Forman Halawa
Universitas Nias

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Diversity, Equity, and Inclusion dalam Meningkatkan Kinerja, Produktivitas, dan Lingkungan Kerja Inklusif Karyawan Fitri Kristiani Zega; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) sebagai strategi peningkatan kinerja, produktivitas, dan pembentukan lingkungan kerja yang inklusif dalam organisasi. Permasalahan penelitian berangkat dari kondisi bahwa banyak organisasi masih menghadapi tantangan terkait pengelolaan keberagaman, ketidakadilan dalam distribusi kesempatan, serta rendahnya kepedulian terhadap rasa keterlibatan karyawan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kinerja, munculnya konflik internal, menurunnya kreativitas, dan kurang optimalnya produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah dua puluh jurnal nasional dan internasional terbitan lima tahun terakhir yang relevan dengan konsep DEI dan manajemen sumber daya manusia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bagaimana penerapan DEI dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut dan mendorong efektivitas kerja yang lebih tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberagaman yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi karena adanya variasi perspektif dalam proses kerja. Penerapan equity berkontribusi menciptakan kesetaraan akses terhadap kesempatan pengembangan, sehingga meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan. Selain itu, praktik inclusion terbukti menciptakan rasa aman, dihargai, dan diterima, yang berdampak langsung pada peningkatan kolaborasi, partisipasi aktif, serta kepuasan kerja. Secara keseluruhan, implementasi DEI memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas lingkungan kerja.
Employee Well Being And Mental Haelth Jua Anugrah Jaya Laoli; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.486

Abstract

Kesejahteraan karyawan (employee well-being) dan kesehatan mental merupakan aspek fundamental yang menentukan produktivitas, kinerja, dan keberlanjutan organisasi. Dalam konteks lingkungan kerja modern yang semakin kompetitif, tekanan pekerjaan, tuntutan tugas yang meningkat, serta ketidakpastian ekonomi dapat memengaruhi kondisi psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan, termasuk beban kerja, dukungan organisasi, keseimbangan kerja–kehidupan (work-life balance), serta iklim kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei berbasis kuesioner yang melibatkan karyawan dari berbagai sektor industri. Hasil temuan menunjukkan bahwa dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja, desain pekerjaan yang adil, serta kebijakan organisasi yang pro-kesejahteraan memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap kesehatan mental karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi manajemen yang menempatkan well-being sebagai prioritas, seperti penyediaan program kesehatan mental, pelatihan manajemen stres, dan fleksibilitas kerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis dan performa kerja karyawan secara berkelanjutan.
Employee Engagement Misdar Kurinci; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.487

Abstract

Keterlibatan karyawan menggambarkan seberapa dalam karyawan terhubung secara emosional, mental, dan perilaku dengan pekerjaan dan organisasi yang mereka tempati. Artikel ini akan mengulas secara rinci arti dari keterlibatan, faktor-faktor yang membentuknya, serta peran keterlibatan karyawan dalam pencapaian kinerja suatu organisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang berdasarkan kajian pustaka untuk mengeksplorasi hubungan antara keterlibatan dan hasil kerja. Diskusi ini menunjukkan bahwa keterlibatan dipengaruhi tidak hanya oleh motivasi dari dalam diri tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, struktur pekerjaan, budaya organisasi, dan kesempatan untuk berkembang. Saat keterlibatan kuat, karyawan menunjukkan semangat kerja yang tinggi, antusiasme untuk berkontribusi, dan kesetiaan terhadap organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan adalah unsur penting yang diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang produktif dan bersaing.
Implementasi Kebijakan Well Being Untuk Mengurangi Stres Dan Bornout Karyawan Herman Putra Zamasi; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana kebijakan well-being diterapkan dalam organisasi dan pengaruhnya terhadap penurunan stres serta burnout pada karyawan. Fenomena meningkatnya stres kerja dan burnout di berbagai tempat kerja dipicu oleh beban tugas yang tinggi, dinamika perubahan organisasi, serta kondisi kerja yang tidak stabil. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman langsung karyawan serta efektivitas kebijakan well-being yang dijalankan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa berbagai program well-being, seperti layanan konseling psikologis, fleksibilitas waktu kerja, kegiatan pendukung kesehatan mental, serta penciptaan lingkungan kerja yang positif, berkontribusi dalam menurunkan tingkat stres dan gejala burnout. Meskipun demikian, keberhasilan implementasi kebijakan sangat bergantung pada dukungan manajemen, konsistensi pelaksanaan, dan bagaimana karyawan memaknai manfaat program tersebut. Studi ini menegaskan pentingnya membangun budaya organisasi yang mendukung well-being serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan agar kebijakan dapat berjalan efektif.
Sustainable HRM sebagai Dasar Pengembangan Praktik HR yang Berkelanjutan Yurisman Waruwu; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.491

