Claim Missing Document
Check
Articles

Found 52 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mengurangi Waste Waiting Pada Aktivitas Pengambilan Bahan Baku Dari Gudang Excava200 Pt Pindad (persero) Putrifa Wirahayu Adi Muslima; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Pindad (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan non militer lainnya. Salah satu produk non militer yang diproduksi PT.Pindad (Persero) yaitu produk excavator, yaitu Excava200. Pada tahun 2017, Produksi Excava200 hanya mencapai 37% dari total target. Guna mengetahui penyebab ketidaktercapaian produksi, dilakukan penggambaran Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) sehingga diperoleh lead time sebesar 4797,4 menit. Hal tersebut lebih besar dibanding target perusahaan yaitu 3870 menit. Dilakukan identifikasi waste diperoleh nilai waste terbesar yaitu waste waiting sebesar 86%. Penyebab adanya waste waiting yaitu lamanya pemeriksaan dan menunggu bahan baku dari gudang. Pada penelitian ini akan difokuskan pada proses menunggu bahan baku dari gudang yang di akibatkan oleh lamanya proses pengambilan bahan baku, akan dilakukan upaya minimasi waste waiting pada aktivitas pengambilan bahan baku dari gudang menggunakan pendekatan lean manufacturing. Penyelesaian akar permasalahan menggunakan tools lean manufacturing yaitu dengan pengklasifikasian bahan baku, perbaikan layout gudang dan pembuatan display pada gudang untuk mengurangi waste waiting pada aktivitas pengambilan bahan baku dari gudang produksi Excava200 PT. Pindad (Persero). Berdasarkan simulasi jarak tempuh operator, diperoleh pengurangan waktu sebesar 20,36 menit dari kondisi awal. Kata Kunci : Waste Waiting, Lean Manufacturing, Pengklasifikasian Bahan Baku, Perbaikan Layout Abstract PT Pindad (Persero) is a manufacturing company producing military and non-military products. Excava200 is nonmilitary product produced by PT Pindad (Persero). In 2017, production of Excava200 achieved 37% from production target. To find out the cause of the difference between actual production and target production, it is needed creating Value Stream Mapping (VSM) and Process Activity Mapping (PAM) obtained lead time 4797.4 minutes. It is more than the company’s target which is 3870 minutes. The next step is to identify waste, obtained the biggest waste is waiting waste which is 86%. The causes of waiting waste are inspection process and waiting material from warehouse. In this research, focused on waiting material from Excava200 warehouse which is caused by taking material that taking too much time. An effort will be made to minimize waiting waste on taking material activity from warehouse with Lean Manufacture. The solution to minimize cause of the problem is by designing improvement using lean manufacturing tools which are material classifying, layout planning and display making. Based on the distance simulation of operator, time is reduced by 20.36 minutes from the current state. Keywords: Waste Waiting, Lean Manufacturing, Material Classifying, Layout Planning
Usulan Perbaikan Pada Proses Produksi Sandal Untuk Mengurangi Waste Motion Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Di Cv. Asj Shiela Azmy; Marina Yustiana Lubis; Pratya Poeri Suryadhini
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. ASJ adalah perusahaan yang bergerak dalam industri sandal, sandal yang diproduksi dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Penelitian ini akan berfokus pada proses produksi sandal yang dipesan oleh PT.A, dalam prosesnya ditemukan adanya waste motion yang dapat mempengaruhi lead time dan sebagian besar waste motion terjadi di area persiapan assembly. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka akan dilakukan perbaikan usulan untuk meminimasi waste motion. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Lean Manufacturing yaitu penggambaran Value Stream Mapping (VSM), untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang terjadi dirancang Process Activity Mapping (PAM) dan untuk mengurangi terjadinya waste motion di dilakukan penerapan menggunakan metode 5S. Berdasarkan Value Stream Mapping (VSM), diperoleh lead time produksi sebesar 29869.8 detik, berdasarkan Process Activity Mapping (PAM) diperoleh persentase kegiatan value added sebesar 21207.56 detik, non value added sebesar 5675.26 detik dan necessary non value added sebesar 2986.98 detik dan berdasarkan penerapan 5S diperoleh perancangan yang dapat mengurangi waste motion. Kata kunci : Lean Manufacturing, Waste Motion, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, dan 5S.
