Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Schadenfreude dan Critical Thinking dalam Diskusi di Media Sosial Putri Vanezia Ricardina Motta; Tio Rosalina; Nyoman Trisna Aryanata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.223 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor Schadenfreude dan Critical Thinking subjek. Secara lebih spesifik, Penelitian ini mengupas faktor-faktor schadenfreude seperti deservedness, dislike, inferiority, dan social sharing emotion yang mana berkaitan erat dengan malicious envy dan pola berpikir subjek. Peneliti menggunakan temuan van De Ven dan kolega, juga teori Critical Thinking oleh Ennis sebagai landasan teori dan paduan melakukan wawancara mendalam guna menggambarkan hal-hal di atas. Peneliti juga menggunakan alat Test of Everyday Reasoning untuk mengukur tingkat berpikir kritis subjek. Subjek penelitianini adalah emerging adults pengguna media sosial dan pelaku schadenfreude. Ditemukan bahwa keunikan anteseden tiap subjek ternyata bukanlah hal yang berdiri sendiri dengan kata lain perilaku schadenfreude subjek merupakan gabungan dari tiap antesedennya. Dalam kaitannya dengan berpikir kritis, ditemukan bahwa subjek menunjukkan adanya bias berpikir kritis yang mempengaruhi subjek untuk mengambil keputusan dalam berperilaku. Bias berpikir kritis ini salah satunya adalah egosentrisme. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam lagi tiap-tiap anteseden khususnya envy.AbstractThis study aimed to describe the factors of Schadenfreude and Critical Thinking of the subject. More specifically, this study examined Schadenfreude factors such as deservedness, dislike, inferiority, and social sharing emotions which are closely related to malicious envy and the subject's mindset. The researcher used the findings of van De Ven and colleagues, as well as the Critical Thinking theory by Ennis as a theoretical basis and a combination of conducting in-depth interviews to describe the things above. The researcher also used the Test of Everyday Reasoning to measure the critical thinking level of the subject. The subjects of this study were emerging adults who were social media users and schadenfreude doers. Found that the uniqueness of the antecedents of each subject was not a stand-alone thing, in other words, the schadenfreude behavior of the subject was a combination of each of its prior. Concerning critical thinking, it was found that the subjects showed a critical thinking bias that influenced them to make decisions in behavior. One of the biases in critical thinking is egocentrism. Future researchers are expecting to be able to do depth research into each antecedent, especially envy.
Psychological Well-Being Warga Perempuan Desa Tenganan Pegringsingan Yang Melakukan Perkawinan Endogami I Gusti Ayu Edmisten Vinzy Frensain; I Wayan Damayana; Nyoman Trisna Aryanata
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 1 No. 2 (2017): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v1i2.587

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menemukan dinamika psychological well-being warga perempuan Desa Tenganan Pegringsingan yang melakukan perkawinan endogami. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek adalah tiga orang warga perempuan yang telah melakukan pernikahan endogami lebih dari lima tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara mendalam terhadap Subjek dan informan. Hasilnya ketiga Subjek menemukan kebahagiaan melalui pemenuhan empat dimensi dari enam dimensi psychological well-being yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan dan tujuan hidup. Meskipun hanya memenuhi empat dimensi, ketiga Subjek tetap dapat menemukan kebahagiannya. Kebahagiaan dimaknai Subjek dengan kondisi keluarga yang harmonis dan tanpa konflik.Kata Kunci: psychological well-being, perkawinan endogami, Tenganan Pegringsingan
Meninjau Perilaku Terkait Bencana di Indonesia: Sebuah Kajian Literatur Nyoman Trisna Aryanata; Ni Made Sintya Noviana Utami
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 3 No. 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v3i1.1082

Abstract

Abstrak. Riset-riset mengenai respon psikologis manusia Indonesia terhadap bencana makin jamak dijumpai, seiring dengan makin dikenalnya pemahaman tentang kesiagaan bencana. Beragam penelitian telah muncul untuk meninjau perilaku, baik dari segi dampak psikologis, kerangka khas respon terhadap bencana yang kontekstual dengan kultur, hingga bentuk intervensi dan prevensi yang sensitif konteks. Artikel ini hendak menyajikan tinjauan berbagai literatur riset perilaku manusia terkait dengan kebencanaan, mencakup tinjauan khas pada konteks berbagai wilayah di Indonesia, prevensi yang muncul dalam berbagai kajian, hingga pola paradigma teoritik yang cenderung digunakan.Kata Kunci: psikologi bencana, bencana alam, kesiagaan bencana, korban bencanaAbstract. Research on the psychological response of Indonesian people to disasters has increasingly emerged, in line with the growing understanding of disaster preparedness. A variety of studies have emerged to review their behavior, from psychological impact, the typical framework for responding to disasters that are contextual with culture, to context-sensitive forms of intervention and prevention. This article would like to presents a review of various human behavior research literature related to disaster in Indonesia, covering a typical review on the context of various regions in Indonesia, interventions and interventions that appear in various studies, to the theoretical paradigm patterns that tend to be used.Keywords: disaster psychology, natural disasters, disaster preparedness, disaster victims
Schadenfreude dan Critical Thinking dalam Diskusi di Media Sosial Putri Vanezia Ricardina Motta; Tio Rosalina; Nyoman Trisna Aryanata
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1920

