Forman Halawa
Universitas Nias

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Employee Engagement Dalam Meningkatkan Retensi Karyawan Putra Oculi Harefa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.461

Abstract

Employee engagement telah menjadi faktor utama yang mengetahui retensi karyawan, terutama pada organisasi yang menghadapi tingkat turnover tinggi. Penelitian ini menelaah bagaimana engagement berkontribusi terhadap retensi dengan mengkaji aspek psikologis, emosi dan organisasi yang memengaruhi keputusan karyawan untuk tetap bekerja. Metode penelitian menggunakan survey kuantitatif yang disebarkan kepada karyawan sektor jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan dengan engagement yang tinggi cenderung berkomitmen kuat pada organisasi, tingkat turnover intention yang rendah, keputusan kerja lebih tinggi, serta ikatan emosional yang lebih mendalam terhadap organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan engagement melalui dukungan pimpinan, sistem apresiasi, lingkungan kerja yang kondusif dan memberikan makna dalam pekerjaan.
Analisis Employee Engagement Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Opi Raisa Zebua; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.462

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan temuan bahwa sebagian karyawan masih menunjukkan kinerja yang tidak stabil, yang diduga berkaitan dengan tingkat employee engagement yang belum optimal. Untuk menangani maslah tersebut, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei kuesioner guna mengukur tiga indikator utama engagement, yaitu vigor, dedication, dan absorption, serta menilai pengaruhnya terhadap kinerja karyawan melalui analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian membuktikan bahwa employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja, dimana vigor dan dedication muncul sebagai dimensi yang paling kuat dalam mendukung produktivitas serta mutu hasil kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan dukungan pimpinan, efektivitas komunikasi internal, dan sistem penghargaan yang adil merupakan langkah penting dalam membangun keterlibatan dan peforma karyawan.
HR analytics untuk pemimpin SDM: Paduan Pratis Mengambil Keputusan Berbasis Data Asmaweti Zai; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 02 (2025): Agustus
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i02.466

Abstract

Di era digital yang serta cepat ini, peran sumber daya manusia (SDM) telah berkembangan sercara signifikan. Pemimpin SDM modern dituntut untuk tidak hanya memahami aspek-aspek tradisonal manajemen SDM, tetapi juga mampu memanfaatkan data untuk pegambilan keputusanyang lebih strategi dan efektif. HR Analytics hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan ini. Abstrak ini bertujuan untuk mengurangi bagaimana HR Analytich daapat menjadi panduan praktis bagi pemimpin SDM dalam mengambil keputusan brbasis data. HR Analytics memungkinkan pemimpin SDM untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data terkait karyawan dan proses SDM. Dengan menggunakan HR Analytics, pemimpin SDM dapat mengidentifikasi tren, pola, dan wawasan yang sebelumnya tersembunyi. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat sasaran dalam berbagai aspek, seperti rekrutmen, manajemen kinerja, pengembangan karyawan, dan retensi talenta. Selain itu, HR Analytics juga membantu pemimpin SDM untuk mengukur dampak dari inisiatif SDM yang telah dilakukan. Dengan memantau mentrik-mentrik kunci, seperti tingkat kepuasan karyawan, tingkat turnover, dan produktivitas, pemimpin SDM dapat mengevaluasi yang di perlukan. Penerapan HR Analytics juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional. Dengan mengotomatiskan proses-proses sdm yang repetitive dan meminimalkan kesalahan manusia, pemimpin SDM dapat menghemat waktu dan sumber daya. Hal ini memungknkan merekan untuk focus pada kegiatan-kegiatan yang lebih strategis, seperti pengembangan strategi SDM jangka panjang dan membangun budaya perusahaan yang positif. HR Analytics adalah alat yang sangat berharga bagi pemimpin SDM yang ingin mengambil keputusan berbasis data. Dengan memanfaatkan HR Analytics, pemimpin SDM dapat meningkatkan ektifitas, efisiensi, dan dampak strategi dari fungsi SDM.
Sustainable Human Resource Management Sebagai Strategi Penguatan Keberlanjutan Organisasi Mentalisman Halawa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.471

