Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Pola Makan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu: Penelitian Abd Arafat; Agnes Erlita Distriani Patade; Sisilia Rammang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan yang terdaftar dan aktif di wilayah kerja Puskesmas Sangurara sebanyak 261 orang, dengan jumlah sampel 72 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu dan pola makan balita, serta data KMS untuk menentukan kejadian stunting. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik, pola makan balita berada pada kategori cukup, dan mayoritas balita tidak mengalami stunting. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,043) serta antara pola makan dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu dan pola makan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome yang Mengalami Perawatan di Ruangan Icvcu dan Melati Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Noval Huntala; Abdul Rahman; Agnes Erlita Distriani Patade
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5990

Abstract

Latar Belakang: Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan salah satu penyebab prevelensi kematian terbesar kondisi ini juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kecemasan dan kualitas hidup dalam memahami serta menjalani proses pengobatan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome Yang Mengalami Perawatan di Ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien dengan diagnosa Acute Coronary Syndrome yang dirawat di ruangan ICVCU dan Melati RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, teknik pengambilan sampel dengan purposional random sampling dengan jumlah sampel 43 responden. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 43 responden sebagian besar mengalami tingkat kecemasan sedang dan sebagian besar mengalami kualitas hidup rendah selama mengalami perawatan. Hasil uji statistik chi-square dan pearsin corelation untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien ACS dengan nilai yaitu (p) = 0.01 (< 0.05).Simpulan: Ada Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Hidup Pasien Acute Coronary Syndrome
Hubungan Status Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Bronkopneumonia Pada Pasien Anak Di Ruang Perawatan Anak RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Anastassia Greatia; Agnes Erlita Distriani Patade; Mutmaina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5214

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi penyebab morbiditas pada anak. Status imunisasi dasar yang tidak lengkap dapat menurunkan perlindungan imun dan Meningkatkan risiko bronkopneumonia. Tujuan: Menganalisis hubungan status imunisasi dasar dengan kejadian bronkopneumonia pada pasien anak di Ruang Perawatan Anak RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang pada 41 anak, menggunakan consecutive sampling dan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki imunisasi dasar tidak lengkap dan mengalami bronkopneumonia berulang; terdapat hubungan signifikan (p = 0,001). Simpulan: Status imunisasi dasar berhubungan signifikan dengan kejadian bronkopneumonia pada anak.
Keefektifan Program Perilaku Cerdik Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Rianti Rianti; Elifa Ihda Rahmayanti; Agnes Erlita Distriani Patade
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CERDIK is a routine health check, free from cigarette smoke, routine exercise, balanced diet, adequate rest and stress management. Hypertension occurs when a person has a systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg on examination. Diastolic blood pressure is the main measurement in the diagnosis of hypertension. This research uses a quantitative study. Descriptive correlation by using a cross-sectional approach.  Total of population was 50 people who have participated in the CERDIK program Individual. And by using conceptive sampling technique, 25 respondents were selected as the research sample. Based on the results of the spearman rank test with a correlation coefficient value = 0.555, it shows that the correlation between the two variables has a negative direction, it means that when the CERDIK behavior program is high, the degree of hypertension tends to low, so the strength is considered moderate, because the value is not reach to -1. strength is considered moderate, because the value is not too close to -1. The p-value of this study was 0.004, therefore the p-value was <0.05, so statistically there is an effectiveness of the CERDIK behavior program toward the incidence of hypertension in the Talise Public Health Center working area.The higher the CERDIK behavior, it is the better/low the incidence of hypertension in the Talise Public Health Center working area. the incidence of hypertension in the Talise Health Center working area For health workers should motivate and promote patients to follow the CERDIK behavior program in controlling/lowering hypertension.
Pengaruh Pemberian Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Studi Pre-Experimental Yenni Anwar; Agnes Erlita Distriani Patade; Widyawati L. Situmorang
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension that characterized by systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg, and it is often referred to as “the silent killer” because the symptoms are often not realized until complications occur. In hypertension treatment could be done by non- pharmacological therapies such as lifestyle modification, as well as complementary therapies such as hydrotherapy and physical exercise. One effective hydrotherapy method is warm water foot bath therapy, which the feet socked for 20 minutes in water at 39-40°C. The general purpose of this study was to analyze the impact of warm water foot bath therapy on reducng blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center. This is quantitative research with a One-group Pretest-Posttest Design approach. The total of population in this study were 186 hypertensive patients at Kawatuna PHC, and total of sample was 15 respondents that taken by using Purposive Sampling technique. The results of the study of 15 respondents showed that there is impact before and after administering of warm water foot soak therapy on reducing blood pressure toward hypertensive patients at Kawatuna Public Health Center with the Wilcoxon Test value p-value= 0.000 (p = ≤0.05). There is an Impact of Warm Water Foot Soaked Therapy on Reducing Blood Pressure Toward Hypertensive Patients at Kawatuna Public Health Center.
HUBUNGAN PMO (PENGAWAS MINUM OBAT) DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MENGONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS Ikbal Sidik; Sisilia Rammang; Agnes Erlita Distriani Patade
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.139

Abstract

Pengawas Minum Obat (PMO) berperan penting dalam mengawasi, memotivasi, dan mengingatkan pasien agar patuh mengonsumsi obat hingga pengobatan Tuberkulosis selesai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran PMO dengan tingkat kepatuhan minum obat anti-Tuberkulosis pada pasien Tuberkulosis di RSUD Anutapura Palu. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 53 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara peran PMO dan tingkat kepatuhan minum obat anti-Tuberkulosis. Temuan ini menunjukkan bahwa peran PMO berkontribusi terhadap keberhasilan pengobatan Tuberkulosis. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan pertimbangan bagi rumah sakit dan instansi kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DENGAN TINGKAT INSOMNIA PADA REMAJA Intan Canthika; Suaib Suaib; Agnes Erlita Distriani Patade
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.239

Abstract

Penggunaan media sosial TikTok yang semakin meningkat pada remaja berpotensi menimbulkan gangguan tidur, terutama insomnia. Penggunaan TikTok secara berlebihan, khususnya pada malam hari, dapat mengganggu pola dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan media sosial TikTok dengan tingkat insomnia pada remaja di SMA Negeri 7 Palu. Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional melibatkan 88 siswa kelas XI dan XII yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan TikTok dan tingkat insomnia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan 88,6% responden memiliki penggunaan TikTok kategori tinggi dan 67,0% mengalami insomnia ringan. Terdapat hubungan signifikan antara penggunaan TikTok dan tingkat insomnia (p=0,014). Semakin tinggi penggunaan TikTok, semakin besar risiko terjadinya insomnia. Remaja perlu membatasi penggunaan TikTok, terutama pada malam hari, untuk menjaga kualitas tidur.