Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kepemimpianan Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Digital Mesatulozisokhi Telaumbanua; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu; Ariston Laia
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBI) Vol. 1 No. 02 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/jimbi.v1i02.312

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah secara fundamental cara organisasi merumuskan strategi dan menjalankan operasionalnya. Transformasi digital menuntut perubahan tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada budaya kerja, pola pikir, dan tata kelola organisasi. Dalam konteks ini, kepemimpinan strategis memegang peran sentral untuk mengarahkan proses adaptasi, membangun visi jangka panjang, serta memotivasi anggota organisasi dalam menghadapi tantangan perubahan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kepemimpinan di era digital. Analisis dilakukan dengan menelaah temuan-temuan yang membahas peran kepemimpinan strategis dalam proses transformasi digital, khususnya pada peningkatan kinerja organisasi. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang visioner, adaptif, kolaboratif, dan berbasis data memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi, produktivitas, dan daya saing organisasi digital. Pemimpin yang mampu mengintegrasikan teknologi informasi, mengembangkan budaya inovatif, serta memberdayakan tim berkontribusi pada terciptanya ekosistem kerja digital yang berkelanjutan. Perubahan budaya organisasi, literasi digital, dan kemampuan komunikasi virtual juga diidentifikasi sebagai faktor penting. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan strategis. Pemimpin yang memiliki visi jelas, responsif terhadap dinamika teknologi, dan mampu menciptakan budaya kerja yang kolaboratif akan meningkatkan kinerja organisasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan digital merupakan prasyarat penting dalam membangun organisasi yang tangguh, adaptif, dan kompetitif di era digital.
Talent Management Development & Reskilling/Upskilling Berkat Setiawan Waruwu; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.334

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi strategis antara pengembangan manajemen talenta dengan program reskilling dan upskilling sebagai respons terhadap disrupsi teknologi dan perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Pengembangan talenta menjadi semakin penting ketika organisasi menghadapi pergeseran keterampilan yang dipicu oleh digitalisasi, otomatisasi, serta model bisnis baru yang menuntut adaptasi cepat. Dengan pendekatan mixed-methods yang menggabungkan kajian literatur, survei kuantitatif, dan analisis kasus kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang memungkinkan organisasi merancang dan menerapkan sistem pengembangan talenta dan pembelajaran yang efektif. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan program ditentukan oleh komitmen kepemimpinan, infrastruktur pembelajaran digital, pemetaan kompetensi yang berkelanjutan, serta jalur pembelajaran terpersonalisasi yang selaras dengan tujuan bisnis. Upaya reskilling dan upskilling terbukti berpengaruh signifikan terhadap ketangkasan tenaga kerja, mobilitas internal, dan peningkatan produktivitas ketika diintegrasikan ke dalam kerangka manajemen talenta yang terstruktur. Penelitian ini juga menyoroti hambatan utama, seperti resistensi perubahan, keterbatasan waktu belajar, dan ketidaksesuaian antara materi pelatihan dan kompetensi pekerjaan. Implikasi praktis menekankan pentingnya penguatan budaya belajar, penggunaan analitik SDM berbasis data, serta pengukuran dampak pembelajaran dengan indikator yang jelas untuk memaksimalkan nilai investasi talenta. Secara keseluruhan, integrasi pengembangan talenta dengan reskilling dan upskilling memberikan jalur berkelanjutan bagi organisasi untuk tetap kompetitif dan siap menghadapi masa depan.
Analisis Lingkungan Kerja terhadap Employee Engagement: Literature Review Ardika Immanuel Zebua; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.451

Abstract

Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang menentukan tingkat kenyamanan, motivasi, dan keterlibatan karyawan dalam organisasi. Banyak organisasi masih menghadapi rendahnya employee engagement akibat kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, baik dari aspek fisik maupun psikososial. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap employee engagement melalui kajian literature review sistematis. Metode yang digunakan mencakup identifikasi topik, pencarian dan seleksi artikel full-text periode 2019–2025, analisis konten, serta sintesis temuan untuk mengungkap pola hubungan antarvariabel. Sebanyak sejumlah artikel nasional yang relevan dianalisis berdasarkan dimensi lingkungan kerja, instrumen pengukuran, dan hasil empirisnya. Hasil sementara menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik, seperti ergonomi, fasilitas, dan kebersihan ruang, berkontribusi meningkatkan fokus dan kenyamanan kerja. Sementara itu, lingkungan kerja non-fisik terbukti menjadi prediktor paling kuat bagi engagement melalui dukungan atasan, komunikasi, hubungan kerja, dan budaya organisasi. Temuan sintesis juga mengindikasikan bahwa kepemimpinan berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh lingkungan kerja terhadap keterlibatan karyawan. Secara keseluruhan, sekitar 70–80% studi yang ditelaah menunjukkan hubungan positif signifikan antara kualitas lingkungan kerja dan tingkat engagement karyawan. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi organisasi untuk merancang strategi perbaikan lingkungan kerja sebagai upaya meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan.
Dampak Implementasi Human Resource Information System (HRIS) terhadap Efisiensi Pengelolaan SDM di Era Digital Falestina Lase; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.456

