Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DETERMINAN PROGRAM KADARZI PADA KELUARGA BALITA DI KECAMATAN CIHARA, BANTEN Barqin, Gesa Aldin; Sitoayu, Laras; Jus'at, Idrus; Melani, Vitria; Nuzrina, Rachmanida
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.27382

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2018 baru 54,6 % anak balita yang dibawa ke fasilitas kesehatan untuk ditimbang sesuai standar sebagai salah satu indikator program Keluarga Sadar Gizi (KADARZI). Hal ini membuktikan diperlukan adanya peninjauan analisis determinan program KADARZI. Tujuan: Mengetahui determinan program KADARZI pada keluarga balita. Metode: Penelitian cross sectional dengan perhitungan sampel formula cohen (Priori: Chi-square test) pada aplikasi G*Power sebanyak 200 sampel, menggunakan teknik stratified proportional random sampling dengan kriteria keluarga yang memiliki balita usia 6-59 bulan yang tinggal bersama ibu kandung. Dilakukan uji statisik Chi-Square untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, besar keluarga, peran tokoh masyarakat, sarana, jarak dan waktu menuju fasilitas pelayanan kesehatan, pelayanan petugas kesehatan/kader serta keterpaparan informasi dengan Status KADARZI pada keluarga balita. Pada tahap akhir dilakukan uji statisik multiple regression jenis logistik untuk mengetahui variable yang paling berpengaruh terhadap status KADARZI.Hasil : KADARZI dapat terkait dengan pengetahuan gizi ibu, peran tokoh masyarakat, sarana pelayanan kesehatan, jarak dan waktu menuju fasilitas pelayanan kesehatan, serta pelayanan petugas kesehatan/kader (p ≤ 0,05) dengan waktu tempuh menuju pelayanan kesehatan sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap Status KADARZI (OR=8,866). Simpulan : Pengetahuan ibu, dukungan tokoh masyarakat, sarana, jarak, waktu menuju fasilitas kesehatan dan pelayanan kesehatan/kader memiliki hubungan dalam menentukan KADARZI. Perlu adaya pelatihan atau membekali kader tentang teknik promosi kesehatan yang efektif sesuai sasaran yang dihadapi dan memfasilitasi dengan alat bantu promosi kesehatan yang memadai.
The Role of Giving Eat Reminder Application Media to Changes in Knowledge, Attitude, Behavior, and Eat Pattern of Adolescent Age 13-15 Years Old Khaerani, Annisa; Sitoayu, Laras; Melani, Vitria; Gifari, Nazhif; Nuzrina, Rachmanida
JHE (Journal of Health Education) Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v5i1.35575

Abstract

Background: Adolescence is a period of transition physical, mental, and emotional changes. Adolescents usually experience lifestyle changes and eating habits such as excessive dieting, skipping meals, using supplements and adopting diets. Methods: The study used the quasy experimental method with pre-test and post-test in the intervention and control groups. The number of samples used in this study amounted to 84 samples. Results: Most of the respondents were male (61.9%) with an average age of 14 years. Based on the analysis carried out showed that there were no significant changes in the knowledge, attitudes, behaviors and eating patterns of adolescents before and after the intervention (p> 0.05), but there was a change in diet, the mean score on knowledge and behavior scores increased. Conclusions: Nutrition education with the application of Remind me application can increase the knowledge, attitudes, behavior and diet of adolescent balanced nutrition, if adolescents are exposed to the media intensely and continuously. Providing the Remind me application media as a media for nutritional education to adolescents still needs to be developed in an effort to perfect the application display, content, specifications of mobile phones or smart phones, better programming system specifications and safer domain server usage will reduce debugging on the application system, so that the message delivered and can be achieved.
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-11 BULAN DI DESA KADUDAMPIT PANDEGLANG Nuraldimas, Asri; Nuzrina, Rachmanida; Jusat, Idrus; Melani, Vitria; Dewanti, Lintang Purwara
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.3658