Abstract

Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan sebagai pendekatan strategis dalam mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam praktik pengelolaan sumber daya manusia. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia pada banyak organisasi, yang menyebabkan lemahnya loyalitas karyawan, menurunnya kinerja lingkungan, serta kurang optimalnya pencapaian tujuan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka sistematis melalui empat tahap, yaitu pencarian literatur, seleksi sumber relevan, analisis konten, dan penyusunan temuan dari berbagai publikasi nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan mampu meningkatkan loyalitas karyawan hingga 30–40 persen, meningkatkan kinerja lingkungan melalui praktik pengelolaan sumber daya manusia berbasis lingkungan, serta memperkuat ketahanan organisasi melalui pemberdayaan dan peningkatan keamanan psikologis karyawan. Selain itu, rekrutmen berbasis keberlanjutan terbukti meningkatkan kesesuaian nilai antara karyawan dan organisasi, sementara pelatihan berkelanjutan berkontribusi pada penguatan kompetensi jangka panjang. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan merupakan landasan penting dalam membangun organisasi yang adaptif, etis, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Talent Management Development Dan Reskilling Atau Upskilling Yuli Arman Halawa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.502

Abstract

Transformasi digital telah mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja dan menuntut organisasi untuk menerapkan strategi Talent Management yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana proses Talent Management, khususnya pada aspek pengembangan, reskilling, dan upskilling, dapat meningkatkan kesiapan karyawan menghadapi perubahan teknologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur dan wawancara semi-terstruktur dengan praktisi bidang sumber daya manusia dari beberapa sektor industri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi Talent Management dalam proses reskilling dan upskilling memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas, kesiapan kompetensi, serta kemampuan adaptasi karyawan. Beberapa faktor penentu keberhasilan meliputi dukungan manajemen puncak, budaya belajar yang kuat, pemanfaatan teknologi pembelajaran digital, serta sistem evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah hambatan, seperti resistensi karyawan terhadap perubahan, keterbatasan anggaran pelatihan, dan kurang optimalnya perencanaan jangka panjang dalam manajemen talenta. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa organisasi perlu mengembangkan strategi reskilling dan upskilling yang sistematis, terarah, dan berkesinambungan agar mampu bersaing dalam era digital. Rekomendasi lebih lanjut diberikan untuk memperkuat praktik pengembangan SDM melalui inovasi pelatihan dan peningkatan dukungan manajerial.
Peran Employee Engagement Terhadap Produktivitas Dan Loyalitas Kinerja Karyawan Adriannisa Telaumbanua; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang employee engagement yang merupakan salah satu faktor strategis yang menentukan keberhasilan organisasi dalam menghadapi dinamika persaingan dan tuntutan kinerja. Keterlibatan karyawan yang tinggi tidak hanya menggambarkan adanya hubungan emosional dan komitmen yang kuat terhadap pekerjaan, tetapi juga mencerminkan sejauh mana karyawan mampu berkontribusi secara optimal terhadap tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi employee engagement, termasuk kepemimpinan, lingkungan kerja, komunikasi internal, dan dukungan organisasi, serta menilai dampaknya terhadap kinerja individu maupun efektivitas operasional perusahaan. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang berasal dari berbagai unit kerja, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan organisasi dan kualitas kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat engagement karyawan. Selain itu, lingkungan kerja yang kondusif dan komunikasi yang efektif terbukti mampu memperkuat rasa memiliki, motivasi, serta loyalitas karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan employee engagement merupakan investasi strategis untuk memperkuat keunggulan kompetitif dan memastikan keberlanjutan kinerja organisasi.
Implementasi Sustainable Human Resource Management dalam Mewujudkan Keberlanjutan Organisasi Arlina Buulolo; Eliyunus Waruwu; Forman Halawa
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan lengkap bagaimana Sustainable Human Resource Management (SHRM) diterapkan dalam upaya mencapai keberlanjutan organisasi di Indonesia. Konsep keberlanjutan kini menjadi hal yang penting bagi perusahaan modern, di mana setiap aspek bisnis harus mengintegrasikan tiga dimensi: ekonomi, sosial, dan lingkungan, termasuk dalam manajemen sumber daya manusia. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana praktik SHRM, seperti rekrutmen yang ramah lingkungan, pengembangan karyawan yang bertanggung jawab secara etis dan lingkungan, manajemen kinerja yang berkelanjutan, serta kebijakan kompensasi yang adil, bisa diterapkan secara efektif. Tujuannya adalah menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang sekaligus menjaga keseimbangan tiga aspek penting dalam keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan manajer HR dan karyawan di perusahaan yang sudah berkomitmen pada keberlanjutan. Data sekunder seperti laporan keberlanjutan perusahaan dan dokumen internal juga dianalisis. Hasil sementara menunjukkan bahwa menanamkan nilai keberlanjutan dalam budaya organisasi adalah faktor penting dalam kesuksesan, di mana tingkat kepuasan karyawan (employee well-being) mencapai 85% pada tahun pertama implementasi SHRM. Keberlanjutan organisasi sangat dipengaruhi oleh sejalan antara strategi bisnis dengan praktik SHRM yang fokus pada kesejahteraan karyawan dan dampak lingkungan. Temuan ini memberikan manfaat langsung bagi praktisi HR dalam membuat kerangka kerja SDM yang tidak hanya efisien, tetapi juga tanggung jawab sosial dan ekologis
Faktor Penentu Kesejahteraan dan Kesehatan Psikologis Karyawan di Tempat Kerja Modern Maswita Zega; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.511

