Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : MOTION

PENGEMBANGAN MESIN CURING SABLON MENGGUNAKAN LAMPU CARBON FIBER UNTUK MENINGKATKAN NILAI EFISIENSI Cahyono, Aris Tri; Pramitasari, Retno Eka; Basuki; Arif Irfa'i, Mohammad
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7066

Abstract

Sablon plastisol saat ini menjadi sablon standar internasional yang juga paling sering direkomendasikan untuk sablon kaos. Alat pengering tinta plastisol umumnya menggunakan Hot gun, Flash curing, dan Curing gas, namun semua alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menghitung nilai efisiensi mesin pengering tinta sablon menggunakan lampu carbon fiber. Pada penelitian ini peneliti mendeskripsikan bagaimana perancangan mesin pengering tinta sablon dan menganalisa efisiensi mesin pengering tinta sablon. Metode penelitian ini mengadopsi metode R&D (research and development). Pengujian alat menggunakan metode observasi dan angket dengan mengajukan beberapa pertanyaan atau angket, meliputi pengujian fungsional alat dan pengujian kesesuaian alat untuk verifier. Rata-rata hasil pengumpulan data yang diperlukan untuk pengeringan tinta sablon plastisol ukuran A4 kurang dari 1 menit dengan suhu yang dihasilkan mencapai 400ᵒC. Efisiensi arus yang dihasilkan mesin pengering tinta sablon mencapai 96% karena tidak terjadi kebocoran arus, sedangkan nilai efisiensi termal mesin pengering tinta sablon mencapai 45,4% karena memiliki desain yang tebuka sehingga menyebabkan ada panas yang terbuang.
PENGARUH PERSENTASE SEKAM PADI DAN TANAH GAMBUT SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET TERHADAP KADAR KARBON Setiawan, Saeful; Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Rosadi, Mohammad Munib
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Komposisi 70 % sekam padi 30 % tanah gambut, 75 % sekam padi 25 % tanah gambut, 80 % sekam padi 20 % tanah gambut, 85 % sekam padi 15 % tanah gambut, dan 90 % sekam padi 10 % tanah gambut. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan metode nonparametrik yaitu uji Kurskal Wallis. Hasilnya menunjukan nilai signifikan sebesar 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Sehingga H1 diterima (terdapat perbedaan signifikan pengaruh proporsi sekam padi dan tanah gambut terhadap kandungan kadar karbon) dan H0 ditolak.
PENGEMBANGAN ALAT PEMERAS MADU DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR DRYER ES-T95CR DAN SPEED CONTROL Khabibulloh, Wildan Wahyu; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Mohammad Munib Rosadi
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal MOTION: November
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i1.7286

Abstract

Pengembangan alat pemeras madu dengan menggunakan motor dryer ES-T95CR dan speed control ini dilakukan karena pada observasi ke peternak lebah didapati masih menggunakan cara manual. Hal ini sangat mempengaruhi lamanya proses pengolahan madu setelah pemanenan. Oleh karena itu, pengembangan alat pemeras madu ini dilakukan agar proses pemerasan madu lebih efisien atau lebih cepat diproses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dari alat pemeras madu dan untuk mengetahui unjuk kerja dari alat yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode RnD (research and development). Hasil penelitian ini yaitu berupa hasil pengembangan alat dan unjuk kerja alat pemeras madu. Maka diperoleh hasil pengembangan alat dari manual ke mesin otomatis. Penelitian ini menggunakan uji validasi. hasil uji fungsional alat diperoleh nilai 3,75 dengan kriteria baik. Untuk uji kelayakan alat mendapat nilai 4,4 dengan kriteria sangat baik. Pada hasil uji coba alat yaitu dengan kecepatan minimum memperoleh waktu 1 menit 39 detik dengan volume yang didapatkan lebih maksimal sebesar 56 gram dengan ampas yang 35 gram. Sedangkan dengan kecepatan maksimum memperoleh waktu 1 menit 14 detik dengan volume yang didapat sebesar 50 gram dan ampas sebesar 43 gram. Jumlah peningkatan efisiensi dengan kecepatan minimum 17,2% dan kecepatan maksimum sebesar 30,8%.
ANALISIS PENGARUH UKURAN PILOT JET DAN MAIN JET TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN HONDA MEGAPRO 160 CC: ANALISIS PENGARUH UKURAN PILOT JET DAN MAIN JET TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN HONDA MEGAPRO 160 CC Wahyu Nugroho, Eko; Mohammad Munib Rosadi; Basuki; Retno Eka Pramitasari
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.8990