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor Schadenfreude dan Critical Thinking subjek. Secara lebih spesifik, Penelitian ini mengupas faktor-faktor schadenfreude seperti deservedness, dislike, inferiority, dan social sharing emotion yang mana berkaitan erat dengan malicious envy dan pola berpikir subjek. Peneliti menggunakan temuan van De Ven dan kolega, juga teori Critical Thinking oleh Ennis sebagai landasan teori dan paduan melakukan wawancara mendalam guna menggambarkan hal-hal di atas. Peneliti juga menggunakan alat Test of Everyday Reasoning untuk mengukur tingkat berpikir kritis subjek. Subjek penelitianini adalah emerging adults pengguna media sosial dan pelaku schadenfreude. Ditemukan bahwa keunikan anteseden tiap subjek ternyata bukanlah hal yang berdiri sendiri dengan kata lain perilaku schadenfreude subjek merupakan gabungan dari tiap antesedennya. Dalam kaitannya dengan berpikir kritis, ditemukan bahwa subjek menunjukkan adanya bias berpikir kritis yang mempengaruhi subjek untuk mengambil keputusan dalam berperilaku. Bias berpikir kritis ini salah satunya adalah egosentrisme. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam lagi tiap-tiap anteseden khususnya envy.AbstractThis study aimed to describe the factors of Schadenfreude and Critical Thinking of the subject. More specifically, this study examined Schadenfreude factors such as deservedness, dislike, inferiority, and social sharing emotions which are closely related to malicious envy and the subject's mindset. The researcher used the findings of van De Ven and colleagues, as well as the Critical Thinking theory by Ennis as a theoretical basis and a combination of conducting in-depth interviews to describe the things above. The researcher also used the Test of Everyday Reasoning to measure the critical thinking level of the subject. The subjects of this study were emerging adults who were social media users and schadenfreude doers. Found that the uniqueness of the antecedents of each subject was not a stand-alone thing, in other words, the schadenfreude behavior of the subject was a combination of each of its prior. Concerning critical thinking, it was found that the subjects showed a critical thinking bias that influenced them to make decisions in behavior. One of the biases in critical thinking is egocentrism. Future researchers are expecting to be able to do depth research into each antecedent, especially envy.
Sosialisasi Literasi Digital Tentang Cakap Mengenali Hoaks dan Keamanan Ruang Digital Pada Sekaa Teruna di Desa Gunung Sari, Kabupaten Buleleng Wirajaya, Made Karma Maha; Jaya, Putu Prisa; Aryanata, Nyoman Trisna; Tunas, I Ketut; Rettobjaan, Vitalia Fina Carla; Yudha, A.A. Ngurah Bagus Arista; Widyani, Ni Made
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i3.2693

Abstract

Pada masa pandemi COVID-19, semua orang harus memahami bahwa literasi digital sangat penting untuk berpartisipasi dalam dunia modern dan mengantisipasi penyebaran informasi. Hoaks dan masalah keamanan ruang digital adalah masalah yang paling umum terkait literasi digital. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi tahu orang lain tentang literasi digital dan pentingnya. Agenda sosialisasi literasi cakap digital ini akan berlangsung pada hari Senin, 31 Oktober 2022, dari pukul 18.30 hingga 21.00 Wita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di Desa Gunungsari, Kabupaten, Buleleng. Krama Desa Adat, Yowana, dan Pakis di desa Gunung Sari, kabupaten Buleleng, adalah sasaran program pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilakukan secara online dan luring, dengan total 212 orang (120 orang offline dan 92 orang online). Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, empat topik dibahas: budaya digital, etika digital, hoax, keamanan ruang digital, dan teknik pengamankan perangkat digital. Pada era digital saat ini sangat penting memiliki sikap kritis dan juga etika dalam menggunakan media digital. Selain itu penting juga menjaga keamanan perangkat digital yang masyarakat miliki. Masyarakat mampu memahami materi dengan baik dan diharapkan masyarakat cakap dalam mengenali hoaks dan mencegah terjadinya hoaks termasuk menjaga keamanan ruang digital bagi masyarakat terutama anak anak. Kata kunci: Literasi Digital, Hoaks, Keamanan Ruang Digital
Pemberdayaan Pemasaran Digital Guna Meningkatkan Penjualan Hasil Panen Kelompok Agro Pertiwi: Upaya Mendukung Program Ekonomi Hijau dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Richadinata, Kadek Riyan Putra; Aryanata, Nyoman Trisna; Reganata, Gde Palguna; Mannan, Alif Naufal Anyuri; Tresia, Ni Wayan Budi Artiva
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4838