Forecasting Dan Analisis Perencanaan Kapasitas Produksi Dengan Bill Of Labor Approach Pada Proyek Engine Ct7 Pt. Xyz Raden Muhamad Marjan Faisal; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan mandiri sebagai anak perusahaan dari PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI), yang bergerak dalam bidang jasa perawatan (maintenance) mesin turbin yang biasa digunakan pada pesawat terbang maupun mesin turbin yang digunakan untuk industri. Berdasarkan pengalaman dan data historis diketahui bahwa PT. XYZ menerima setiap pesanan yang diminta namun tidak mempertimbangkan sumber daya kapasitas produksi yang tersedia. Karena itu perlu dilakukan peramalan yang akan menghasilkan MPS dan menjadi dasar untuk melakukan perhitungan kapasitas agar lantai produksi dapat siap berproduksi ketika pesanan yang berfluktuatif datang. Dari hasil peramalan bahwa metode peramalan yang memiliki tingkat kesalahan yang terkecil adalah Simulasi Monte Carlo dengan 91% dari semua part number hasil peramalan sedangkan untuk Croston’s Method dan Metode Syntetos – Boylan Approximation memiliki 9% dari semua part number hasil peramalan. Sehingga part number yang menggunakan Croston’s Method adalah 4108T01G01, 5043T07G02, 5034T83P12, 4053T44G01 dan 6055T82P01. Perencanaan kapasitas produksi dengan menggunakan metode RCCP teknik BOLA telah dilakukan yang mengahasilkan bahwa setiap mesin memiliki kelebihan kapasitas, sehingga semua demand dapat terpenuhi. Dengan demikian perencanaan kapasitas produksi dengan metode RCCP teknik BOLA menghasilkan beberapa alternatif solusi perencanaan kapasitas produksi yang optimal yaitu dengan melakukan Preventive Maintenance, dan melakukan produksi part-part yang akan digunakan untuk mempermudah proses repair. Kata Kunci: Peramalan, Croston’s Method, Syntetos – Boylan Approximati, Simulasi Monte Carlo, Perencanaan Kapasitas, RCCP.
Penerapan Metode 5s Untuk Meminimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Rubber Bellow Di Pt Agronesia (divisi Industri Teknik Karet) Riska Safira Permatasari; Marina Yustiana Lubis; Pratya Poeri Suryadhini
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Agronesia (Divisi Industri Teknik Karet) adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan karet alami dan sintetis yang digunakan untuk suku cadang kendaraan dan kebutuhan industri lainnya. Produk yang diteliti dalam penelitian ini berfokus pada produk rubber bellow. Pada proses produksi rubber bellow, ditemukan waste motion yang memengaruhi lamanya waktu produksi, sehingga menimbulkan terjadinya masalah ketidaktercapaian target produksi dan waktu pengiriman. Oleh karena itu, perlu diterapkan suatu perbaikan untuk meminimasi waste motion yang terjadi dengan menerapkan metode 5S dengan pendekatan Lean Manufacturing. Tahap awal dalam melakukan penelitian adalah mengumpulkan data primer maupun sekunder yang kemudian diolah untuk penggambaran aliran proses produksi dan waktunya dengan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) current state. Hasil dari pemetaan PAM menunjukkan terjadinya aktivitas non value added sebesar 4846.30 detik dengan 404.83 detik yang diketahui adalah waste motion. Tahap selanjutnya adalah mencari faktor utama penyebab terjadinya waste motion dengan menggunakan fishbone diagram dan 5 Whys. Faktor utama penyebab waste motion adalah belum adanya tempat penyimpanan untuk alat bantu kerja, belum adanya meja kerja tersendiri dan alat bantu yang sesuai untuk proses pemotongan, dan tidak adanya tempat penyimpanan peralatan kebersihan. Untuk meminimasi waste motion, dilakukan penerapan metode 5S dan merancang alat bantu yang dapat mengurangi gerakan operator. Kata Kunci: Lean Manufacturing, Waste Motion, 5S System
