Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Pengempaan Pada Proses Pembuatan Bata Ringan Geopolimer Sultan, Mufti Amir; Adingku, Julham; Kusnadi, Kusnadi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1151

Abstract

Abstrak Pasir batu apung sebagai bahan baku pembuatan bata ringan dengan menggunakan geopolimer sebagai pengikat menggantikan semen. Geopolimer terbentuk dari bahan baku yang banyak mengandung unsur silika  dan alumina. Penelitian ini menggunakan perbandingan volume agregat pengisi berupa pasir batu apung sebesar 50% dan binder 50%. Binder terdiri atas 55% fly ash dan 45% aktivator, di mana aktivator merupakan campuran dari Na2SiO3 dan larutan NaOH 10M dengan perbandingan 1:1. Proses produksi bata dengan pengempaan bervariasi 3,3 MPa, 6,7 MPa, 10,0 MPa, dan 13,3 MPa. Benda uji kontrol tidak dilakukan pengempaan. Untuk mempercepat proses polimerisasi bedan uji dipanaskan dengan menggunakan oven pada suhu 800C selama 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pengempaan yang diberikan pada proses produksi bata cenderung meningkatkan kuat tekan dan berbanding terbalik dengan penyerapan air. Pada pengempaan 10,0 MPa dan 13,30 MPa masing-masing menghasilkan mutu bata III dan IV. Kata kunci:  pasir batu apung, bata ringan, geopolimer, mutu bata    Abstract Pumice sand as a raw material for making lightweight bricks using geopolymer as a binder to replace cement. Geopolymers are formed from raw materials that contain lots of silica and alumina elements. This research uses a volume ratio of aggregate filler in the form of pumice sand at 50% and binder at 50%. The binder consists of 55% fly ash and 45% activator, where the activator is a mixture of Na2SiO3 and 10M NaOH solution in a ratio of 1:1. The brick production process with compression varies from 3.3 MPa, 6.7 MPa, 10.0 MPa, and 13.3 MPa. The control test specimen was not pressed. To speed up the polymerization process, the test bed was heated using an oven at 800C for 8 hours. The research results show that the higher the compression given in the brick production process tends to increase the compressive strength and this is inversely proportional to water absorption. At 10.0 MPa and 13.30 MPa compression, they produce brick grades III and IV respectively. Keywords: pumice sand, light brick, geopolymer, brick quality
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG ANGKUTAN ONLINE DI KOTA TERNATE Sultan, Mufti Amir; Marsaoly, Nurmaiyasa; Kotta, M Irfan
JURNAL SIMETRIK Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v10i2.542

Abstract

PT. Gojek Indonesia merupakan sebuah perusahaan swasta penyedia jasa transportasi berbasis teknologi yang bermitra dengan pengendara ojek. Sistem manajemen dan operasional gojek adalah dengan memadukan teknologi modern startup. Gojek menggunakan handphone android dengan aplikasi dan GPS yang selalu aktif, ketika pelanggan memesan jasa melalui aplikasi gojek, dalam posisi radius 3 km, panggilan tersebut akan menggetarkan handphone driver yang tersambung sampai pada akhirnya pemesanan tersebut dipenuhi. Pada pertengahan 2019, transportasi berbasis online mendirikan satu cabang baru di Kota Ternate, yaitu gojek. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan direktur gojek yang berkedudukan di kelurahan Dufa-Dufa didapati hasil wawancara bahwa PT. Gojek di Kota Ternate memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan jasa transportasi berbasis online. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif, metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : kemunculan transportasi berbasis aplikasi online di kota Ternate diterima masyarakat, telah memberikan dampak yang seginifikan bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhanan transportasi yang praktis, aman, nyaman, murah dan transparan. 
EFEK PENGGUNAAN PASIR BATU APUNG SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON RINGAN Abdul Gaus; Mufti Amir Sultan; Raudha Hakim
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.12.1.5269.8-13

Abstract

Lightweight concrete is obtained using pumice sand as a substitute for fine aggregate. The expected advantage of lightweight concrete is to reduce the self-weight of the concrete, which is a dead load on the structure. This study aims to determine the effect of using pumice sand on concrete volume weight, compressive and tensile strength. Research methods with testing in the laboratory. The test object used is cylindrical with a height of 30 cm and a diameter of 15 cm, according to SNI-03-1974. The coarse aggregate of pumice and the fine aggregate of pumice sand were sourced from the Dowora quarry on Tidore Island. Fine aggregate in control specimens using normal sand from the Kalumata quarry on Ternate Island. Using pumice sand as fine aggregate with a ratio of 75% normal sand, 20% pumice sand, 50% normal sand and 50% pumice sand, 25% normal sand and 75% pumice sand, and 100% pumice sand. Control test object using 100% normal sand. Each variation of the test object is ten pieces, so that the total test object is 50. The results of this study indicate that the volume weight decreased along with the addition of pumice sand weight into the concrete mixture. Therefore, If the volume of concrete produced is < 1900 kg/m3, the concrete is classified as lightweight. The resulting compressive strength of 56.63 kg/cm2 decreased to 81.10% of the control test object. The split tensile strength of concrete is 1.13 kg/cm2, or a decrease of 52.05% of the control test object. Based on the compressive and tensile strength, concrete is categorized as lightweight structural concrete as an insulator.
PENGEMBANGAN PELABUHAN LAUT AHMAD YANI TERNATE BERBASIS LINGKUNGAN Mufti Amir Sultan; Lukman Lukman; Sabaruddin Sabaruddin; Marsaoly Nurmaiyasa
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11470

