Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

DIGITAL MINDSET IN PROMOTING REGIONAL TRADITION AND BASIS OF COMMUNICATION WITH PRIVACY IN SOCIAL MEDIA Fina Carla Rettobjaan, Vitalia; Bagus Aristayudha, AA Ngurah; Aryanata, Nyoman Trisna; Jaya, Putu Prisa; Widnyani, Ni Made
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i1.1607

Abstract

Digital Mindset is a mindset formed by the development of digital technology. Communities are required to be able to use technology in the midst of changes that occur. This change has an impact on the way people open up opportunities to market the area with social media. This convenience provides answers to existing problems regarding the slow introduction of uniqueness in traditional villages which can actually become tourist areas. The purpose of this activity is to provide basic education and training on the use of social media for promotion with Instagram media, and to limit oneself to privacy, steps and making privacy to stay safe in using social media. This activity was carried out in the Bukian Traditional Village, Gianyar. From the results of the descriptive analysis, data was obtained that out of 183 people who had been given information, 123 (67.21%) had a good understanding of building a digital mindset and communicating privacy on social media accounts. As many as 60 people (32.79%) quite well understand this understanding of digitalization. The general public already has a good understanding of building a digital mindset and good communication on social media.
RESILIENSI PADA ANAK BERHADAPAN HUKUM (ABH) SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA Widianti, Aritya; Noviana Utami , Ni Made Sintya; Aryanata, Nyoman Trisna; Ratih Andhini, Luh Putu; Novianti Astaningtias, Ni Made Irene
UNBI Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v1i1.148

Abstract

Anak Berhadapan Hukum (ABH) memiliki kriteria usia 12 sampai di bawah 18 tahun dan belum menikah. Data ABH khususnya di kota Denpasar dari tahun 2014 sampai 2018 menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Mereka harus menerima hukuman atas perbuatannya sehingga menarik untuk dilihat lebih lanjut mengenai bagaimana resiliensinya. Menyadari bahwa seorang ABH tetaplah individu yang penting serta harus tetap bertanggung jawab menjalani tindak pidana yang dibuatnya dan bersiap kembali ke masyarakat maka Program Studi Psikologi melakukan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Mercy. Tujuan kegiatan ini adalah agar ABH mendapat insight dari diskusi dan refleksi berdasarkan sebuah film. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dengan media menonton film, merefleksikan diri, serta kegiatan “Kertas Warna-Warni Hidupku”. Hasilnya adalah ABH merasakan ketiga faktor resiliensi dari program yang dilakukan, antara lain I am (kegiatan merefleksikan diri dari film), I have (kegiatan “Kertas Warna-Warni Hidupku”), dan I can (kegiatan memberikan feedback yang diberikan setelah mengikuti seluruh kegiatan). Simpulan adalah ABH dapat melihat diri lebih positif, menyadari adanya dukungan dari berbagai pihak dan memaafkan kesalahan yang telah dilakukan. Selain itu, mereka memperlihatkan adanya sikap terbuka, rasa percaya, dan mau mendengarkan satu sama lain selama kegiatan berlangsung  
Seminar Merancang Masa Depan Siswa SMA Ratih Andhini, Luh Putu; Aryanata, Nyoman Trisna; Widianti, Aritya; Novianti Astaningtias, Ni Made Irene; Noviana Utami, Ni Made Sintya
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i1.207

