Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN SUNGAI SADE DUSUN EMANG DESA GALAR KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK Lekoa, Duferdurisa Ari; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.81440

Abstract

Sungai Sade terletak di Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak dan dimanfatkan oleh masyarakat setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Adanya aktivitas-aktivitas tersebut dapat menjadi limbah bagi ekosistem perairan, yang mempengaruhi kehidupan organisme salah satunya makrozoobentos. Makrozoobentos sering dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Sade. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos yang terdiri dari komposisi, kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi, serta mengetahui hubungan antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos di Sungai Sade. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Februari 2024 di Sungai Sade, Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak. Penentuan stasiun pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan berdasarkan tata guna lahan dipinggir/sempadan Sungai. Pengambilan sampel makrozoobentos per stasiun dibagi menjadi 4 titik, yaitu 2 area riffle dan 2 area pool, dan pengambilan data makrozoobentos dilakukan sebanyak 6 kali selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi makrozoobentos berjumlah 1.558 individu terdiri dari 10 ordo, 14 famili dan 15 genus. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu 6744 (Ind/m2). Nilai indek keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman tinggi dan indeks dominansi rendah. Parameter lingkungan yang paling erat hubungannya dengan kepadatan yaitu suhu dengan niali korelasinya yaitu -1,000.
STRUKTUR POPULASI LABI-LABI (Amyda cartilaginea) DI DANAU ULAK KERAMAT KABUPATEN KAPUAS HULU Sidit, Oktavianus; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 14 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.93246

Abstract

The Asiatic softshell turtle (Amyda cartilaginea) is a species of freshwater turtle that has been classified as vulnerable by the IUCN and inhabits rivers and lakes. Its utilization has been practiced for a long time, whether for food, traditional medicine, or as pets, which can disrupt the turtle's population. This study aims to examine the population structure, consisting of abundance and size distribution, growth patterns, sex ratio, and age structure, which can later serve as scientific information for conservation efforts. The research was conducted from July to August 2024 in Ulak Keramat Lake, Bika Subdistrict, Kapuas Hulu Regency. The data collected included curved carapace length (CCL), curved carapace width (CCW), weight, sex, and environmental conditions. Subsequently, the data were analyzed to determine abundance and size distribution, growth patterns, sex ratio, age structure, and diet. The study obtained 30 turtles with a CCL of 15"“70 cm, CCW of 14"“53 cm, and a weight of 0.3"“32 kg, exhibiting a positively allometric growth pattern (b=3.0922). The male-to-female ratio was 1.27:1, with the age structure dominated by adult turtles (67%). The lake environment was in good condition and supported the turtle's habitat.
ANALISIS KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU SERANTANGAN SINGKAWANG Lukmansyah, Nisrina Nabila; Munir, Ahmad Mulyadi Sirojul; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97700

Abstract

Serantangan Lake is a post-mining lake located near an active illegal gold mining area, thus requiring an assessment of its water quality and ecological feasibility. This study aimed to identify the taxa, composition, and density of macrozoobenthos. The research was conducted from December 2024 to February 2025 at three stations using purposive sampling. Samples were collected from 8 sampling points, four times, at two-week intervals. A total of 1,078 individual macrozoobenthos were identified, consisting of 14 genera belonging to 14 families and 9 orders: Mesogastropoda, Architaenioglossa, Decapoda, Haplotaxida, Diptera, Coleoptera, Ephemeroptera, Odonata, and Hemiptera. The highest composition at Stations I and II was dominated by Odonata, while Station III was dominated by Haplotaxida (Tubifex sp.). Station I indicated good water quality, characterized by the presence of intolerant taxa such as Baetidae and Tipulidae. Station II reflected moderate quality, with a dominance of semi-tolerant taxa. Station III showed the lowest quality due to the dominance of tolerant taxa and low diversity. Anthropogenic activities, such as fish harvesting and illegal gold mining (PETI), are suspected to be the main factors affecting the macrozoobenthic community structure in the lake.
DISTRIBUSI UKURAN DAN KARAKTER MORFOMETRIK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) YANG DIDARATKAN DI TPI SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Br Purba, Anjelina Firyanti; Soetginya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.94836

Abstract

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sungai Kakap merupakan salah satu sentra pendaratan hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi ukuran dan karakter morfometrik rajungan yang didaratkan di TPI Sungai Kakap. Penelitian dilaksanakan pada Februari"“Maret 2025 dengan metode pengambilan sampel secara acak sebanyak dua kali dalam sebulan selama dua bulan. Parameter yang diamati meliputi nisbah kelamin, distribusi frekuensi ukuran, pola pertumbuhan, dan karakter morfometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 74 ekor rajungan yang tertangkap, didominasi oleh betina dengan rasio kelamin 1:1,64 (X ² = 4,378 > 3,841). Distribusi ukuran menunjukkan sebagian besar rajungan yang tertangkap berada pada kategori dewasa. Pola pertumbuhan rajungan jantan bersifat isometrik (b = 2,571), sedangkan betina menunjukkan pertumbuhan alometrik positif (b = 3,5605). Dari sepuluh karakter morfometrik yang diuji, hanya karakter Front Margin Length (FML) yang berbeda signifikan antar jenis kelamin, menunjukkan adanya dimorfisme seksual. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi sebagai dasar data biologis untuk pengelolaan rajungan secara berkelanjutan, khususnya dalam penentuan kebijakan ukuran tangkap minimum dan pelestarian populasi rajungan di wilayah TPI Sungai Kakap.
MORFOMETRIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN JUARO (Pangasius polyuranodon) DI SUNGAI KAPUAS BAGIAN HILIR KABUPATEN KUBU RAYA. Lumempouw, Maura Thesalonika; Munir, Ahmad Mulyadi Sirodjul; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.86450

