Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

DETEKSI DINI TUBERKULOSIS PARU MELALUI PEMERIKSAAN ANTI-TB KEPADA MASYARAKAT Meri Meri; Rianti Nurpalah; Meti Kusmiati; Hendro Kasmanto; Yane Liswanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10270

Abstract

Abstrak : Peningkatan kasus baru Tuberkulosis dapat karena adanya individu kontak erat dengan penderita Tuberculosis, yang dapat meningkat sebanyak 6,6 kali lipat. Mengingat hal tersebut diperlukan adanya upaya preventif agar tidak terjadi kasus baru melalui penegakkan diagnosa secara dini sehingga dapat diketahui apakah individu ada yang sudah terpapar atau belum, selain itu dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan seperti yang dicanangkan dalam laporan Tuberculosis secara global oleh WHO. Wilayah kerja Puskesmas Mangkubumi merupakan wilayah yang memiliki kasus Tuberkulosis, sehingga diperlukan upaya pengendalian kasus. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk mendeteksi dini kasus Tuberculosis menggunakan diagnosa laboratorium Anti-TB sebagai upaya preventif dan bahkan pengobatan lebih lanjut jika ada yang terpapar. Metode yang dilakukan adalah melalui pemeriksaan laboratorium Rapid Tes Anti-TB ke rumah masing-masing warga yang dekat dengan penderita Tuberculosis. Hasil pengabdian yaitu sebanyak 5 orang yang bersedia diperiksa hasilnya adalah negative. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui jumlah persentase antusias masyarakat dalam melakukan deteksi dini kasus Tuberkulosis. Keseimpulan: masyarakat terdeteksi secara dini tidak mengalami tuberkulosis. Masyarakat disarankan untuk lebih intensif memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terutama masyarakat yang diduga masih memiliki kontak erat dengan penderita serta mengkonsumsi makanan yang kayak nutrisi.Abstract: The increase in new cases of tuberculosis can be caused by the presence of individuals who are in close contact with people with tuberculosis, which can increase by as much as 6.6 times. As a consequence, preventive measures should be implemented to avoid the occurrence of new cases through the use of diagnostic testing, allowing it to be determined whether any individual suffers or not. Also, preventive steps should be taken to find out if the person gets sick or not. The purpose of community service is to early detect tuberculosis cases using anti-TB laboratory diagnostics as a preventive effort and even further treatment if anyone is exposed. The method carried out is through a Rapid Anti-TB Test laboratory examination of the homes of each resident who is close to tuberculosis sufferers. The result of the service is that as many as five people who are willing to be checked, the results are negative. Evaluation of activities is carried out through the percentage of community enthusiasm in conducting early detection of tuberculosis cases. People who check for anti-TB do not experience tuberculosis. People are advised to more intensively check themselves into health services, especially people who are suspected of still having close contact with sufferers. People are advised to more intensively check themselves into health services, especially people who are suspected of still having close contact with sufferers and consuming foods that are high in nutrients.
EDUKASI TUBERKULOSIS PARU KEPADA MASYARAKAT DALAM UPAYA ELIMINASI TB Rochmanah Suhartati; Yane Liswanti; Meri Meri; Muhammad Sugih; Naufal Naufal; Anggun Anggun; Farah Farah; Ilham Alifiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyakit tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan bukan hanya di Indonesia tetapi secara global. Negara harus mewujudkan masyarakat Indonesia tangguh terbebas dari penyakit Tuberkulosis dengan program eliminasi tuberculosis. Tujuan pengabdian masyarakat adalah membantu program pemerintah dalam eliminasi tuberkulosis melalui peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan kegiatan edukasi di wilayah kerja puskesmas kelurahan Karikil Kota Tasikmalaya. Metode pengabdian yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penyakit tuberculosis dengan mitra adalah warga Karikil RW 05 Kelurahan Mangkubumi Kota Tasikmalaya sebanyak 47 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data, kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberculosis, dengan nilai peningkatan pengetahuan sebesar 96%.Abstract: Tuberculosis is still a health problem not only in Indonesia but globally. The state must realize a resilient Indonesian society free from tuberculosis with a tuberculosis elimination program. The purpose of community service is to assist government programs in eliminating tuberculosis through increasing public knowledge, with educational activities in the working area of the Karikil sub-district health center, Tasikmalaya City. The service method used is counseling about tuberculosis disease with 47 partners from Karikil RW 05, Mangkubumi Village, Tasikmalaya City. Based on the results of data processing, community service activities can increase public knowledge about tuberculosis, with a value of increasing knowledge of 96%.
PENYULUHAN MANFAAT PENGGUNAAN SABUN YANG MENGANDUNG ZAT AKTIF ASAM SALISILAT DALAM MENGOBATI DERMATITIS KEPADA SISWA SDN KARIKIL Yane Liswanti; Korry Novitriani; Ummy Mardiana; R. Suhartati; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16084

