Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Logical Fallacy Regulasi Pengaturan Tata Niaga Impor Garam Bagi Kesejahteraan Rakyat Cahyani, Indah; Ulhaq, Hayyan; Wahyuni, Indria; Ariyanti, Dwi; Yulianingsih, Indra
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 22, No 3 (2025): Jurnal Legislasi Indonesia - September 2025
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v22i3.1478

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk menganalisis beberapa (legal logical fallacy) kesesatan dalam logika hukum tata niaga impor garam di Indonesia. Hal ini penting mengingat garam sebagai salah satu sumber daya strategis bagi kehidupan masyarakat. Seharusnya pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap petani dalam memproduksi garam. Ironisnya pemerintah gagal menciptakan iklim yang kondusif bagi produktifitas garam nasional yang berdampak pada kegagalan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap kedaulatan pangan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari angka-angka impor garam setiap tahun dalam jumlah yang sangat masif. Tentu kenyataan atas kebijakan impor garam menunjukkan paradoks ekstrim mengingat Indonesia sebagai negara pemilik bentangan laut terpanjang di dunia setelah Kanada, masih mengimpor garam yang bahan bakunya berasal dari laut. Jelas sekali bahwa akar masalahnya dalam penyimpangan tata niaga impor garam berakar pada kualitas kebijakan hukum administratif yang menjadi dasar dalam kebijakan impor garam tersebut. Untuk memvisualisasi kesalahan administratif tersebut, penelitian ini menemukan beberapa kesalahan kebijakan administratif 1.) Fallacy Logic in Trade of Salt, 2.) Fallacy Logic in Trade of Salt Import, 3.) Fallacy Logic in Salt Farmer Protection.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemilahan Sampah dalam Rangka Optimalisasi Desa Wisata Edukasi Lingkungan di Desa Gunungsari Madiun Indria Wahyuni; Wilda Prihatiningtyas; Tatiek Sri Djatmiati; Emanuel Sujatmoko; Sri Winarsi; Lanny Ramli
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v4i1.103

Abstract

Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata hijau (Green tourism-village). Di setiap akhir pekan Pasar Punden di desa Gunungsari ramai pengunjung dari desa-desa lainnya. Sistem perdagangan yang unik dengan menggunakan token dari bambu berwarna-warni menambah ketertarikan desa ini. Melihat geliat perkembangan yang ada saat ini, desa Gunungsari dapat dijadikan desa percontohan wisata edukasi lingkungan. Salah satu isu yang utama adalah pemilahan sampah. Kegiatan sehari-hari di desa Gunungsari, dan utamanya kegiatan akhir pekan di pasar punden menyisakan banyak sampah baik berupa sampah plastik dan nonplastik. Belum dilakukannya upaya untuk memilah sampah serta masih minimnya tempat pembuangan sampah menjadikan pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Mendasarkan pada analisa kebutuhan tersebut, maka pendampingan ini digagas untuk memberikan pemahaman dan pendampingan atas potensi desa Gunungsari sebagai Desa Edukasi Lingkungan melalui pemilahan sampah dari tahap awal. Pemahaman ini penting untuk menghapuskan pandangan bahwa sampah hanyalah sampah dan tidak bermanfaat bagi masyarakat secara ekonomi. Dengan melakukan pendampingan atas potensi desa ini sebagai Desa Edukasi Lingkungan, diharapkan akan memberikan efek domino bagai desa-desa lain di sekitarnya, juga bagi masyarakat pengunjung mengenai pentingnya melakukan pemilahan sampah.
Collaboration between Village-Owned Enterprises and Tourism Awareness Groups in Tourism Village Management in Dongko Village-Trenggalek: Kolaborasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan Kelompok Sadar Wisata dalam Pengelolaan Desa Wisata di Desa Dongko-Trenggalek Prihatiningtyas, Wilda; Wahyuni, Indria; Ramli, Lanny; Sujatmoko, Emanuel; Butar Butar, Franky; Noventri, Ardhana Christian
Jurnal Dedikasi Hukum Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jdh.v5i1.39727

