Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Beban Kerja dan Dukungan Manajerial Terhadap Kesehatan Mental Karyawan Sepriani Halawa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan dukungan manajerial terhadap kesehatan mental karyawan pada lingkungan kerja modern. Kondisi kesehatan mental karyawan semakin menjadi perhatian penting dalam manajemen sumber daya manusia, mengingat tingginya tuntutan pekerjaan dan dinamika organisasi yang kompleks. Beban kerja yang berlebihan dapat memicu stres, kelelahan mental, gangguan kecemasan, serta menurunkan tingkat kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, dukungan manajerial yang memadai berpotensi mengurangi tekanan kerja dan menjadi faktor protektif bagi karyawan dalam menghadapi berbagai tuntutan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner berskala Likert untuk mengukur persepsi karyawan terkait beban kerja, dukungan manajerial, dan kesehatan mental. Analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda setelah melewati uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesehatan mental karyawan, sementara dukungan manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan. Selain itu, dukungan manajerial terbukti mampu memperlemah dampak negatif beban kerja yang tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja dan peningkatan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Implementasi Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di Organisasi Modern Atarine Tafonao; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.516

Abstract

Penerapan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi modern yang semakin kompetitif dan dinamis. Beragamnya latar belakang karyawan sering kali menimbulkan tantangan seperti kesenjangan akses, ketidaksetaraan dalam peluang karier, dan kurangnya rasa keterlibatan di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana implementasi DEI berpengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap karyawan di berbagai divisi organisasi. Instrumen penelitian mencakup pengukuran persepsi karyawan mengenai keberagaman, keadilan, dan inklusi, serta tingkat kinerja individu. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier untuk melihat hubungan langsung antara variabel. Hasil sementara penelitian menunjukkan bahwa implementasi DEI yang baik mampu meningkatkan kinerja karyawan hingga sekitar 32%, terutama melalui peningkatan rasa keterlibatan, kepercayaan, dan keadilan yang dirasakan di lingkungan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan DEI bukan hanya bentuk komitmen etis organisasi, tetapi juga faktor strategis yang mendorong produktivitas dan efektivitas kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi organisasi untuk memperkuat kebijakan DEI secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Pengaruh Employee Engagement terhadap Kinerja Organisasi dan Kepuasan Pelanggan pada Sektor Jasa David Darmawan Zebua David Zebua; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.517

Abstract

Dalam industri perbankan yang sangat kompetitif, kualitas layanan yang diberikan oleh karyawan (terutama Teller dan Customer Service) secara langsung menentukan Customer Satisfaction, sehingga Employee Engagement (EE) menjadi variabel strategis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat turnover karyawan di frontliner dan beberapa laporan keluhan nasabah terkait kecepatan dan keramahan layanan di PT Bank Sentosa. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis dan menguji pengaruh Employee Engagement terhadap peningkatan Kinerja Organisasi dan tingkat Kepuasan Pelanggan di bank tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 150 karyawan frontliner dan back office PT Bank Sentosa yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Employee Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Organisasi (dengan kontribusi 62,5%), serta (2) Employee Engagement juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (dengan kontribusi 54,8%). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mempertahankan ikatan emosional dan kognitif karyawan, karena hal tersebut mendorong perilaku kerja yang melampaui standar, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional dan loyalitas nasabah. Manajemen PT Bank Sentosa disarankan untuk fokus pada program peningkatan work-life balance dan sistem reward and recognition yang lebih terstruktur.
Employee Engagement Sebagai Kunci Meningkatkan Kinerja Karyawan Vivid Meriah Hati Gulo; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.518

Abstract

Keterlibatan karyawan adalah konsep luas yang menyentuh hampir semua aspek manajemen sumber daya manusia yang kita ketahui hingga saat ini. Jika setiap bagian dari sumber daya manusia tidak ditangani dengan cara yang tepat, karyawan gagal untuk sepenuhnya terlibat dalam pekerjaan mereka sebagai respons terhadap manajemen yang buruk tersebut. Konsep keterlibatan karyawan dibangun di atas fondasi konsep-konsep sebelumnya seperti kepuasan kerja, komitmen karyawan, dan perilaku kewarganegaraan organisasi. Meskipun terkait, keterlibatan karyawan memiliki cakupan yang lebih luas dan merupakan prediktor yang lebih kuat terhadap kinerja organisasi yang positif. Karyawan yang terlibat secara emosional terikat pada organisasi mereka, melakukan upaya ekstra di luar perjanjian kontrak kerja demi keberhasilan perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan tersebut secara signifikan meningkatkan retensi dan produktivitas karyawan melalui dimensi semangat, dedikasi, dan penghayatan dalam bekerja.
Optimalisasi Digital HR Practices dan HR Analytics dalam Transformasi Teknologi HR untuk Meningkatkan Efektivitas Kinerja Organisasi Yosua Kristian Telaumbanua; Eliyunus waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.519