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan kulit di Indonesia diperkirakan angka kejadian mecapai 4,6 sampai 12,95% (Griana et al., 2013). Masalah kesehatan kulit di masyarakat dapat terjadi akibat berbagai faktor, antara lain faktor sanitasi lingkungan dan perilaku. Penyebab timbulnya penyakit beragam, dapat berupa infeksi jamur, virus, parasit, dan lain sebagainya. Hasil wawancara dengan kepala Puskesmas Mangkubumi menyebutkan masih banyaknya masyarakat yang mengalami masalah kesehatan kulit. Menurutnya bahwa masyarakat banyak yang mengeluhkan penyakit kulit terutama pada anak-anak usia sekolah dan Balita. Dengan demikian perlu dilakukan peningkatan pengetahuan terhadap anak usia sekolah mengenai pentingnya berperilaku hidup sehat, melalui metode penyuluhan. Dengan dilakukan penyuluhan menggunakan slide presentasi diharapkan lebih efektif dibandingkan media leaflet untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa Sekolah Dasar Negeri Karikil. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman anak usia sekolah yang berada di kelurahan karikil desa Mangkubumi mengenai manfaat penggunaan sabun yang menggunakan senyawa aktif asam salisilat dalam membantu proses pengobatan dermatitis. Metode yang dilakukan adalah memberikan pre test sebelum dilakukan penyuluhan dan post test setelah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya membiasakan cuci tangan dan dilakukan praktek CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Hasil pengabdian pada 41 orang siswa SDN Karikil yaitu didapat hasil pre test pengetahuan dengan rata-rata 57 % dan rata-rata sikap yaitu 66%. Hasil post test di dapat hasil pengetahuan 84% dan sikap sebesar 97%. Hasil post test mengalami kenaikan setelah dilakukan penyuluhan dimana untuk pengetahuan naik sebesar 27% dan untuk sikap sebesar 31%. Kesimpulan: Siswa SDN Karikil memiliki pengetahuan dan sikap dengan kategori baik. Siswa disarankan untuk selalu menerapkan cuci tangan sebelum dan setelah aktivitas di Sekolah dengan disediakan fasilifas tempat cuci tangan dilengkapi sabun.Abstract: Skin health problems in Indonesia are estimated to have an incidence rate of 4.6 to 12.95% (Griana et al., 2013). Skin health problems in the community can occur due to various factors, including environmental sanitation factors and behavior. The causes of various diseases, can be fungal infections, viruses, parasites, and so on. The results of interviews with the head of the Mangkubumi Health Center stated that there were still many people who experienced skin health problems. According to him, many people complain about skin diseases, especially in school-age children and toddlers. Thus it is necessary to increase the knowledge of school-age children regarding the importance of healthy living behavior, through counseling methods. By conducting counseling using presentation slides, it is hoped that it will be more effective than leaflet media in increasing the knowledge and attitudes of Karikil Public Elementary School students. The purpose of community service is to increase the understanding of school-age children in the Karkil subdistrict, Mangkubumi village regarding the benefits of using soap that uses the active compound salicylic acid in helping the process of treating dermatitis. The method used is to give a pre-test before the counseling is carried out and a post-test after the counseling is carried out about the importance of getting used to washing hands and practicing CTPS (Washing Hands with Soap). The results of the dedication to 41 students of Karikil Elementary School, namely the results of the pre-test of knowledge with an average of 57% and an average attitude of 66%. The results of the posttest obtained 84% knowledge and 97% attitude. Post test results increased after counseling where knowledge increased by 27% and for attitudes by 31%. Conclusion: Karikil Elementary School students have good knowledge and attitudes. Students are advised to always wash their hands before and after activities at school by providing handwashing facilities with soap.
GAMBARAN LAJU ENDAP DARAH (METODE SEDIMAT) MENGGUNAKAN NATRIUM SITRAT 3,8% DAN EDTA YANG DI TAMBAH NaCl 0,85% Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.83

