Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : MOTION

PENGEMBANGAN ALAT PENYEDOT MADU KLANCENG HUTAN MENGGUNAKAN DINAMO SOCK DRAT 160 PSI DAN SPEED CONTROLLER Syaputra, Edo; Retno Eka Pramitasari; Mohammad Munib Rosadi; Dian Anisa Rokhmah Wati
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6228

Abstract

Pengembangan alat penyedot madu menggunakan dinamo sock drat 160 Psi dan Speed Controller ini dilakukan karena pada alat terdahulu masih terdapat kekurangan, yaitu lambatnya proses pemanenan karena pompa dinamo terlalu kecil dan wadah madu hanya berukuran 500 ml. Sehingga pengembangan dengan menggunakan dinamo sock drat 160 Psi ini dilakukan agar alat dapat lebih maksimal dan cepat dalam proses pemanenan madu.Metode penelitian yang digunakan adalah R&D (Research & Development) sebuah metode untuk menghasilkan produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada dan digunakan sebagai pengujian keefektifan produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain dari pengembangan alat penyedot madu dan untuk mengetahui waktu penyedotan dari alat. Hasil pembuatan dan perakitan dari pengembangan alat penyedot madu ini telah sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat. Uji validasi alat juga dilakukan. Untuk hasil uji validasi alat dari uji fungisonalnya, alat ini mendapatkan rata – rata nilai 87,5% dengan kriteria sangat baik. Untuk uji kelayakannya, alat ini mendapatkan rata – rata nilai 100% dengan kriteria nilai sangat baik. Pada saat proses uji coba alat,  media yang digunakan adalah madu. Hasil yang didapatkan dari alat ini dalam waktu 10 menit 21 detik yaitu 450 ml.
ANALISIS VARIASI PENDINGIN DAN METODE PENGELASAN TERHADAP KEKERASAN PADA MATERIAL BAJA PADUAN KARBON RENDAH MENGGUNAKAN LAS SMAW Wahyu Aji Peratama; Fajar Satriya Hadi; Ali Hasbi Ramadani; Retno Eka Pramitasari
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6340

Abstract

Pengelasan adalah suatu metode yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih logam menggunakan energi panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode pengelasan dan jenis bahan pendinginan setelah proses pengelasan terhadap kekerasan yang dihasilkan, dengan variasi posisi 1G, 2G, 3G, dan 4G dan variasi jenis bahan pendingin air kelapa, pasir, dan udara. Data yang didapatkan dari penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari masing-masing pengujian mendapatkan nilai kekerasan yang tidak sama. Dimana nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada variasi posisi pengelasan 2G dengan pendinginan air kelapa mendapatkan nilai kekerasan 322,4 kg/mm2, kemudian kekerasan yang paling rendah menggunakan variasi posisi pengelasan 1G menggunakan media pendinginan pasir nilai yang dihasilkan adalah 192,8 kg/mm2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap variasi posisi pengelasan dan variasi pendinginan yang digunakan berpengaruh terhadap nilai kekerasan
ANALISIS PENGARUH KUAT ARUS DAN JENIS ELEKTRODA TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA BAJA ST 37 DENGAN MENGGUNAKAN LAS SMAW Alvian Dwi Jayanto; Basuki; Fajar Satriya Hadi; Retno Eka Pramitasari
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6341

Abstract

Pengelasan adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang continue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh arus pengelasan dan jenis elektroda terhadap kekuatan tarik dengan variasi arus 85 A, 105 A, 125 A dan variasi jenis elektroda E6010 dan E6013. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan metode komperatif dengan melakukan uji T dan dibantu software SPSS 16. Hasil dari uji T menyatakan bahwa terdapat pengaruh arus pengelasan terhadap uji tarik dengan nilai signifikansi sebesar 0.003 < 0.05 dan terdapat pengaruh dari jenis elektroda terhadap uji tarik dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 serta nilai T hitung 5.592 > 2.131. Untuk hasil yang diperoleh dari uji F menyatakan bahwa terdapat pengaruh arus pengelasan dan jenis elektroda secara simultan terhadap kekuatan tarik dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 serta nilai F hitung 22.140 > 3.63.
RANCANG BANGUN TRAINER PENGEREMAN SEPEDA MOTOR TIPE DISK BRAKE DENGAN MENGGUNAKAN SINGLE PISTON CALIPER Erdin Dwi Setiawan; Mohammad Munib Rosadi; Retno Eka Pramitasari
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6342

