Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MEKANIS BETON BERAGREGAT MENGGUNKAN BETON DAUR ULANG Sultan, Mufti Amir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v2i4.6

Abstract

Beton dapat dimanfaatkan untuk banyak hal dan sebagian besar beton digunakan sebagaielemen struktur. Keterbatasan kemampuan alam menyediakan material pembentuk beton merupakansebuah persoalan yang penting. Nilai ekonomis dari material alam yang cukup tinggi juga menjadisalah satu hal yang harus dipertimbangkan. Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut di atasadalah dengan mengupayakan pemanfaatan sisa – sisa bongkaran beton (Recycled Concrete) sebagaipengganti parsial agregat kasar dalam campuran beton.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan agregat daurulang terhadap slump dan berat volume pada beton serta menganalisa pengaruh penambahan 0%,25%, 50%, 75% dan 100% RCA terhadap karekteristik mekanis beton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton daur ulang RCA (RecycledConcrete Aggregates) mengalami penurunan sampai  14% dari kekuatan beton normal seiringdengan penambahan komposisi RCA. Berat volume beton yang menggunakan RCA juga mengalamipenurunan sebesar 7% dari berat volume beton normal.
PENGARUH VARIASI FAKTOR AIR SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON BERAGREGAT BATU APUNG Darwis, Fitro; Sultan, Mufti Amir; Anwar, Chairul
JURNAL SIPIL SAINS Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v6i11.311

Abstract

Beton ringan menggunakan agregat yang ringan dengan tingkat porositas yang tinggi sehingga mempunyai berat jenis yang rendah. Salah satu contoh agregat yang ringan yang bisa digunakan sebagai bahan pembentuk beton ringan yaitu batu apung (pumice). Batu apung merupakan salah satu agregat kasar ringan yang bisa didapatkan di Kota Ternate. Variasi faktor air semen juga berperan dalam kekuatan dan tingkat kelecakan beton. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui apakah beton ringan batu apung memenuhi kuat tekan beton untuk tujuan struktural dan pengaruh variasi faktor air semen terhadap kuat tekan serta nilai slump beton ringan batu apung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Bahan Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate. Menggunakan benda uji berbentuk Silinder dengan ukuran diameter 150 mm, dan tinggi 300 mm. Pengujian kuat tekan beton pada umur rencana 28 hari yang menggunakan batu apung sebagai agregat kasar dengan variasi faktor air semen (FAS) diantaranya FAS 0.5, 0.55, 0.6, 0.65, 0.7, dan 0.75. Hasil Hasil pengujian kuat tekan beton ringan batu apung untuk FAS 0,5, 0,6, dan 0,65 memenuhi batas kekuatan konstruksi beton ringan untuk tujuan struktural. Pada FAS 0,55, 0,7, dan 0,75 tidak memenuhi batas kekuatan beton ringan struktural. Semakin tinggi nilai FAS menunjukkan kecenderungan penurunan kuat tekan dari benda uji, berbanding terbalik dengan nilai slump. Analisis regresi untuk hubungan varasi faktor air semen terhadap kuat tekan memberikan nilai korelasi (r) sebesar 0,8052 sedangkan untuk hubungan faktor air semen terhadap slump memberikan nilai korelasi (r) sebesar 0,9878. Dan kedua dua nilai korelasi ini menunjukan bahwa semakin kuat hubungan antara variasi FAS terhadap kuat tekan dan nilai slump nya.
STUDI KARAKTERISTIK DAN KUAT TEKAN BETONMUTU NORMAL (Studi Kasus Agregat Sungai Tewil Kabupaten Halmahera Timur ) Sultan, Mufti Amir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v1i2.16