Abstract

Pemeriksaan LED adalah pemeriksaan darah yang menggambarkan kecepatan pengendapan eritrosit dalam plasma darah yang menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat 3,8% dan dinyatakan dalam mm/jam.     Seiring dengan meningkatnya jumlah pemeriksaan, maka waktu yang diperlukan akan semakin banyak, pada cara manual waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan LED maksimal 2 jam. Pemeriksaan LED cara lain yang banyak dilakukan antara lain cara automatic dengan waktu lebih cepat  kurang lebih 15 menit. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui gambaran pemeriksaan LED (metode Sedimat) menggunakan antikoagulan Natrium Sitrat 3,8 % dan EDTA yang ditambah NaCl 0,85 %.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data dan analisa laboratorium. Sedangkan pemeriksaan Laju Endap Darah menggunakan metode (sedimat) dengan alat Sedimat 15®.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terhadap hasil pemeriksaan Laju Endap Darah metode sedimat menggunakan Natrium sitrat 3,8 % dan EDTA yang ditambah NaCl 0,85 % dari 20 sampel darah pasien rawat jalan RSUD  Waled kabupaten Cirebon  didapat hasil 100 % (normal).
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI KELURAHAN KARIKIL KECAMATAN MANGKUBUMI Suhartati, Rochmanah; Liswanti, Yane; Sugih, Muhamad; Faulina, Farah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v4i2.1044

Abstract

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian yang sebenarnya dapat dilakukan upaya pencegahanya. Dampak kesehatan yang ditimbulkan cukup besar dan dapat menyebabkan stroke dan jantung koroner. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia, penting untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang terdapat pada lansia. Lansia lebih memiliki risiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif jika dibandingkan dengan usia muda. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi dan pemeriksaan tekanan darah pada lansia di Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi sebagai tindakan preventif terhadap penyakit hipertensi maupun terhadap terjadinya komplikasi dari keadaan hipertensi. Metoda yang dilakukan berupa edukasi melalui ceramah tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia di RW 05 Kelurahan Karikil dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pengabdian menunjukan sebelum diberikan edukasi hasil pengethuan masyarakat melalui pre test dengan nilai rata-rata 16 naik menjadi 99 dari score 100 setelah mendapatkan edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi. Hasil pemeriksaan tekanan darah sebanyak 40 orang menunjukan nilai tekanan darah normal sebanyak 55% dan hipertensi 45%. Dengan edukasi ini peserta menjadi sadar dan paham untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Penyuluhan Pengenalan Bahaya Kanker Payudara: Counseling on the Introduction to the Dangers of Breast Cancer Pratiwi, Liliek; Nawangsari, Harnanik; Liswanti, Yane; Fitriani, Henny
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.467 KB) | DOI: 10.55018/jakk.v2i1.9

Abstract

According to Globocan data for 2020, breast cancer has reached 68,858 cases out of a total of 396,914 new cases in Indonesia. Unfortunately, about 70% of cases are detected too late and are at an advanced stage. The impact for Indonesia is of course in addition to being a double burden economically but also the degree of public health. Currently found cases of breast cancer suffered by adolescents, even 14 years old. Therefore the need for pro-active academic efforts to help reduce breast cancer cases. One way is through health promotion by counseling the introduction of the dangers of breast cancer to adolescents. Counseling methods in groups of youth and online. Adolescent counseling participants with a population of 35 people. The media used PowerPoint and Google meet, which lasted approximately 50 minutes. As a result of community service, it appears that 50% of adolescents can answer questions about breast cancer. As well as the enthusiasm of teenagers in asking in detail. Teenagers participating in online counseling can understand and increase their knowledgeabout the dangers of breast cancer. Counseling can be done at a later time, so that youth can become Change Agents.
PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU SEBAGAI SKRINING PENYAKIT DIABETES PADA MASYARAKAT Nurpalah, Rianti; Syafariah, Yayah; Khusnul, Khusnul; Arrizqiyani, Tanendri; Hidana, Rudy; Suhartati, Rochmanah; Liswanti, Yane; Afiah, Irma Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.28578