Abstract

Siswa SMA merupakan individu dalam tahap perkembangan remaja akhir dimana mereka bertugas memilih dan mempersiapkan karirnya. Zaman globalisasi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat mereka harus lebih kompetitif dalam mempersiapkan karir. Siswa SMA yang merancang masa depannya seringkali mengalami kebingungan dalam memilih jurusan kuliah, hal ini dipengaruhi dari teman dan orang tua, sehingga Prodi Psikologi UNBI melakukan seminar merancang masa depan siswa SMA dengan tujuan mengarahkan siswa untuk mengenali dirinya sendiri dan dapat memanfaatkan teknologi infomasi yang memberikan nilai lebih dalam melakukan pengembangan diri. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dengan dua dosen sebagai pembicara. Panitia adalah dosen dan mahasiswa Prodi Psikologi UNBI. Peserta berjumlah 87 siswa SMA N 8 Denpasar. Hasil yang didapatkan, peserta mengikuti sesi pengembangan diri dengan materi WHO AM I? Peserta diajak melakukan analisis SWOT dalam merencanakan karirnya setelah lulus. Setelah selesai melakukan analisis SWOT, peserta diajak melakukan ice breaking dengan mengikuti gerakan dance dalam video. Sesi ketiga yaitu pemanfaatan media sosial, peserta diajak untuk menjaga privasi dengan melakukan setting pada media masing-masing dan diajak mengenali budaya kolektivis di Indonesia. Terakhir, panitia melakukan evaluasi kegiatan seminar. Simpulan yang dapat ditarik adalah siswa mampu melakukan analisis SWOT dalam merancang karir dan mampu mengatur akunnya.
Korban Bom Bali Menemukan Kembali Makna Hidup Novianti A., Ni Made Irene; Aritya Widianti; Ni Made Sintya Noviana Utami; Nyoman Trisna Aryanata; Luh Putu Ratih Andhini
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i1.218

Abstract

Bom bali I dan II memberikan dampak negatif bagi para korban. Salah satunya adalah istri dari para pekerja di lokasi tragedi. Hal ini menjadikan mereka kehilangan keluarga dan bertahan hidup sendiri. Masa sulit juga dilewati sendiri tanpa bantuan orang terkasih. Pikiran negative dan menurunnya semangat hidup mulai dirasakan oleh para istri korban bom bali. Hal ini menjadi tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu para istri korban bom bali dapat menemukan kembali makna hidup dengan berpikir positif dan mengendalikan emosi negative. Metode kegiatan ini adalah focus group discussion dan relaksasi emosi. Hasilnya adalah korban bom bali mampu berpikir secara positif dan melatih mengendalikan diri sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Simpulan adalah korban bom bali dapat melihat diri lebih positif, menyadari adanya dukungan dari berbagai pihak sehingga mampu melewati masa sulit kehidupan.
GERMAS: Deteksi Dini Stres dan Pendampingan Psikologis pada Masyarakat Kelurahan Tonja Kecamatan Denpasar Utara Utami, Ni Made Sintya Noviana; Andini, Luh Putu Ratih; Aryanata, Nyoman Trisna; Widianti, Aritya; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Suari Dewi, Anak Agung Sagung
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i2.232

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat masyarakat dilaksanakan oleh Program Studi Psikologi sebagai salah satu gerakan masyarakat dengan melakukan deteksi dini stres dan pendampingan psikologis terhadap masyarakat. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa psikologi sebagai bentuk pengabdian dan berbagi wawasan terkait penanganan stres di masyarakat. Stres merupakan suatu yang umum terjadi dimasyarakat, namun apabila stres tidak teratasi dengan baik akan mengakibatkan dampak yang negatif dan mengganggu kesehatan mental masyarakat. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan gerakan hidup sehat dengan mengenali kondisi psikologis dan melakukan pencegahan sehingga kesehatan mental masyarakat dapat tetap terjaga. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan deteksi dini, penyuluhan, relaksasi, dan brain gym. Adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.
FGD dan Psikoedukasi Guru BK: Meningkatkan Penanganan Kesehatan Mental Remaja Andhini, Luh Putu Ratih; Widianti, Aritya; Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Dewi, Anak Agung Sagung Suari; Rastafary, Ni Luh Kade Nadia; Utami, Ni Made Sintya Noviana; Wulandari, Putu Diana; Saraswaty, Ratih; Aryanata, Nyoman Trisna
UNBI Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2024): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v5i1.415