Abstract

Kesejahteraan karyawan (employee well-being) dan kesehatan mental telah menjadi isu kritis dalam manajemen sumber daya manusia modern, terutama akibat perubahan lingkungan kerja yang semakin dinamis, tuntutan pekerjaan yang tinggi, dan tekanan psikologis yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan, serta mengevaluasi peran organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara psikologis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur terkini dari jurnal-jurnal primer lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan karyawan dipengaruhi oleh beban kerja, dukungan organisasi, budaya perusahaan, keamanan kerja, dan keseimbangan kerja–kehidupan. Selain itu, intervensi organisasi seperti employee assistance program, kebijakan fleksibilitas kerja, dan kepemimpinan suportif terbukti memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan mental health karyawan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi organisasi dalam merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Analisis Pengaruh Beban Kerja dan Dukungan Manajerial Terhadap Kesehatan Mental Karyawan Sepriani Halawa; Forman Halawa; Eliyunus Waruwu
Jurnal Ekonomi (LIKUID) Vol. 1 No. 03 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/likuid.v1i03.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan dukungan manajerial terhadap kesehatan mental karyawan pada lingkungan kerja modern. Kondisi kesehatan mental karyawan semakin menjadi perhatian penting dalam manajemen sumber daya manusia, mengingat tingginya tuntutan pekerjaan dan dinamika organisasi yang kompleks. Beban kerja yang berlebihan dapat memicu stres, kelelahan mental, gangguan kecemasan, serta menurunkan tingkat kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, dukungan manajerial yang memadai berpotensi mengurangi tekanan kerja dan menjadi faktor protektif bagi karyawan dalam menghadapi berbagai tuntutan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner berskala Likert untuk mengukur persepsi karyawan terkait beban kerja, dukungan manajerial, dan kesehatan mental. Analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda setelah melewati uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesehatan mental karyawan, sementara dukungan manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan. Selain itu, dukungan manajerial terbukti mampu memperlemah dampak negatif beban kerja yang tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja dan peningkatan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.