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong organisasi untuk mengadopsi Human Resource Information System (HRIS) guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan sumber daya manusia di era digital. Implementasi HRIS tidak hanya mempermudah pengolahan data kepegawaian, tetapi juga menyediakan informasi yang lebih cepat dan berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan HRIS berkontribusi pada peningkatan kinerja pegawai, efektivitas proses administrasi, serta integrasi fungsi-fungsi SDM secara lebih terstruktur. Namun demikian, pemanfaatan HRIS masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan organisasi, kompetensi pengguna, dan dukungan infrastruktur teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi HRIS terhadap efisiensi pengelolaan SDM dengan meninjau aspek kecepatan proses, ketepatan data, dan kualitas layanan administrasi kepegawaian. Pendekatan yang digunakan berupa kajian pustaka terhadap berbagai hasil penelitian terkini yang relevan dengan topik HRIS dan manajemen SDM di era digital. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai peran strategis HRIS bagi organisasi, serta menjadi dasar pertimbangan dalam merancang kebijakan dan langkah implementasi sistem yang lebih optimal.
Sustainable Human Resource Management Sebagai Strategi Penguatan Keberlanjutan Organisasi Mentalisman Halawa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.471

Abstract

Sustainable Human Resource Management (SHRM) merupakan pendekatan pengelolaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam kebijakan serta praktik SDM secara berkelanjutan. Dalam pendekatan ini, Green Human Resource Management (Green HRM) menjadi salah satu instrumen utama untuk mendorong perilaku hijau karyawan dan membangun budaya organisasi yang peduli lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran SHRM, khususnya melalui praktik Green HRM, sebagai strategi penguatan keberlanjutan organisasi dengan menelaah berbagai hasil penelitian empiris pada beragam sektor seperti perbankan, pariwisata, industri manufaktur, dan jasa lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan meninjau artikel ilmiah yang membahas hubungan praktik Green HRM, budaya organisasi hijau, kinerja lingkungan, dan kinerja berkelanjutan organisasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik Green HRM, antara lain rekrutmen dan seleksi hijau, pelatihan dan pengembangan kompetensi hijau, integrasi indikator lingkungan dalam penilaian kinerja, serta sistem penghargaan yang mendorong perilaku pro-lingkungan, berkontribusi terhadap peningkatan perilaku hijau karyawan, kinerja lingkungan, dan keberlanjutan perusahaan. Selain itu, penerapan manajemen SDM berkelanjutan membantu organisasi menyelaraskan tujuan bisnis dengan tuntutan keberlanjutan sehingga memperkuat kinerja organisasi secara menyeluruh dan mendukung keunggulan bersaing jangka panjang. Temuan tersebut menegaskan bahwa SHRM dapat dimanfaatkan sebagai strategi penting untuk memperkuat keberlanjutan organisasi dengan menempatkan SDM sebagai aktor utama dalam transformasi hijau.
Peran Sustainable Human Resource Management dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi Berkelanjutan (Industri Manufaktur Ramah Lingkungan) Yunisa Halawa; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran strategis Sustainable Human Resource Management (SHRM) dalam mendorong tercapainya kinerja organisasi yang berkelanjutan, terutama di bidang industri manufaktur yang ramah lingkungan. Masalah keberlanjutan semakin menjadi perhatian utama, karena tekanan dari aturan pemerintah, harapan konsumen, serta kelangkaan sumber daya memaksa perusahaan manufaktur untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam kegiatan operasional mereka. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana praktik SHRM seperti perekrutan yang ramah lingkungan, pelatihan berkelanjutan, penilaian kinerja yang memperhatikan lingkungan, serta sistem pengupahan berdasarkan triple bottom line dapat secara efektif membantu dan meningkatkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan perusahaan secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada 250 orang karyawan dan manajer di berbagai perusahaan manufaktur yang telah memiliki sertifikasi ISO 14001 di wilayah Jawa Barat. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk memeriksa hubungan sebab-akibat antara variabel SHRM dan kinerja berkelanjutan. Hasil awal menunjukkan bahwa penerapan berbagai dimensi SHRM memiliki dampak positif signifikan (p-value < 0.05), terutama terhadap kinerja lingkungan (koefisien jalur 0.48) dan kinerja sosial (koefisien jalur 0.35). Selain itu, kinerja yang baik di bidang lingkungan dan sosial juga berkontribusi secara bersamaan terhadap peningkatan kinerja ekonomi. Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa SHRM merupakan hal penting yang harus diterapkan oleh industri manufaktur dalam mencapai keunggulan kompetitif jangka panjang serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan melalui praktik kerja yang lebih tanggung jawab.
Peran Budaya Organisasi dalam Mengimplementasikan Praktik HR yang Berkelanjutan Arini Rahmi Mendrofa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.475

