Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

DEVELOPING DIVISITE (DISCOVERY LISTENING WEBSITE) TO FACILITATE STUDENTS’ LEARNING IN LISTENING SUBJECT Muhammad Fajar Hidayat; Dwi Putri Hartiningsari
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 6 No. 1 (2022): January
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i1.8458

Abstract

This research aimed to develop DIVISITE (Discovery Listening Website) and facilitate students’ learning of the listening subject. The design of this research was educational R&D. The subjects of this study were the second-semester English Department students of STKIP PGRI Trenggalek for the academic year 2020/2021. The research procedure included needs analysis, studying education theories, developing the educational product, validating the product to experts, and field-testing. By using the website and combining it with the three stages in the Discovery Listening technique, it increased students' learning motivation and comprehension toward listening material. It was seen from the results of pre-motivation which obtained a score of 1051 (almost disagree). This implied that respondents rarely planned listening learning activities. Then, the results of the post-motivation questionnaire obtained a score of 1810 (almost agree). Thus, there was an increase related to students' learning motivation in listening by using the Discovery Listening Website. In conclusion, this research successfully developed DIVISITE (Discovery Listening Website) and facilitated students’ learning in listening. Furthermore, this research was able to achieve the research objectives, namely DIVISITE (Discovery Listening Website), to facilitate students learning in the listening subject.
Tri Pusat Pendidikan Sebagai Lembaga Pengembangan Teori Pembelajaran Muhammad Fajar Hidayat; Yuspiani; Alwan Subhan
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.866

Abstract

Tri pusat pendidikan adalah tiga pusat pendidikan yang secara bertahap dan terintegrasi mengemban tanggung jawab pendidikan bagi anak. Tiga pusat pendidikan yang dimaksud meliputi pendidikan dalam lingkungan keluarga, pendidikan dalam lingkungan sekolah, dan pendidikan dalam lingkungan masyarakat. Ketiga pihak yang bertanggung jawab atas pendidikan tersebut dituntut untuk melakukan kerja sama yang komprehensif satu sama lain. Lingkungan keluarga, yang merupakan lingkungan pertama dan dianggap sebagai fondasi pendidikan anak, yang juga merupakan awal dari pendidikan yang akan dijalani kemudian, juga memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian. Lingkungan sekolah adalah lingkungan kedua yang dihadapi anak-anak. Pendidikan dalam lingkungan sekolah memiliki dasar, tujuan, isi, metode, dan persyaratan lain yang disusun secara sistematis dalam bentuk kurikulum. Oleh karena itu, sekolah dianggap sebagai fondasi pengetahuan ilmiah. Sementara itu, dalam lingkungan masyarakat, anak-anak akan mewujudkan sejumlah teori pendidikan dan pengajaran yang telah diajarkan di lembaga pendidikan sebelumnya. Karena pada akhirnya, anak-anak akan mengaktualisasikan dan melibatkan diri mereka dalam lingkungan masyarakat.
URGENSI PENGATURAN PENYALAHGUNAAN KEADAAN SEBAGAI CACAT KEHENDAK Muhammad Fajar Hidayat; Suryadi; Lia Nuraini; Marnia Rani; Hanrizal; Elvira Clarista Faiqah
JURNAL HUKUM DAS SOLLEN Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Hukum Das Sollen
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/das-sollen.v11i2.4836

Abstract

Salah satu syarat untuk sahnya suatu perjanjian yaitu sepakat mereka yang mengikatkan dirinya. Walaupun terjadi kesepakatan para pihak yang membuat perjanjian, terdapat kemungkinan bahwa kesepakatan yang telah dicapai tersebut mengalami kecacatan atau yang biasa disebut cacat kehendak (wilsgebreke). Cacat kehendak yang dikenal dalam Pasal 1321 KUHPerdata hanya terbatas pada kekhilafan, paksaan, & penipuan. Dalam prakteknya, terdapat cacat kehendak lainnya berupa penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden) yang bersumber dari doktrin (ajaran) & eksistensinya baru sebatas pada Yurisprudensi sehingga isu hukum dalam penelitian ini yaitu terjadi ketidaklengkapan norma (incomplete of norm). Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa urgensi pengaturan penyalahgunaan keadaan sebagai cacat kehendak. Penulis menggunakan metode penelitian hukum (legal research), analisis dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), & pendekatan komparatif (comparative approach). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu.urgensi pengaturan penyalahgunaan keadaan sebagai cacat kehendak untuk melindungi pihak yang lemah dalam suatu perjanjian agar tidak ada lagi pihak yang menyalahgunakan keunggulan ekonomi dan psikologis dalam pembuatan perjanjian.