Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI KEBIJAKAN PERAWATAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTRED MAINTENANCE (RCM) DAN PERENCANAAN PENGELOLAAN SUKU CADANG MENGGUNAKAN RELIABILITY CENTRED SPARES (RCS) PADA CONTINUOUS CASTING MACHINE #3 SLAB STEEL PLANT DI PT KRAKATAU STEEL, Tbk Made Shanti Sarashvati; Judi Alhilman; Nopendri Nopendri
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3191

Abstract

Industri baja merupakan salah satu industri pendukung pembangunan nasional yang direncanakan oleh  pemerintah Indonesia. Permintaan baja nasional tahun 2013 mencapai 12,7 juta ton. Hal ini merupakan  tantangan bagi industri baja nasional untuk berkembang. PT Krakatau Steel merupakan satu-satunya industri nasional milik pemerintah yang bergerak di bidang produksi baja. Bisnis baja sangat berfluktuatif  dipengaruhi gejolak ekonomi dunia, akhir tahun 2012 harga baja turun sejalan dengan kelebihan suplai baja dunia oleh China.Pada tahun 2013, perusahaan memutuskan menghentikan operasi pabrik SSP (Slab Steel Plant) Karena biaya produksi slab lebih tinggi dibandingkan pembelian bahan baku slab baja impor. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) untuk mendapatkan interval waktu perawatan yang tepat. Pemilihan maintenance task berdasarkan perhitungan kualitatif menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan RCM Worksheet, didapatkan 1 scheduled on-condition, 5 scheduled restoration, 2 scheduled discard task dan 1 run to failure dilanjutkan perhitungan kuantitatif untuk mendapatkan interval perawatan. Selisih biaya perawatan apabila perusahaan menggunakan kebijakan maintenance usulan dibandingkan dengan kebijakan maintenance eksisting adalah Rp 12.476.379.035,01. Penelitian ini juga menggunakan metode RCS (Reliability Centered Spares) untuk memperhitungkan tingkat persediaan spare part yang harus disediakan perusahaan untuk setiap komponen kritis repairable dan non-repairable agar tidak terjadi stock out.
USULAN KEBIJAKAN PERAWATAN PADA HYDRAULIC LUBRICATION PNEUMATIC (HLP) SYSTEM DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DAN RISK BASED MAINTENANCE (RBM) DI PT KRAKATAU STEEL (PERSERO), TBK Nadia Ulfa; judi alhilman; Nopendri Nopendri
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3164

Abstract

PT Krakatau Steel merupakan salah satu perusahaan penghasil baja terbesar di Indonesia. Hot Strip Mill (HSM) merupakan salah satu fasilitas produksi perusahaan yang memiliki kapasitas produksi tertinggi dengan menghasilkan produk Hot Rolled Coil (HRC) dan Hot Rolled Plate (HRP). Tingginya jumlah produk reject (oleh scale) yang diproduksi, menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Hydraulic Lubrication Pneumatic (HLP) berfungsi dalam menghilangkan scale selama proses produksi HRC dan HRP, sehingga HLP harus mampu dioperasikan secara optimal guna mencegah terjadinya kerusakan sistem yang menghambat proses produksi. Water System terpilih sebagai subsistem HLP kritis untuk ditentukan kebijakan perawatan sesuai dengan karakteristik kerusakan dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) serta konsekuensi dan risiko yang ditimbulkan akibat kerusakan menggunakan metode Risk Based Maintenance (RBM). Hasil pengolahan didapatkan kegiatan preventive maintenance yang tepat yaitu 12 scheduled on-condition tasks, 14 scheduled restoration tasks, dan 1 scheduled discard tasks sesuai dengan karakteristik kerusakan subsistem. Interval waktu perawatan tiap subsistem berbeda-beda sesuai dengan task yang diperoleh. Hasil dari metode RBM diperoleh nilai risiko sebesar Rp 70.465.063.812,86. Total biaya perawatan usulan didapatkan berdasarkan interval waktu yang optimal yaitu sebesar biaya perawatan usulan adalah sebesar Rp 227.703.139.578,47. Oleh karena itu, HLP dapat digunakan secara efektif dan efisien, baik dari segi umur dan biaya
KATEGORI RISIKO, ESTIMASI UMUR SISA, DAN USULAN JADWAL INSPEKSI PADA STORAGE TANK MENGGUNAKAN METODE RISK-BASED INSPECTION PADA PT. XYZ Nisrina Fathnin; Judi Alhilman; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4092