Abstract

Pendahuluan Status gizi menentukan tumbuh kembang bayi baik fisik maupun kognitif. Tingginya masalah status gizi pada bayi di Indonesia menyebabkan turunnya derajat kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi antara bayi gizi kurang dan normal di Desa Kadudampit, wilayah Kerja Puskesmas Saketi. Metode Penelitian ini menggunakan correlational design dengan jenis rancangan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah semua populasi yaitu 48 bayi. Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji chi square dan independent t test terdapat 10 gizi kurang dan 38 bayi dengan status gizi normal. Hasil uji statistik dengan uji chi square dan independent t test menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan riwayat penyakit, riwayat asi eksklusif, dan asupan gizi makro (karbohidrat, protein, lemak). Pendidikan kesehatan tentang imunisasi sebaiknya diberikan dalam bentuk promosi kesehatan dalam upaya pencegahan permasalahan yang berkaitan dengan status gizi.
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG VISUAL GIZI SEIMBANG ANTARA DUA GENERASI DI GEREJA GSKI REHOBOT KEBON JERUK JAKARTA Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes; Melani, Vitria; Wahyuni, Yulia; Nuzrina, Rachmanida; Sitoayu, Laras
Journal of Nutrition College Vol 10, No 2 (2021): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i2.29140

Abstract

Background: Generation Y (Millennial) and generation Z (IGeneration) are proven to be the two generations that dominate the use of information communication technology today. Living in a rapidly developing technology era and abundant information should make them have nutritional knowledge, attitudes and behavior towards a good visual balanced nutrition. However, Riskesdas 2018 shows an increase in the prevalence of obesity in adults by 21.8%. This high prevalence is said to be an indicator of low knowledge about balanced nutrition even though the two generations live in an era of abundant information.Objectives: Analyzing differences in nutritional knowledge, attitudes and behavior regarding visual balanced nutrition between generation Y and generation Z.Methods: This research is an observational analytic study with cross sectional design. Selection of research subjects with total sampling. A sample of 40 respondents was obtained from generation Y and 40 respondents from generation Z. Using the independent t-test statistical test to determine differences in nutritional knowledge, attitudes and behaviors regarding balanced nutrition visuals (balanced nutrition cone and my plate) in generation Y and generation Z.Results: There are differences in nutritional knowledge in generation Y and generation Z (p = 0.0001), there are differences in attitudes about visual balanced nutrition in generation and generation Z (p = 0.0001), and there are differences in nutritional behavior towards visual balanced nutrition of generation Y and generation Z (p = 0.029). From the above values, it can be said that the value of sampling bias on nutritional knowledge and attitudes is smaller than behavior.Conclusion: The three results show that there are differences in nutritional knowledge, attitudes and behavior between these two generations.
The Role of Giving Eat Reminder Application Media to Changes in Knowledge, Attitude, Behavior, and Eat Pattern of Adolescent Age 13-15 Years Old Khaerani, Annisa; Sitoayu, Laras; Melani, Vitria; Gifari, Nazhif; Nuzrina, Rachmanida
Journal of Health Education Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v5i1.35575

Abstract

Background: Adolescence is a period of transition physical, mental, and emotional changes. Adolescents usually experience lifestyle changes and eating habits such as excessive dieting, skipping meals, using supplements and adopting diets. Methods: The study used the quasy experimental method with pre-test and post-test in the intervention and control groups. The number of samples used in this study amounted to 84 samples. Results: Most of the respondents were male (61.9%) with an average age of 14 years. Based on the analysis carried out showed that there were no significant changes in the knowledge, attitudes, behaviors and eating patterns of adolescents before and after the intervention (p> 0.05), but there was a change in diet, the mean score on knowledge and behavior scores increased. Conclusions: Nutrition education with the application of Remind me application can increase the knowledge, attitudes, behavior and diet of adolescent balanced nutrition, if adolescents are exposed to the media intensely and continuously. Providing the Remind me application media as a media for nutritional education to adolescents still needs to be developed in an effort to perfect the application display, content, specifications of mobile phones or smart phones, better programming system specifications and safer domain server usage will reduce debugging on the application system, so that the message delivered and can be achieved.
PENGUKURAN STATUS GIZI DAN EDUKASI CUCI TANGAN PADA ANAK JALANAN RPTRA GONDANGDIA JAKARTA Rumana, Nanda Aula; Sitoayu, Laras; Melani, Vitria
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i4.2790