Perancangan Penyeimbangan Lini Perakitan Excava 200 Menggunakan Metode Linear Programming Untuk Meningkatkan Efisiensi Lini Di Pt Pindad (persero) Azzam Nadhifta Ahmady; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pindad (Persero) memproduksi sebuah produk ekskavator bernama Excava 200. Permasalahan yang terjadi pada lini produksi Excava 200 adalah rendahnya tingkat efisiensi lini saat ini karena perbedaan waktu stasiun yang cukup signifikan pada stasiun kerja yang ada saat ini. Hal ini menyebabkan permintaan produk Excava 200 pada tahun 2017 menjadi tidak dapat terpenuhi Tujuan dari penelitian ini adalah menyeimbangkan waktu stasiun yang ada pada lini perakitan tersebut agar didapat lini perakitan yang lebih efisien dan dapat memenuhi permintaan akan produk Excava 200. Penelitian ini menggunakan LINGO versi 17 sebagai software pengolah data. Dengan dilakukannya penyeimbangan lini pada lini produksi Excava 200 menggunakan metode linear programming, efisiensi lini meningkat dari sebelumnya sebesar 20,67% menjadi sebesar 77,85%. Keseimbangan waktu senggang mengalami penurunan dari semula sebesar 79,33% menjadi 22,15%. Nilai indeks kelancaran juga menurun dari sebelumnya sebesar 4813,78 menjadi sebesar 599,92. Berdasarkan perubahan nilai performa lini tersebut, dapat disimpulkan bahwa lini usulan lebih baik dibandingkan lini aktual. Kata kunci: Penyeimbangan lini, Linear Programming, Efisiensi lini, Balance delay, Smoothness index Abstract PT Pindad (Persero) produces excavator by the name of Excava 200. The problem with the existing Excava 200 production line is that the line efficiency is staggeringly low as a result of significant difference in station time. This leads to unfulfillment of Excava 200 demand in 2017. The purpose of this research is to balance the station time of said line such that a more efficient line is produced and the demand can be met. This research uses LINGO version 17 as data processing software. By balancing the line using linear programming method, the line efficiency rises up from 20.67% to 77.85%. Balanced delay lowers from 79.33% to 22.15%. Smoothness index also lowers from 4813.78 to 599.92. Based on changes of line performances, it can be concluded that the proposed line is better than the existing line. Keywords: Line balancing, Linear Programming, Line efficiency, Balanced delay, Smoothness index
Usulan Perbaikan Proses Produksi Sandal Untuk Mengurangi Waste Transportation Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Di Cv. Asj Sarah Ni'ma Shafira; Marina Yustiana Lubis; Pratya Poeri Suryadhini
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. ASJ merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri sandal. CV. ASJ memproduksi sandal pria dari pembuatan insole ( bagian tengah sandal ), upper (atas sandal), assembly ( penggabungan ) hingga menjadi finished good dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh subkontraktornya dari segi jenis bahan, desain sandal, waktu penyelasaian produksi, dan jumlah pesanan. Sementara untuk sol dan bahan baku CV. ASJ melakukan pemesanan kepada Supplier. CV. ASJ mengalami masalah keterlembatan dalam pengiriman sandal yaitu enam kali keterlambatan dari delapan kali pengiriman sandal ke konsumennya yaitu PT.A, dan masalah tersebut diidentifikasi lebih lanjut menggunakan tools lean manufacturing yaitu value stream mapping dan process activity mapping pada lantai produksi CV. ASJ. Berdasarkan hasil tersebut di dapatkan nilai lead time sebesar 29869,8 dengan klasifikasi VA 71%, NVA 19%, dan NNVA 10%, Dan didapatkan juga identifikasi jenis waste transportation sebesar 15.9%. Dengan adanya waste transportation pada departemen upper dan insole yang dikarenakan adanya pemindahan material yang jauh kemudian diidentifikasi akar penyebabnya menggunakan diagram fishbone. Usulan penyelesaian penyebab terjadinya pemindahan material yang jauh menggunakan perancangan tata letak fasilitas dengan metode pairwise exchange dan perancangan sistem andon untuk mengurangi jarak pemindahan material. Kata Kunci : Lean Manufacturing, Waste Transportation, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Pairwise Exchange, Andon.
