Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Sekolah Dalam Membangun Literasi Digital Pada Siswa Sd Inpres 4/82 Walian Aldjon Nixon Dapa; Junita Christi Makawawa; Viona Palullu; Nayla Enviend Nento; Marcho Julio Moningka; Pebiyola Nababan; Nadia Kumontoy
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sekolah dalam membangun literasi digital pada siswa SD Inpres 4/82 Walian sebagai salah satu sekolah dasar di Kota Tomohon. Literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi peserta didik di era modern, terutama karena meningkatnya penggunaan perangkat teknologi dalam proses belajar maupun kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali berbagai bentuk dukungan sekolah, strategi pembelajaran, serta pengalaman siswa dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menggambarkan kondisi nyata pelaksanaan literasi digital di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah berperan cukup aktif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan pembelajaran, menyediakan fasilitas pendukung seperti perangkat komputer dan akses internet, serta memberikan pendampingan kepada siswa agar mampu menggunakan media digital secara tepat. Kendati demikian, proses penguatan literasi digital masih menghadapi beberapa tantangan, terutama keterbatasan perangkat dan perbedaan kemampuan siswa dalam mengoperasikan teknologi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan literasi digital sangat dipengaruhi oleh komitmen sekolah, kesiapan guru, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran digital di rumah.
Implementasi Kebijakan Pendidikan Dalam Program Literasi Di Sd Gmim Pondang Aldjon Nixon Dapa; Junita Christi Makawawa; Sintia mokodongan; Novti Gracia Lontounaung; Hikma Audian; Olan Lahabu; Rivilia Manderes
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana kebijakan pendidikan terkait program literasi diterapkan di SD GMIM Pondang dan bagaimana pelaksanaannya berpengaruh terhadap perkembangan budaya membaca siswa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen sekolah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sekolah mengembangkan sejumlah strategi literasi, seperti kegiatan membaca sebelum pelajaran dimulai, penyediaan sudut baca di kelas, pelaksanaan kegiatan Jumat Literasi, serta penataan kembali fasilitas perpustakaan. Langkah-langkah tersebut membantu menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa untuk lebih dekat dengan aktivitas membaca. Dampaknya terlihat pada meningkatnya ketertarikan siswa terhadap bacaan dan kemampuan mereka dalam memahami isi teks. Kendala yang ditemui meliputi keterbatasan bacaan yang variatif dan kemampuan membaca siswa yang tidak merata. Secara umum, implementasi program literasi di sekolah ini mampu memberikan kontribusi positif bagi penguatan minat baca dan kebiasaan literasi siswa.
Analisis Dampak Gerakan Literasi Sekolah Pada Siswa SD GMIM IV Tomohon Aldjon Nixon Dapa; Junita C. Makawawa; Meria Delila Gasi; Diana Sari Br Tarigan; Ekho Sosibong; Ririn Mokodongan; Tabita Olivia Sinaga; Lisa Margaretha Hendrik
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Gerakan Literasi Sekolah terhadap perkembangan literasi siswa di SD GMIM IV Tomohon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah memberikan pengaruh positif terhadap minat baca, kemampuan memahami teks, serta kebiasaan belajar siswa. Kegiatan membaca rutin, keberadaan pojok baca, dan integrasi literasi dalam pembelajaran membantu siswa lebih aktif berinteraksi dengan bahan bacaan. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan bahan bacaan dan keterlibatan orang tua yang belum optimal. Secara keseluruhan, Gerakan Literasi Sekolah berkontribusi dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan sekolah.
The Relationship Between Gadget Use and Digital Literacy Levels Among Elementary School Students Muhammad Nazimuddin Al Kamil; Putriwanti Putriwanti; Mas'adi Mas'adi; Junita Christi Makawawa
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.7729

Abstract

Gadget use among elementary school students is increasing in tandem with the advancement of digital technology. This study aims to determine the relationship between gadget use and the level of digital literacy of elementary school students. This research was conducted at SDN 2 Talise. This study used a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 36 students selected purposively. The research instrument was a closed-ended questionnaire with a Likert scale, consisting of 15 items for the variables of gadget use and digital literacy. Data analysis included normality tests, linearity tests, and Pearson correlation tests. The results of the normality test indicated that the data were normally distributed, while the linearity test indicated a linear relationship between the two variables. The Pearson correlation test showed a significant positive relationship between gadget use and digital literacy. This finding suggests that the more frequent and appropriate use of gadgets, the higher the students' digital literacy level. This study emphasizes the importance of mentoring and educational use of gadgets to improve digital literacy skills from an early age.
PERSEPSI MAHASISWA PGSD TERHADAP MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO Junita C. Makawawa; Felisitas Waruwu; Putri Dasima Sembiring; Marselin Sawolino; Veronica Sipir; Natasya Tamuntuan; Joelandi Kalangie
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5105

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan media sosial sebagai salah satu media pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Manado terhadap media sosial sebagai media pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 50 mahasiswa semester IV sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang terdiri atas 20 butir pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu kemudahan, manfaat, efektivitas, dan dampak penggunaan media sosial dalam pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert dan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran. Pada aspek kemudahan, media sosial dinilai sangat baik karena memudahkan akses informasi dan materi pembelajaran. Pada aspek manfaat, media sosial membantu mahasiswa mencari informasi terkait tugas, meningkatkan pemahaman materi, serta membuat pembelajaran lebih menarik. Pada aspek efektivitas, media sosial mendukung komunikasi akademik, interaksi dengan dosen, dan diskusi dengan teman. Sementara itu, pada aspek dampak, media sosial memberikan dampak positif dalam mendukung kerja kelompok dan kolaborasi belajar, meskipun masih ditemukan dampak negatif berupa distraksi, penurunan produktivitas belajar, dan kesulitan mengontrol waktu penggunaan. Secara keseluruhan, media sosial dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, fleksibel, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital, namun penggunaannya perlu dilakukan secara bijak agar manfaat yang diperoleh lebih optimal.