Anwar Ibrahim Triyoga
Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor Pemerolehan Bahasa Pada Kenneth Kalkulus dalam Akun TikTok @Imchika21: Kajian Psikolinguistik Safitri, Kayla; Triyoga, Anwar Ibrahim
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i4.21818

Abstract

Pemerolehan bahasa pada anak terjadi secara alamiah. Seiring dengan pertambahan usia, kematangan alat ucap, kondisi organ pendengaran, serta tidak ada masalah pada sistem neuromuscular, maka seorang anak akan mampu memproduksi bahasa. Seorang anak bernama Kenneth telah mampu melafalkan dan membedakan rumus bangun ruang, di usianya yang belum genap dua tahun. Selain itu, dia juga dapat membedakan fungsi organ dalam manusia seperti jantung, paru-paru, dan ginjal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pemerolehan bahasa pada Kenneth Kalkulus. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan Kenneth Kalkulus dari video-video yang diunggah oleh TikTok @imchika21, sepanjang tahun 2023 dengan penonton mencapai angka jutaan. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan berupa SBLC dan teknik catat. Selanjutnya analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan menggunakan teknik dasar BUL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa Kenneth Kalkulus dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga dan faktor perkembangan otak dan kecerdasan.
Bahasa dan kebenaran dalam diskursus digital: Perspektif validity claim Habermas Triyoga, Anwar Ibrahim; Hanum, Irma Surayya; Khasri, M. Rodinal Khair; Putra, Surya Adinata
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22724

Abstract

Penyebaran hoaks yang cepat melalui platform digital telah menjadi tantangan signifikan terhadap validitas kebenaran dalam diskursus daring. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat 1.923 konten hoaks sepanjang tahun 2024, dengan peningkatan yang menonjol selama periode pemilu. Survei nasional oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa 24,7% hoaks tersebut bersifat politis, yang menegaskan dominasi misinformasi politik di ranah digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bahasa dalam ruang digital memengaruhi konstruksi kebenaran dan validitas intersubjektif dengan merujuk pada teori klaim validitas Jürgen Habermas. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan artikel, yaitu dengan menelaah dan membandingkan sejumlah studi terdahulu mengenai komunikasi digital, hoaks, dan demokrasi deliberatif, sehingga diperoleh gambaran persamaan, perbedaan, serta kecenderungan temuan yang relevan. Analisis difokuskan pada bagaimana setiap artikel mengidentifikasi klaim kebenaran, validitas normatif, serta relevansi informasi dalam diskursus digital. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada variasi dalam pendekatan penelitian, mayoritas artikel menegaskan bahwa diskursus digital sering kali gagal memenuhi kondisi ideal komunikasi rasional Habermas akibat bias algoritmik dan keterbatasan keterbukaan. Hal ini berimplikasi pada melemahnya konsensus dan rasionalitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital kritis sangat penting untuk memungkinkan individu menilai klaim kebenaran secara lebih efektif, mengurangi penyebaran hoaks, serta meningkatkan validitas diskursus digital.
Digital-traditional knowledge convergence: How hybrid methodologies generate new forms of wisdom in ethnomusicological research Permatasari, Rr. Yudiswara Ayu; Risty, Apfia De Henrietta; Triyoga, Anwar Ibrahim; Kailas, Ruth Cornelia Bidari
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22990

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan Sitematic Review yang mengeksplorasi konvergensi metode digital dan tradisional dalam etnomusikologi serta dampaknya terhadap kerangka epistemologis. Dengan menggunakan pendekatan epistemologi Bayesian subjektif, studi ini menunjukkan bahwa paradigma komputasional dan kritis memiliki prior beliefs yang kuat dan sering kali saling menolak. Ketegangan ini menjelaskan mengapa data yang sama dapat ditafsirkan secara berbeda dan mengapa ketidakadilan epistemik seperti testimonial dan hermeneutic injustice terus terjadi.Temuan utama mengidentifikasi empat bentuk kebijaksanaan yang muncul dari interaksi digital-tradisional: (1) Objektivitas Kontekstual, di mana algoritma mulai dirancang untuk menghargai konteks budaya lokal; (2) Kerendahan Hati Teknologis, saat peneliti komputasional mulai menempatkan kebutuhan komunitas di atas kemampuan teknologinya; (3) Digital yang Berjiwa Tradisi, ketika pendekatan kritis menyadari potensi teknologi dalam pelestarian budaya tanpa mengorbankan nilai; dan (4) Kebijaksanaan Kolaboratif, yang lahir dari dialog antara paradigma yang berbeda.Pada akhirnya, penelitian ini berpendapat bahwa masa depan etnomusikologi tidak bergantung pada menangnya pendekatan digital atau tradisional, tetapi pada kemampuan untuk menyatukan keduanya secara bermakna. Konvergensi ini menciptakan ruang dialog yang adil, kontekstual, dan transformative menuju etnomusikologi yang peka budaya, beretika, dan adil secara epistemik.
Tracing the immigrant narrative in the novel Babel through mapping identity and belonging Prafitri, Wilma; Nasir, Muhammad Alim Akbar; Triyoga, Anwar Ibrahim
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22627

Abstract

This research examines the immigrant experience in R.F. Kuang’s Babel: An Arcane History of the Oxford Translators’Revolution (2022), emphasizing the interplay of language, power, and identity within the colonial context of 19th-century Oxford. This project employs a synthesis of postcolonial literary theory and literary cartography to delineate the emotional and spatial trajectories of immigrant characters, with a focus on Robin Swift, a Chinese orphan reared in England. The analysis demonstrates that translation serves as both an instrument of imperial control and a locus of resistance, situating immigrant scholars as both vital and marginalized within the empire. This research employs meticulous textual analysis to reveal patterns of assimilation, alienation, and rebellion, demonstrating how Kuang’s story critiques colonial processes and reasserts linguistic agency. This multidisciplinary approach provides a unique contribution to Babel study by depicting immigrant identity as a dynamic negotiation of cultural memory, displacement, and resistance.