Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERANCANGAN IT BLUEPRINT SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN KONSEP SMART VILLAGE Muhammad Ilham Alhari; Alifiansyah Arrizqy Hidayat; Tita Ayu Rospricilia; Firman Bayu Alvianto; Alifia Chandra Dinnur Rizkia; Alief Sukma Dewanta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26843

Abstract

Abstrak: Transformasi dalam pemerintahan desa telah menjadi sebuah keharusan dalam era digital ini. Dengan menerapkan pengembangan model enterprise arsitektur smart village, pemerintahan desa dapat memainkan peran yang signifikan dalam pengembangan teknologi digital. Penerapan model enterprise arsitektur smart village ini membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan terukur. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pendekatan IT blueprint. Pada kegiatan abdimas ini, dilakukan pengembangan IT Blueprint pada desa Panjunan yang berada di kota Gresik. Mitra dalam kegiatan ini adalah pemerintah desa Panjunan, serta bekerja sama dengan kecamatan Duduksampeyan. Desa ini dipilih karena desa ini sudah tergolong desa mandiri, sehingga untuk memajukan desanya diperlukan sebuah rencana dari pengembangan IT yang sesuai dengan kondisi desa saat ini. Pendekatan ini terdiri dari beberapa fase, yaitu Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, dan Technology Architecture. Setiap fase memiliki peranannya masing-masing dalam merancang sistem yang komprehensif dan berkelanjutan. Hasil kegiatan adalah sebuah dokumen blueprint IT yang berisi rancangan pengembangan IT dari jangka pendek hingga jangka panjang. Dokumen blueprint juga disosialisasikan ke masyarakat dan perangkat desa untuk memberikan gambar serta feedback terkait dokumen tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 73,17% masyarakat desa Panjunan merasa blueprint IT ini akan membantu membangun desa secara berkelanjutan. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat ingin berkomitmen untuk mendukung pembangunan ini. Harapannya blueprint IT ini akan membantu pemerintah desa panjunan mengembangkan ekosistem digital secara keseluruhan dan terintegrasi.Abstract: Transformation in village government has become a necessity in this digital era. By implementing the development of a smart village architecture enterprise model, village government can play a significant role in the development of digital technology. In this community service activity, an IT Blueprint was developed in Panjunan village in Gresik city. The partner in this activity is the Panjunan village government in collaboration with the Duduksampeyan sub-district. This village was chosen because this village is already classified as an independent village, to advance the village, a plan for IT development is needed that is in accordance with the current conditions of the village. The result of the activity is an IT blueprint document containing an IT development plan from the short to long term. The blueprint document was also socialized to the community and village officials to provide images and feedback related to the document. The evaluation results showed that 73.17% of the Panjunan village community felt that this IT blueprint would help build the village sustainably. These results also show that the community wants to commit to supporting this development. It is hoped that this IT blueprint will help the Panjunan village government develop a digital ecosystem as a whole and be integrated.
DIGITALISASI PENGELOLAAN OPERASIONAL MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEBSITE PADA PERUSAHAAN JASA TEKNOLOGI Tita Ayu Rospricilia; Alifiansyah Arrizqy Hidayat; Adzanil Rachmadhi Putra; Anita Hakim Nasution; Junanda Deyastusesa; Nur Azizah Rosidah; Ahmad Aziz Wira Widodo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40434

