Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Revitalisasi Badan Usaha Milik Desa yang Inovatif dalam Mengembangkan Desa Wisata di Desa Dongko, Trenggalek Prihatiningtyas, Wilda; Wahyuni, Indria; Noviyanti, Upik Dyah Eka; Noventri, Ardhana Christian
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): IJPM - April 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.401

Abstract

Mitra sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Permasalahan mitra yaitu (1) Belum optimalnya pengelolaan potensi alam yang ada di Desa Dongko; (2) Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang peran BUMDesa sebagai penyangga perekonomian desa; (3) Belum optimalnya pengelolaan BUMDesa. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan skill kelompok mitra dalam mengelola potensi yang dimiliki desa sehingga dapat bernilai ekonomis, serta mengoptimalkan fungsi BUMDesa sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli desa dan perekonomian masyarakat desa. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari n3 tahap. Pertama yakni persiapan, kedua yakni pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, dan ketiga yakni tahap evaluasi. Adapun hasil dari pengabdian ini yakni adanya publikasi media online, video kegiatan (youtube) dan reels IG sebagai sarana promosi, meningkatnya pemahaman pentingnya BUMDes sebagai instrumen pendukung pengembangan desa wisata, serta draft paket wisata di Desa Dongko.
Advocacy on Combating Hunger: Political Will of the Kedunggebang Village Government to Implement Banyuwangi Tanggap Stunting Programs in 2022 Harris, Rahadyan Fajar; Wahyuni, Indria; Prihatiningtyas, Wilda
Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Vol. 5 No. 1 (2023): Various Issues on Advocacy, Policy-Making, and Law Enforcement
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijals.v5i1.29845

Abstract

The imperative to expedite the reduction of stunting rates has emerged as a paramount policy goal, garnering unanimous support from local governments across Indonesia. Banyuwangi Regency, in its commitment to this cause, has introduced the Banyuwangi Tanggap Stunting (BTS) Program, an innovative initiative aimed at diminishing stunting prevalence. The success of this program hinges on the endorsement and proactive involvement of all village governments within Banyuwangi Regency. Crucially, the efficacy of such policies necessitates a foundation rooted in the Political Will of village governments to facilitate implementation. This study delves into the case of Kedunggebang Village, situated in the Tegaldlimo District, which has embarked on the BTS program through a collaborative, cross-sectoral approach and extensive community counseling efforts. The primary objective of this research is to elucidate the Political Will exhibited by the Kedunggebang village government in supporting the BTS initiative, while also examining the impediments encountered during its implementation. Employing qualitative descriptive methods and in-depth interviews, this research employs the Brinkerhoff Theory as an analytical framework. Notably, the study stands out as a multidisciplinary exploration, scrutinizing public health concerns through the lenses of public policy and government bureaucracy. The findings reveal a nuanced scenario where the Kedunggebang Village Government demonstrates a lower level of Political Will, yet exhibits the capacity to effectively implement the BTS program. Consequently, the study advocates for essential bureaucratic reforms, including the enactment of village regulations, the formulation of comprehensive village development plans, and the establishment of a dedicated task force to accelerate the reduction of stunting rates.
Logical Fallacy Regulasi Pengaturan Tata Niaga Impor Garam Bagi Kesejahteraan Rakyat Cahyani, Indah; Ulhaq, Hayyan; Wahyuni, Indria; Ariyanti, Dwi; Yulianingsih, Indra
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 22, No 3 (2025): Jurnal Legislasi Indonesia - September 2025
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v22i3.1478

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk menganalisis beberapa (legal logical fallacy) kesesatan dalam logika hukum tata niaga impor garam di Indonesia. Hal ini penting mengingat garam sebagai salah satu sumber daya strategis bagi kehidupan masyarakat. Seharusnya pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap petani dalam memproduksi garam. Ironisnya pemerintah gagal menciptakan iklim yang kondusif bagi produktifitas garam nasional yang berdampak pada kegagalan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap kedaulatan pangan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari angka-angka impor garam setiap tahun dalam jumlah yang sangat masif. Tentu kenyataan atas kebijakan impor garam menunjukkan paradoks ekstrim mengingat Indonesia sebagai negara pemilik bentangan laut terpanjang di dunia setelah Kanada, masih mengimpor garam yang bahan bakunya berasal dari laut. Jelas sekali bahwa akar masalahnya dalam penyimpangan tata niaga impor garam berakar pada kualitas kebijakan hukum administratif yang menjadi dasar dalam kebijakan impor garam tersebut. Untuk memvisualisasi kesalahan administratif tersebut, penelitian ini menemukan beberapa kesalahan kebijakan administratif 1.) Fallacy Logic in Trade of Salt, 2.) Fallacy Logic in Trade of Salt Import, 3.) Fallacy Logic in Salt Farmer Protection.
Rural Green Financing for Energy Transition : Confronting Challenges In Village-Based Implementation Indria Wahyuni; Sujatmoko, Emanuel; Prihatiningtyas , Wilda; Pramudita, Deah Ajeng
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6910