Abstract

AbstractIn the 1945 Constitution the rights of children have been stated that children have the right to survival, to grow and develop, and to protect them from discrimination and violence. This shows that children are no exception street children have the right to grow and develop properly. Community service this time aims to provide education about good hand washing and measuring nutritional status through anthropometry. Community service is carried out at the RPTRA Gondangdia, Central Jakarta, targeting all street children around the RPTRA. Lectures and discussions about hand washing were directed in 20 minutes. Recording data on height and weight of street children is very necessary because it can be a data to calculate the nutritional status of an attacker. Based on the results of the study it was found that some street children were still experiencing malnutrition. This can be a concern for stakeholders to pay more attention to children's rights, especially in matters of food security. Keywords: hand washing, street children, nutritional status AbstrakDalam Undang-undang dasar 1945 telah tertuang tentang hak anak bahwa anak-anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta perlindungan dari diskriminasi dan kekerasan. Hal tersebut menunjukkan bahwa anak-anak tidak terkecuali anak jalanan memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dengan layak. Pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang cuci tangan yang baik dan melakukan pengukuran status gizi melalui antropometri. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di RPTRA Gondangdia Jakarta Pusat dengan sasaran seluruh anak jalanan yang berada di sekitar RPTRA tersebut. Ceramah dan diskusi tentang cuci tangan dilakukan secara terarah selama 20 menit. Pencatatan data tinggi badan dan berat badan anak jalanan menjadi sangat diperlukan karena dapat menjadi data untuk menghitung status gizi seserang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa beberapa anak jalanan masih mengalami gizi kurang. Hal tersebut dapat menjadi perhatian terhadap pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan hak anak jalan terutama dalam masalah ketahanan pangan. Kata kunci: cuci tangan, anak jalanan, status gizi
PENDIDIKAN SARAPAN SEHAT MENUJU BANGSA SEHAT BERPRESTASI BAGI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI MAUK III KABUPATEN TANGERANG BANTEN Ronitawati, Putri; Sa’Pang, Mertien; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Dhyani S, Prita; Novianti, Anugerah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i2.2281

Abstract

AbstractIn the 6-12 year period, school-aged children are very sensitive in shaping their cognitive development. If during this period they experience hunger then the opportunity to study in school to be reduced (WFP 2006). One message Balanced Nutrition (message six), based on Permenkes No. 41/2014 is a habit of breakfast. Nutrition education accompanied by the provision of food in schools such as a healthy breakfast will run more effectively when walking in tandem. Healthy breakfast education activity aims to raise public awareness, especially school children about the importance of breakfast, the benefits of breakfast, the type of healthy breakfast, and snacks safe. This activity is held in order to commemorate World Health Day and National Education Day and aim to socialize healthy breakfast education activity for School Children at SDN Mauk III of Tangerang Regency of Banten. Socialization is done by providing nutrition education with comic media "Come Breakfast" as one of education media which accompanied by healthy breakfast together in class as much as 268 School Children attend and follow this activity with good Understanding and socialization is strengthened by education media and practice directly related healthy breakfast together in accordance with Balanced Nutrition used and given to the participants so easily understood and applied in everyday life both at home and at school. Such activities are important every year with different target targets, so that the socialization of healthy breakfast in accordance with the principles of balanced nutrition with nutrition education can be achieved well. Keywords: primary school children, nutrition education, healthy breakfast AbstrakPada periode 6-12 tahun, anak usia sekolah sangat sensitif dalam membentuk perkembangan kognitifnya. Bila pada periode ini mereka mengalami kelaparan maka kesempatan untukbelajar di sekolah menjadi berkurang(WFP 2006).Salah satu pesan Gizi Seimbang (pesan keenam), berdasarkan Permenkes No 41/2014 adalah biasakan sarapan.Pendidikan gizi disertai penyelenggaraan makanan di sekolah seperti Sarapan sehat akan berjalan lebih efektif bila berjalan beriringan. Kegiatan pendidikan sarapan sehat bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya anak sekolah mengenai pentingnya sarapan, manfaat sarapan, jenis sarapan sehat, dan jajanan aman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia dan Hari Pendidikan Nasional serta bertujuan untuk  mensosialisasikan kegiatan pendidikan sarapan sehat bagi Anak Sekolah di SDN Mauk III Kabupaten Tangerang Banten. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan pendidikan gizi dengan media komik “Ayo Sarapan” sebagai salah satu media edukasi yang disertai dengan sarapan sehat bersama di kelas sebanyak 268 Anak Sekolah hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik  Pemahaman dan sosialisasi diperkuat dengan adanya media edukasi serta praktek secara langsung terkait sarapan sehat bersama sesuai dengan Gizi Seimbang yang digunakan serta diberikan pada peserta sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah. Kegiatan seperti ini penting dilakukan setiap tahun dengan target sasaran yang berbeda-beda, sehingga sosialisasi sarapan sehat sesuai dengan prinsip gizi seimbang yang disertai pendidikan gizi dapat tercapai dengan baik. Kata kunci : anak sekolah dasar, pendidikan gizi, sarapan sehat
PENILAIAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DURI KEPA 11 MENGGUNAKAN INDEKS TINGGI BADAN MENURUT UMUR DAN INDEKS MASSA TUBUH MENURUT UMUR Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Ronitawati, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1663