Abstract

Sustainable Human Resource Management (SHRM) merupakan pendekatan pengelolaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam kebijakan serta praktik SDM secara berkelanjutan. Dalam pendekatan ini, Green Human Resource Management (Green HRM) menjadi salah satu instrumen utama untuk mendorong perilaku hijau karyawan dan membangun budaya organisasi yang peduli lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran SHRM, khususnya melalui praktik Green HRM, sebagai strategi penguatan keberlanjutan organisasi dengan menelaah berbagai hasil penelitian empiris pada beragam sektor seperti perbankan, pariwisata, industri manufaktur, dan jasa lainnya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan meninjau artikel ilmiah yang membahas hubungan praktik Green HRM, budaya organisasi hijau, kinerja lingkungan, dan kinerja berkelanjutan organisasi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik Green HRM, antara lain rekrutmen dan seleksi hijau, pelatihan dan pengembangan kompetensi hijau, integrasi indikator lingkungan dalam penilaian kinerja, serta sistem penghargaan yang mendorong perilaku pro-lingkungan, berkontribusi terhadap peningkatan perilaku hijau karyawan, kinerja lingkungan, dan keberlanjutan perusahaan. Selain itu, penerapan manajemen SDM berkelanjutan membantu organisasi menyelaraskan tujuan bisnis dengan tuntutan keberlanjutan sehingga memperkuat kinerja organisasi secara menyeluruh dan mendukung keunggulan bersaing jangka panjang. Temuan tersebut menegaskan bahwa SHRM dapat dimanfaatkan sebagai strategi penting untuk memperkuat keberlanjutan organisasi dengan menempatkan SDM sebagai aktor utama dalam transformasi hijau.
Peran Sustainable Human Resource Management dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi Berkelanjutan (Industri Manufaktur Ramah Lingkungan) Yunisa Halawa; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran strategis Sustainable Human Resource Management (SHRM) dalam mendorong tercapainya kinerja organisasi yang berkelanjutan, terutama di bidang industri manufaktur yang ramah lingkungan. Masalah keberlanjutan semakin menjadi perhatian utama, karena tekanan dari aturan pemerintah, harapan konsumen, serta kelangkaan sumber daya memaksa perusahaan manufaktur untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam kegiatan operasional mereka. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana praktik SHRM seperti perekrutan yang ramah lingkungan, pelatihan berkelanjutan, penilaian kinerja yang memperhatikan lingkungan, serta sistem pengupahan berdasarkan triple bottom line dapat secara efektif membantu dan meningkatkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan perusahaan secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada 250 orang karyawan dan manajer di berbagai perusahaan manufaktur yang telah memiliki sertifikasi ISO 14001 di wilayah Jawa Barat. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk memeriksa hubungan sebab-akibat antara variabel SHRM dan kinerja berkelanjutan. Hasil awal menunjukkan bahwa penerapan berbagai dimensi SHRM memiliki dampak positif signifikan (p-value < 0.05), terutama terhadap kinerja lingkungan (koefisien jalur 0.48) dan kinerja sosial (koefisien jalur 0.35). Selain itu, kinerja yang baik di bidang lingkungan dan sosial juga berkontribusi secara bersamaan terhadap peningkatan kinerja ekonomi. Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa SHRM merupakan hal penting yang harus diterapkan oleh industri manufaktur dalam mencapai keunggulan kompetitif jangka panjang serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan melalui praktik kerja yang lebih tanggung jawab.
Peran Budaya Organisasi dalam Mengimplementasikan Praktik HR yang Berkelanjutan Arini Rahmi Mendrofa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.475

Abstract

Praktik Human Resource Management (HRM) berkelanjutan menjadi perhatian penting dalam organisasi modern karena tuntutan global terhadap keberlanjutan. Budaya organisasi terbukti berperan sebagai faktor penguat yang memfasilitasi penerapan praktik HR yang mendukung keberlanjutan, seperti green recruitment, pelatihan berbasis keberlanjutan, penilaian kinerja ramah lingkungan, serta insentif berbasis perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana budaya organisasi mendorong internalisasi nilai keberlanjutan dalam praktik HR melalui pendekatan studi literatur terhadap publikasi 5 tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi inovasi berkontribusi signifikan dalam mendorongketerlibatan karyawan serta efektivitas implementasi Sustainable HRM. Hasil kajian menegaskan bahwa keberhasilan HR berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi sangat ditopang oleh budaya organisasi yang mampu memfasilitasi perubahan perilaku dan komitmen jangka panjang.
Sustainable Human Resource Management: Analisis Komprehensif terhadap Konsep, Praktik, dan Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia yang Berkelanjutan dalam Organisasi Modern Paul Hesed Hulu; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.476