Abstract

Beton dibuat dari campuran agregat halus, agregat kasar, semen, dan air dengan perbandingan tertentuserta dapat pula ditambahkan dengan bahan tambah yang lainya sesuai dengan keperluan apabiladianggap perlu. Agregat merupakan unsur pembentuk beton yang paling besar komposisinya yaitusebesar 70-75% dari total volume beton, maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitasbeton. Penelitan ini merupakan studi yang bertujuan mengetahui sifat-sifat dari agregat sungai tewil danmembuat JMF untuk memperoleh kuat tekan beton K300 tanpa menggunakan bahan tambahPenelitian ini mengunakan benda uji berbentuk kubus 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 40 buah.Metode perencanaan campuran menggunakan metode SNI 1990. Faktor Air Semen yang digunakankedalam campuran beton normal adalah 0,32, 0,34, 0,36,0,38, 0,40, 0,42, 0,44, dan 0,46. Pengujiandilakukan pada umur 28 hari.Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa agregat sungai tewil memenuhi syarat sebagai agregatuntuk campuran beton dan mampu mencapai kekuatan dengan mutu beton K350Kata kunci : FAS , kuat tekan
KARAKTERISTIK KUAT TEKAN BETON UNTUK RIGID PAVEMENT YANG DIPENGARUHI LINGKUNGAN LAUT Imran, Imran; Sultan, Mufti AMIR; Irnawaty, Irnawaty
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v9i17.893

Abstract

Beton yang berada pada daerah pantai atau lingkungan laut akan mengalami proses penurunan kekuatan dan kemampuan apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu penanganan beton pada daerah tersebut yaitu dengan inovasi perubahan sifat beton, salah satunya dengan penambahan abu vulkanik. Penambahan abu vulkanik gamalama sebanyak 15,582% dari berat semen menghasilkan mutu beton yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton setelah perlakuan dengan lingkungan laut selama 1 bulan dan 6 bulan. Pengujian kuat tekan beton normal dan beton abu vulkanik gamalama dilakukan setelah umur 28 hari, kemudian benda uji ditempatkan didalam air laut dan pada daerah pasang surut dengan waktu pengujian kuat tekan selama 1 bulan dan 6 bulan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tekan beton normal dan beton abu vulkanik gamalama umur 28 hari sebesar 309,43 kg/cm2 dan 414,89 kg/cm2, persentasi kenaikan beton abu vulkanik gamalama sebesar 34,08% dari kuat tekan beton normal. Kemudian kuat tekan beton normal air laut dan beton normal pasang surut mengalami peningkatan selama 1 bulan, beton normal air laut sebesar 353,47 kg/cm2 dan beton normal pasang surut sebesar 392,87 kg/cm2 dan perlakuan selama 6 bulan beton normal air laut mengalami penurunan sehingga nilai kuat tekannya menjadi 328,20 kg/cm2,sedangkan beton normal pasang surut masih terjadi peningkatan dengan nilai kuat tekan sebesar 398,43 kg/cm2. Kemudian kuat tekan beton abu vulkanik Gamalama masih mengalami peningkatan selama 1 bulan dan 6 bulan, beton abu vulkanik pada air laut selama 1 bulan menghasilkan kuat tekan sebesar 449,66 kg/cm2 dan 6 bulan sebesar 538.20 kg/cm2, untuk beton abu vulkanik pasang surut selama 1 bulan dan 6 bulan menghasilkan kuat tekan sebesar 440,39 kg/cm2 dan 514,56 kg/cm2.
UJI TEKAN BETON MUTU TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH ADDITON Sultan, Mufti Amir; Kusnadi, Kusnadi
JURNAL SIPIL SAINS Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v7i13.497

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin meningkat dari zaman ke zaman, kriteria beton mutu tinggi juga meningkat sesuai dengan perkembangan zaman. Berbagai penelitian dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton, teknologi bahan dan metode pelaksanaan yang mana hasil dari penelitian tersebut dimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap kebutuhan pemakian beton. Salah satu cara agar dalam membuat beton mutu tinggi adalah dengan menambahkan bahan tambah berupa admixtures dan additives.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan bahan tambah Additon.H.E. terhadap kuat tekan beton mutu tinggi. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 buah berbentuk kubus dengan ukuran (150x150x150) mm, dengan masing - masing variasi sebanyak 3 sampel. Variasi Additon H.E yang digunakan sebesar 0 cc, 50 cc 150 cc, 250 cc dan 300 cc. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat beton dengan variasi Additon H.E 0 cc diperoleh kuat tekan sebesar 443,99 Kg/cm² dengan nilai slump 2 cm, setelah ditambahkan Additon H.E 50 cc, 150 cc, 250 cc dan 300 cc mengalami variasi kuat tekan 450,03 Kg/cm² diperoleh nilai slump 2,5 cm. Pada penambahan variasi Additon H.E 150 cc dengan nilai slump 5 cm terjadi peningkatan kuat tekan beton sebesar 456,07 Kg/cm², peningkatan kuat tekan beton yang cukup signifikan terjadi pada penambahan Additon H.E 250 cc diperoleh kuat tekan sebesar 483,26 Kg/cm² dan nilai slump yang diperoleh 7,5 cm. Semakin besar penambahan Additon H.E yang digunakan semakin besar pula nilai slump yang diperoleh, namum tidak mengurangi kuat tekan beton melainkan meningkatkan workabilty beton. Ini memperlihatkan bahwa Additon H.E dapat memperbaiki kinerjia beton namun hanya sampai konsentrasi tertentu yaitu 250 cc, setelah melewati 250 cc kinerjia beton akan menurun.
STUDY LIFE CYCLE COST PADA KONSTRUKSI JALAN DAULASI KOTA TERNATE Yuda Saputra, muhammad taufik; Sultan, Mufti Amir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v2i3.7

