata Kunci : Peningkatan Kualitas, Standard Operating Procedure (SOP), Tindakan Korektif dan Preventif, ISO 9001:2015.
Usulan Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Pemilihan Vendor Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 8.4.1 Menggunakan Metode Business Process Improvement Pada CV Emiratees Untuk Meminimalisir Keluhan Pelanggan Abdi , Luthfi Moulya; Widaningrum, Sri; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Istilah ini merujuk kepada jenis usaha dengan skala kecil hingga menengah yang umumnya memiliki ciri khas berupa aset, omset, dan karyawan yang terbatas. CV Emiratees merupakan salah satu UMKM yang berada di kota Bandung yang sudah berdiri sejak tahun 2012. CV Emiratees bergerak di bidang pakaian yang berfokus memproduksi berbagai jenis pakaian seperti t-shirt, jaket, hoodie, tas, topi serta aksesoris. Pada e-commerce yang dimiliki oleh CV Emiratees terdapat beberapa keluhan pelanggan yang salah satunya disebabkan oleh kualitas bahan yang tidak konsisten. Yang dimana permasalahan ini disebabkan karena CV Emiratees belum memiliki sebuah standard yang mengatur tentang mekanisme dalam pemilihan vendor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang sebuah standard mekanisme dalam pemilihan vendor yang sesuai dengan requirement ISO 9001:2015 klausul 8.4.1. Dalam merancang standard mekanisme dalam pemilihan vendor akan menggunakan metode business process improvement (BPI). Hasil rancangan mekanisme dalam pemilihan vendor akan berupa SOP pemilihan vendor yang sesuai dengan requirement ISO 9001:2015 yang dapat membantu perusahaan dalam melaksanakan proses pemilihan vendor dengan konsisten dan juga efektif. Hal tersebut diharapkan dapat meminimalisir keluhan-keluhan yang berkaitan dengan kualitas produk pada e-commerce CV Emiratees. Kata kunci: UMKM, ISO 9001:2015, Pemilihan Vendor, AHP, BPI
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Pengendalian Risiko K3 Berdasarkan Requirement ISO 45001:2018 Klausul 6.1 di CV Kayu Aji Menggunakan Metode Business Process Management (BPM) Ramadhan , Muhamad Rafi; Widaningrum, Sri; Lubis, Marina Yustiana
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Kayu Aji merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan perdagangan kayu berkualitas tinggi. Dalam proses produksinya, CV Kayu Aji belum menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dengan baik. Sehingga, masih terjadi kasus kecelakaan kerja dalam beberapa tahun terakhir dan tingginya risiko kecelakaan kerja pada lingkungan kerja dan proses produksi di CV Kayu Aji. Permasalahan tersebut disebabkan oleh belum pernah dilakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko kecelakaan kerja di perusahaan serta belum memiliki prosedur mengenai K3. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Standard Operating Procedure (SOP) Pengendalian Risiko K3 berdasarkan requirement ISO 45001:2018 Klausul 6.1 dan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian merancang SOP Pengendalian Risiko K3 adalah metode Business Process Management (BPM). Hasil dari penelitian ini adalah SOP Pengendalian Risiko K3 yang berisi alur aktivitas untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, hingga mengevaluasi hasil implementasi pengendalian risiko tersebut untuk dilakukan tindakan perbaikan. Dalam SOP Pengendalian Risiko K3 terdapat dokumen-dokumen pendukung seperti Form HIRARC, Form Monitoring & Kontroling Implementasi, dan Form Inspeksi APD, Alat, dan Mesin. SOP Pengendalian Risiko K3 ini dapat digunakan perusahaan sebagai acuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja dalam proses produksi, sehingga potensi kecelakaan kerja dapat diminimalkan dan tercipta lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja. Kata kunci — Business Process Management, ISO 45001:2018, K3, Risiko, SOP
Usulan Rancangan Informasi Terdokumentasi Pada Proses Produksi T-Shirt Anak Laki-Laki Berdasarkan Iso 9001:2015 Klausul 7.5 Dengan Metode Business Process Management Di CV Iqra Textile Indonesia Prayoga, Faris Aditya; Widaningrum, Sri; Safrudin, Yunita Nugrahaini
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri garmen yang kompetitif, menjaga mutu produk menjadi kunci untuk mempertahankan kepuasan pelanggan dan daya saing pasar. CV Iqra Textile Indonesia yang bergerak di bidang produksi t-shirt anak laki-laki menghadapi permasalahan tingginya produk cacat akibat belum adanya sistem dokumentasi yang tertata. Kondisi ini menyulitkan pengawasan kualitas, pelacakan data, dan evaluasi proses produksi. Penelitian ini bertujuan merancang informasi terdokumentasi sesuai ISO 9001:2015 Klausul 7.5 dengan pendekatan Business Process Management (BPM). BPM digunakan untuk menganalisis proses yang berjalan, merancang ulang dokumentasi mutu, dan melakukan validasi dokumen. Hasilnya berupa dokumen pendukung seperti instruksi kerja, formulir pencatatan, dan checklist inspeksi yang berfungsi sebagai acuan operasional serta alat kontrol mutu. Dokumen ini mempermudah pelacakan aktivitas produksi dan memungkinkan evaluasi proses secara terstruktur. Penerapan rancangan dokumentasi ini diharapkan dapat menurunkan jumlah produk cacat, meningkatkan efisiensi, dan mendukung kesiapan perusahaan dalam menghadapi audit. Selain itu, rancangan ini menjadi langkah awal menuju sistem manajemen mutu yang lebih terstandarisasi dan berkelanjutan. Kata kunci— ISO 9001:2015, dokumentasi mutu, produksi garmen, Business Process Management, t-shirt anak laki-laki.
Perancangan Informasi Terdokumentasi Pada Proses Produksi Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 7.5 Menggunakan Metode Business Process Management Di CV. XYZ Amalia, Rifa; Susanto , Hadi; Widaningrum , Sri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.8625