Abstract

Kelompok Tani Agro Pertiwi adalah kelompok tani yang berlokasi di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Kelompok Tani Agro Pertiwi menghadapi tantangan dalam pemasaran dan distribusi hasil panen mereka. Data penjualan yang terdokumentasi menunjukkan bahwa penjualan hasil panen masih rendah dan tidak konsisten setiap tahunnya. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Agro Pertiwi dalam pemasaran digital guna meningkatkan penjualan hasil panen mereka serta mendukung program Ekonomi Hijau dan ketahanan pangan di Desa Ubung Kaja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian edukasi dalam bentuk pelatihan pemasaran digital kepada 38 orang peserta. Alasan pemilihan metode ini adalah karena anggota Kelompok Tani Agro Pertiwi berusia di atas 40 tahun. Kegiatan pelatihan edukasi memberikan kesempatan bagi Kelompok Tani Agro Pertiwi untuk mempelajari dampak positif dari pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan perubahan paradigma positif terkait Pemasaran Digital.
Kecemasan Sosial Perempuan Hindu Bali Dalam Konsep Menyama Braya Kadek Rachma Intan Cahyani, Kadek Rachma Intan Cahyani; Nyoman Trisna Aryanata; Luh Putu Ratih Andhini
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v2i3.692

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat Hindu Bali yang mengakibatkan penyempitan makna konsep menyama braya, dari “semua manusia adalah saudara” menjadi terbatas pada komunitas Bali atau Hindu Bali. Pergeseran ini menimbulkan tantangan, khususnya bagi perempuan Hindu Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kecemasan sosial yang dialami perempuan Hindu Bali dalam menjalankan menyama braya serta memahami bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Tiga narasumber perempuan Hindu Bali berusia 18-40 tahun yang telah menikah dipilih berdasarkan keterlibatan mereka dalam aktivitas adat dan tanggung jawab sosial yang berkaitan dengan menyama braya. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta software NVivo 14. Hasil menunjukkan bahwa perempuan Hindu Bali mengalami kecemasan sosial, terutama dalam interaksi dengan komunitas adat, karena tekanan memenuhi peran gender tradisional dan tugas adat yang membebani. Kecemasan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap penilaian negatif dari komunitas jika mereka gagal memenuhi ekspektasi sosial. Penelitian ini menemukan bahwa perempuan Hindu Bali memiliki peran penting dalam menjaga tradisi melalui kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk menyama braya. Meskipun mereka menghadapi kecemasan akibat ekspektasi tradisional, dukungan keluarga terutama dari ibu mertua dan kandung, membantu mengurangi tekanan ini. Usia dan pengalaman juga memengaruhi kemampuan mereka mengelola kecemasan, dengan perempuan yang lebih tua cenderung lebih mampu menghadapi tantangan sosial. Penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan konteks budaya dan gender dalam memahami kecemasan sosial serta menyarankan peningkatan dukungan sosial dan penelitian lanjutan.
Menumbuhkan Minat Belajar Mengurangi Prokrastinasi: Tantangan Siswa Kelas X di SMA X Dewa Ayu Intan Sukmayanthi; Nyoman Trisna Aryanata; Aritya Widianti
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v2i3.694