Abstract

Abstrak: Peningkatan kadar gula darah merupakan suatu kondisi yang dialami oleh penderita diabetes melitus, hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin secara efektif. Pada tahun 2023 penderita diabetes di Kota Tasikmalaya mencapai 11 ribu jiwa lebih, dan belum semua mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu memonitor diabetes pada masyarakat dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah sewaktu sebagai skrening penyakit DM. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan SDN Mancogeh dalam kegiatan pemeriksaan glukosa darah yang dilakukan pada sejumlah 37 orang tua siswa di SDN tersebut. Pemeriksaan penyaring ini dilakukan dalam upaya deteksi sedini mungkin adanya penderita diabetes, agar dapat segera memperoleh pelayanan yang sesuai standar apabila ternyata diketahui mempunyai nilai glukosa darah yang tinggi. Hasil pemeriksaan didapat sebanyak 81 % normal dan sebanyak 19 % glukosa darahnya tinggi, hasil pemeriksaan ini dapat dijadikan sebagai data untuk puskesmas dalam rangka meningkatkan pelayanan pada masyarakat di wilayah puskesmas yang bersangkuan.Abstract: Increased blood sugar levels are a condition experienced by people with diabetes mellitus, this occurs because the body cannot produce or use insulin effectively. In 2023, diabetes sufferers in Tasikmalaya City will reach more than 11 thousand people, and not all of them have received health services that meet standards. This community service is carried out with the aim of helping to monitor diabetes in the community by conducting random blood glucose tests as a screening for DM. This activity was carried out in collaboration with SDN Mancogeh in a blood glucose examination activity carried out on 37 parents of students at the SDN. This screening examination was carried out in an effort to detect diabetes sufferers as early as possible, so that they can immediately obtain standard services if they are found to have high blood glucose levels. The results of the examination were 81% normal and 19% high blood glucose, the results of this examination can be used as data for health centers in order to improve services to the community in the health center area concerned.
"Unveiling cellular immunity: A study on diabetes mellitus patients with gangrene wounds" Meri, Meri; Meisya F, Lisna; Liswanti, Yane
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1471

Abstract

Diabetes mellitus experiences disruptions in the immune system, particularly in cellular components. Cells crucial in inflammatory conditions are represented by granulocytes and lymphocytes. However, further explanation is needed regarding the quantities of these cells, especially in diabetes mellitus with gangrene. The research method employed is a quantitative descriptive cross-sectional approach. The research population consists of diabetes mellitus patients with gangrene wounds. The sample size contributing to the study is 14 individuals, representing the total population. Exclusion criteria include patients with other systemic infections. The research findings reveal the frequency distribution of the average granulocyte cell count to be 65.47%, with a standard deviation (SD) of 8.52, a minimum value of 53.3%, and a maximum value of 83.4%. The average lymphocyte cell count is 25.7%, with an SD of 7.97, a minimum value of 10.8%, and a maximum value of 38.7%. In conclusion, the study indicates an increased granulocyte count in 4 individuals or 26.6%, while 10 individuals or 71.4% exhibit normal counts. Conversely, the normal lymphocyte count is observed in 11 individuals or 78.6%, whereas 3 individuals or 21.4% exhibit low counts.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA TENTANG NYAMUK VEKTOR DBD MELALUI PENGENALAN APLIKASI JUMANTIK PMR DI KOTA TASIKMALAYA Virgianti, Dewi Peti; Liswanti, Yane; Sudianto, Sudianto; Suhartati, Rochmanah; Ferdina, Dina; Latisa, Alsya; Marhami, Azwan Cahya; Nata, Septiawan Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35120