Abstract

PT.XYZ adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia. Untuk menyalurkan bahan bakar minyak ke konsumen setiap harinya, PT.XYZ harus mampu menyediakan bahan bakar minyak yang berkualitas baik sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen. Atmospheric Storage Tank (tangki timbun) adalah tempat untuk menyimpan produk minyak sebelum produk minyak didistribusikan kepada konsumen. Sangat penting untuk mengetahui umur sisa tangki dan perencanaan jadwal inspeksi tangki agar perawatan yang dilakukan efektif dan efisien. Risk Based Inspection (RBI) adalah suatu metode untuk menentukan rencana inspeksi berupa pemilihan peralatan dan kapan harus diinspeksi berdasarkan risiko kegagalannya. Metode RBI yang digunakan adalah RBI Semi Kuantitatif yaitu metode RBI yang menggabungkan antara RBI kuantitatif dan RBI Kualitatif dengan menggunakan standar API 581. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kategori risiko, estimasi umur sisa, dan usulan jadwal inspeksi pada tangki timbun. Dari hasil penelitian dapat diketahui kategori risiko pada tangki timbun adalah rendah. Estimasi umur sisa pada dinding tangki timbun padacourse-1 adalah 66 tahun, course-2 adalah 63 tahun, course-3 adalah 73 tahun, course-4 adalah 390 tahun,course-5 adalah 530 tahun, dan course-6 adalah 626 tahun. Usulan interval inspeksi berdasarkan metode RBI adalah 4 atau 5 tahun.
ANALISIS UMUR OPTIMAL DAN JUMLAH OPTIMAL MAINTENANCE SET CREW POMPA PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE COST (LCC) PT. XYZ Oktaria Tyas Pambayun; Judi Alhilman; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4084

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang energi meliputi minyak, gas, serta energi terbarukan. Salah satu peralatan yang menunjang dalam kegiatan penyaluran bahan bakar minyak yaitu pompa produksi. Pompa produksi memiliki fungsi penting yaitu untuk mengirimkan atau menyalurkan bahan bakar minyak dari tangki timbun menuju ke bagian pengisian mobil pendistribusian bahan bakar minyak. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memastikan kinerja pompa produksi berfungsi, yaitu dengan melakukanmaintenance (perawatan) secara berkala untuk mencegah terjadinya kerusakan ataupun mengatasi kerusakan yang terjadi. Jika pompa produksi mengalami kerusakan maka maintenance set crew yang memperbaiki kerusakan tersebut. Jumlah maintenance set crew dapat mempengaruhi durasi perbaikan. Penentuan jumlahmaintenance set crew yang optimal sanagt dibutuhkan agar perusahaan tidak mengalami kehilangan potential revenue dan biaya labor maintenance yang besar dengan menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC) terendah. Metode LCC merupakan pendekatan total biaya yang dikeluarkan dari awal hingga akhir dengan mempertimbagkan beberapa biaya seperti maintenance cost, operating cost, shortage cost, population cost, danpurchasing cost. Pada penelitian ini jumlah optimal maintenance set crew sebanyak satu set crew yang terdiri dari dua tenaga kerja dengan umur optimal pompa produksi selama dua uluh tiga tahun pemakaian.
Pengukuran dan analisa efektivitas mesin pencetak paving menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE) Indira Kusuma Wardani; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12336

Abstract

Machine effectiveness is one of the important factors in the production process in a manufacturing company to produce goods. The paving molding machine is one of the machines used to produce black paving at PT XYZ. Based on historical data from the Engineering Maintenance Department, this machine has the highest breakdown frequency which has an impact on the low effectiveness and productivity of the machine. To overcome this problem, an analysis of the effectiveness of the paving molding machine was carried out using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method. OEE aims to analyze machine indicators, which consist of machine availability, performance efficiency, and the quality level of the machine's production. The results of the OEE analysis show that the value of the paving molding machine is 68.18% and is still below the Japan Institute of Plant Maintenance standard of 85%. Six Big Losses is used to determine the low OEE value arising from the production process, on the paving molding machine. From the results of the analysis, two dominant loss factors have the most influence on the effectiveness of the paving molding machine, namely the high value of reduced speed loss (51.92%) and idling and minor stoppages loss (23.69%). These two dominant loss factors are then analyzed using a fishbone diagram to obtain the root causes and proposed solutions.
An Autonomous Maintenance Design Based on Overall Resource Effectiveness (ORE) Analysis: A Case Study of Paving Molding Machine Indira Kusuma Wardani; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 20, No. 2, December 2021
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v20i2.15627