Abstract

Abstrak: Warajaya Solve Techindo merupakan perusahaan penyedia solusi teknologi informasi yang menghadapi kendala operasional akibat belum terintegrasinya sistem. Hal ini menyebabkan pengelolaan proyek, inventori, transaksi, dan pelaporan keuangan belum optimal. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi manajemen operasional berbasis web untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan operasional perusahaan. Metode yang digunakan meliputi pra-kegiatan, pengembangan sistem, pelatihan, dan evaluasi. Pengembangan dilakukan selama dua bulan dengan melibatkan mitra dalam perancangan dan validasi. Selanjutnya, dilakukan pelatihan kepada 11 calon pengguna sistem. Evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan dan kepuasan peserta terhadap sistem dan pelatihan yang diberikan. Hasil evaluas menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 94,55%, dengan tiga indikator mencapai 100%, yaitu kesesuaian materi, kualitas pelatihan, dan harapan keberlanjutan. Selain itu, peserta telah mampu mengoperasikan sistem sesuai peran masing-masing, sementara pengelolaan data operasional yang sebelumnya terpisah dapat diintegrasikan ke dalam satu platform. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan, diterima dengan baik oleh pengguna, serta mendukung peningkatan efektivitas pengelolaan operasional perusahaan. Abstract: Warajaya Solve Techindo is an information technology solutions provider company that faces operational challenges due to lack of an integrated system. This condition has resulted in suboptimal management of projects, inventory, transactions, and financial reporting. This community service program aims to develop and implement a web-based operational management application to improve the efficiency of the company’s operational management. The methods used include pre-activity, system development, training, and evaluation stages. The system was developed over a two-month period with active involvement from the partner in the design and validation processes. Subsequently, training was conducted for 11 prospective system users. Evaluation was carried out using a Likert-scale questionnaire to measure participants’ acceptance and satisfaction with the system and training provided. The evaluation results indicated an approval rate of 94.55%, with three indicators achieving 100%, namely material relevance, training quality, and expectations for program sustainability. In addition, participants demonstrated the ability to operate the system according to their respective roles, while operational data that had previously been managed separately were successfully integrated into a single platform. These findings indicate that the developed system was well aligned with the partner’s operational requirements, positively accepted by users, and contributed to improving the effectiveness of operational management within the organization.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI ERP ODOO UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL PADA PENYEDIA JASA TRAVEL Alifiansyah Arrizqy Hidayat; Tita Ayu Rospricilia; Raulia Riski; Anisa Dzulkarnain; Berlian Rahmy Lidiawaty; Muhammad Ferdyansyah Ibnu Zain; Nur Azizah Rosidah; Firyal Jihan Haura; Muhammad Naufal Syamdany
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.41105

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong organisasi untuk melakukan transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing. Namun, implementasi teknologi pada beberapa jasa khususnya sektor pariwisata masih belum optimal sehingga proses bisnis masih berjalan secara konvensional dan belum terintegrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem ERP berbasis Odoo serta meningkatkan hardskill karyawan agar dapat mengoperasikan sistem dengan baik. Dilakukan pelatihan kepada 10 karyawan dari mitra penyedia jasa travel dan pelatihan berfokus pada modul CRM, sales, invoicing, dan purchasing. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur kesesuaian dan kejelasan materi, keterlaksanaan kegiatan, hingga kualitas pelatihan serta keberlanjutan program. Kegiatan dinyatakan berhasil apabila tingkat penerimaan materi diatas 80%. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat persetujuan peserta sebesar 88%, yang mengindikasikan bahwa sistem dan pelatihan yang diberikan telah diterima dengan baik oleh mitra. Selain itu, implementasi sistem Odoo juga berhasil mendukung integrasi proses bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhasil dalam implementasi sistem, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital perusahaan.Abstract: The rapid development of information technology has encouraged organizations to undertake digital transformation in order to improve operational efficiency and competitiveness. However, technology adoption in several service sectors, particularly the tourism industry remains suboptimal, resulting in business processes that are still managed conventionally and lack integration. This community service initiative aims to implement an Odoo Enterprise Resource Planning (ERP) system while enhancing employee hard skills in operating an integrated information system. Training was conducted for 10 employees of a travel service company and focused on the Customer Relationship Management (CRM), Sales, Invoicing, and Purchasing modules. Evaluation was carried out using a questionnaire that measured the relevance and clarity of the materials, the effectiveness of program implementation, training quality, and the sustainability of the program. Program was considered successful when the level of participant acceptance exceeded 80%. Evaluation results showed an approval rate of 88%, indicating that both the system and the training were well received. In addition, the implementation of the Odoo system successfully supported business process integration and improved the company operational efficiency. Therefore, this program not only succeeded in implementing the system but also enhanced human resource capacity in supporting the company’s digital transformation.