Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Validasi Media Boneka Tangan dengan Metode Bercerita Chrisyarani, Denna Delawanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v2i1.1204

Abstract

Abstrak: Pembelajaran Bahasa Indonesia seringkali disampaikan tanpa menggunakan media pembelajaran dalam penyampaian materi, menjadi salah satu faktor penyebab materi pelajaran tidak dapat diserap seutuhnya. Guru juga merasa kesulitan dalam menyesuaikan media dengan materi bahasa Indonesia. Metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan lebih berkesan daripada nasihat sehingga cerita terekam jauh lebih kuat di dalam memori siswa sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Evaluasi media multi kriteria menjadi masalah yang sangat penting untuk diperhatikan sebelum diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen validasi/kelayakan media boneka tangan berbasis metode bercerita segi materi dan desain. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development teori four D models Thiagarajan, dkk. Pengembangan model four D models meliputi empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate penyebaran. Pada penelitian ini berhenti sampai tahap ke tiga, develop. Mengembangkan yang dimaksud mengarah pada pengembangan instrumen validasi media. Hasil penelitian pengembangan ini menghasilkan instrumen yang memperhatikan unsur kelayakan isi/materi dan desain.Kata kunci: instrumen validasi, media boneka tangan, metode berceritaAbstract: Learning Indonesian Language is often delivered without the use of learning media in the delivery of material, became one of the factors that cause lesson material can not be absorbed completely. Teachers also find it difficult to adjust the media with Indonesian language material. The storytelling method using hand puppet media is more memorable than advice so that the recorded story is much stronger in the student's memory so that student learning outcomes can increase. Evaluation of multi-criteria media becomes a very important issue to consider before being applied in the learning process. This study aims to develop a validation instrument / feasibility of hand-puppet media based on the method of telling the material and design aspects. This research uses research and development approach of the theory of four D models Thiagarajan, et al. The development of four D models includes four stages of development, ie define, design, develop, and disseminate deployment. In this study stopped until the third stage, develop. Developing the intended leads to the development of media validation tools. The results of this development research produce an instrument that takes into account the element of content / material feasibility and design.Keywords: validation instrument, hand puppet media, story telling method
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran K13 Di SDN Sudimoro 2 Kecamatan Bululawang Kabupaten MALANG Chrisyarani, Denna Delawanti; Werdiningtiyas, Ratih Kartika
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.711 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.12610

Abstract

SDN Sudimoro 2 merupakan salah satu sekolah dasar yang ditunjuk untuk menerapkan K13. K13 akan diterapkan secara menyuluruh pada tahun 2018 di semua wilayah kabupaten Malang. Saat ini SDN Sudimoro 2, mulai menerapkan K13 khususnya di kelas I dan IV,  belum ada pelatihan tentang penerapan kurikulum K13, sehingga guru masih meraba-raba tentang penerapannya. K13 di SDN Sudimoro 2 pernah diterapkan pada tahun 2014, tetapi akhirnya kembali ke KTSP karena mengalami kesulitan dalam penerapnnya. Pada dasarnya hal ini disebabkan oleh faktor terbatasnya pengetahuan guru tentang penyusunan dan prosedur pelaksanaan K13. Sadar akan pentingnya penerapan K13 dalam upaya meningkatkan profesionalisme, guru harus mulai mengetahui dan menyusun perangkat pembelajaran berbasis K13. Prioritas permasalahan dari mitra adalah memberikan pengetahuan tentang penyusunan perangkat pembelajaran K13 khususnya menegani penyusunan RPP dan bentuk penilaiannya melalui program pelatihan, penyusunan, dan pendampingan. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan berupa penyampaian materi dengan menggunakan ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi, praktik penyusunan RPP dan penilaian, evaluasi hasil pelatihan. Pelatihan ini melibatkan seluruh guru di SDN Sudimoro 2 Kabupaten Malang yang berjumlah 10 orang. Pelatihan penyusunan RPP dan penilaian ini dilaksanakan  selama dua hari, hari pertama penyampaian materi mengenai implementasi K13, komponen RPP K13, penyusunan RPP K13 berbasis penguatan pendidikan Karakter (PPK). Hari kedua, penyampaian materi tentang penilaian K13, praktik penyusunan penilaian K13.  Para peserta memahami impleentasi K13 dan berpatisipasi secara aktif dalam menyusun RPP serta penilaian k13 hal tersebut dapat dilihat pada setiap kegiatan dan hasil akhir berupa RPP dan penilaian K13 yang telah disusun secara berpasangan.
Pelatihan dan Pemanfaatan Media Handycraft Untuk Meningkatkan Literasi Berbahasa Bagi Siswa Sekolah Dasar Chrisyarani, Denna Delawanti; Setiawan, Dwi Agus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v2i2.1352