Abstract

The paving molding machine is one of the machines used to produce black paving at PT XYZ. Based on the historical data from the engineering maintenance department, this machine has the highest breakdown frequency which affected the low performance and productivity of the machine. To solve this problem, the effectiveness of the paving molding machine was analyzed using overall resource effectiveness (ORE) methods. ORE aims to analyze machine indicators, consisting of readiness, availability of the facility, changeover efficiency, availability of material, availability of manpower, performance efficiency, and quality rate. The ORE analyzed result shows that values of performance efficiency of paving molding machine were 64.54% and still below the standards of the ORE. To increase the ORE, a design of autonomous maintenance (AM) was proposed. The proposed design means the operator is given the responsibility to maintain the basic condition of the machine to minimize the damage of the paving molding machine at PT XYZ. The result of ORE analysis, especially in the performance efficiency, will be an input for the engineering maintenance department to make an AM basic design that can be executed by each of the machine's operators. In general, this research’s novelty is to combine the application of the ORE method with the AM basic design, whereas the AM is one of the pillars of total productive maintenance (TPM).
Usulan Interval Preventive Maintenance dan Estimasi Biaya Pemeliharaan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance dan FMECA Wirda Hamro Afiva; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 18, No. 2, Desember 2019
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v18i2.8551

Abstract

ABC is a company engaged in the production of automotive spare parts and accessories, especially motorcycles. The problems faced by the company, there is frequent damage to the CNC Milling A. The company applies preventive maintenance and corrective maintenance activities, but these maintenance activities have not yet run optimally. Therefore, a maintenance system is developed to improve machine reliability. The method used is Reliability Centered Maintenance (RCM), with the aim of determining the optimal maintenance interval and estimation of efficient maintenance costs. RCM is done by analyzing the Failure Modes Effect and Critical Analysis (FMECA). The results of the FMECA analysis are in the form of a Risk Priority Number (RPN) that shows the components of rail bearings, spindle bearings, and hoses as critical components of the system. Through the RCM method, the maintenance policy is generated in the form of 2 scheduled on-condition tasks, 2 scheduled restorations, and 3 scheduled discard tasks with maintenance time intervals in accordance with the task category and can save maintenance costs of IDR 175.602.300.
PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN OVERALL RESOURCE EFFECTIVENESS (ORE) PADA MESIN PL1250 DI PT XZY Muthi Maisa Zulfatri; Judi Alhilman; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 7, No 2 (2020): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.7.2.123-131

Abstract

Mesin PL1250 merupakan salah satu mesin yang digunakan dalam pembuatan cover on-off di PT XYZ yang mengalami frekuensi kerusakan terbanyak. Kerusakan mesin menyebabkan terjadinya downtime. Downtime mengakibatkan proses produksi terhenti karena mesin tidak dapat beroperasi. Hal ini menyebabkan penurunan produktivitas karena mesin tidak dapat menghasilkan produk dengan maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka evaluasi terhadap kinerja mesin dilakukan pada mesin PL1250 dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE). Tujuan dari evaluasi kinerja mesin yaitu untuk mengetahui efektivitas penggunaan mesin dan ketersediaan sumber daya, serta mengetahui kerugian yang muncul selama proses produksi berlangsung berdasarkan six big losses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai OEE sebesar 76.54% dan nilai ORE sebesar 73.53% yang berada di bawah standar global yaitu 85%. Rendahnya efektivitas mesin dipengaruhi oleh dua losses yang paling dominan yaitu reduced speed loss dengan persentase sebesar 36.27% dan idling and minor stoppages loss dengan persentase sebesar 29.54%. Penyebab rendahnya efektivitas dipengaruhi oleh aspek manusia, mesin, material, dan metode.
ANALISIS KEBIJAKAN PERAWATAN DAN PENENTUAN SISA UMUR HIDUP MESIN INJEKSI PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BASED MAINTENANCE (RBM) DAN REPLACEMENT ANALYSIS DI CV XYZ Mohammad Tajudin; Judi Alhilman; Endang Budiasih
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 7, No 2 (2020): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.7.2.155-161

