Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Microbiological Quality Analysis and Identification of Lactic Acid Bacteria from the Product of Fermentation of Mackerel Sukmawati Sukmawati
Bioscience Vol 8, No 1 (2024): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bsc.v8i1.123909

Abstract

Mackerel is a type of fish that has high nutritional value, this fish is a source of protein and is in great demand by many people. Mackerel can be processed into various types of processed food, one of which is through the fermentation process. The purpose of this study was to determine the microbiological quality, to determine the characteristics and the number of lactic acid bacteria , and to identify the species of lactic acid bacteria found in the fermented mackerel product. The results showed that the microbiological test of mackerel fermented products had the highest total plate number (ALT) in the Fit.L sample, namely 4.2x105 cfu/g, followed by the Fit.C sample with a value of 2.4x104 cfu/g, and the lowest value was in the Fit. A sample  4.3x103 cfu/g. The total plate number (ALT) in each test sample stated that the number did not exceed the maximum limit of the Indonesian national standard. Microbiological test results through the E.coli estimator test of the three samples showed a value of <3 APM/g, then the reinforcement test results were declared not to contain E.coli bacteria.The number of lactic acid bacteria (LAB) present in the mackerel fermented product sample showed the highest value in the Fit.L sample, namely 1.8x104 cfu/g, then in the Fit.C sample with a value of 2.6x103 cfu/g, while the lowest was in the Fit. A sample whose value is 3.6x102 cfu/g. The morphological characteristics of the LAB colonies from the three samples showed the same characteristics, namely round shape, smooth edges and convex elevation. The results of the identification of the two isolates from the two samples stated that the Fit.A isolate was identified as Staphylococcus condimenti strain DSM 11674 and the Fit.C isolate was identified as Lactobacillus reuteri strain 1444
SOSIALISASI PENERAPAN SISTEM AGROFORESTRY UNTUK KEBERLANJUTAN LAHAN PERTANIAN Ponisri Ponisri; Nurul Fajeriana; Sukmawati Sukmawati; Bertha Mangallo; Ishak Musaad; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong memiliki potensi lahan pertanian seluas 20 ha dengan topografi beragam, dari datar hingga berbukit, yang rentan terhadap erosi dan penurunan kualitas tanah. Masyarakat setempat, dengan berbagai latar belakang profesi, sebagian besar adalah petani yang masih mengandalkan sistem monokultur. Sistem agroforestry diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan keberlanjutan lahan melalui integrasi tanaman dan pohon guna mencegah erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab, melibatkan 22 petani untuk memberikan pemahaman mengenai teknik dan manfaat agroforestry. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani tentang agroforestry masih rendah, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan untuk mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan. Sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman tentang agroforestry, dengan beberapa hal yang terkait pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan, pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia, dampak positif dari agroforestry dan kesadaran akan keberlanjutan lahan. Sehingga kedepannya kesadaran kelompok tani akan menerapkan system agroforestry dan keberlanjutan lahan dapat dilaksanakan lebih baik lagi dengan pendampingan secara kontinyu pada kelompok tani.
Isolasi Bakteri Selulolitik dari Limbah Kulit Pisang Sukmawati Sukmawati
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 2 No. 1 (2018): Biotropic, Volume 2, Nomor 1, 2018
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2018.2.1.46-52