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia telah menjadi salah satu agenda strategis yang mendorong peningkatan efektivitas organisasi di era bisnis modern. Digital HR Practices, termasuk pemanfaatan Human Resource Analytics dan teknologi berbasis otomatisasi, menghadirkan perubahan mendasar dalam cara organisasi mengelola proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, pengukuran kinerja, serta pengambilan keputusan strategis. Implementasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, dan Human Capital Information System (HCIS) telah memungkinkan organisasi memperoleh data yang lebih akurat, cepat, dan terintegrasi untuk menganalisis perilaku karyawan, memprediksi kebutuhan tenaga kerja, serta meningkatkan kualitas layanan HR. Fenomena ini menandai pergeseran signifikan dari praktik HR tradisional menuju pendekatan berbasis data (data-driven HR), sehingga fungsi HR tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis organisas. Meskipun demikian, penerapan Digital HR Practices tidak lepas dari tantangan, seperti kesiapan SDM, integrasi sistem, keamanan data, serta kebutuhan akan literasi digital yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai peranan teknologi HR modern dalam meningkatkan efektivitas kinerja organisasi dan kualitas pengambilan keputusan. Melalui kajian literatur terkini, penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi yang menerapkan HR Analytics secara optimal cenderung lebih adaptif, kompetitif, dan mampu meningkatkan employee experience secara berkelanjutan.
Dampak Implementasi Teknologi Digital HR Terhadap Efisiensi Operasional dan Pengalaman Karyawan (Employee Experience) Anwardin Batee; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.520

Abstract

Implementasi teknologi digital dalam bidang sumber daya manusia (HR) kini menjadi hal yang wajib bagi organisasi modern, agar dapat meningkatkan efisiensi kerja dan memberikan pengalaman lebih baik bagi para karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan serta menganalisis secara mendalam pengaruh penggunaan teknologi digital dalam manajemen sumber daya manusia terhadap proses kerja di dalam organisasi dan tingkat kepuasan para karyawan. Masalah utama yang dibahas adalah sejauh mana adopsi teknologi digital dapat mengatasi tantangan birokrasi, mempercepat proses administrasi, serta membentuk lingkungan kerja yang lebih partisipatif dan fleksibel. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, dengan fokus pada studi kasus di sebuah organisasi yang telah menerapkan sistem HR digital yang terintegrasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan manajer HR, karyawan, dan pengguna sistem, serta analisis dokumen dan observasi langsung. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital HR secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja, terutama pada proses rekrutmen dan pembayaran gaji, di mana waktu yang diperlukan untuk proses administrasi berkurang rata-rata sebesar 25%. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga memberikan dampak positif pada pengalaman karyawan, dengan menawarkan akses mandiri untuk informasi pribadi dan proses izin cuti, sehingga meningkatkan tingkat kepuasan karyawan sebesar 30% berdasarkan hasil survei internal. Kesimpulan awal menunjukkan bahwa investasi dalam teknologi digital HR tidak hanya terkait dengan penghematan biaya, tetapi juga merupakan strategi penting dalam membangun budaya kerja yang adaptif serta yang berpusat pada kebutuhan karyawan.
Sustainable HRM Memprediksi Keterlibatan Karyawan Jangka Panjang Dan Daya Saing Organisasi Alex Putra Berkat Laoli; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.521

