Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Identifikasi Biodiversitas Hutan Mangrove sebagai Potensi Ekowisata di Kelurahan Sedau Kota Singkawang Siva Devi Azahra; Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih; Yunita Magrima Anzani
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53226

Abstract

Mangrove forests are ecosystems that have potential value to be developed as natural tourism objects. This study aims to analyse the potential of mangrove forests based on the ecological perspective of flora and fauna to be used as a natural tourism area. The object of this research is a mangrove forest and the resources in it located in Sedau Village, Singkawang City, West Kalimantan Province, Indonesia. Characteristics of mangrove forest flora and fauna are determined through species composition analysis while the potential of mangrove forests as nature tourism is analysed using descriptive qualitative. The composition of flora and fauna species found in the study area as a whole consists of 7 species of mangrove trees, 6 species of herpetofauna, 4 species of aves, 2 species of mammals, and 5 species of arthropods found in the mangrove forest area. Based on the analysis of mangrove forest potential, this area has the potential to be developed as an ecotourism destination.
POLA PERTUMBUHAN IKAN KIPER (Scatophagus Argus) DI MUARA SUNGAI DURI KECAMATAN SUNGAI RAYA KEBUPATEN BENGKAYANG Amelia, Putri; Mulyadi S Munir, Achmad; Magrima Anzani, Yunita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.97454

Abstract

Ikan kiper (Scatophagus argus) yang biasa disebut juga ikan ketang oleh masyarakat lokal, ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak ditemukan di perairan Indo-Pasifik dari Kuwait hingga Fiji dan dari Jepang bagian utara hingga selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan kiper pola pertumbuhan ikan kiper. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di muara Sungai Duri. Pengambilan sampel ikan kiper dibagi menjadi 3 stasiun dengan karakteristik ketiga stasiun yang berbeda yang dimana stasiun satu merupakan muara sungai, stasiun kedua merupakan kawasan mangrove dan stasiun 3 merupakan pemukiman masyarakat. Alat yang diperlukan yaitu alat tangkap berupa jaring insang dengan ukuran mesh size 1-1,5 inch dengan panjang 20-30 meter. Analisis hubungan panjang berat menggunakan persamaan 〖W=aL〗^bdan transformasi logaritmik untuk menentukan nilai b sebagai indikator pola pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kiper jantan memiliki persamaan 〖W=0,02L〗^2,6702 dengan nilai b = 2,67 sedangkan ikan betina memiliki persamaan 〖W=0,1216L〗^1,8429dengan nilai b = 1,84. pada kedua jenis kelamin menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukkan kondisi perairan masih layak untuk kehidupan ikan kiper karena masih sesuai dengan PP No. 22 Tahun 2021 baku mutu kelas III.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN PERIFITON EPIFITIK DI SUNGAI DESA SENGAWANG KABUPATEN SAMBAS Selviyani, Selviyani; Munir, Achmad Mulyadi Sirojul; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102308

Abstract

Perifiton merupakan organisme yang hidup menempel pada substrat seperti tumbuhan, kayu, hewan, dan batu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan perifiton di Sungai Desa Sengawang Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April 2025 di Sungai Desa Sengawang, Kabupaten Sambas, dan mengunakan metode purpossive sampling. Pengambilan sampel perifiton dilakukan dengan mengerik seluruh permukaan substart tumbuhan. Komposisi perifiton epifitik yang ditemukan di Sungai Desa Sengawang 21 genera yang berasal dari 3 kelas yaitu Bacillariophyta 80,42%, Chlorophyta 12,26%, dan Cyanophyta 7,33%. Kelimpahan perifiton distasiun 1 sejumlah 6416 sel/cm², stasiun ke 2 dengan kelimpahan terendah sejumlah 2168 sel/cm², dan kelimpahan tertinggi pada stasiun 3 sejumlah 14,202 sel/cm².
Identifikasi Ektoparasit Pada Ikan Toman (Channa micropeltes) Hasil Tangkapan Alam dan Budidaya Di Desa Beringin Kabupaten Sambas Nurfatehah, Nurfatehah; Mulyadi, Ahmad; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.91422