Perancangan Perbaikan Area Kerja Sewing Untuk Mengurangi Waste Transportation Pada Pt. Sansan Saudaratex Jaya Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Andry Reza Anggara; Pratya Poeri Suryadhini; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Sansan Saudaratex Jaya Garment merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang garmen. Penelitian dilakukan pada lini produksi kemeja area sewing. Berdasarkan process activity mapping (PAM) proses produksi kemeja, didapatkan aktivitas perpindahan material yang dilakukan oleh operator. Perpindahan material yang dilakukan operator dalam sehari sebesar 38.22% dari total waktu kerja dalam satu hari. Fokus penelitian ini adalah untuk mengatasi waste transportation yang terdapat pada lini produksi kemeja. Penelitian menggunakan pendekatan lean manufacturing dengan memetakan PAM dan VSM untuk mengetahui pemborosan yang terjadi sepanjang value stream . Pada tahap analisis digunakan fishbone diagram untuk mengetahui akar penyebab terjadinya waste transportation. Setelah mengetahui akar penyebab masalah, usulan perbaikan diberikan untuk mengurangi aktivitas perpindahan material pada lini produksi. Usulan perbaikan diberikan pada faktor method yang terdapat pada fishbone diagram. Usulan perbaikan yang diberikan adalah menerapkan sistem point of use storage (POUS) dan merancang tata letak baru dengan algoritma CRAFT. Penelitian ini menghasilkan pengurangan jarak yang dilakukan untuk aktivitas perpindahan material. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan jarak dari 238,2 meter menjadi 93,6 meter dan waktu dari 334,266 detik menjadi 131,349 detik dibandingkan dengan tata letak aktual. Kata Kunci : Waste transportation, Lean manufacturing, Tata letak, POUS, CRAFT, Minimasi Jarak Abstract PT Sansan Saudaratex Jaya Garment is a company engaged in the field of garment. The study was conducted on the production line of the shirt of the sewing area. Based on the activity mapping process (PAM) shirt production process, obtained the movement of material activities carried out by the operator. The movement of materials made by the operator in a day by 38.22% of total working time in one day. The focus of this research is to minimize the waste transportation contained in the shirt production line. Research uses lean manufacturing approach by mapping PAM and VSM to find out the waste that occurs along the value stream. In the analysis phase used fishbone diagram to determine the root cause of the occurrence of waste transportation. After knowing the root cause of the problem, an improvement proposal is given to reduce the movement of material activity on the production line. Proposed improvements are given on the method factors contained in the fishbone diagram. The proposed improvement is to apply a point of use storage (POUS) system and design a new layout with CRAFT algorithm. This study resulted in a reduction of the distance made for material movement activity. This is indicated by decrease in distance from 238.2 meters to 93.6 meters and time decreased from 334.266 second to 131.349 second compared to the initial layout. Keyword : Waste transportation, Lean manufacturing, Layout, POUS, CRAFT, Minimize distance
Penerapan Load Leveling Untuk Meminimasi Waste Waiting Pada Proses Produksi Rubber Bellow Di Pt Agronesia (divisi Industri Teknik Karet) Ratih Larasati; Marina Yustiana Lubis; Pratya Poeri Suryadhini
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Agronesia (Divisi Industri Teknik Karet) merupakan perusahaan industri manufaktur dengan merek dagang ”Inkaba” yang memproduksi jenis produk karet teknik untuk kebutuhan industri. Jenis karet yang diteliti dalam penelitian ini fokus pada jenis rubber bellow. Permasalahan yang muncul adalah ketidaktercapaian produksi dan keterlambatan pengiriman rubber bellow kepada konsumen. Dalam proses produksi rubber bellow ditemukan waste waiting time yang menyebabkan ketidaktercapaian produksi dan keterlambatan pengiriman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, diperlukan rancangan perbaikan untuk meminimasi waiting time dengan pendekatan lean manufacturing. Tahap penelitian diawali dengan pengumpulan data primer yang kemudian diolah sehingga mengahsilkan value stream mapping dan Process Activity Mapping (PAM) current state yang berguna untuk memetakan aliran serta waktu proses yang terjadi. Didapatkan informasi adanya lead time produksi sejumlah 14210,72 detik dengan total non value added time 3767,47 detik. Total waktu yang termasuk ke dalam waste waiting sebesar 10654,85 detik. Tahap berikutnya, dilakukan identifikasi waste waiting seperti menunggu proses pencetakan, menunggu perbaikan mesin extrude, dan menunggu setup mesin press pada hari Senin menggunakan fishbone diagram dan 5 whys. Diketahui akar penyebab masalah yang terjadi adalah karena pembagian beban kerja operator oleh perusahaan hanya memperhatikan proses tanpa memperhitungan waktu, distribusi compound dari gudang bahan baku hanya dilakukan saat compound di area produksi telah menipis, tidak adanya jadwal pemeliharaan yang rutin. Tahap penyelesaian masalah untuk setiap akar penyebab terjadinya waste waiting time dilakukan menggunakan analisis 5W1H untuk memaparkan detail masalah dan menentukan rancangan usulan perbaikan dengan metode lean manufacturing seperti load leveling dan preventive maintenance. Kata Kunci : lean manufacturing, waste waiting, load leveling, preventive maintenance.