Abstract

Ikan juaro (Pangasius polyuranudon) Ikan juaro atau yang biasa disebut juga ikan patin juare oleh masyarakat lokal ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar omnivora yang hidup di tepian sungai besar seperti sungai-sungai di Kalimantan dan Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan juaro berupa morfometrik dan hubungan panjang berat ikan juaro di Sungai Kapuas bagian hilir. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 2 bulan di aliran Sungai Kapuas bagian hilir. Pengambilan sampel ikan juaro akan dilakukan dengan membagi aliran Sungai Kapuas yang berada di Desa Kumpai menjadi 2 stasiun dengan jarak masing-masing stasiun sejauh 1km dengan karakteristik kedua stasiun yang berbeda dimana stasiun satu merupakan area pemukiman dan tambak ikan sedangkan untuk stasiun kedua. Alat yang diperlukan yaitu alat tangkap berupa pukat dengan ukuran mesh size 1-4 inch dengan panjang pukat 30-40 meter. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Sungai Kapuas bagian hilir Kabupaten Kubu Raya didapatkan total 73 ekor ikan juaro, dengan jumlah jantan sebanyak 30 ekor dan betina sebanyak 43 ekor . Sedangkan rata-rata Panjang total (PT) dan berat untuk ikan betina yaitu 330 mm dan 370 gr. Hasil pengukuran parameter fisika kimia di Perairan Sungai Kapuas bagian hilir kabupaten Kubu Raya, yaitu suhu air berkisar antara 28 - 30 ℃, pH air berkisar antara 5.0 "“ 5.5 dan DO berkisar antara 4.4 "“ 4.7 mg/l.
POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN BETUTU ( Oxyeleotris marmorata) DI PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBU RAYA Wahyuni, Eva Sri; Sirojul Munir, Ahmad Mulyadi; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.86263

Abstract

Terentang adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya yang terdiri dari 10 Desa dengan luas wilayah 746,40 km ² dan jumlah penduduk 13,416 jiwa. Tujuan menganalisis pola pertumbuhan, faktor kondisi dan faktor lingkngan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel ikan yang dilakukan secara terpilih berdasarkan stasiun yaitu stasiun ke-1 dekat dermaga pelabuhan kapal dan stasiun ke-2 di desa Kaliampo. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan Juni 2024 di perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Pola pertumbuhan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di Perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya yaitu bersifat alometrik negatif karena nilai b < 3, Nilai faktor kondisi secara keseluruhan ikan betutu yang didapat di perairan kecamatan terentang pada rata-rata 0,46053-2,64429, ini menandakan faktor kondisi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di Perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya berbentuk kurus pipih, Kondisi perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya masi sesuai untuk kehidupan Ikan Betutu.
Biologi Reproduksi Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Endang, Endang; Padmarsari Soetignya, Widadi; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.94141

Abstract

Abstrak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Kabupaten Sambas merupakan salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kalimantan Barat. PPN Pemangkat berperan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap. Salah satu jenis ikan pelagis yang didaratkan di PPN Pemangkat yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis). Tujuan penelitian ini mengatahui biologi reproduksi ikan tongkol meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari Februari sampai dengan April 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang diamati selama penelitian sebanyak 60 ekor, terdiri dari 32 ekor jantan dan 28 ekor betina dengan rasio kelamin yang didapatkan 1,1:1. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) yang diperoleh baik jantan dan betina adalah TKG I-IV. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan Jantan berkisar antara 044-5,33% dan nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan IKG ikan tongkol betina yang berkisar antara 2,13-8,63%. Hasil penelitian fekunditas total ikan tongkol secara keseluruhan berkisar antara 268.593-668.039 butir telur. Fekunditas relatif terhadap panjang total ikan berkisar antara 14029-26898 butir/cm, sedangkan fekunditas relatif terhadap berat total ikan berkisar antar 315-594 butir/gram. Kata Kunci: biologi reproduksi,Euthynnus affinis, PPN Pemangkat
PENDUGAAN STOK IKAN MANYUNG (ARIUS THALASSINUS) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS Putri Ananta, Marzela; Soetignya, FX Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99919