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemik tahunan di Indonesia. Upaya pencegahan penularan vektor Aedes sp. di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) melalui peran sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan aplikasi berbasis teknologi yang mudah diakses oleh anggota PMR untuk meningkatkan pengetahuan tentang nyamuk penular DBD, serta membentuk akun media sosial Jumantik PMR sebagai sarana komunikasi. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pembuatan aplikasi, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan program. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 15 pertanyaan yang sama, yang mengukur pemahaman peserta mengenai penggunaan aplikasi serta pengetahuan terkait nyamuk vektor DBD. Sebanyak 100 anggota PMR dari 25 SMA di Kota Tasikmalaya terlibat sebagai peserta. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, terutama mengenai tempat perindukan dan siklus hidup nyamuk. Hasil kuesioner memperlihatkan bahwa 100% peserta menilai aplikasi Jumantik sangat membantu pelaporan kegiatan di sekolah sekaligus sebagai sumber rujukan. Selain itu, 100% responden menyatakan akun media sosial Jumantik PMR bermanfaat untuk berbagi informasi penting terkait kegiatan jumantik. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan anggota PMR tentang vektor DBD dan memberikan sarana inovatif berupa aplikasi serta media sosial untuk mendukung kegiatan jumantik di sekolah.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an annual endemic disease in Indonesia. Efforts to prevent the transmission of Aedes sp. vectors in the school environment can be done by involving students in extracurricular activities of the Red Cross Youth (PMR) through the role of Mosquito Larva Monitoring Officer (Jumantik). This community service activity aims to introduce a technology-based application that is easily accessible to PMR members to increase their knowledge about dengue-carrying mosquitoes and to create a PMR Jumantik social media account as a means of communication. The activity methods include socialization, training, application development, technology implementation, mentoring, evaluation, and program sustainability planning. Knowledge evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments consisting of 15 identical questions, which measured participants' understanding of application usage and knowledge related to dengue vector mosquitoes. A total of 100 Red Cross members from 25 high schools in Tasikmalaya City participated as participants. This activity demonstrates a significant increase in participants' knowledge, particularly regarding mosquito breeding sites and life cycles. The questionnaire results show that 100% of participants rated the Jumantik application as very helpful for reporting activities at school and as a source of reference. Additionally, 100% of respondents stated that the Jumantik PMR social media account is useful for sharing important information related to Jumantik activities. This program successfully increased PMR members' knowledge about dengue vectors and provided innovative tools such as applications and social media to support jumantik activities in schools.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI NYAMUK VEKTOR PENULAR PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA DI KOTA TASIKMALAYA Virgianti, Dewi Peti; Liswanti, Yane; Sudianto, Sudianto; Suhartati, Rochmanah; Latisa, Alsya; Safitri, Lisdiana Pavila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25362

Abstract

Abstrak: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit tahunan di Indonesia. 3M plus adalah bentuk gerakan dengan tujuan mencegah penularan penyakit DBD. Gerakan tersebut tidak hanya dapat dilakukan di lingkungan masyarakat tetapi juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Ekstra kurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dapat menjadi penggerak kegiatan 3M ini di lingkungan sekolah dengan menjadikan mereka sebagai Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Kegiatan yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai nyamuk penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada anggota PMR di Kota Tasikmalaya sehingga diharapkan dapat menjadi jumantik yang baik. Metode yang dilakukan adalah memberikan pre test sebelum dilakukan pemberian materi dan post test setelah dilakukan pemberian materi tentang nyamuk vektor penyakit demam berdarah. Peserta yang menjadi peserta kegiatan berjumlah 70 orang, yang merupakan anggota dan pembina PMR dari 15 Sekolah Menengah Atas di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini melibatkan mitra sebagai koordinator PMR, yaitu SMAN 5 Kota Tasikmalaya. Hasil dari kegiatan ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dari peserta dengan rata-rata 35,7 % setelah dilakukan pemberian materi, yang dibuktikan dengan uji t-test didapat nilai sig (2-tailed) ≤ 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil sebelum dan sesudah pemaparan materi.Abstract: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an annual disease in Indonesia. 3M Plus is a form of movement aimed at preventing dengue fever transmission. This movement should not only take place in the community but also in the school environment. The Youth Red Cross (PMR) extra-curricular activity can be a driving force for 3M activities in the school environment by making them Jumantik (Larvae Monitoring Volunteers). We conducted this activity to enhance the participants' understanding of mosquitoes that spread dengue hemorrhagic fever (DBD) among PMR members in Tasikmalaya City, with the goal of preparing them to become effective jumantiks. The method used was to give a pre-test before giving material and a post-test after giving material about mosquitoes that are vectors of dengue fever. There were 70 participants, who were PMR members and coaches from 15 high schools in Tasikmalaya City. This activity involved partners as PMR coordinators, namely SMAN 5 Tasikmalaya City. The results of this activity are shown by the increase in knowledge of the participants with an average of 35.7% after the presentation of the material, as evidenced by the t-test obtained sig value (2-tailed) ≤ 0.05, which means there is a significant difference in the results before and after the presentation of the material.