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam berbicara, melalui pemanfaatan media berbahan dasar handicraf harapannya sisiwa menjadi semkain aktif dan sisiwa menjadi semakin mudah memahami berbagai macam teks, Melalui pelatihan pembuatan media berbahan dasar dari Handycrafts adalah karya buatan tangan dengan nilai seni. Handycrafts bukan sekedar membuat souvenir, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran dan bisa menggunakan bahan bekas. Kegiatan membuat media pembelajaran berbasis literasi ini dapat merangsang kreativitas anak agar mau membaca dan memnafaatkan produk dari limbah bekas plastik yang bernilai guna dan memiliki nilai jual secara ekonomi dan sebagai media edukasi anak dalam belajar berbicara. Dan melalui media handicraf dalam meningkatkan literasi berbahasa siswa Handicraft dapat diaplikasikan untuk membantu kegiatan bercerita, melalui buku cerita bergambar. Buku bergambar salah satu bentuk media yang dapat mengeksploarasi kemampuan siswa dalam literasi. Melalui buku cerita seperti dapat melihat semua gambar sekaligus, sementara teksnya terlihat sedikit dan melalui media ini anak termotivasi dan minatnya semkain meningkat dan literasi berbahasa anak dapat di tingkatkan melalui membaca cerita bergambar.
Optimalisasi Potensi Lokal: Pelatihan Inovatif Pemanfaatan Daun Kelor bagi Komunitas Sekolah dan Masyarakat di SDN Bandungrejosari 02 Malang Setiawan, Dwi Agus; Dwiyasa, Arnelia; Chrisyarani, Denna Delawanti; Kumala, Farida Nur; Nita, Cicilia Ika Rahayu; Rahayu, Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3408

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) memperkenalkan manfaat kesehatan dan ekologis daun kelor, (2) memberikan pelatihan praktis pengolahan daun kelor menjadi berbagai produk bernilai tambah, dan (3) mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Tahap sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan mengenai kandungan gizi dan manfaat daun kelor bagi kesehatan serta lingkungan. Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan praktis tentang cara mengolah daun kelor menjadi produk seperti teh herbal, bubuk kelor untuk fortifikasi makanan, serta pupuk organik cair. Selain itu, dilakukan juga demonstrasi pembuatan produk eco-green seperti sabun dan pestisida alami dari ekstrak daun kelor. Tahap pendampingan meliputi praktik mandiri oleh peserta dengan pemantauan tim pelaksana untuk memastikan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Sebanyak 85% peserta mampu mengaplikasikan teknik pengolahan daun kelor secara mandiri menjadi prodak olahan skincare alami, dan 90% menyatakan minat untuk mengembangkan produk lebih lanjut menjadi olahan pupuk organik. Program ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan tanaman lokal.
Workshop Tari Anak di SD Negeri Sudimoro 01 Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang Werdiningtiyas, Ratih Kartika; Chrisyarani, Denna Delawanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v1i2.840

Abstract

SDN Sudimoro 1 Bululawang subdistrict has not done extracurricular activities of dance art, from some guardians initiative to involve his children to follow the dance and dance arts in the local dance studio. At the time of art performances, the school finds it difficult to find a dance coach because of the lack of coaches, locations that are too far from the citizens and lack of material about children's dance. Based on the condition of SDN Sudimoro 1, it is very important to be held about dance training for elementary school students, especially low grade. This devotional activity is held five days, the first day of delivery of basic ant dance material, second day until the five participants perform the practice of motion variety of ant dance along with the floor pattern. The purpose of the workshop is to improve students' ability in maximizing the use of ant dance as a suitable learning in dance, developing and creating cultural art learning materials, especially dance art related to the concept, and improving students ability and skill.
WORKSHOP PROGRAM BARD (BARCODE PRESENSI RINGKAS DIGITAL) PADA GURU MI SUNAN GUNUNG JATI KOTA MALANG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI LITERASI DIGITAL Dwi Agus Setiawan; Denna Delawanti Chrisyarani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i2.8003

Abstract

Workshop pelatihan pembuatan presensi digital Bard (Barcode Absensi Ringkas Digital) bagi guru sekolah dasar adalah sebuah inisiatif untuk mengenalkan dan mengimplementasikan teknologi dalam pencatatan kehadiran siswa. workshop ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pelatihan tersebut dalam meningkatkan efisiensi administrasi sekolah dan keakuratan data kehadiran. Metode pelatihan yang digunakan mencakup pengenalan konsep presensi digital, demonstrasi penggunaan aplikasi presensi, serta praktik langsung dalam penggunaannya dan pendampingan secara continue. Workshop ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mewawancarai 19 guru sekolah dasar yang mengikuti pelatihan. Temuan utama menunjukkan bahwa pelatihan 90 % berhasil meningkatkan pemahaman guru terhadap teknologi presensi digital. Terdapat 85% peningkatan dalam kemampuan menggunakan aplikasi presensi digital dengan tepat, yang secara positif mempengaruhi efisiensi waktu dan akurasi data kehadiran siswa. Pemahaman melalui pendampingan secara continui dapat menigkatkan kemahiran dalam penguasan digital literasi sebagai langkah penting dalam mendukung modernisasi administrasi sekolah dan meningkatkan efektivitas pendidikan serta mendukung pembelajaran yang lebih terstruktur dan efisien di lingkungan pendidikan dasar
Pengembangan Instrumen Validasi Media Boneka Tangan dengan Metode Bercerita Chrisyarani, Denna Delawanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v2i1.1204