Abstract

Ikan manyung (Arius thalassinus) merupakan salah satu komoditas perikanan demersal bernilai ekonomis penting yang banyak didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sungai Rengas, Kalimantan Barat. Produksi ikan manyung menunjukkan fluktuasi setiap tahunnya sehingga diperlukan kajian stok untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi stok ikan manyung melalui perhitungan hasil tangkapan per satuan upaya (Catch Per Unit Effort/CPUE), potensi maksimum lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY), tingkat pemanfaatan (TPc), serta jumlah tangkapan yang diperbolehkan (Total Allowable Catch/TAC). Data yang digunakan berupa data sekunder produksi tangkapan dan upaya penangkapan dengan jaring insang selama periode 2015–2024. Analisis dilakukan menggunakan model surplus produksi Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan nilai MSY sebesar 15.338 kg/tahun dengan upaya optimum sebesar 88 unit/tahun. Tingkat pemanfaatan ikan manyung rata-rata sebesar 89,18% yang tergolong padat tangkap, sedangkan TAC ditetapkan sebesar 12.270 kg/tahun (80% dari MSY). Beberapa tahun menunjukkan kondisi pemanfaatan melebihi TAC, yaitu tahun 2017, 2020, 2022, dan 2024, sehingga berpotensi mengalami overfishing. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pengendalian upaya dan penerapan kuota tangkapan berbasis TAC guna menjaga keberlanjutan stok ikan manyung di PPP Sungai Rengas.
KEBIASAAN MAKAN DAN MAKANAN IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleura) DI SUNGAI SAMIH DESA KUMPANG TENGAH KECAMATAN SEBANGKI KABUPATEN LANDAK Wati, Kristina Eka; Soetigynya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.101310

Abstract

Samih River, located in Kumpang Tengah Village, Sebangki District, Landak Regency, is widely utilized by the local community for various activities, including excessive fishing. This activity has caused a decline in the population of economically valuable fish species, namely the kelabau fish (Osteochilus melanopleura). This study was conducted to analyze the feeding habits and diet of kelabau fish in Kumpang Tengah Village, Sebangki District, Landak Regency, from January to March 2025, consisting of three research stations based on environmental conditions. Kelabau fish were collected using gill nets and fishing lines, and data analysis was carried out using the Index of Preponderance (IP), the Index of Stomach Content (ISC), and relative gut length. The results showed that the main food of kelabau fish was phytoplankton with an IP value of 98.25%, followed by supplementary foods such as aquatic plants and zooplankton with IP values of 1.74% and 0.014%, respectively. Kelabau fish are herbivorous, as indicated by the relative gut length (ISC) values found: 1.232% at station three, 1.081% at station two, and 0.980% at station one.
Dinamika Populasi Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Yang Didadartkan di Pangkalan Pendaratan Ikan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat Silma, Asyifa Adzania; Padmarsari Soetginya, Widadi; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.92807

Abstract

Ikan tenggiri merupakan salah satu jenis ikan yang paling sering didaratkan dan sangat diminati. Data tangkapan menunjukkan peningkatan signifikan untuk ikan tenggiri, dari 293. 409 ton pada tahun 2019 menjadi 488. 300 ton pada tahun 2022. Namun, penangkapan ikan tenggiri yang terus-menerus dapat berdampak pada populasi ikan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk memahami dinamika populasi ikan tenggiri, termasuk aspek pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran panjang ikan, hubungan antara panjang dan berat, laju pertumbuhan, serta tingkat mortalitas. Penelitian didahului dengan survei lapangan untuk mengetahui kondisi lokasi dan jenis alat tangkap yang digunakan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari nelayan. Data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan FISAT 2 untuk menganalisis lebih lanjut, yang mencakup distribusi frekuensi panjang, hubungan antara panjang dan berat, serta parameter pertumbuhan. Selama penelitian pada Bulan September-November 2024 yang berlokasi di PPI Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, sebanyak 233 ekor ikan tenggiri telah diambil sebagai sampel. Frekuensi panjang ikan dikelompokkan menjadi 9 kelas dengan interval panjang 4 cm. Panjang ikan tenggiri yang ditemukan berkisar antara 51-86 cm. Kelas panjang tertinggi terdapat pada kisaran 71-74 cm dengan jumlah 35 ekor, sedangkan kelas terendah pada kisaran 83-86 cm dengan 12 ekor. Sebagian besar ikan tenggiri memiliki panjang antara 59-74 cm, dengan jumlah total 101 ekor.Analisis hubungan panjang dan berat ikan tenggiri dilakukan melalui regresi, yang menunjukkan pola pertumbuhan ikan tenggiri bersifat allometrik negatif. Dengan persamaan W = 0,0867L²,46, ditemukan bahwa pertambahan panjang ikan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat. Parameter pertumbuhan dianalisis berdasarkan persamaan Von Bertalanffy, dimana panjang asimptotik (L∞) ditemukan sebesar 85,05 cm, dengan koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,51 per tahun. Analisis mortalitas dan eksploitasi menunjukkan nilai mortalitas total (Z) sebesar 1,62 per tahun, mortalitas alami (M) 0,87 per tahun, dan mortalitas karena penangkapan (F) 0,74 per tahun, serta laju eksploitasi (E) 0,46 per tahun. Hal ini menunjukkan eksploitasi dalam pemanfaatan atau penangkapan terhadap ikan tenggiri termasuk dalam kategori pemanfataan masih dalam batas aman Balancedfishing).