Abstract

Tren bisnis global menekankan pentingnya keberlanjutan, menuntut organisasi untuk mengintegrasikan tanggung jawab ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam setiap fungsi, termasuk Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam (deep understanding) mengenai peran strategis Sustainable Human Resource Management (S-HRM) dalam mendorong praktik keadilan sosial, pengembangan jangka panjang, dan well-being karyawan. Permasalahan utama yang diteliti adalah bagaimana (mekanisme) S-HRM dapat membentuk Keterlibatan Karyawan Jangka Panjang (KKJP) dan menjadi sumber Daya Saing Organisasi (DO) yang unik dan sulit ditiru. Tujuannya adalah mengeksplorasi persepsi dan pengalaman para manajer HR dan karyawan kunci mengenai hubungan S-HRM, KKJP, dan DO. Studi ini menggunakan desain kualitatif interpretif dengan metode studi kasus multi-situs pada dua perusahaan multinasional, PT. Sinar Abadi (Sektor Manufaktur) dan PT. Cipta Lestari (Sektor Jasa Keuangan), yang telah mengimplementasikan praktik S-HRM secara eksplisit. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi dokumen. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Tematik untuk mengidentifikasi pola, proses, dan mekanisme kausalitas (prediksi) yang muncul dari data verbal. Hasil sementara mengidentifikasi pola kunci seperti sense of belonging dan ethical employer branding sebagai mekanisme mediasi S-HRM menuju KKJP dan DO. Temuan ini memberikan pemahaman substantif mengenai "mengapa" S-HRM bekerja dalam konteks spesifik perusahaan, alih-alih hanya mengukur "seberapa besar" pengaruhnya.
Pengaruh Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan: Peran Kepemimpinan Transformasional dan Lingkungan Kerja sebagai Variabel Moderator Melisna Putri Jaya Mendrofa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 2 No. 01 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v2i01.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan serta menilai peran kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja sebagai variabel moderator pada organisasi modern. Employee engagement menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan komitmen karyawan. Meskipun demikian, keterlibatan karyawan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan kondisi lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja terbukti memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen organisasi untuk mengembangkan strategi peningkatan keterlibatan karyawan melalui kepemimpinan inspiratif dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.
Transformasi Digital dalam Praktik SDM: Peran HR Analytics dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Laurensius Elvantius Gea; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan mendasar terhadap cara organisasi mengelola sumber daya manusia. Proses-proses yang sebelumnya mengandalkan intuisi dan aktivitas manual kini semakin digantikan oleh teknologi yang memungkinkan pengolahan informasi secara lebih cepat dan akurat. Salah satu perkembangan yang paling menonjol adalah pemanfaatan HR Analytics, yaitu pendekatan analitis berbasis data yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis di bidang ketenagakerjaan. Melalui kemampuan analisis yang lebih mendalam, praktik ini memberikan landasan yang lebih kuat bagi organisasi untuk memahami dinamika tenaga kerja dan merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran. Tulisan ini mengulas hubungan antara Digital HR Practices dan HR Analytics dalam mendorong perbaikan kualitas pengelolaan SDM serta peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. Pendekatan penelitian dilakukan melalui kajian literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah mutakhir yang membahas digitalisasi HR, inovasi teknologi analitik, dan pengaruhnya terhadap produktivitas perusahaan. Temuan dari berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan HR Analytics tidak hanya mempercepat dan menyederhanakan proses internal HR, tetapi juga meningkatkan objektivitas keputusan, membantu organisasi memprediksi perilaku karyawan, dan mengidentifikasi potensi permasalahan seperti risiko turnover. Dengan demikian, organisasi dituntut untuk memperkuat kapasitas digital SDM, membangun infrastruktur teknologi yang memadai, dan mengembangkan sistem pengelolaan data yang berkualitas agar manfaat transformasi digital dapat diperoleh secara optimal.
Digital HR Practices / HR Analytics & Teknologi HR Michael Hasiholan Zebua; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.535

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap fungsi sumber daya manusia di berbagai organisasi. Digital HR Practices dan HR Analytics menjadi pendekatan modern yang membantu perusahaan dalam meningkatkan ketepatan data, efektivitas kerja, serta kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teknologi HR, perkembangan analitik dalam pengelolaan SDM, serta tantangan dan dampak yang muncul dalam praktiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai publikasi akademik, laporan korporasi, dan sumber digital terkait transformasi HR. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan yang mengadopsi teknologi HR mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan keterlibatan karyawan, serta menghasilkan keputusan yang lebih akurat melalui pemanfaatan data. Namun demikian, implementasi teknologi digital juga menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi digital, resistensi terhadap perubahan, serta isu keamanan data.