Penjadwalan Job Pada Mesin Injection Molding Untuk Meminimasi Makespan Dan Tardy Job Dengan Menggunakan Algoritma Greedy Lintong Tarnama Lumbantoruan; Pratya Poeri Suryadhini; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV Gradient merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis produk berbahan dasar plastik. Jumlah pesanan yang diterima dari customer rata-rata mencapai 5.000 – 7.000 pieces per hari. Dalam mendukung proses produksi perusahaan ini mengakomodasikan empat buah mesin Injection Molding. Keempat mesin Injection Molding tersebut diurutkan secara paralel dan memiliki fungsi yang sama sehingga dapat dikatekorikan sebagai sistem job scheduling identical parallel machine. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara ternyata CV Gradient sering mengalami keterlambatan produksi sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dari customer. Penyebab keterlambatan tersebut ternyata akibat dari pengaturan penjadwalan produksi CV Gradient yang belum optimal. Metode penjadwalan yang diterapkan saat ini adalah First Come First Serve (FCFS) artinya pesanan konsumen yang pertama kali datang yang pertama kali dilayani. Kelemahan dari penerapan metode First Come First Serve tidak mempertimbangkan waktu penyelesaian pekerjaan maksimum (Makespan) dan waiting time rata-rata. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat dilakukan perancangan usulan penjadwalan produksi dengan menggunakan Algoritma Greedy agar penjadwalan keempat mesin tersebut menjadi seimbang. Tujuan penelitian ini adalah merancang penjadwalan produksi dari keempat mesin Injection Molding untuk meminimasi Makespan dan Tardy job. Berdasarkan hasil penelitian, penjadwalan Algoritma Greedy dapat menghasilkan solusi optimal yaitu dapat meminimasi Makespan dan Tardy job dibandingkan dengan penjadwalan metode First come first serve (FCFS). Kata Kunci: Identical Parallel Machine, First Come First Serve (FCFS), Greedy Algorithm, Makespan, Tardy Job Abstract CV Gradient is a manufacturing company that manufactures various types of plastic-based products. The number of orders received from customers reaches an average of 5,000 - 7,000 pieces per day. In supporting the production process, the company accommodates four Injection Molding machines. The four Injection Molding machines are sorted in parallel and have the same function so that they can be labeled as a job system scheduling identical parallel machine. Based on observations and interviews, it turns out that CV Gradient often experiences production delays that are unable to meet the needs of the customer. The cause of the delay was apparently due to the optimal production scheduling arrangement of the CV Gradient. The scheduling method applied today is First Come First Serve (FCFS), which means that first-time customer orders are served. The weakness of applying the First Come First Serve method does not take into account the maximum completion time (Makespan) and average waiting time. Based on these problems, it can be done by designing a production scheduling proposal using the Greedy Algorithm so that the scheduling of the four machines is balanced. The purpose of this study is to design production scheduling of the four Injection Molding machines to minimize Makespan and Tardy Jobs. Based on the results of the study, scheduling Greedy Algorithm can produce optimal solutions that can minimize the Makespan and Tardy Jobs compared to scheduling the First come first serve (FCFS) method. Keywords: Identical Parallel Machine, First Come First Serve (FCFS), Greedy Algorithm, Makespan, Tardy Job