Abstract

Trenggalek Regency in East Java has set a target to develop 100 tourism villages (SADEWA), one of which is the Dongko tourism village in Dongko District. The establishment of a tourism village requires an organizational structure to manage tourism in the area. Although the government has established the Community Awareness Group for Tourism (Pokdarwis) in the tourism village, the managers still face challenges in effectively managing it. Another issue is the overlapping roles and responsibilities between the Village-Owned Enterprises (BUMDesa) and Pokdarwis in managing the pilot tourism village. Pokdarwis requires guidance on how to operate organizationally, define each party's roles, identify existing problems in destination development, and secure community support. On the other hand, BUMDesa can contribute by providing the necessary infrastructure to support the tourism village through village assets. The objective of this community service activity is to strengthen cooperation between BUMDesa and Pokdarwis in developing a tourism village. Abstrak Kabupaten Trenggalek Jawa Timur memiliki target menumbuhkan 100 desa wisata (SADEWA), dan salah satu yang sedang dirintis adalah desa wisata Dongko di Kecamatan Dongko. Dalam pembentukan desa wisata membutuhkan organisasi kelembagaan yang akan mengelola pariwisata di desa tersebut. Meskipun pemerintah telah menetapkan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa wisata namun dalam perjalanannya pengelola masih memiliki ketidakmampuan dalam mengelola. Masalah lain adalah adanya tumpang tindih tupoksi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dengan Pokdarwis dalam pengelolaan rintisan desa wisata. Pokdarwis membutuhkan pendampingan bagaimana tata organisasi dapat berjalan, tupoksi masing-masing, apa saja permasalahan yang ada dalam pengembangan destinasi dan bagaimana mendapatkan dukungan dari masyarakat. Disisi lain BUMDesa dapat memberikan kontribusinya melalui penyediaan sarana prasarana yang dapat menunjang desa wisata itu sendiri melalui asset desa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat kerjasama antara BUMDesa dan Pokdarwis dalam rintisan suatu desa wisata.
Identifikasi Jenis Mamalia di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak pada Jalur Citalahab dan Cikaniki Dian Ayu Cahyani; Abdul Aziz Nimatulloh; Asadila Pratama Wuri Nugrahini; Eprian Nur Ilman; Falya Adnin; Hida Sofhiatul Aliyah; Indria Wahyuni; Nisah Afifah; Nurkholis Nurkholis; Nurul Azmina; Nurul Fadila; Nurul Khotimah; Putri Handayani; Rani Septiyani; Ratu Zulfi Amaliah; Siska Maryamah; Teti Herawati; Umi Noviana; Wahyu Badarudin
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 11 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v11i1.21194

Abstract

Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memiliki banyak tipe ekosistem dan habitat yang mendukung spesies langka dan endemik termasuk mamalia. Mamalia merupakan kelompok tertinggi tingkatannya dalam kingdom animalia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis mamalia yang terdapat pada kawasan TNGHS. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dan tidak langsung. Hasil yang diperoleh yaitu mamalia yang ditemukan di kawasan TNGHS sebanyak 9 spesies mamalia pada jalur Citalahab dan Cikaniki (5 spesies menggunakan metode pengamatan langsung dan 4 spesies menggunakan pengamatan tidak langsung). Kelimpahan mamalia tertinggi adalah Owa Jawa (Hylobates moloch) dengan persentase nilai kelimpahan sebanyak 33.33%. Adapun berdasarkan hasil perhitungan keanekaragaman di kawasan TNGHS jalur A dan jalur B berada pada kisaran sedang yang artinya penyebaran jumlah individu di Jalur A dan B TNGHS dalam tiap spesies adalah sedang dan kestabilan komunitas juga berada pada kisaran yang sedang.
Inventarisasi Mangrove Di Kawasan Hutan Mangrove Cagar Alam Pulau Dua Reza Amalia; Indria Wahyuni; meliyana Meliyana; Ranisah Ranisah; Riesta Octovian; Siti Eliyana
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 11 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v11i1.21767

Abstract

Mangrove forest is a forest with a pattern shape that is influenced by the presence of tides, with anaerobic soil conditions. Mangrove forests are a group of plants consisting of various types of plants from different families, but have the same morphological and physiological adaptability to habitats affected by tides. The purpose of this study is to inventory and find out the types of plants in the Pulau Dua Serang Nature Reserve Area. The method used in this study is direct exploration with exploration, identification, literature, and documentation. The data analysis carried out in this study was in the form of descriptive qualitative, namely sampling, data collection, documentation, and identification of plant species. The results showed that 20 species of mangroves were found consisting of 15 true mangrove species and 5 associated mangrove species found in the Pulau Dua Nature Reserve Area, Serang City.