Abstract

Karburator merupakan sparepart yang berguna untuk memadukan udara dengan bahan bakar. Sistem karburator mempunyai kelebihan mudah dimodifikasi termasuk pada bagian pilot jet dan main jet. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi ukuran pilot jet dan main jet terhadap daya mesin Honda Megapro 160 cc. Penelitian ini menggunakan medote eksperimental kuantitatif, dimana mengubah ukuran pilot jet dan main untuk mengetahui perbandingan hasil daya yang dihasilkan. Data yang diperoleh dari pengujian disajikan dengan bentuk tabel dan grafik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daya tertinggi dihasilkan oleh pengujian variasi 2 dengan ukuran 40/110 pada Rpm 8800 dengan nilai 15.81 Hp, dan torsi tertinggi dihasilkan oleh pengujian variasi 2 dengan ukuran 40/110 pada Rpm 8800 dengan nilai 14.27 N.m. Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran pilot jet dan main jet yang dipakai maka semakin besar juga daya dan torsi yang dihasilkan.
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37 Feri Hariyanto; Retno Eka Pramitasari; Fajar Satriya Hadi; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal MOTION: Mei
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v3i02.9047

Abstract

Indikator proses pembubutan mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis media pendingin dan kecepatan putar terhadap nilai kekasaran permukaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, adapun variabel yang digunakan yaitu cairan pendingin dan kecepatan putar. Cairan pendingin yang digunakan Oli 10W-40, dan Oil cutting. Sedangkan kecepatan putar 300 rpm dan 460 rpm dengan kedalaman potong 1mm, variabel terikatnya ialah besarnya nilai kekasaran permukaan benda kerja yang dilakukan pengujian tiga titik tertentu disetiap spesimen dan variabel kontrolnya pada penelitian ini yaitu mesin bubut tipe C0636N, material ST 37, putaran spindel berlawanan dengan jarum jam, Kecepatan putar 300 rpm dan 460 rpm, feeding sebesar 0,130 mm/s dan Operator mesin bubut C0636N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan 300 rpm, oli 10W-40 menghasilkan kekasaran permukaan 6,45 µm, sedangkan oil cutting 4,00 µm. Pada kecepatan 460 rpm, kekasaran permukaan dengan oli 10W-40 sebesar 2,79 µm, sedangkan dengan oil cutting 2,51 µm. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa oil cutting lebih efektif dalam mengurangi kekasaran permukaan dibandingkan oli 10W-40 karena memiliki viskositas yang lebih optimal dalam membentuk lapisan pelumas dan pendinginan.
PERBEDAAN PENGGUNAAN VARIASI MERK BAHAN BAKAR GASOLINE PADA MESIN 1NR-VE NORMALLY ASPIRATED TERHADAP EMISI GAS BUANG Supiyadi, Ahmad; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10690

Abstract

His research is motivated by researchers who are interested in testing Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels by comparing the differences in exhaust emissions. The purpose of this study is to determine the exhaust emissions of Pertamax, Shell Super, and Mobil fuels.This study uses an experimental method with testing variations of 3 fuels. This test was carried out with several variations of rpm. This test uses an exhaust gas analyzer on a 1NR-VE engine. For the rpm variations used, the rpm is 800 to 4000 with a difference of 200 in each rpm. The data results are processed using a table and described using a diagram to determine the exhaust gas graph produced by the engine.The results of the study showed that there was a difference in the test results with the test results using Pertamax fuel showing the best HC value at rpm 2800 with an HC value of 0 Ppm and with a CO₂ gas value of 12%. While for the HC gas value in Shell Super fuel, the best is at rpm 2000, 2600, 2800, and rpm 3400 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90% and for Car fuel, the test results with the best HC gas value at rpm 2600 with a value of 0 Ppm and CO₂ gas of 11.90%.
ANALISA LAJU PENGERINGAN DAN NILAI EFISIENSI TERMAL DITINJAU DARI MASSA KUNYIT DENGAN MESIN PENGERING TIPE RAK Mubin, Fatkhur; Retno Eka Pramitasari; Dian Anisa Rokhmah Wati; Basuki
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10810