Abstract

Praktik Human Resource Management (HRM) berkelanjutan menjadi perhatian penting dalam organisasi modern karena tuntutan global terhadap keberlanjutan. Budaya organisasi terbukti berperan sebagai faktor penguat yang memfasilitasi penerapan praktik HR yang mendukung keberlanjutan, seperti green recruitment, pelatihan berbasis keberlanjutan, penilaian kinerja ramah lingkungan, serta insentif berbasis perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana budaya organisasi mendorong internalisasi nilai keberlanjutan dalam praktik HR melalui pendekatan studi literatur terhadap publikasi 5 tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi inovasi berkontribusi signifikan dalam mendorongketerlibatan karyawan serta efektivitas implementasi Sustainable HRM. Hasil kajian menegaskan bahwa keberhasilan HR berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi sangat ditopang oleh budaya organisasi yang mampu memfasilitasi perubahan perilaku dan komitmen jangka panjang.
Sustainable Human Resource Management: Analisis Komprehensif terhadap Konsep, Praktik, dan Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia yang Berkelanjutan dalam Organisasi Modern Paul Hesed Hulu; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.476

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan atau Sustainable Human Resource Management (Sustainable HRM) merupakan pendekatan strategis dalam manajemen modern yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan ke dalam seluruh fungsi HR. Pendekatan ini lahir sebagai respon terhadap tantangan organisasi di era global yang dihadapkan pada tuntutan efisiensi, produktivitas, kesejahteraan karyawan, serta tanggung jawab jangka panjang terhadap masyarakat. Sustainable HRM berupaya menciptakan praktik HR yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan hubungan industrial, perlindungan hak karyawan, pengurangan dampak lingkungan, serta stabilitas operasional jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar Sustainable HRM, mengidentifikasi praktik-praktik HR berkelanjutan yang umum diterapkan di organisasi modern, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja karyawan dan keberlanjutan organisasi. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis pada referensi primer lima tahun terakhir yang relevan dengan tema keberlanjutan HR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sustainable HRM berdampak signifikan terhadap peningkatan employee well-being, retensi karyawan, produktivitas, dan reputasi perusahaan. Selain itu, keberhasilan implementasi Sustainable HRM sangat dipengaruhi oleh komitmen kepemimpinan, budaya organisasi yang adaptif, serta integrasi strategi keberlanjutan dalam kebijakan HR. Penelitian ini juga menegaskan perlunya organisasi di Indonesia memperkuat kebijakan HR berkelanjutan agar mampu bersaing secara global.
Pengembangan Talent Management melalui Strategi Reskilling dan Upskilling: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Rian Hidayat Zaen Tanjung; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.477

Abstract

Perkembangan teknologi, disrupsi digital, dan dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi adalah kesenjangan keterampilan (skill gap) yang muncul akibat perubahan kebutuhan kompetensi kerja. Dalam konteks tersebut, pengembangan talent management yang terintegrasi dengan strategi reskilling dan upskilling menjadi pendekatan penting dalam manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis konsep, peran, serta penerapan Talent Management Development melalui strategi reskilling dan upskilling berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi talent management yang efektif, didukung oleh program reskilling dan upskilling yang berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi karyawan, kinerja organisasi, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan pasar kerja. Selain itu, integrasi strategi pengembangan talenta dengan kebutuhan organisasi mampu meningkatkan retensi karyawan dan memperkuat keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademis dan praktis dalam pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang strategis dan berorientasi masa depan.
Integrasi Green HRM Dan Prinsip DEI dalam Mewujudkan Organisasi Berkelanjutan dan Inklusif Titin Gea; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.478

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi Green Human Resource Management (GHRM) dan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dalam mewujudkan organisasi yang berkelanjutan dan inklusif. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya penerapan praktik pengelolaan sumber daya manusia berbasis lingkungan yang disertai dengan nilai keadilan, keberagaman, dan inklusivitas di banyak organisasi. Sebagian besar organisasi hanya berfokus pada aspek lingkungan tanpa menggabungkannya dengan dimensi sosial, sehingga upaya keberlanjutan tidak berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana integrasi GHRM dan DEI dapat memperkuat praktik keberlanjutan organisasi serta mengidentifikasi elemen kunci yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang hijau, adil, dan inklusif. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dengan meninjau artikel nasional dan internasional yang relevan dalam rentang 5–10 tahun terakhir, kemudian melakukan pengelompokan tematik untuk menemukan pola dan hubungan antarvariabel. Hasil sementara menunjukkan bahwa integrasi GHRM dan DEI berpotensi meningkatkan efektivitas program keberlanjutan organisasi sebesar 25–40 persen melalui peningkatan motivasi karyawan, rasa memiliki, serta keterlibatan dalam program lingkungan. Selain itu, penerapan nilai DEI memperkuat keberhasilan GHRM dengan menciptakan budaya kerja yang mendukung partisipasi semua karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam membangun organisasi yang berkelanjutan dan inklusif.