Abstract

Indonesia’s target of achieving net-zero emissions by 2060 requires a massive energy transition, which must be implemented starting at the village level. Green energy independence at the village level will significantly contribute to the national energy mix target. Given that the energy transition entails a substantial financial burden, private sector participation is imperative. Green bonds have emerged as a viable financing instrument, with Village-Owned Enterprises serving as strategic entities for implementation. This study examines the challenges of accessing green financing to strengthen village capacity in undertaking energy transition initiatives. Employing a normative juridical approach—encompassing statutory, conceptual, and comparative analyses—the research highlights the critical role of green bonds, as one of the key financial mechanisms, in advancing village-based energy transition. The findings indicate that while green bonds are recognised as an important financing tool, their legal framework remains underdeveloped, thereby limiting their potential as an effective instrument of green financing
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemilahan Sampah dalam Rangka Optimalisasi Desa Wisata Edukasi Lingkungan di Desa Gunungsari Madiun Indria Wahyuni; Wilda Prihatiningtyas; Tatiek Sri Djatmiati; Emanuel Sujatmoko; Sri Winarsi; Lanny Ramli
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v4i1.103

Abstract

Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata hijau (Green tourism-village). Di setiap akhir pekan Pasar Punden di desa Gunungsari ramai pengunjung dari desa-desa lainnya. Sistem perdagangan yang unik dengan menggunakan token dari bambu berwarna-warni menambah ketertarikan desa ini. Melihat geliat perkembangan yang ada saat ini, desa Gunungsari dapat dijadikan desa percontohan wisata edukasi lingkungan. Salah satu isu yang utama adalah pemilahan sampah. Kegiatan sehari-hari di desa Gunungsari, dan utamanya kegiatan akhir pekan di pasar punden menyisakan banyak sampah baik berupa sampah plastik dan nonplastik. Belum dilakukannya upaya untuk memilah sampah serta masih minimnya tempat pembuangan sampah menjadikan pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Mendasarkan pada analisa kebutuhan tersebut, maka pendampingan ini digagas untuk memberikan pemahaman dan pendampingan atas potensi desa Gunungsari sebagai Desa Edukasi Lingkungan melalui pemilahan sampah dari tahap awal. Pemahaman ini penting untuk menghapuskan pandangan bahwa sampah hanyalah sampah dan tidak bermanfaat bagi masyarakat secara ekonomi. Dengan melakukan pendampingan atas potensi desa ini sebagai Desa Edukasi Lingkungan, diharapkan akan memberikan efek domino bagai desa-desa lain di sekitarnya, juga bagi masyarakat pengunjung mengenai pentingnya melakukan pemilahan sampah.
Pengembangan AR (Augmented Reality) Mangrove Berbasis Website Pada Materi Keanekaragaman Hayati Muhammad Aris Mulya Firmansyah; Dwi Ratnasari; Mahrawi Mahrawi; Indria Wahyuni
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v3i2.915

Abstract

This study aims to develop web based Augmented Reality (AR) learning media on mangrove biodiversity (RovAR) materials, and assess the feasibility of media from experts and samples. This study is a Research and Development study. The research sample consisted of 20 students of class X science. The RovAR learning media development process was carried out by analyzing various problems and potential media development innovations obtained from schools and literature studies, collecting initial data to support the media development process, designing media products by making system architecture designs, storyboards, and visualizing system designs. The applications used are Blender, Sketchfab.com, Affinity Designer, Zapwork Designer, Zapwork Studio and Wordpress.com. The results of the expert test analysis showed that the average score from the material expert team was 72% and from the media expert team it was 82.2% in the good media category. The results of the students' response test showed that the media feasibility interpretation score from the use of the SUS instrument is 80.125, which means that RovAR is a good medium. The students accept the RovAR learning media as a suitable medium to be used to help them understand mangrove material on biodiversity material.