Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Logical Fallacy Regulasi Pengaturan Tata Niaga Impor Garam Bagi Kesejahteraan Rakyat Cahyani, Indah; Ulhaq, Hayyan; Wahyuni, Indria; Ariyanti, Dwi; Yulianingsih, Indra
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 22, No 3 (2025): Jurnal Legislasi Indonesia - September 2025
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v22i3.1478

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk menganalisis beberapa (legal logical fallacy) kesesatan dalam logika hukum tata niaga impor garam di Indonesia. Hal ini penting mengingat garam sebagai salah satu sumber daya strategis bagi kehidupan masyarakat. Seharusnya pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap petani dalam memproduksi garam. Ironisnya pemerintah gagal menciptakan iklim yang kondusif bagi produktifitas garam nasional yang berdampak pada kegagalan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap kedaulatan pangan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari angka-angka impor garam setiap tahun dalam jumlah yang sangat masif. Tentu kenyataan atas kebijakan impor garam menunjukkan paradoks ekstrim mengingat Indonesia sebagai negara pemilik bentangan laut terpanjang di dunia setelah Kanada, masih mengimpor garam yang bahan bakunya berasal dari laut. Jelas sekali bahwa akar masalahnya dalam penyimpangan tata niaga impor garam berakar pada kualitas kebijakan hukum administratif yang menjadi dasar dalam kebijakan impor garam tersebut. Untuk memvisualisasi kesalahan administratif tersebut, penelitian ini menemukan beberapa kesalahan kebijakan administratif 1.) Fallacy Logic in Trade of Salt, 2.) Fallacy Logic in Trade of Salt Import, 3.) Fallacy Logic in Salt Farmer Protection.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemilahan Sampah dalam Rangka Optimalisasi Desa Wisata Edukasi Lingkungan di Desa Gunungsari Madiun Indria Wahyuni; Wilda Prihatiningtyas; Tatiek Sri Djatmiati; Emanuel Sujatmoko; Sri Winarsi; Lanny Ramli
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v4i1.103

Abstract

Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata hijau (Green tourism-village). Di setiap akhir pekan Pasar Punden di desa Gunungsari ramai pengunjung dari desa-desa lainnya. Sistem perdagangan yang unik dengan menggunakan token dari bambu berwarna-warni menambah ketertarikan desa ini. Melihat geliat perkembangan yang ada saat ini, desa Gunungsari dapat dijadikan desa percontohan wisata edukasi lingkungan. Salah satu isu yang utama adalah pemilahan sampah. Kegiatan sehari-hari di desa Gunungsari, dan utamanya kegiatan akhir pekan di pasar punden menyisakan banyak sampah baik berupa sampah plastik dan nonplastik. Belum dilakukannya upaya untuk memilah sampah serta masih minimnya tempat pembuangan sampah menjadikan pentingnya edukasi bagi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Mendasarkan pada analisa kebutuhan tersebut, maka pendampingan ini digagas untuk memberikan pemahaman dan pendampingan atas potensi desa Gunungsari sebagai Desa Edukasi Lingkungan melalui pemilahan sampah dari tahap awal. Pemahaman ini penting untuk menghapuskan pandangan bahwa sampah hanyalah sampah dan tidak bermanfaat bagi masyarakat secara ekonomi. Dengan melakukan pendampingan atas potensi desa ini sebagai Desa Edukasi Lingkungan, diharapkan akan memberikan efek domino bagai desa-desa lain di sekitarnya, juga bagi masyarakat pengunjung mengenai pentingnya melakukan pemilahan sampah.
ETHNOBOTANICAL STUDY OF DIGESTIVE SYSTEMS DISORDERS IN BADUY ETHNIC, INDONESIA Khastini, Rida Oktorida; Wahyuni, Indria; Saraswati, Irma
BIOTROPIA Vol. 28 No. 1 (2021): BIOTROPIA Vol. 28 No. 1 April 2021
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.317 KB) | DOI: 10.11598/btb.0.0.0.1055

Abstract

Digestive disorders rank among the most common problems faced in Indonesia, especially for the Baduy people in Banten Province. Although the Baduy live in water-rich areas, their lack of sanitation facilities and unawareness of methods of disease prevention have prompted high morbidity and mortality rates in their communities, largely due to digestive system disorders that they continue to treat with medicinal plants. This survey was undertaken to document Baduy indigenous medicinal plants that were used to treat and prevent different types of digestive system disorders in their communities using quantitative ethnobotanical approaches. Ethno medicinal data were collected from 30 informants regarding their knowledge on medicinal plants. Quantitative approaches were used to determine the use value and informant consensus factor values of collected data. The results revealed that the Baduy currently use 54 medicinal plant species belonging to 30 families to treat digestive system disorders. Additional research is required, however, to validate the function of the medicinal plants and identify their active compounds.
Rural Green Financing for Energy Transition : Confronting Challenges In Village-Based Implementation Indria Wahyuni; Sujatmoko, Emanuel; Prihatiningtyas , Wilda; Pramudita, Deah Ajeng
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6910

Abstract

Indonesia’s target of achieving net-zero emissions by 2060 requires a massive energy transition, which must be implemented starting at the village level. Green energy independence at the village level will significantly contribute to the national energy mix target. Given that the energy transition entails a substantial financial burden, private sector participation is imperative. Green bonds have emerged as a viable financing instrument, with Village-Owned Enterprises serving as strategic entities for implementation. This study examines the challenges of accessing green financing to strengthen village capacity in undertaking energy transition initiatives. Employing a normative juridical approach—encompassing statutory, conceptual, and comparative analyses—the research highlights the critical role of green bonds, as one of the key financial mechanisms, in advancing village-based energy transition. The findings indicate that while green bonds are recognised as an important financing tool, their legal framework remains underdeveloped, thereby limiting their potential as an effective instrument of green financing