Abstract

Ikan Toman (Channa micropeltes) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kerena memiliki nilai gizi dan ekonomis yang tinggi. Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang ikan di bagian luar pada tubuh ikan. Pada dasarnya infeksi ektoparasit pada ikan dapat menimbulkan kerugian. Meskipun kerugian tersebut tidak sebesar kerugian akibat infeksi organisme patogen lain seperti virus dan bakteri, infeksi ektoparasit dapat menjadi salah satu faktor predisposisi bagi infeksi organisme patogen yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan toman baik dari tangkapan alam maupun budidaya di Desa Salwa Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Purposive Sampling dan Random Sampling yang dilakukan di setiap stasiun. Hasil pengamatan selama penelitian yaitu jenis ektoparasit yang ditemukan ada dua jenis ektoparasit yang menyerang ikan toma yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang dan Argulus pada kulit ikan. Prevalensi ikan toman stasiun I yaitu 15% termasuk kategori sering dan infeksi sering, stasiun II yaitu 10% termasuk kategori sering dan infeksi sering dan stasiun dan IV yaitu 5% termasuk kategori terkadang dan infeksi terkadang sedangkan pada kolam budidaya stasiun I yaitu 80% termasuk kategori biasa dan infeksi biasa, stasiun II dan III yaitu 50-60% termasuk kategori sering kali dan infeksi sangat sering, dan stasiun IV 30% termasuk kategori umumnya atau infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II, III dan IV pada tangkapan alam dan budidaya berkisar antara 1-2 ekor/ind, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.Kata Kunci: Desa salwa, Ektoparasit, Ikan Toman
Identifikasi Ektoparasit pada Benih Ikan Biawan (Helostoma temminckii) di Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (UPT-PBAPL) Kalimantan Barat Fajar, Frolensius Fernando; Mulyadi, Ahmad; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.78330

Abstract

Ikan biawan (Helostoma temminckii) adalah ikan asli indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan, seperti daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Di Kalimantan Barat budidaya ikan biawan di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan biawan yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. Untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan biawan (Helostoma temminckii) dari kolam yang berada dikolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL. Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dan DO mengunakan DO Meter dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut dan suhu akan terlihat pada monitor DO Meter. Identifikasi parasit pada ikan biawan dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara purposive (ikan dengan gejala-gejala seperti kerusakan pada organ luar tubuh dan tingkah laku ikan) dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 120 sampel benih ikan biawan dari satu kolam, ditemukan 14 sampel ikan positif terserang ektoparasit dan hanya satu jenis ektoparasit yang menginfeksi benih ikan, yaitu Dactylogyrus sp. Prevalensi pada ikan biawan menunjukan jumlah ikan yang terinfeksi paling banyak ditemukan di sampling ke IV yaitu 5 ekor sedangkan jumlah ikan yang teridentifikasi yang paling sedikit di temukan pada sampling ke II yaitu 2 ekor. Intensitas pada ikan biawan menunjukan intensitas pada sampling I, II, III dan IV termasuk dalam kategori rendah menurut Kabata (1985), intensitas ikan yang terinfeksi ektoparasit adalah 1-2 individu /ekor yang masuk kedalam kategori rendah.
Bioekologi Ikan Tilan (Mastacembelus unicolor) Di Sungai Sangah, Desa Banying, Kabupaten Landak Lestari, Ayu; Soetignya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.91413