Abstract

XYZ merupakan perusahaan yang berdiri pada tahun 2012. CV. XYZ termasuk ke dalam industri tekstil dan pakaian menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Produk Domestik Bruto (PDB) pertumbuhan industri tekstil dan pakaian meningkat hingga 13,74% atau setara dengan Rp. 30,92 triliun. CV. XYZ memiliki bisnis utama yaitu memproduksi t-shirt, jaket, hoodie, sweater, kemeja, topi, tas, dan aksesoris pakaian lainnya. Masalah yang dihadapi oleh CV. XYZ yaitu dalam pengelolaan informasi terdokumentasi pada proses produksi yang belum sesuai dengan persyaratan yang ada pada ISO 9001:2015 klausul 7.5 tentang informasi terdokumentasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi terdokumentasi apa saja yang dibutuhkan pada proses produksi serta membuat rancangan informasi terdokumentasi pada proses produksi sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2015 Klausul 7.5. Perusahaan dapat mengolah dokumen dan informasi ini sebagai informasi yang membantu mendorong proses operasional dan mendukung peningkatan berkelanjutan dalam perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Business Process Management (BPM). Hasil dari penelitian adalah dokumentasi proses produksi berdasarkan klausul 7.5 ISO 9001:2015 di antaranya adalah dokumen perencanaan produksi, dokumen panduan pecah warna, dokumen laporan hasil sablon, dokumen laporan hasil jahit dan obras, dokumen laporan quality control, dan dokumen informasi produk defect.
Designing SOP for Quality Document Control in Rumah BUMN Bandung using Business Process Management Method Faisal Fathurrahman; Sri Widaningrum; Wiyono Sutari
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 11 No 01 (2024): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v11i01.749

Abstract

The role of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is very important for a region, especially asone of the drivers of economic growth in the region. In order to create efficiency, wider market reach,attract more customers and better business opportunities, MSMEs must enter the digital businessecosystem. Rumah BUMN (RB) is an initiative program of BUMN and the Ministry of BUMN tostrengthen Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Rumah BUMN Bandung is one of the activeRumah BUMN and there are many activities under the auspices of Bank BRI. As the digital businessecosystem develops, more and more MSMEs are joining Rumah BUMN Bandung. Implementation ofdocumentation at Rumah BUMN Bandung only reached 12.5%, mainly focused on training programs outof a total of 8 existing programs. The reason is that there is no comprehensive implementation of qualitydocument control standards at Rumah BUMN Bandung. As a result, Rumah BUMN Bandung employeesoften have difficulty finding documents, sometimes documents that have expired are still being used, andthey make mistakes in providing documents to fellow employees. This research aims to describedocuments that need to be controlled, design SOPs for quality document control, and create use casediagrams. The method used in this research is Business Process Management (BPM). In an effort to dealwith existing problems, SOPs and use case diagrams of the quality document control process will bedesigned.
Co-Authors Abdi , Luthfi Moulya Abdi, Luthfi Moulya Amalia, Rifa Amalia, Sheila Angelyca H, Yohana Anggun Kertadela Puspitasari Annisa Husna Alif Asih Aulia Putri Asih Aulia Putri Atya Nur Aisha Aulia Yogi Fachlivan Aulia, Shafaa Budi Ayudita Oktafiani Benny Yanuarsih Benny Yanuarsih, Benny Cahyadi, Dea Arya Dita Chandra Alamsyah Cut Rima Asyifa Elvira A, Celline Isabel Faisal Fathurrahman Fakhrurrozi Fakhrurrozi Farli Erigga Putra Febrina Indri Rumondang Febrina Indri Rumondang, Febrina Indri Firstian Rizky, Raihan Zhafranu Hani Novita Tresnasari Heriyono Lalu Ida Ayu Made Cahyanti Puspa Ilma Mufidah Irma Nurmawanti Kartika Salsabilla Wulandari Kartika Salsabilla Wulandari Klarissa , Rafa Deal Marina Yustiana Lubis Medianti Arifia Dewi Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Rahayu Mugni Rifki Muhammad Iqbal Muhammad Rivai Murfid, Nurjihan Aqilah Murni Dwi Astuti Mutiah Rositasari Nadya Rachma Asalia Naila Farhana Naila Farhana, Naila Nanda Marhandhika Putri Ni Putu Tiara Santi Riyani Novalino Novalino Novalino Novalino, Novalino Nugrahaini S., Yunita Nurul Apriliani Nusaibah Nusaibah Osama, Dito Parawansyah, Canda Putra Pratya Poeri Suryadhini Prayoga, Faris Aditya Puteri, Anisa Riska Putri, Anastasya Mahendra Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhani, Alfian Rara Niken Ramadhany Risya Yuthika Rizki Eka Ridani Romyah Bighoiri Romy Rositha , Veminia Rositha, Veminia Ryan Gamas Agromega Ryan Rachmadian Saalino , Irene Datu Safitri, Regina Nisrina Aulia Salma , Sheila Amelia Shafira Amanda Umar Sheila Amalia Salma Shifa Khairunnisa Shifa Khairunnisa, Shifa Susanto , Hadi Sutari, Wiyono Syahrastani Ayasa Tulusiani Widjanarko Utami Wulandari Widiana, Adrian Wahyu Widjanarko, Tulusiani Willy Pratisna Wiyono Sutari Wulandari, Kartika Salsabilla Yunita Nugrahaini Safrudin Yunita Putri Gita Mulyandari