Abstract

Abstrak Kunyit merupakan tanaman obat yang dikenal diberbagai negara, hal ini dikarenakan manfaat yang luar biasa pada bidang kesehatan dan industri makanan. Salah satu tahapan yang penting dalam proses pengolahan kunyit yaitu proses pengeringan, yang bertujuan untuk menjaga kualitas kunyit, seperti kurkumin serta memudahkan penyimpanan kunyit. Pengeringan kunyit dapat dilakukan dengan berbagai metode, yaitu pengeringan secara manual dan bantuan alat. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Mesin yang digunakan untuk menguji pengeringan kunyit yaitu mesin pengering tipe rak. Mesin ini berfungsi sebagai alat pengering kunyit dengan durasi yang cukup singkat. Dalam pengujiannya, dilakukan dengan menggunakan massa kunyit yang berbeda, yaitu 1 kg, 1.2 kg, dan 1.6 kg. Hal ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi laju pengeringan pada proses pengeringan kunyit menggunakan mesin pengering tipe rak. Data akan diolah dengan menggunakan beberapa persamaan yang mendukung untuk mencari nilai yang diinginkan. Hasil yang diperoleh yaitu nilai rata-rata laju pengeringan kunyit pada massa 1 kg sebesar 7.88 kg/m2jam, pada massa kunyit 1.2 kg adalah 9.08 kg/m2jam, sedangkan pada massa 1.6 kg adalah 11.10 kg/m2jam. Adapun Nilai rata-rata efisiensi termal proses pengeringan kunyit terdapat pada variasi massa kunyit 1 kg, dengan nilai 55,52%, untuk variasi massa 1,2 nilai rata-rata efisiensi termal yaitu 43,06%, sedangkan pada variasi massa 1,6 kg nilai rata-rata efisiensi termal adalah 38,64%. Nilai efisiensi termal akan semakin besar jika massa kunyit semakin sedikit.
RANCANG BANGUN NOZZLE BURNER PADA PELEBURAN ALUMINIUM BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS Dwi Saputra, Reza; Fajar Satriya Hadi; Retno Eka Pramitasari; Mochmmad Arif Irfa'I
Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal MOTION: November 2025
Publisher : UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/motion.v4i1.10820

Abstract

Nozzle adalah alat penyemprotan aliran fluida cair atau gas untuk meningkatkan kecepatan aliran keluar. Penggunaan Nozzle untuk mengarahkan atau memodifikasi aliran fluida digunakan mengontrol laju aliran, kecepatan, arah, massa, bentuk, dan tekanan. Nozzle memiliki fungsi untuk memecah cairan fluida menjadi butiran partikel halus menyerupai kabut. Pada campuran bahan bakar semakin kecil ukuran partikel pengkabutan bahan bakar menghasilkan pembakaran, semakin sempurna yang diindikasikan dengan meningkatnya temperatur pembakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui desain dan mengetahui bagaimana performa nozzle untuk peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas. Perancangan nozzle burner pada peleburan alumunium berbahan bakar oli bekas menggunakan metode R&D (research and devlopment). Serta melalui uji fungsional dan uji kelayakan dengan memberikan angket pada validator untuk mengetahui dari performa nozzle yang dirancang. Pada desain jenis nozzle yang dipakai adalah nozzle dua fluida (two-fluid nozzle) dengan sistem pencampuran internal (internal mixing), yang membuat pencampuran udara dan bahan bakar terjadi di dalam nozzle untuk menghasilkan atomisasi yang lebih halus dan pembakaran yang efisien. Sistem ini bekerja pada tekanan 30 PSI guna kestabilan dan intensitas nyala api yang optimal. Hasil performa pengujian menunjukkan bahwa nozzle mampu menghasilkan suhu pembakaran sebesar 723,1°C, yang telah melebihi titik lebur aluminium yaitu 660°C.