Abstract

Rem merupakan sebuah komponen keselamatan pada seorang pengendara, dengan adanya komponen tersebut mampu mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan. Secara umum rem berkembang pada kendaraan roda dua yaitu rem cakram (disk brake) dan rem tromol (drum brake). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan desain trainer pengereman dan menganalisa performa pada trainer pengereman. Penelitian dari rancang bangun trainer pengereman sepeda motor tipe disk brake dengan menggunakan single piston caliper menggunakan metode R&D (research and development. Pada proses perancangan diawali dengan pembuatan desain alat meliputi, desain rangka, pulley, v-belt, pillow block dan batang as. Kemudian adanya proses perakitan dan pengujian alat mahasiswa mampu mengetahui sistem kerja pada pengereman tipe disk brake.
PENGARUH VARIASI KADAR PEREKAT TERHADAP LAJU PEMBAKARAN PADA BRIKET BERBAHAN DASAR SERBUK KAYU Edi Sunaryo; Dian Anisa Rokhmah Wati; Retno Eka Pramitasari; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v2i02.6343

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh variasi kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran variasi komposisi bahan serbuk kayu 95% : 5% perekat, serbuk kayu 90% : 10% perekat, serbuk kayu 85% : 15% perekat, serbuk kayu 80% : 20% perekat, serbuk kayu 75% : 25% perekat. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalisis menggunakan uji kruskal wallis pada aplikasi SPSS 25. Hasil Dari Penelitian ini diketahui nilai signifikan untuk pengaruh kadar perekat pada briket berbahan dasar serbuk kayu terhadap laju pembakaran adalah 0,012 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima yang berarti ada perbedaan signifikan.
PENGEMBANGAN MESIN CURING SABLON MENGGUNAKAN LAMPU CARBON FIBER UNTUK MENINGKATKAN NILAI EFISIENSI Cahyono, Aris Tri; Pramitasari, Retno Eka; Basuki; Arif Irfa'i, Mohammad
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7066

Abstract

Sablon plastisol saat ini menjadi sablon standar internasional yang juga paling sering direkomendasikan untuk sablon kaos. Alat pengering tinta plastisol umumnya menggunakan Hot gun, Flash curing, dan Curing gas, namun semua alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menghitung nilai efisiensi mesin pengering tinta sablon menggunakan lampu carbon fiber. Pada penelitian ini peneliti mendeskripsikan bagaimana perancangan mesin pengering tinta sablon dan menganalisa efisiensi mesin pengering tinta sablon. Metode penelitian ini mengadopsi metode R&D (research and development). Pengujian alat menggunakan metode observasi dan angket dengan mengajukan beberapa pertanyaan atau angket, meliputi pengujian fungsional alat dan pengujian kesesuaian alat untuk verifier. Rata-rata hasil pengumpulan data yang diperlukan untuk pengeringan tinta sablon plastisol ukuran A4 kurang dari 1 menit dengan suhu yang dihasilkan mencapai 400ᵒC. Efisiensi arus yang dihasilkan mesin pengering tinta sablon mencapai 96% karena tidak terjadi kebocoran arus, sedangkan nilai efisiensi termal mesin pengering tinta sablon mencapai 45,4% karena memiliki desain yang tebuka sehingga menyebabkan ada panas yang terbuang.
PENGARUH PERSENTASE SEKAM PADI DAN TANAH GAMBUT SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET TERHADAP KADAR KARBON Setiawan, Saeful; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Rosadi, Mohammad Munib
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Komposisi 70 % sekam padi 30 % tanah gambut, 75 % sekam padi 25 % tanah gambut, 80 % sekam padi 20 % tanah gambut, 85 % sekam padi 15 % tanah gambut, dan 90 % sekam padi 10 % tanah gambut. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan metode nonparametrik yaitu uji Kurskal Wallis. Hasilnya menunjukan nilai signifikan sebesar 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Sehingga H1 diterima (terdapat perbedaan signifikan pengaruh proporsi sekam padi dan tanah gambut terhadap kandungan kadar karbon) dan H0 ditolak.
PENGEMBANGAN ALAT PEMERAS MADU DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR DRYER ES-T95CR DAN SPEED CONTROL Khabibulloh, Wildan Wahyu; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7286