Abstract

AbstractThe quality of Indonesian children is an important determinant for the quality of Human Resources in the next generation, so that Indonesian can be taken into account at the global level. High quality human resources is determined by several factors, such as adequate nutrient intake and optimal nutritional status. This activity aimed to measure the height and weight of students to obtain the nutritional status of primary school students using BAZ Score and HAZ Score. This activity carried out in March 2016. The sample size of this activity are 83 school age children grades 3 and 4 elementary school. Nutritional status measurement was done by measuring the height and weight of the children and then calculate the Z score. Z Score result then compared with the nutrtional status WHO 2005 standards. Results showed that most of children have normal nutritional status according to HAZ Score Index , however there are five children who on Stunted and severe stunted nutritional status. While based on the BAZ Score Indeks , Most of children (52 persons) have normal nutritional status. There are 25 children who are overweight. Periodic assessment of nutritional status were needed as a basis to an interventions to nutritional problems among schhol age children.Keywords: nutritional status, BAZ Score, HAZ score, school age children AbstrakKualitas anak-anak Indonesia merupakan penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa mendatang dan menjadi generasi penerus pembangunan negara serta investasi Indonesia menuju negara maju yang dapat diperhitungkan di tingkat global. Terbentuknya SDM yang berkualitas, yaitu sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan pangan yang bergizi dan tercapainya status gizi optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tinggi badan dan berat badan siswa sehingga didapatkan gambaran status gizi siswa sekolah dasar dengan indeks TB/U dan IMT/U. Waktu kegiatan dilakukan pada bulan Maret 2016. Besar sampel kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah kelas 3 dan 4 yang berjumlah 83 orang. Pengukuran status gizi dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dan berat badan kemudian dilakukan perhitungan Z Score dan dibandingkan dengan baku standar WHO 2005. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan hasil bahwa menurut indeks TB/U sebagian besar anak berstatus gizi normal, namun terdapat 5 orang berstatus gizi pendek dan pendek sekali. Sedangkan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur, 52 orang anak berstatus gizi normal dan 25 orang berstatus gizi lebih serta sisanya berstatus gizi kurang. Perlu diadakan penilaian status gizi berkala serta intervensi terhadap masalah gizi yang dialami oleh siswa dan siswi di SDN Duri Kepa 11 Jakarta Barat.Kata Kunci : status gizi, IMT/U, TB/U, siswa sekolah dasar.
Formulasi banana soymilk: susu nabati tinggi kalium dan rendah lemak Adhella Komala Dewi; Vitria Melani; Khairizka Citra Palupi; Mertien Sa'pang; Putri Ronitawati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i1.214

Abstract

Latar Belakang: Tingginya asupan natrium dan lemak, serta rendahnya asupan kalium meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Salah satu upaya pencegahannya dengan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalium dan rendah lemak. Kandungan kalium tertinggi pada kacang-kacangan dan buah dapat ditemukan pada kedelai dan pisang uli. Pisang merupakan komoditi dengan produktivitas tinggi di Indonesia, memiliki keunggulan kandungan lemak yang rendah. Sedangkan kedelai merupakan bahan yang sering diolah menjadi sari kedelai. Oleh karena itu, kedua bahan ini layak untuk dikembangkan menjadi produk olahan dalam bentuk banana soymilk yang mengandung tinggi kalium dan rendah lemak. Tujuan: Mengetahui formulasi terbaik untuk pengembangan banana soymilk dengan bahan dasar kedelai dan pisang uli. Metode: Jenis penelitian experimental, dengan persentase penambahan pisang uli 0%(F0), 10%(F1), 30%(F2), dan 50%(F3). Pengujian organoleptik menggunakan uji hedonik dengan skala Likert dilakukan oleh 30 panelis konsumen sesuai kriteria inklusi. Uji kadar kalium dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom (SSA) dan kadar lemak dengan metode Soxhlet. Uji proksimat, kekentalan, angka lempeng total dan umur simpan (direct evaluasi sensori) bertujuan untuk standarisasi kualitas produk. Analisis data menggunakan uji statistik One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil: Berdasarkan uji hedonik, terdapat perbedaan daya terima (warna, rasa, aroma, tekstur, dan tingkat kesukaan keseluruhan) yang signifikan antar kelompok perlakuan. Formula banana soymilk F2 (30% pisang uli) menjadi formula terbaik berdasarkan daya terima panelis, dengan kriteria rendah lemak (1,35%), dan tinggi kalium (731,83 mg/100 g). Kesimpulan: Formula F2 adalah formulasi banana soymilk terbaik yang dapat dikembangkan sebagai susu nabati tinggi kalium dan rendah lemak.
Pengetahuan dan sikap terkait program perbaikan gizi balita: analisis pada ibu dan stakeholder di posyandu wilayah kerja Puskesmas Induk Merdeka Hafika Yunisari Pradina; Idrus Jus'at; Vitria Melani; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.163