Abstract

Cellulose can be found in whole parts of plants. Cellulose can be degraded by cellulose enzyme. Cellulose enzyme is produced by cellulolytic bacteria which has ability to degrade the cellulose and fiber. Cellulose enzyme is extremely important in industry sector. This research aims to isolate the cellulosic bacteria of peel waste of Banana in Sorong, West Papua. This research used isolation and purification method by using 1 gram of Banana peel. It was isolated in CMC (Carboxymethyl cellulose) selective media and morphology characteristic test using 400X-1000X microscope and zone index test. The result showed that the cellulosic ability was found in isolate B with pure zone index 3mm and the smallest pure zone index was in isolate H with pure zone index 0,8 mm. while, the isolate C had zone pure index 1,5 mm, isolate D 1,625 mm, isolate E 1 mm, isolate F 0,714mm, and isolate G 2 mm.
Pengembangan Minat Baca Dan Pengenalan Bahasa Inggris Dasar Pada Anak-Anak Kelurahan Saoka Ibrahim; sukmawati; Rahmatullah Bin Arsyad; Muhammad Syahrul Kahar; Moh Arief Nur Wahyudien; Apriliando Tumbio; Andini Khairun Niza; Clara Tania Putri; Thia Iriani Safira; Irma Kammu
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 08 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Saoka Distrik Maladumes merupakan salah satu kelurahan terbesar serta merupakan kawasan pariwisata di kota sorong Provinsi Papua barat. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yaitu pada umumnya berpendidikan rendah dan buta aksara serta memiliki pendapatan yang rendah. Kemampuan literasi dasar seperti membaca, menulis, dan menghitung (Calistung) masih sangat kurang. Motivasi anak-anak untuk sekolah sangat kurang serta sebagian besar anak-anak usia sekolah belum menempuh pendidikan sekolah dasar. Upaya mengatasi permasalahan tersebut yaitu memberikan pemahaman akan pentingnya pendidikan. Sosialisasi  dan pelatihan pengembangan  minat baca serta pengenalan bahasa inggris dasar menjadi langkah awal dalam upaya pembinaan kepada masyarakat. Informasi pemahaman pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan masyarakat kelurahan Saoka. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut yaitu pendekatan persuasif, gotong-royong, turut berbaur bersama masyarakat, dan pembinaan secara langsung dalam program pengembangan minat baca disertai pengenalan bahasa inggris dasar.
Pengaruh Lama Penyimpanan Produk Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Asap Terhadap Nilai Mutu Organoleptik Dan Nilai Mutu Mikrobiologi Di Pasar Remu Kota Sorong sukmawati
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 8 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v8i2.16824

Abstract

Proses pengasapan ikan di Indonesia khususnya di Sorong, masih dilakukan pengasapan secara tradisionall dengan modal dan skala usaha kecil sehingga penggunaan alat masih sederhana, selain itu sanitasi dan hygiene masih kurang diperhatikan dalam penanganan dan pengolahannya. Produk ikan yang diproses secara tradisional sangat rentan terhadap kerusakan mikrobiologi akibat kontaminasi bakteri patogen, jamur patogen maupun racun yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) asap tehadap nilai mutu organoleptik dan nilai mutu Mikrobiologi di Pasar Remu Kota Sorong, dan untuk mengetahui jumlah koloni pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) asap di Pasar Remu Kota Sorong. Metode yang dalam penalitian ini yakni deskriptif dan eksperimen. Perlakuan lama penyimpanan pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) asap pada hari ke-1,hari ke-3,hari ke-5 memberikan pengaruh terhadap nilai mutu organoleptik untuk kenampakan ikan, tekstur ikan, bau ikan rasa ikan, dan terdapat jamur, sedangkan untuk pengamatan lendir tidak memberikan pengaruh pada ketiga sampel baik dari hari ke-1,hari ke-3, maupun hari ke-5 sampel tidak menunjukan adanya lendir pada bagian dalam maupun luar daging ikan. Jumlah total plate mikroba pada ikan cakalang asap pada hari ke-1 untuk sampel A = 1,6X105 ,sampel B =1,2X105 dan sampel C = 3,6X104 menunjukan bahwa total plate count(TPC) tidak melwati batas standar maksimum SNI, Sedangkan untuk pengamatan hari ke-3 dan hari ke-5 baik sampel A, sampel B, maupun sampel C jumlah total plate count mikroba pada sampel tersebut melewati batas maksimum SNI.
Analisis Total Plate Count (TPC) Mikroba pada Ikan Asin Kakap di Kota Sorong Papua Barat Sukmawati Sukmawati; Fatimah Hardianti
Jurnal Biodjati Vol 3 No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2368