Abstract

Pengembangan alat pemeras madu dengan menggunakan motor dryer ES-T95CR dan speed control ini dilakukan karena pada observasi ke peternak lebah didapati masih menggunakan cara manual. Hal ini sangat mempengaruhi lamanya proses pengolahan madu setelah pemanenan. Oleh karena itu, pengembangan alat pemeras madu ini dilakukan agar proses pemerasan madu lebih efisien atau lebih cepat diproses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dari alat pemeras madu dan untuk mengetahui unjuk kerja dari alat yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode RnD (research and development). Hasil penelitian ini yaitu berupa hasil pengembangan alat dan unjuk kerja alat pemeras madu. Maka diperoleh hasil pengembangan alat dari manual ke mesin otomatis. Penelitian ini menggunakan uji validasi. hasil uji fungsional alat diperoleh nilai 3,75 dengan kriteria baik. Untuk uji kelayakan alat mendapat nilai 4,4 dengan kriteria sangat baik. Pada hasil uji coba alat yaitu dengan kecepatan minimum memperoleh waktu 1 menit 39 detik dengan volume yang didapatkan lebih maksimal sebesar 56 gram dengan ampas yang 35 gram. Sedangkan dengan kecepatan maksimum memperoleh waktu 1 menit 14 detik dengan volume yang didapat sebesar 50 gram dan ampas sebesar 43 gram. Jumlah peningkatan efisiensi dengan kecepatan minimum 17,2% dan kecepatan maksimum sebesar 30,8%.
ANALISIS PENGARUH UKURAN PILOT JET DAN MAIN JET TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN HONDA MEGAPRO 160 CC: ANALISIS PENGARUH UKURAN PILOT JET DAN MAIN JET TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN HONDA MEGAPRO 160 CC Eko Wahyu Nugroho, Eko; Mohammad Munib Rosadi; Basuki; Retno Eka Pramitasari
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.8990

Abstract

Karburator merupakan sparepart yang berguna untuk memadukan udara dengan bahan bakar. Sistem karburator mempunyai kelebihan mudah dimodifikasi termasuk pada bagian pilot jet dan main jet. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi ukuran pilot jet dan main jet terhadap daya mesin Honda Megapro 160 cc. Penelitian ini menggunakan medote eksperimental kuantitatif, dimana mengubah ukuran pilot jet dan main untuk mengetahui perbandingan hasil daya yang dihasilkan. Data yang diperoleh dari pengujian disajikan dengan bentuk tabel dan grafik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daya tertinggi dihasilkan oleh pengujian variasi 2 dengan ukuran 40/110 pada Rpm 8800 dengan nilai 15.81 Hp, dan torsi tertinggi dihasilkan oleh pengujian variasi 2 dengan ukuran 40/110 pada Rpm 8800 dengan nilai 14.27 N.m. Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran pilot jet dan main jet yang dipakai maka semakin besar juga daya dan torsi yang dihasilkan.
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37 Feri Hariyanto; Retno Eka Pramitasari; Fajar Satriya Hadi; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.9047

Abstract

Indikator proses pembubutan mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis media pendingin dan kecepatan putar terhadap nilai kekasaran permukaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, adapun variabel yang digunakan yaitu cairan pendingin dan kecepatan putar. Cairan pendingin yang digunakan Oli 10W-40, dan Oil cutting. Sedangkan kecepatan putar 300 rpm dan 460 rpm dengan kedalaman potong 1mm, variabel terikatnya ialah besarnya nilai kekasaran permukaan benda kerja yang dilakukan pengujian tiga titik tertentu disetiap spesimen dan variabel kontrolnya pada penelitian ini yaitu mesin bubut tipe C0636N, material ST 37, putaran spindel berlawanan dengan jarum jam, Kecepatan putar 300 rpm dan 460 rpm, feeding sebesar 0,130 mm/s dan Operator mesin bubut C0636N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan 300 rpm, oli 10W-40 menghasilkan kekasaran permukaan 6,45 µm, sedangkan oil cutting 4,00 µm. Pada kecepatan 460 rpm, kekasaran permukaan dengan oli 10W-40 sebesar 2,79 µm, sedangkan dengan oil cutting 2,51 µm. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa oil cutting lebih efektif dalam mengurangi kekasaran permukaan dibandingkan oli 10W-40 karena memiliki viskositas yang lebih optimal dalam membentuk lapisan pelumas dan pendinginan.