Abstract

Isu kesehatan mental pada remaja sangat meningkat di Indonesia, hal tersebut menjadi fokus bagi pihak keluarga dan sekolah. Peran guru BK sangat penting dalam mencegah isu kesehatan mental pada siswa SMA/SMK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru BK mengenai pentingnya kesehatan mental remaja dan teknik konseling yang efektif. Melalui kegiatan FGD dan psikoedukasi, guru BK memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam menangani masalah kesehatan mental remaja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan peningkatan skor rata-rata pada post-test dibandingkan pre-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil memberikan wawasan yang lebih baik kepada guru BK dalam mengelola isu kesehatan mental di sekolah.   Mental health issues in adolescents are on the rise in Indonesia, which is a focus for families and schools. The role of counseling teachers is very important in preventing mental health issues in SMA / SMK students. This service activity aims to increase the understanding of counseling teachers about the importance of adolescent mental health and effective counseling techniques. Through FGDs and psychoeducation activities, counseling teachers gained new knowledge and skills in dealing with adolescent mental health problems. The evaluation results showed a significant increase in participants' understanding, with an increase in the average score on the post-test compared to the pre-test. This shows that this activity succeeded in providing BK teachers with better insights in managing mental health issues in schools.
Edukasi Komunikasi Bijak di Media Sosial untuk Remaja: Peran Keluarga Mengatasi Dampak Negatif Astaningtias, Ni Made Irene Novianti; Andhini, Luh Putu Ratih; Utami, Ni Made Sintya Noviana; Aryanata, Nyoman Trisna; Widianti, Aritya; Dewi, Anak Agung Sagung Suari; Wulandari, Putu Diana
UNBI Mengabdi Vol. 6 No. 1 (2025): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v6i1.437

Abstract

Komunikasi merupakan bagian yang sangat essential bagi pertumbuhan kepribadian manusia sehingga dengan adanya penggunaan media sosial dapat memberikan pengaruh dalam cara berkounikasi dan efek yang cenderung bersifat negatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai komunikasi yang bijak di media sosial dan memperkuat peran keluarga dalam menjaga hubungan yang sehat di era digital. Melalui penyuluhan interaktif dan diskusi, peserta yang merupakan remaja di Banjar Tembau Tengah, Penatih, diajarkan bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak untuk mencegah dampak negatif seperti cyberbullying dan kecemasan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai komunikasi sehat, dengan hasil post-test yang lebih tinggi daripada pre-test. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi peserta adalah dalam mengimplementasikan komunikasi yang bijak di kehidupan sehari-hari mereka, yang menunjukkan perlunya pendampingan lebih lanjut.   Communication is a very essential part for the growth of human personality so that the use of social media can have an influence on how to communicate and the effects that tend to be negative. This community service activity aims to provide education about wise communication on social media and strengthen the role of families in maintaining healthy relationships in the digital era. Through interactive counseling and discussion, participants who are teenagers in Banjar Tembau Tengah, Penatih, were taught how to use social media wisely to prevent negative impacts such as cyberbullying and social anxiety. The results of the activity showed a significant increase in understanding of healthy communication, with post-test results higher than pre-test. However, the main challenge faced by participants was in implementing wise communication in their daily lives, indicating the need for further mentoring.
The Relationship between Multiple Role Conflict and Work Stress among Midwives Palmasari, Ni Putu Ika; Andihini, Luh Putu Ratih; Aryanata, Nyoman Trisna
Psikologi Prima Vol. 8 No. 2 (2025): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v8i2.7467

Abstract

Midwives are a profession with high physical and psychological demands, especially for those who are married, have children, and remain actively working, thus having to perform dual roles as professionals and homemakers, which can lead to work stress. This study aims to examine the relationship between dual role conflict and work stress among midwives at Hospital X in Gianyar Regency, who are members of the IBI Sanjiwani Branch. The method used was quantitative with a cross-sectional approach, involving 30 purposively selected midwives who were married, actively working, and had children aged 0–15 years.The instruments used were the dual role conflict scale and the work stress scale, both with adequate validity and reliability. Data analysis using the Spearman correlation test showed a significant positive relationship between dual role conflict and work stress, with r = 0.402 (p < 0.05). The highest conflict aspect was strain-based FIW (Family Interfering with Work), and the most prominent work stress aspects were psychological and behavioral. These findings highlight the importance of role management, work–family balance, and support from both organizations and families in reducing midwives work stress.