Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Keberlanjutan Produksi Turus Melalui Metode Reorder Point Pada UKM Sergei Connection Sylvia Vianty Ranita; Zubaidah Hanum; Andri Herlambang; Ruri Aditya Sari
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i3.858

Abstract

UKM Sergai Connection as a producer of turus is very dependent on the raw material for twine rope. This raw material is obtained from other craftsmen who also depend on the availability of coconut fiber and the weather. Calculation. Calculation of the availability of appropriate and optimal raw materials is needed so that UKM Sergai Connection does not face the problem of excess or shortage of raw material stock. This community service activity aims to help UKM Sergai Connection to find out the amount of supplies of the main raw materials for turus production. The amount of production inventory is carried out through a quantitative descriptive approach. The data obtained comes from UKM Sergai Connection. Furthermore, the data were analyzed using the reorder point method. The results of the calculations showed that UKM Sergai Connection had to reorder 12 rolls of rope per day
Pemanfaatan Lahan Tidur Untuk Budidaya Kedelai Menuju Potensi Ekonomi Berkelanjutan Di Desa Sulkam, Kabupaten Langkat Risky, Marshanda Sintia; Meizani, Anisa Meizani; Putri, Cici Amelia; Lesmana, Rivaldi; Panjaitan, Fahruza Rio Zilino; Sinuraya, Rizky Rahmananda; Ginting, Alvin; Ranita, Sylvia Vianty; Tanjung, Hasrudy; Hafni, Roswita
Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/maslahah.v6i3.12717

Abstract

Sulkam Village is a forest village that still faces challenges in food security and community economic independence. Most residents rely heavily on palm oil and timber, whose prices fluctuate. However, the village boasts two hectares of unused land with the potential for productive use. Therefore, the “Tani Kedelai Ladang Harapan” (Hopeful Field Soybean Farming) program, implemented through community service activities, aims to diversify agricultural businesses and strengthen food security. The goal of this program is to provide the Sulkam Village community with the understanding and skills to utilize unused land through soybean cultivation and processing into value-added tempeh. The program’s methods include outreach, technical cultivation training, hands-on practice in hygienic tempeh production, and simple entrepreneurial mentoring. Results indicate an 80% increase in community skills in understanding soybean cultivation techniques and the tempeh production process. Furthermore, the program has successfully raised community awareness of the importance of agricultural business diversification and the potential for a sustainable economy based on local food. Therefore, the “Tani Kedelai Ladang Harapan” program can be a concrete step in improving the economy of the Sulkam Village community while strengthening the independence of forest villages through a sustainable bioeconomy.
ACTION AGAINST THE ENVIRONMENT IN THE HIGH VILLAGES, THE DREAD OF THE ANCIENT WILDERNESS, THE CAPTIVITY OF THE TOBA Nasution, Lita; Ranita, Sylvia Vianty; Barus, Wan Arfiani; Sinulingga, Lismayarti; Manurung, Rista
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i1.57640

Abstract

In Hatinggian Village, precisely in Lumban Julu District, Toba District, there is an action to care for the environment that is worthy of respect. The local communities in the village have made extraordinary efforts to preserve and sustain the surrounding environment. Through the implementation of the community self-serving activities of the Muhammadiyah University of North Sumatra in the village of Hatinggian, Lumban Julu district, Toba District, North Sumatera Province, which was carried out from August 25 to September 3, 2022, through interviews and field observations, it can be concluded that the activities are running well and smoothly. Through this community service activity, students participating in community service have the opportunity to implement the knowledge acquired during the lecture, then gain valuable insights and experiences from the community, such as training themselves to be responsible, having a sense of sympathy and empathy, and learning independently to find innovations and solutions to solving an existing problem.
EDUKASI PENANAMAN TANAMAN SAYUR KANGKUNG MENGGUNAKAN HORMON DAN PUPUK ORGANIK CAIR SKALA RUMAH TANGGA Nasution, Lita; ,, Risnawati; Ranita, Sylvia Vianty; Lubis, Riadini Wanty; ,, Fitria; Susanti, Rini; Julia, Hilda; Ginting, Sri Malem; Siburian, Rikson; Kemal, Isthifa
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62224

Abstract

Aisyiyah ialah salah satu organisasi perempuan Muslim terbesar di Indonesia. Dengan mengambil hal yang sesuai, rata-rata ibu-ibu yang mengikuti Aisyiyah adalah ibu rumah tangga. Dengan menggunakan sistem semai dan juga menggunakan pupuk organik cair, mampu membuat seluruh warga yang ikut dapat memahaminya dengan mudah. Metode yang dilakukan ialah dengan langsung terjun ke lapangan untuk memberikan pengarahan secara lansgung kepada warga yang datang. Memberikan penjelasan detail bagaimana cara melakukan sistem semai kangkung darat dengan mudah. Hasil yang didapat ialah dengan memberikan eduikasi cara penyemaian yang sesuai dan kapan benih bisa ditanam di tanah secara langsung, sebelum itu direndam dahulu dengan menggunakan pupuk organik cair merek Basill Nigr. Maka dapat disimpulkan bahwa penyuluhan secara langsung seperti ini dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk membuat para warga mampu memahami dan juga bertanya secara langsung apabila ada hal yang tidak dapat dipahami.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KUTAMBARU MENUJU DESA ECO AGRO TOURISM Nasution, Lita; Ranita, Sylvia Vianty; Afandi, Ahmad; Ginting, Makhrani Sari; Barus, Wan Rose Pinkutri
Journal of Community Research and Service Vol. 8 No. 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v8i2.62525

Abstract

Agrowisata, kombinasi dari pertanian dan pariwisata, berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan sektor pertanian sebagai objek wisata. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat berbagai spot agrowisata menarik, seperti agrowisata Salak Pondoh di Sleman, yang menawarkan berbagai fasilitas dan kegiatan rekreasi. Desa Polengan dan Desa Kembangarum juga menunjukkan potensi besar dalam pengembangan desa wisata berbasis pertanian dan potensi alam. Namun, tantangan seperti daya tarik yang kurang dan kondisi yang kurang terawat menghambat pertumbuhan agrowisata. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang melibatkan masyarakat dan optimalisasi sumber daya lingkungan sangat penting. Selain itu, penggunaan metode pemrograman linier dapat membantu mengoptimalkan produksi dan profitabilitas usaha pertanian. Pandemi COVID-19 telah menguji ketahanan ekonomi, namun modal sosial menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Contoh sukses adalah Desa Pujon Kidul di Malang yang telah meningkatkan PADes melalui pariwisata desa. Upaya konservasi lingkungan, pengelolaan sampah yang cerdas, dan teknologi pertanian modern juga menjadi faktor penting dalam pengembangan agrowisata yang berkelanjutan. Desa Kutambaru di Sumatera Utara menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak dapat menciptakan desa eco agro tourism yang menarik wisatawan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.