Abstract

Fish are one of the important components in the aquatic ecosystem, therefore we need important information, one of which is through a bioecological approach, one of which is the bioecology of black tilan. Black spiny eel fish (Mastacembelus unicolor) living in the Sangah River, Banying Village, Landak Regency has never been researched on bioecology. The purpose of this study is to analyze longitudinal distribution, feeding habits, population structure and its relationship with aquatic habitat. The research was conducted March to May 2024 at 3 sampling station, namely Station I, Station II, and Station III. Sampling was carried out using trawlers, arrows and fishing rods. Water quality measurements are carried out in-situ at the time of fish sampling. The number of black spiny eel obtained was 32. The results of the study show that the distribution is spread across the three stations with different abundances. food habits are classified as carnivores with the RGL of station I of 0,286, station II of 0,284, station III of 0,302. The main food consisted of the food group of platyhelmintes with a percentage of 77.59%, the food group of crustaceans and nematodes as complementary foods with a percentage of 9.80% and 8.33%, then the food group of insects, annelids, phytoplankton and plants was supplementary food with a percentage of <4%. The relationship between the length weight of black spiny eel with the regression equation y = 3,36x "“ 3,1945 shows that the growth pattern of black tilan is allometric positive and the condition factor value is 0.000206 which indicates that the black spiy eel population is in poor condition. The average water quality value of each station in Sungai Sangah is DO in the range of 5,6-6,4 mg/l, temperature 27,9-28,4 OC, pH 6,4-6,6, current velocity 21,8-32,6 m/s, brightness 66,7-67,1 cm and depth range 99-120 cm.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Andika, Arya; Mulyadi, Ahmad; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.91907

Abstract

Penelitian keanekaragaman jenis ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau terdiri dari empat stasiun pengamatan pada bulan April-Mei 2024. Pemilihan stasiun pengamatan secara terpilih (purposive sampling) yaitu berdasarkan pertimbangan terwakili keadaan perairan. Hasil penelitian terdapat 18 jenis dari 11 famili dari ikan yang berhasil dikumpulkan berjumlah 156 ekor ikan menggunakan tajur, serok, bubu dan pukat. Hasil pengamatan menunjukan adanya keragaman jenis ikan yang diperoleh di Kawasan Bendungan Merowi. Stasiun 1 tercatat ada 9 spesies dari 6 famili, stasiun 2 ditemukan 12 spesies dari 9 famili, di stasiun 3 ditemukan 15 spesies dari 10 famili dan pada stasiun 4 ditemukan 14 spesies dari 10 famili. Kelimpahan jenis ikan tertinggi pada setiap stasiun berasal dari famili Cyprinidae, yaitu masingmasing pada stasiun 1,2,3 dan 4 adalah 55.17%, 53.38%, 61.36% dan 52.63%. indeks keanekaragaman pada stasiun 1,2,3 dan 4 berada pada kategori sedang dengan kisaran yaitu nilai 1,99, 2,03, 2,29 dan 2,34. Sedangkan untuk Indeks keseragaman berada dalam katagori merata dengan nilai secara berturut-turut yaitu 0,60, 0,62, 0,61 dan 0,58. sedangkan indeks dominasi berada pada kondisi stabil dan tidak ada jenis ikan tertentu yang mendominasi dengan nilai pada setiap stasiun 0,17, 0,15, 0,11 dan 0,12.
In adaption of river continuum concept as correlation to macroinvertebrates functional feeding group in Cisadane Rivers headwater Yunita Magrima Anzani; Majariana Krisanti; Yusli Wardiatno
Depik Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.28372