Abstract

Saat ini para pemilik poyek masih lebih memperhatikan biaya awal pembuatan jalan, padahal belumtentu biaya awal yang rendah akan memberikan Life Cycle Cost (selanjutnya disingkat LCC) yangrendah juga. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan antara LCC aktual yangberdasar pada konstruksi jalan yang digunakan saat ini, dan LCC alternatif yang berdasar padakonstruksi jalan alternatif. Lokasi penelitian adalah Jalan Daulasi Kota Ternate. Perhitungan LCCdidasarkan pada konstrusi jalan Daulasi, yaitu dengan menggunakan perkerasan kaku sebagai LifeCycle Cost (LCC) alternatifnya. Dari hasil analisis perhitungan LCC konstruksi jalan Daulasidiperoleh bahwa jika konstruksi jalan Daulasi menggunakan perkerasan lentur memberikan nilai LCCsebesar Rp 15,996,000,000.00 untuk umur rencana perkerasan 20 tahun. Dan jika konstruksi jalanDaulasi menggunakan perkerasan kaku, nilai LCCnya adalah Rp 10,226,000,000.00 untuk umurrencana jalan 20 tahun.
KARAKTERISTIK MEKANIS BETON BERAGREGAT MENGGUNKAN BETON DAUR ULANG Sultan, Mufti Amir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v2i4.18

Abstract

Beton dapat dimanfaatkan untuk banyak hal dan sebagian besar beton digunakan sebagaielemen struktur. Keterbatasan kemampuan alam menyediakan material pembentuk beton merupakansebuah persoalan yang penting. Nilai ekonomis dari material alam yang cukup tinggi juga menjadisalah satu hal yang harus dipertimbangkan. Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut di atasadalah dengan mengupayakan pemanfaatan sisa – sisa bongkaran beton (Recycled Concrete) sebagaipengganti parsial agregat kasar dalam campuran beton.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan agregat daurulang terhadap slump dan berat volume pada beton serta menganalisa pengaruh penambahan 0%,25%, 50%, 75% dan 100% RCA terhadap karekteristik mekanis beton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton daur ulang RCA (RecycledConcrete Aggregates) mengalami penurunan sampai  14% dari kekuatan beton normal seiringdengan penambahan komposisi RCA. Berat volume beton yang menggunakan RCA juga mengalamipenurunan sebesar 7% dari berat volume beton normal.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PEMBAKARAN BATUBARA (FLY ASH) Ex PLTU RUM PADA CAMPURAN BETON Sultan, Mufti Amir; imran, imran; faujan, muhammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.167 KB) | DOI: 10.29103/tj.v9i2.186