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri pengadaan produk dan penyedia jasa perawatan mold, part, dan injeksi sejak tahun 1987. Salah satu produk spare part yang diproduksi oleh CV XYZ adalah spare part yang berfungsi untuk meminimasi gesekan yang terjadi pada shockbreaker. Mesin injeksi plastik merupakan mesin yang digunakan untuk memproduksi spare part tersebut. Dalam memastikan kondisi dari suatu mesin, peralatan, maupun komponen yang digunakan dalam suatu perusahaan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya dapat melakukan kegiatan maintenance. Metode perawatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Replacement Analysis. Metode RBM merupakan model pemeliharaan berbasis risiko menggunakan historis kegagalan tanpa perlu memperhatikan alasan fisik dari kegagalan yang digunakan untuk mengetahui nilai risiko yang harus diterima perusahaan ketika mesin injeksi plastik mengalami kegagalan. Berdasarkan metode RBM diperoleh nilai risiko sebesar Rp 439,219,486. Metode Replacement Analysis digunakan untuk menentukan kebijakan kapan mesin injeksi harus dilakukan penggantian dan berapa sisa umur hidup dari mesin tersebut. Berdasarkan metode Replacemnet Analysis diperoleh kebijakan waktu penggantian dan sisa umur hidup dari mesin injeksi plastik adalah 7 tahun lagi.
The Proposed Maintenance Task for Plastic Injection Machine Using Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) method in Manufacturing Industry Liza Nafiah Maulidina; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications Vol. 10 No. 2 (2019): ComTech
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/comtech.v10i2.5900

Abstract

The objective of this research was to determine the optimal maintenance time interval for the selected critical components and the total cost of maintenance of a plastic injection machine. In determining the critical components, a risk matrix was used, and three components were selected, namely, hydraulic hose, barrel, and motor. Using the Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) method, the researchers got a proposed maintenance policy and the total maintenance cost. Based on the result, it shows that there are seven proposed maintenance tasks with three scheduled oncondition tasks and four scheduled restoration tasks with an average maintenance interval of two months. The total maintenance cost proposed is IDR91.595.318. The cost is smaller compared to the actual maintenance costs of the company.
Co-Authors Ade Rizka Eliyus Ade Rizka Eliyus, Ade Rizka Afiva, Wirda Hamro Agus Alex Yanuar Ahmad F Abdillah Ahmad Musnansyah Aji Pamoso Amanah Ansarullah Amelia Kurniawati Annisa Azmi Annisa Prias Maysarah Anselvi Mega Lestari Ariqa Radhwa Aulia, Valinouski Azmi, Moh Daffa Al Azylia Putri Denia Bewana, Zanuar Galang Budi Santosa Chairun Nisa Christanto Triwibisono Damanhuri Nurul Huda Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti Destina Surya Dhamayanti, Destina Surya Devi Julietta Nainggolan Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dian Rahmania Ditya Dwi Astuti Dzakir, Daffa Mukhtar Endang Budiasih Fachri Husaini Fachri Husaini Fakhrul Razi Frima Fathnin, Nisrina Fatwa Anggayana Basanta Fitria, Tariza Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hario Ardi Nugroho Hidayat, Diansah I Gede Oka Mahendra Ida Bagus Yoga Samkhyaita Ihsan Mahdi Wiragunanto IKA PRAESITA IKA PRAESITA, IKA Indah Kurniawati Indira Kusuma Wardani Izzaqi, Pebrina Donna Jonathan, Fernaldi Lestari Atika Putri Litasari Widyastuti, Litasari Liza Nafiah Maulidina Liza Nafiah Maulidina Made Shanti Sarashvati Made Shanti Sarashvati Maulidina, Liza Nafiah Mohamad Rizky Utomo Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhamad Rafif Arrahman Muhammad Faris Solihin Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Rifki Fadil Muhammad Siddiq Muhammad Tamami Dwi Saputra Muhammad Tamami Dwi Saputra Muthi Maisa Zulfatri Nadia Ulfa Nadia Ulfa Nainggolan, Devi Julietta Naufal Muhammad Iqbal Nisrina Fathnin Nopendri Nopendri Noviyanti Permata Sari Nuha, Hilyatun Nurdinintya Athari Supratman Nurrahman, Ferro Arief Nurul Sholihah Ekowati Oktaria Tyas Pambayun Pebrina Donna Izzaqi Pradipta, Sandy Argya Prima Hutama Putra Abdi Putri Ratnasari Putro, Budi Laksono Putu Eka Dewi Karunia Wati Rahmat Mulyana Rd. Rohmat Saedudin Reano Anggradwika Revy Desfriansyah Rosi Pratiwi Samlistiya, Fahmi Rizal Saputra, Muhammad Tamami Dwi Sarashvati, Made Shanti Sari Wulandari Selvi Marcellia Shabrina Fauzani Shintya Asih Angelita Tampubolon Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Syahda Bintarum Taufiq Ismail, M Terrin Eliska Ully Tri Kirana Ully Tri Kirana Ully Tri Kirana, Ully Tri Valinouski Aulia Vanita Zahra Zahirah Warih Puspitasari Wirda Hamro Afiva Wirda Hamro Afiva Yudha Permana Yuli Adam Prasetyo Zhafran Ega