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan atau Sustainable Human Resource Management (Sustainable HRM) merupakan pendekatan strategis dalam manajemen modern yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan ke dalam seluruh fungsi HR. Pendekatan ini lahir sebagai respon terhadap tantangan organisasi di era global yang dihadapkan pada tuntutan efisiensi, produktivitas, kesejahteraan karyawan, serta tanggung jawab jangka panjang terhadap masyarakat. Sustainable HRM berupaya menciptakan praktik HR yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan hubungan industrial, perlindungan hak karyawan, pengurangan dampak lingkungan, serta stabilitas operasional jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar Sustainable HRM, mengidentifikasi praktik-praktik HR berkelanjutan yang umum diterapkan di organisasi modern, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kinerja karyawan dan keberlanjutan organisasi. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis pada referensi primer lima tahun terakhir yang relevan dengan tema keberlanjutan HR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sustainable HRM berdampak signifikan terhadap peningkatan employee well-being, retensi karyawan, produktivitas, dan reputasi perusahaan. Selain itu, keberhasilan implementasi Sustainable HRM sangat dipengaruhi oleh komitmen kepemimpinan, budaya organisasi yang adaptif, serta integrasi strategi keberlanjutan dalam kebijakan HR. Penelitian ini juga menegaskan perlunya organisasi di Indonesia memperkuat kebijakan HR berkelanjutan agar mampu bersaing secara global.
Pengembangan Talent Management melalui Strategi Reskilling dan Upskilling: Tinjauan Literatur dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Rian Hidayat Zaen Tanjung; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.477

Abstract

Perkembangan teknologi, disrupsi digital, dan dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks menuntut organisasi untuk memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing. Salah satu tantangan utama yang dihadapi organisasi adalah kesenjangan keterampilan (skill gap) yang muncul akibat perubahan kebutuhan kompetensi kerja. Dalam konteks tersebut, pengembangan talent management yang terintegrasi dengan strategi reskilling dan upskilling menjadi pendekatan penting dalam manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis konsep, peran, serta penerapan Talent Management Development melalui strategi reskilling dan upskilling berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang dipublikasikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi talent management yang efektif, didukung oleh program reskilling dan upskilling yang berkelanjutan, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi karyawan, kinerja organisasi, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan pasar kerja. Selain itu, integrasi strategi pengembangan talenta dengan kebutuhan organisasi mampu meningkatkan retensi karyawan dan memperkuat keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademis dan praktis dalam pengembangan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang strategis dan berorientasi masa depan.
Integrasi Green HRM Dan Prinsip DEI dalam Mewujudkan Organisasi Berkelanjutan dan Inklusif Titin Gea; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.478

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi Green Human Resource Management (GHRM) dan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dalam mewujudkan organisasi yang berkelanjutan dan inklusif. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya penerapan praktik pengelolaan sumber daya manusia berbasis lingkungan yang disertai dengan nilai keadilan, keberagaman, dan inklusivitas di banyak organisasi. Sebagian besar organisasi hanya berfokus pada aspek lingkungan tanpa menggabungkannya dengan dimensi sosial, sehingga upaya keberlanjutan tidak berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana integrasi GHRM dan DEI dapat memperkuat praktik keberlanjutan organisasi serta mengidentifikasi elemen kunci yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang hijau, adil, dan inklusif. Metode yang digunakan adalah analisis literatur dengan meninjau artikel nasional dan internasional yang relevan dalam rentang 5–10 tahun terakhir, kemudian melakukan pengelompokan tematik untuk menemukan pola dan hubungan antarvariabel. Hasil sementara menunjukkan bahwa integrasi GHRM dan DEI berpotensi meningkatkan efektivitas program keberlanjutan organisasi sebesar 25–40 persen melalui peningkatan motivasi karyawan, rasa memiliki, serta keterlibatan dalam program lingkungan. Selain itu, penerapan nilai DEI memperkuat keberhasilan GHRM dengan menciptakan budaya kerja yang mendukung partisipasi semua karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam membangun organisasi yang berkelanjutan dan inklusif.
Implementasi Talent Management Development dalam Memperkuat Kapabilitas SDM melalui Program Reskilling - Upskilling Kristina Natalia Zendrato; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.483

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui strategi pengembangan talenta yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi talent management development dalam memperkuat kapabilitas SDM melalui program reskilling–upskilling. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terkait pelaksanaan program pengembangan kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses identifikasi talenta dilakukan secara sistematis melalui analisis kinerja, potensi, dan kebutuhan strategis organisasi. Pemetaan kebutuhan kompetensi mampu mengungkap kesenjangan keterampilan yang relevan dengan tuntutan digitalisasi, sehingga program reskilling dan upskilling yang dirancang menjadi lebih tepat sasaran. Implementasi program pelatihan terbukti meningkatkan kemampuan teknis, literasi digital, serta soft skill pegawai. Evaluasi pascaprogram memperlihatkan adanya peningkatan efektivitas kerja, kesiapan menghadapi perubahan, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara manajemen talenta dan pengembangan kompetensi berperan strategis dalam memperkuat kapabilitas SDM secara berkelanjutan. Temuan ini memberikan manfaat praktis bagi organisasi dalam merancang model pengembangan talenta yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.