Perancangan Alokasi Penyimpanan Di Gudang Bahan Baku Cv Marasabessy Untuk Mengurangi Waktu Delay Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Ayu Arista Lamato; Pratya Poeri Suryadhini; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Marasabessy merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan sepatu. Salah satu produk sepatu yang diproduksi adalah sepatu boots. Pada tahun 2018, produksi sepatu boots hanya mencapai 53,53% dari total target. Guna mengetahui penyebab ketidaktercapaian produksi, dilakukan penggambaran Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) sehingga diperoleh lead time sebesar 15278,84 detik. Hal tersebut lebih besar dibanding lead time perusahaan. Dilakukan identifikasi waste diperoleh nilai waste terbesar yaitu waste waiting sebesar 58%. Penyebab adanya waste waiting yaitu lamanya pemeriksaan di beberapa workstation dan menunggu bahan baku dari gudang. Pada penelitian ini akan difokuskan pada proses menunggu bahan baku dari gudang bahan baku yang disebabkan lamanya proses pengambilan bahan baku, maka dari itu akan dilakukan upaya untuk meminimasi waste waiting pada aktivitas pengambilan bahan baku dari gudang menggunakan pendekatan lean manufacturing. Penyelesaian akar permasalahan menggunakan tools lean manufacturing yaiut dengan pengklasifikasian bahan baku, perbaikan layout dan pembuatan zonafikasi pada gudang untuk mengurangi waste waiting pada aktivitas pengambilan bahan baku dari gudang produksi sepatu boots CV. Marasabessy. Berdasarkan simulasi jarak tempuh operator, diperoleh pengurangan waktu sebesar 1401,55 detik atau 23,35 menit dari kondisi awal. Kata Kunci : Waste Waiting, Lean Manufacturing, Pengklasifikasian Bahan Baku, Perbaikan Layout
Co-Authors Adi Candra, Adi Adin Yusti Yulian Agus Alex Yanuar Akma Septia Viady Al Rasyid, Fakhri Harun Alip, Muhammad Yusuf Andry Reza Anggara Antonita, AA Angelina Maisy Anugrah, Betty Mellyana Aqiilah Khoiriyyah Husnaa Argari Alpharianto Ario Dwi Wrahatnolo Assidiq, 1stMuhammad Rezki Auliya , Gita Fitri Ayren Tantri Sofan Ayren Tantri Sofan, Ayren Tantri Ayu Arista Lamato Ayudita Oktafian Ayudita Oktafiani Ayulia Fitriane Setiawan Azzam Nadhifta Ahmady Benazir Imam Arif Muttaqin Bestari, Hana Merlina Hesti Brailing, Joey Azarya Cahyaningrum, Risma Dwi Corrie Susanto1 Damayanti, Dida Diyah Debby Syavira Anesia Dida Diah Damayanti Dira Putri Januarti Dita, Nabiilah Rahmah Dwi Intan Aprimuna Fahriandoni, Syafiq Kemal Febrianto, Moch Hafid Dwi Febrina Indri Rumondang Febrina Indri Rumondang, Febrina Indri Feiliana Feiliana Fitra, Puput Auditya Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Gita Ayu Dinar Pramesti Ilma Mufidah INDAH PUSPITASARI Laras Shinta Cahya Putri Lellyta Nurani P Lintong Tarnama Lumbantoruan Maria Dellarosawati Idawicaksakti Marina Yustiana Lubis Maulina Dwiwanti Maya Anestasia Maya Anestasia, Maya Mega Fitriana Rosa Meldi Rendra Mira Rahayu Mohamad Ilyas Faturrakhman Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rizqi Fauzan Munawaroh, Diela Qoriatul Murazky Hengki Riaja Murman Dwi Prasetio Murni Astuti Murni Dwi Astuti Nada, Khulya Luthfia Niken Ayu Pramudita Nopendri Nopendri Nopendri Pahlevi, Sinta Prasetio, Eng Murman Dwi Purnomo, Anggie Shefira Novian Putri Meira Nabilah Putri, Icha Ebtiana Putrifa Wirahayu Adi Muslima Qolli Kusuma Qolli Kusuma, Qolli Raden Muhamad Marjan Faisal Rahayu Novita Tanzil Rahman, Nada Mufida Ramdhan Pragustian Ratih Larasati Ridzky Utomo Rinda Rieswien Rinda Rieswien, Rinda Rino Andias Anugraha Riska Safira Permatasari Rizaldi Darmawan Rizaldi, Muhammad Yusuf Salsabila, Diana Salsabila, Rahmi Sarah Ni'ma Shafira Shiela Azmy Sinaga, Andrean Gregory Valentino Sinambela, Hizkia Michael Parulian Sri Widaningrum Syafrizal, Teddy Tiodora, Brissa Wicaksono, Fahry Widia Juliani Windarto, Agoes Wita Anggraita Puspita Yanuar, Ramdhani Yudistira, Shafa Samira Yulinda Uswatun Kasanah Yusha Rahman Adiguna