Abstract

The success of learning is influenced by students' interest in learning. When someone has an interest in learning, they will show a high level of interest and gladly pay attention to learning activities. However, a common phenomenon among students today is that teenagers spend more time on entertainment than completing academic tasks. This study aims to determine the relationship between learning interest and academic procrastination among 10th-grade students at SMA X. This study uses a quantitative research method with simple linear regression analysis. The subjects of this study were 241 10th-grade students at SMA X. The instruments used were a learning interest questionnaire from Prihatin (2017) with a reliability of 0.713 and a validity score of 0.654-0.706, and an academic procrastination questionnaire from Zakiah (2021) with a reliability of 0.923 and a validity score of 0.218-0.672. The results of this study show a significance of 0.000 (ɑ < 0.05) with a regression coefficient value of -0.912 and an R Square of 5.4%. This indicates a significant negative relationship between the variables, meaning that the higher the learning interest, the lower the academic procrastination, and vice versa. However, the researcher found that even with a high interest in learning, students may still experience moderate academic procrastination, which is influenced by their inability to prioritize tasks. There is a relationship between the factors of learning interest and academic procrastination among 10th-grade students at SMA X, amounting to 5.4%, with the remaining percentage influenced by other factors. Future researchers are encouraged to further develop this study by investigating other factors that were not examined in this research.
Stres Akademik Pada Siswa SMA Ketika Terjadi Transisi Pembelajaran Dari Daring Ke Pembelajaran Tatap Muka Made Sukma Wirayana; Nyoman Trisna Aryanata; Aritya Widianti
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v2i3.701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang alamiah dan mendalam tentang stres akademik dan faktor – faktor yang membuat stress akademik siswa SMA ketika terjadinya transisi pembelajaran daring ke pembelajaran tatap muka penuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan lima partisipan perempuan siswa SMA Negeri X. Pemilihan partisipan didasarkan pada pengalaman transisi pembelajaran yang dimiliki dan kebersedian menjadi partisipan pada penelitian ini. Kredibilitas penelitian ini menggunakan member check. Penelitian ini mendapatkan 13 kategori tema. Stres akademik yang dialami siswa saat transisi pembelajaran antara lain, pembelajaran daring siswa kurang mendapatkan penjelasan dari guru sehingga membuat siswa harus mampu memahami materi secara mandiri. PTM terbatas siswa dituntut untuk merubah kebiasaan harus mulai bangun pagi. Stres akademik yang dialami siswa saat terjadinya transisi pembelajaran dari daring, PTM terbatas, dan tatap muka penuh antara lain pembelajaran yang tidak efektif menuntut siswa supaya mampu memahami materi secara mandiri, harus merubah kebiasaan supaya bisa beradaptasi dengan cepat dan baik, mencemaskan nilai hasil belajar, aktivitas pembelajaran yang padat, dan tugas sekolah yang banyak.
GAMBARAN PERILAKU PEMANFAATAN LOLOH CEMCEM SEBAGAI OBAT HERBAL DI DESA PENGLIPURAN Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Gde Palguna Reganata; Nyoman Trisna Aryanata
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol5iss1pp28-37

Abstract

Abstrak : Dunia kesehatan mulai menyadari adanya bahaya-bahaya yang tersembunyi di belakang penggunaan obat-obatan sintetik secara berlebihan, maka perhatian masyarakat sekarang berbalik kepada pengobatan turun-temurun. Salah satunya penggunaan herbal tradisional loloh cemcem. Studi pendahuluan ditemukan bahwa 9 dari 10 warga masyarakat Desa Penglipuran lebih memilih loloh cemcem sebagai pengobatan herbal karena memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku pemanfaatan loloh cemcem sebagai obat herbal di masyarakat desa penglipuran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi etnografi dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukan loloh cemcem sudah digunakan secara turun-temurun, masyarakat mengetahui manfaat loloh cemcem, dan pengalaman pribadi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap penggunaan loloh cemcem, memiliki cara pengolahan yang sama, dan ada perbedaan pada cara penggunaan dibagian takaran dan interval minum berapa kali sehari, dan pemanfaatan loloh cemcem didukung dari pandangan keluarga. Berdasarkan temuan penelitian bahwa pengetahuan mengenai loloh cemcem yang diperoleh secara turun-temurun dan masyarakat memiliki pandangan bahwa loloh cemcem ini bukan hanya sekedar minuman tradisional untuk menyegarkan saja namun dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal. Manfaat loloh cemcem yang diyakini masyarakat Desa Penglipuran dalam pengobatan dan kesehatan yaitu untuk mengatasi sembelit (susah buang air besar), panas dalam, gusi berdarah dan bisa menambah nafsu makan Kata Kunci : Loloh Cemcem, Obat Herbal, Perilaku Abstract : The world of health is starting to realize that there are hidden dangers behind the excessive use of synthetic drugs, so people's attention is now turning to hereditary medicine. One of them is the use of traditional herbal lolo cemcem. Preliminary studies found that 9 out of 10 residents of Penglipuran Village prefer loloh cemcem as herbal medicine because it has many benefits for treatment. The purpose of this study was to determine the behavior of using loloh cemcem as an herbal medicine in the Penglipuran village community. The research method used is a qualitative approach with an ethnographic study design and data collection techniques by means of interviews. The results showed that loloh cemcem had been used for generations, the community knew the benefits of loloh cemcem, and the personal experience felt by the community regarding the use of loloh cemcem, had the same processing method, and there were differences in how to use it in the dosage section and how many times a day to drink it , and the utilization of lolo cemcem is supported from a family perspective. Based on the research findings, knowledge about loloh cemcem has been passed down from generation to generation and the public has the view that loloh cemcem is not just a traditional refreshing drink but can be used as herbal medicine. The benefits of loloh cemcem are believed by the people of Penglipuran Village in medicine and health, namely to overcome constipation (difficulty defecating), heartburn, bleeding gums and can increase appetite. Keywords: Loloh Cemcem, Herbal medicine, behavior