Abstract

Ikan Asin kering merupakan salah satu produk perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya di kota Sorong, ditandai dengan tingginya permintaan konsumen. Tingginya permintaan konsumen tidak menjamin kualitas ikan tersebut aman dari cemaran, baik cemaran zat kimia, fisika, dan cemaran mikrobiologi. Produk ikan asin kering harus terjaga dari cemaran agar dapat dikonsumsi dengan aman.  Produk pangan yang aman ialah produk yang  bebas dari bahan pengawet atau bahan kimia yang tidak dianjurkan seperti formalin. Selain itu, jumlah mikroba pada produk tersebut tidak boleh melewati batas standar maksimum nasional Indonesia. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis total plate count mikroba pada ikan asin kakap batu di kota Sorong. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil analisis data total plate count mikroba pada ikan asin kakap batu (Lutjanus vivanus) secara berturut-turut sebagai berikut; pada faktor pengenceran 10-4- 10-5  mulai dari sampel LG memiliki jumlah koloni 2.36 x 107 – 5 x 107 cfu/g, sampel KB 1.84 x 107 – 5.9 x107, dan sampel KS memiliki jumlah koloni 2.06 x 107- 6.7 x 107. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan asin kakap batu tersebut tidak layak untuk dikonsumsi, sebab jumlah angka lempeng total (ALT) melewati batas maksimum standar nasional Indonesia.
Pemberdayaan UMKM Bahari Nusantara Melalui Pelatihan Abon Ikan Tuna Di Kampung Yeflio Sukmawati Sukmawati; Ponisri Ponisri; Febrianti Rosalina; Darma Darma; Murtiningrum Murtiningrum; Bherta Mangallo; Herlyn Winda Wie Leba; Sulfiana Sulfiana; M Saleh Rumwokas; Yermias Suruan; Anugerah Reindra Lamma Durand; Maikel Antoh
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7xtgdq23

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat pesisir, khususnya kelompok UMKM Bahari Nusantara, dalam mengolah ikan tuna menjadi produk abon bernilai tambah, bergizi, tahan lama, serta berpotensi di pasarkan secara luas. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta dan dilaksanakan melalui metode pelatihan, demonstrasi, serta evaluasi pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pengetahuan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kemampuan peserta, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai 89–91% setelah pelatihan. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam teknik pengemasan produk yang higienis, menarik, dan sesuai standar pemasaran. Program ini tidak hanya berhasil mentransfer keterampilan teknis, tetapi juga diharapakan dapat menghidupkan kembali aktivitas kelompok UMKM agar mampu berproduksi secara mandiri dan berkelanjutan berbasis potensi sumber daya perikanan lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan), 2 (Tanpa Kelaparan), dan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Pemberdayaan Kelompok Mama-mama Papua melalui Pelatihan Diversifikasi Abon Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Malanu, Papua Barat Daya Sukmawati Sukmawati; Sulfiana Sulfiana; Fatimah Hardianti A
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 20, No 1 (2023): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan diversifikasi abon ikan cakalang yang dilakukan di Malanu merupakan suatu bentuk pemberdayaan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada Mama-mama Papua dalam memanfaatkan dengan baik sumber daya alam yang tersedia. Ikan cakalang merupakan salah satu spesies ikan yang banyak dan mudah diperoleh di Papua Barat Daya khususnya Kota Sorong. Pada umumnya masyarakat hanya mengkonsumsi ikan cakalang dalam bentuk olahan rumahan saja seperti dibakar, digoreng dan dimasak langsung. Namun dengan adanya pelatihan diversifikasi abon ikan cakalang ini, bertujuan mampu meningkatkan keterampilaan dalam mengolah ikan cakalang yang berbeda dari biasanya, serta menambah wawasan Mama-mama Papua terkait cara pengolahan ikan cakalang. Sehingga akan menambah daya tarik untuk mengkonsumsinya dan menambah nilai ekonomis yang tinggi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pelatihan diversifikasi abon ikan cakalang dengan penambahan jantung pisang sebagai sumber serat kepada Mama-mama Papua. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu meningkatkan wawasan dan keterampilan Mama-mama Papua dalam mengolah ikan cakalang menjadi diversifikasi olahan abon ikan cakalang.