Abstract

River Continuum Concept (RCC) is an approach that describes the dynamic changes in the river system, the changes that occur are physical conditions (order of the river, canopy cover, and land use) and also the structure and function of communities. Functional feeding groups (FFG) of macroinvertebrates are related to environmental gradients in aquatic systems, including river ecosystem attributes. This study aimed to correlate the function of the macroinvertebrate communities with Cisadanes River headwater conditions based on RCC and also to estimate the attributes of the river ecosystem. This research was conducted in the headwaters of the Cisadane River, West Java-Indonesia. One of Cisadanes River headwaters was located in Mount Halimun-Salak National Park. Macroinvertebrates were collected from four sites inside the park (stations 1, 2, 3, and 4) and from two sites outside the park (stations 5 and 6). Collections were made twice a month, from April to June 2015 using a Surber sampler. The results showed that shredders and predators were relatively higher at stations inside the national park than at those outside the national park. While scrappers and collectors at stations located inside the national park were relatively lower than at stations outside the park. The value of the P/R ratio showed that all of the stations were heterotrophy. CPOM/FPOM ratio represents that shredder availability is high enough at stations inside the national park. While TFPOM/BFPOM ratio is slightly below the normal threshold value. HSI showed that the condition of the riverbed substrate stability is quite good. Composition changes of macroinvertebrates showed suitability with RCC. River ecosystem attributes and abiotic stream characteristics of Cisadanes River headwater support macroinvertebrate life and are in accordance with RCC.Keywords:EcologyMacroinvertebrateNational ParkRiparianRiver
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN ALIRAN SUNGAI RESUN, KABUPATEN LINGGA, KEPULAUAN RIAU Kurnianto, Alief; Purnama, Aji; Dhamanda, Fariz; Al Haddad, Fatmah; Melani, Winny Retna; Zulfikar, Andi; Amelia, Karla; Nugraha, Tito Aria; Anzani, Yunita Magrima; Apriadi, Tri
Biospecies Vol. 19 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v19i2.48997

Abstract

 The Resun River is located in North Lingga Village, Lingga Regency, Riau Islands. Besides being a tourist attraction, the Resun River is also used by local communities for anthropogenic activities such as bathing and washing. The presence of macrozoobenthos can serve as an indicator in assessing river water quality. This research was conducted from July to September 2023 with the aim of determining the structure of the macrozoobenthos community and water quality status based on the presence of macrozoobenthos in the Resun River, Lingga Regency. Sampling locations were determined using a purposive sampling method, taking into account land use conditions and anthropogenic activities, with three sampling stations. The data analysis used was in the form of macrozoobenthos community structure and Family Biotic Index (FBI). Macrozoobenthos found in the Resun River consisted of 5 families. The predominance of Elmidae at Station 1 and 2 suggests highly oxygenated and relatively undisturbed environmental conditions. Conversely, the increased abundance of Chironomidae at Station 3 indicates greater anthropogenic influence, reflecting spatial variation in disturbance levels within the Resun River ecosystem. Based on the Family Biotic Index analysis, the water quality of the Resun River ranged from excellent to good, with FBI values of 3.34 – 4.57, indicating slight degradation of the aquatic ecosystem. The Resun River generally demonstrated favorable ecological conditions. Nonetheless, anthropogenic pressures observed near Station 3 merit further investigation, as they may contribute to increased inputs of organic pollutants into the aquatic system.
DISTRIBUSI UKURAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) YANG DIDARATKAN DI DESA KUBU Supriadi, Abang Reza; Padmarsari, F.X. Widadi; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105988

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak diminati masyarakat, termasuk di kawasan PT. Kandelia Alam, Desa Kubu. Kegiatan pemanfaatan yang dilakukan secara intensif mempengaruhi kondisi populasinya. Oleh karena itu, diperlukan kajian distribusi ukuran sebagai informasi dasar pengelolaan kepiting bakau yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan pada Agustus – Oktober 2025. Tujuan penelitian untuk menganalisis parameter distribusi ukuran. Pemilihan nelayan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 10% dari populasi. Kepiting hasil tangkapan nelayan diamati secara sensus, diukur lebar karapas dan beratnya, lalu dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan sebaran frekuensi lebar karapas kepiting jantan berkisar 60 – 151 mm, dengan berat berkisar 89 – 854 g, sedangkan betina berkisar 61 – 142 mm, dengan berat 94 – 495 g. Nisbah kelamin kepiting bakau menggambarkan tidak seimbang (2,81:1). Perlu adanya upaya pengelolaan dan penangkapan yang selektif di perairan Desa Kubu