Abstract

Beton adalah material yang umum digunakan dalam dunia pembangunan infrastruktur seperti Gedung, jembatan, jalan raya, dan insfrastruktur lainnya. PLTU Rum Tidore Kepulauan menggunakan batubara sebagai bahan bakar, yang menghasilkan produk sampingan berupa limbah abu terbang (fly ash). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash sebagai bahan tambah (additive) pada campuran beton. Komposisi fly ash yang digunakan dengan variasi kadar 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% terhadap berat semen. Beton tanpa penambahan fly ash sebagai benda uji kontrol. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan jumlah 90 buah.Hasil penelitian menunjukan Nilai kuat tekan optimum terjadi pada variasi fly ash 20% sebesar 29,43 Mpa yang meningkatkan kuat tekan sebesar 26,45% dari beton tanpa bahan tambah fly ash. 
PENGGUNAAN EKSTRAK TEMBAKAU SEBAGAI INHIBITRO PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PASIR LAUT DAN AIR LAUT Sultan, Mufti Amir; Hi Abbas, Muhammad Yunus; Gaus, Abdul; Rakhman, Khusna Arif; Barmawi, Nurtalia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.096 KB) | DOI: 10.29103/tj.v10i1.264

Abstract

Korosi dapat didefenisikan secara umum sebagai pengrusakan bahan oleh lingkungannya. Struktur beton bertulang akan mengalami kerusakan akibat serangan korosi, apabila tidak ditangani akan membutuhkan biaya yang relative mahal untuk memperbaikinya. Korosi pada baja tulangan harus ditangani secara khusus. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Pencegahan korosi bergantung pada jenis korosi yang terjadi pada material terkorosi. Salah satu metode yang terus di kaji saat ini adalah pencegahan korosi dengan menggunakan inhibitor. Dalam penelitian ini, inhibitor yang digunakan adalah inhibitor ekstrak daun tembakau dengan variasi dan konsentrasi yang telah ditentukan yakni 0%,4% dan 8%. Metode yang digunakan untuk menganalisis laju korosi yang terjadi yaitu metode Weight Loss (kehilangan berat). Pengujian dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik terhadap benda uji dengan menggunakan voltase sebesar 5V. Pengaliran dilakukan secara bertahap dengan interval tertentu, sehingga diperoleh efeisiensi inhibisi dalam satuan persen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan inhibitor ekstrak tembakau dengan metode weight loss pada konsentrasi 4% dan 8% mampu menurunkan rapat arus anodik dan katodik yang mengakibatkan laju korosi pada baja tulangan, Peningkatan konsentrasi inhibitor ekstrak tembakau pada masing-masing variasi campuran beton memiliki efesiensi inhibitor yang baik yakni 64,44%  dengan air pencampur air tawar dan 20% untuk air laut pada setiap konsentrasi inhibitor 8% ekstrak tembakau.  
PENGARUH RENDAMAN ASAM TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PENAMBAHAN FLY ASH Sultan, Mufti Amir; Imran, Imran; Faujan, Muhammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.367