Abstract

Abstrak: Pembelajaran Bahasa Indonesia seringkali disampaikan tanpa menggunakan media pembelajaran dalam penyampaian materi, menjadi salah satu faktor penyebab materi pelajaran tidak dapat diserap seutuhnya. Guru juga merasa kesulitan dalam menyesuaikan media dengan materi bahasa Indonesia. Metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan lebih berkesan daripada nasihat sehingga cerita terekam jauh lebih kuat di dalam memori siswa sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Evaluasi media multi kriteria menjadi masalah yang sangat penting untuk diperhatikan sebelum diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen validasi/kelayakan media boneka tangan berbasis metode bercerita segi materi dan desain. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development teori four D models Thiagarajan, dkk. Pengembangan model four D models meliputi empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate penyebaran. Pada penelitian ini berhenti sampai tahap ke tiga, develop. Mengembangkan yang dimaksud mengarah pada pengembangan instrumen validasi media. Hasil penelitian pengembangan ini menghasilkan instrumen yang memperhatikan unsur kelayakan isi/materi dan desain.Kata kunci: instrumen validasi, media boneka tangan, metode berceritaAbstract: Learning Indonesian Language is often delivered without the use of learning media in the delivery of material, became one of the factors that cause lesson material can not be absorbed completely. Teachers also find it difficult to adjust the media with Indonesian language material. The storytelling method using hand puppet media is more memorable than advice so that the recorded story is much stronger in the student's memory so that student learning outcomes can increase. Evaluation of multi-criteria media becomes a very important issue to consider before being applied in the learning process. This study aims to develop a validation instrument / feasibility of hand-puppet media based on the method of telling the material and design aspects. This research uses research and development approach of the theory of four D models Thiagarajan, et al. The development of four D models includes four stages of development, ie define, design, develop, and disseminate deployment. In this study stopped until the third stage, develop. Developing the intended leads to the development of media validation tools. The results of this development research produce an instrument that takes into account the element of content / material feasibility and design.Keywords: validation instrument, hand puppet media, story telling method
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS LIVE WORKSHEET MATERI MENULIS PUISI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Wati, Siti Fajar; Denna Delawanti Chrisyarani; Dwi Agus Setiawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.29991

Abstract

In learning Indonesian in elementary schools, teachers only use traditional and conventional teaching materials such as the use of PPT (power point). So that students easily get bored in the learning process in class. The purpose of this study was to determine the validity, practicality, and effectiveness of the development of E-Modules based on Live Worksheets for writing poetry for grade 4 elementary school students. This development research uses the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data analysis in this study used qualitative and quantitative. Based on the results of the assessment of media experts, the percentage was 93.75%, material experts 95.45%, language experts 100%, from the three experts they got an average of 96.4% with the category "very valid". The results of the teacher's practicality test obtained 93.75% with the category "very practical", while limited trials by students obtained 88.05% with the category "very practical", and extensive trials obtained 90.17% with the category "very practical". Meanwhile, the effectiveness test using the N-Gain score obtained 0.7 with the category "moderate" and in percent obtained 66.5 with the category "Effective". So it can be concluded that the use of E-Module based on Live Worksheet is valid, practical, and effective to be used as a medium for learning Indonesian in Elementary Schools.
VIDEO CERITA ANAK BERBASIS TEKNIK VENTRILOQUIST UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Alfa Salsabila Sari; Dwi Agus Setiawan; Denna Delawanti Chrisyarani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.30112

Abstract

This study aims to develop a learning media in the form of a children's story video based on ventriloquist techniques and to test its feasibility, practicality, and effectiveness in improving the listening skills of second-grade elementary school students. The background of this study is the low listening skills of students and the lack of use of digital learning media. The media developed is a children's story video entitled "Si Tika dan Sampah Ajaib" which features a hand puppet character named Cici, using ventriloquist techniques and additional animation as a form of story visualization. The study was conducted using the Research and Development (R&D) method with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. The subjects were 24 second-grade students at SDN Gadang 3, Malang City. In the validation stage, the media was assessed by three experts: a material expert, a media expert, and a language expert. The validation results showed that the media obtained a very high feasibility score, namely 91% from the material expert, 92% from the media expert, and 100% from the language expert, so it was categorized as "very suitable" for use in learning. The practicality test was conducted through a questionnaire to teachers and students. The teacher gave a score of 95%, and the students gave a score of 89%, indicating that this media is very practical to use in the learning process. To test the effectiveness, pretest and posttest instruments were used. The analysis results showed a significant increase in students' listening skills, with an average N-Gain score of 0.8 in the high category and an effectiveness percentage of 82.6% in the effective category. These findings indicate that the developed video media is not only feasible and practical, but also effective in improving students' listening skills.