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan adanya penurunan proporsi gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia yaitu 17,7% dari 19,6% pada hasil Riskesdas tahun 2013. Pemerintah Daerah Kota Bogor menggagaskan misi pembangunan kesehatan Kota Bogor yang dituangkan ke dalam 17 program, salah satunya program perbaikan gizi masyarakat. Tujuan: Menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap pada ibu dan stakeholder terkait pelaksanaan program perbaikan gizi di dua kelompok posyandu berdasarkan data balita gizi kurang dan gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Induk Merdeka, Bogor Tengah. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada Januari–Juli 2019 di 21 Posyandu (tujuh posyandu tidak terdapat kasus dan 14 posyandu terdapat kasus gizi buruk). Penelitian menggunakan empat kategori responden yaitu ibu balita, kader posyandu, bidan, dan tokoh masyarakat. Penentuan jumlah ibu didasarkan pada jumlah balita yaitu sebanyak 74 orang. Kader diambil dari seluruh posyandu yaitu sebanyak 110 orang. Tokoh masyarakat menggunakan 72 ketua RT dan 19 ketua RW. Seluruh bidan di wilayah tersebut yaitu sebanyak empat orang juga dijadikan responden. Analisis perbedaan dilakukan dengan T-test Independent. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan ibu (p=0,001), sikap ibu (p=0,02), pengetahuan kader (p=0,001), dan peran kader (p=0,01). Tidak ada perbedaan pengetahuan tokoh masyarakat (p=0,386) dan sikap tokoh masyarakat (p=0,916). Kesimpulan: Pengetahuan ibu balita dan kader lebih baik pada kelompok posyandu yang tidak ada kasus gizi buruk.
Co-Authors Adhella Komala Dewi Aditya Sagara Putra Alda Luna Maedah Amelia Avissa Amelia, Sry Rizki Annisa Millenda Sari Ardiyanti, Aanisah Azari, Hanifah Barqin, Gesa Aldin Budiarti, Tia Dewanti, Lintang Purwara Dewi Septi Medinawati Dian Rahayuningsih Dodik Briawan Dudung Angkas Dudung Angkasa Elistia, Elistia Erry Yudha Mulyani Erry Yudhya Mulyani Fadilatunnisa Hayatunnufus Fauziah Ambarini Febriyani Febriyani Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Gifari, Nazhif Gunawan, Caroline Ferisca Hafika Yunisari Pradina Hanifah Azari Harna, Harna Harvianto, Audrey Zalika Hazadina, Tsabitah Idrus Jus'at Inggriani Puji Lestari Intan Ali Ramadhiany Intan Dwi Asmarani Jus'at, Idrus Jusat, Idrus Karima, Nadina Khaerani, Annisa Laras Sitoayu Lintang P. Dewanti Lutfi Fanani Mardiyah, Sarah Marsidi, Siti Rahmah Maya Fernandya Siahaan Mulyadewi, Zalfa Mury Kuswari Muslimah M, Nur Nabila Nabila Nabila Permatasari Nabilah, Anisa Nadina Karima Nadiyah Nadiyah Nadiyah, - Novelita Hanauli Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah NUR AFRA, GHINA Nuraldimas, Asri Nurul Khairani Palupi, Khairizka Citra Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes Prabowo, Mas Dwi Yoga Prita Dhyani Swamilaksita Putri Ayu Anjani Putri Ronitawat Putri Ronitawati Putri, Debby Annisa Putri, Vira Herliana Rachmanida Nuzrina Rachmayani, Siti Andina Rahmawati Rasidin Rani Lutfiani Ratri Oktaria Jasmine Reza Fadhilla Rinanda Almira Risa Martiana Risda, Rahmatia Sa'pang, Mertien Safira Rizki Amalia Sarah Mardiyah Septia Rosdyaningrum Siti Badriyah Siti Badriyah Utami, Dessy Aryanti Vira Herliana Putri Wahyuni, Yulia Widya Musliha Wulan Prasetyani Yayuk Farida Baliwati Yola Barokah Yulia Wahyuni Yulia Wahyuni