Abstract

Abstrak Beton memiliki kuat tekan yang tinggi yang merupakan sifat paling utama dan mencerminkan kemampuan beton menahan beban tekan yang diberikan kepadanya, namun lingkungan asam yang mengandung unsure kimia asam akan merusak beton secara perlahan- lahan mulai dari tepi dan sudut beton dengan terjadinya pelepasan butiran-butiran partikel beton sehingga beton menjadi keropos dan mengakibatkan terjadinya penurunan kuat tekan beton. Beton dengan bahan tambah fly ash menjadi tijauan khusus untuk lingkungan asam dikarenakan permeabilitas dan porositasnya yang kecil akan mempersulit serangan asam lebih parah lagi sampai ke inti beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dengan presentase penambahan butiran fly ash dengan kadar 20% terhadap berat seman, serta pengaruh lingkungan asam terhadap kuat tekan beton yang menggunakan bahan tambah fly ash. Hasil penelitian menunjukan beton normal (BN) mengalami penurunan kuat tekan yang bervariasi yaitu pada waktu 1 bulan sebesar 24,79% dan 2 bulan sebesar 30,58% dari beton normal umur 28 hari, sedangkan perlakuan air asam pada beton fly ash (BFA) juga mengalami penurunan kuat tekan pada waktu yang sama yaitu 1 bulan sebesar 2,61% dan 2 bulan sebesar 26,80% dari beton fly ash (BFA) umur 28 hari, di mana rasio penuruan pada beton fly ash lebih baik dibandingkan beton tanpa fly ash. Dengan demikian terlihat bahwa beton fly ash (BFA) lebih tahan terhadap serangan asam sulfat dibandingkan dengan Beton Normal (BN). Kata Kunci: KuatTekan, Asam Sulfat, Fly Ash   Abstract Concrete has a high compressive strength which is the most important characteristic and reflects the ability of the concrete to withstand the compressive load given to it, however an acidic environment that contains acidic chemical elements will slowly damage the concrete starting from the edges and corners of the concrete by releasing the particles. concrete so that the concrete becomes porous and results in a decrease in the compressive strength of theconcrete. Concrete with fly ash added material is of particular importance for acidic environments because its small permeability and porosity will make it more difficult for acid attack to reachthe concrete core. This study aims to determine the value of the compressive strength of concrete with the percentage of adding fly ash granules with a content of 20% to the weight of the cement, as well as the effect of the acidic environment on the compressive strength of concrete using fly ash added. The results showed that normal concrete (BN) experienceda varying decrease in compressive strength, namely at 1 month of 24.79% and 2 months of 30.58% of normal concrete aged 28 days, while the treatment of acid water on fly ash concrete (BFA) also experienced a decrease in compressive strength at the same time, namely 1 month of 2.61% and 2 months of 26.80% of fly ash concrete (BFA) 28 days old. Where the reduction ratio in fly ash concrete is better than concrete without fly ash. Thus it can be seen that fly ash concrete (BFA) is more resistant to sulfuric acid attack than Normal Concrete (BN). Keywords: Compressive Strength, Sulfuric Acid, Fly Ash
Co-Authors Abdul Gaus Abdullah, Abdul Madjid Ade, Ilham Adingku, Julham Alhadar, Nabila Islamaiya Ali, Ismanto Wahab Amrin Wanda Amrin Wanda Angellyna, Meilyna AR, Ridwan Arbain Tata Arif, Friyani N. Barmawi, Nurtalia Chairul Anwar Chairul Anwar Dahri Kabir Demi Sidogu Djamaluddin, Rudy Djamluddin, Rudy Edi Suhartono Kurung Edi Susanto Edward Rizky Ahadian Endi Setiawan Erwinsyah Tuhuteru Farika, Azmy faujan, muhammad Fera The Fitro Darwis Gaus, Abdul Hakim, Raudha Hi Abbas, Muhammad Yunus Hi Bayan, Ilman Nafiyanto A Hi Sergi, Yusup Ibrahim, Rusdi Imran Imran Imran, Imran Inggrayani Anggreni waiola Irfan Ilyas Irnawaty Irnawaty, Irnawaty Irnawaty, Irnawaty Ismail, Hasbullah Ismanto Wahab Ali Jamalun Togubu Julfikra Sastra Tuahuns Kamarullah, Suryawan Khusna Arif Rakhman, Khusna Arif Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kusnadi Kusnadi Kusnadi M Irfan Kotta M. Fadli Fajar Abdullah Mangoda, Novia Zulfasti Mardiana M Taiyeb Mardiani Diani Mardiani Diani, Mardiani Marsaoly, Nurmaiyasa Misbah, Zulkarnain K mohamad jamil Muchtar, Badordin Muhammad Amin Muhammad Fhadli muhammad taufik Yuda Saputra muhammad taufik Yuda Saputra, muhammad taufik Muhammad Taufik Yudasaputra Muhammad Taufiq Yuda Saputra Muhammad Yunus Hi Abbas Muhammad, Amiruddin Hi Muhdar Ishak Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nini Hasriyani Aswad Novia Zulfasti Mangoda Nu'man Nu'man Nu'man, Nu'man Nurmayasa Marsaoly Nurul Anggraini Usmat I Popi Y Sangaji Rahim, Mustamin Raudha Hakim Rauf, Ichsan Reskiyanto Rezkiyanto Ridwan Rasyid Rofika Sakti RR. Ella Evrita Hestiandari Sabaruddin Sabaruddin Sabaruddin Sabaruddin Saputra, Muhammad Taufik Yuda Shandy, Sary Siswoko Siswoko Sjamsuddin Kaaba Soamole, Ardianto Sri Harsimi Sultan, Thariq Alfaridzi A Sumartini Sumartini Syamsul Arifin Thariq Al Faridzi A Sultan Triandini, Riski Wahab, Iis Hamsir Ayub Walid Mododok Wiwik Handayani Yani, Stevi Zamzam, Zulkifli