Abstract

Pelabuhan laut merupakan salah satu infrastruktur transportasi penting yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Namun, aktivitas pelabuhan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran air laut, degradasi habitat pesisir, dan perubahan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Pelabuhan Pelindo IV Ahmad Yani Ternate berbasis lingkungan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan perlu adanya integrasi antara perencanaan infrastruktur pelabuhan dan manajemen lingkungan melalui penerapan prinsip ramah lingkungan, efisiensi sumber daya, serta sistem pemantauan dan mitigasi dampak lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan, teknologi bersih, dan partisipasi pemangku kepentingan untuk mewujudkan pelabuhan yang produktif sekaligus lestari. 
ANALISIS PENGARUH RASIO BINDER DAN SLAG NIKEL TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIS MORTAR GEOPOLIMER Tia Imelda Ali; Mufti Amir Sultan; Arbain Tata
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/0wd9gf70

Abstract

Maluku Utara merupakan penghasil nikel terbesar di dunia, sehingga peningkatan produksi nikel berimplikasi pada bertambahnya limbah slag nikel yang berpotensi mencemari lingkungan. Slag nikel memiliki karakteristik kimia yang mendekati agregat alam dan berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif pada mortar geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio binder–slag nikel terhadap kuat tekan dan penyerapan air mortar geopolimer serta mengevaluasi mutunya berdasarkan SNI 03-0349-1989. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm³ sebanyak 45 sampel, yang dibuat dengan variasi rasio binder terhadap slag nikel sebesar 30%:70%, 40%:60%, 50%:50%, 60%:40%, dan 70%:30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi diperoleh pada komposisi 70%:30% sebesar 3,74 MPa dan terendah pada komposisi 30%:70% sebesar 1,62 MPa. Nilai penyerapan air terendah sebesar 2,50% diperoleh pada komposisi 70%:30%, sedangkan nilai tertinggi sebesar 7,85% terjadi pada komposisi 30%:70%. Peningkatan proporsi binder terbukti menurunkan porositas mortar geopolimer secara signifikan.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PEMBAKARAN BATUBARA (FLY ASH) Ex PLTU RUM PADA CAMPURAN BETON Mufti Amir Sultan; imran imran; muhammad faujan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v9i2.186

Abstract

Beton adalah material yang umum digunakan dalam dunia pembangunan infrastruktur seperti Gedung, jembatan, jalan raya, dan insfrastruktur lainnya. PLTU Rum Tidore Kepulauan menggunakan batubara sebagai bahan bakar, yang menghasilkan produk sampingan berupa limbah abu terbang (fly ash). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash sebagai bahan tambah (additive) pada campuran beton. Komposisi fly ash yang digunakan dengan variasi kadar 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% terhadap berat semen. Beton tanpa penambahan fly ash sebagai benda uji kontrol. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan jumlah 90 buah.Hasil penelitian menunjukan Nilai kuat tekan optimum terjadi pada variasi fly ash 20% sebesar 29,43 Mpa yang meningkatkan kuat tekan sebesar 26,45% dari beton tanpa bahan tambah fly ash. 
PENGGUNAAN EKSTRAK TEMBAKAU SEBAGAI INHIBITRO PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PASIR LAUT DAN AIR LAUT Mufti Amir Sultan; Muhammad Yunus Hi Abbas; Abdul Gaus; Khusna Arif Rakhman; Nurtalia Barmawi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.264

Abstract

Korosi dapat didefenisikan secara umum sebagai pengrusakan bahan oleh lingkungannya. Struktur beton bertulang akan mengalami kerusakan akibat serangan korosi, apabila tidak ditangani akan membutuhkan biaya yang relative mahal untuk memperbaikinya. Korosi pada baja tulangan harus ditangani secara khusus. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Pencegahan korosi bergantung pada jenis korosi yang terjadi pada material terkorosi. Salah satu metode yang terus di kaji saat ini adalah pencegahan korosi dengan menggunakan inhibitor. Dalam penelitian ini, inhibitor yang digunakan adalah inhibitor ekstrak daun tembakau dengan variasi dan konsentrasi yang telah ditentukan yakni 0%,4% dan 8%. Metode yang digunakan untuk menganalisis laju korosi yang terjadi yaitu metode Weight Loss (kehilangan berat). Pengujian dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik terhadap benda uji dengan menggunakan voltase sebesar 5V. Pengaliran dilakukan secara bertahap dengan interval tertentu, sehingga diperoleh efeisiensi inhibisi dalam satuan persen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan inhibitor ekstrak tembakau dengan metode weight loss pada konsentrasi 4% dan 8% mampu menurunkan rapat arus anodik dan katodik yang mengakibatkan laju korosi pada baja tulangan, Peningkatan konsentrasi inhibitor ekstrak tembakau pada masing-masing variasi campuran beton memiliki efesiensi inhibitor yang baik yakni 64,44%  dengan air pencampur air tawar dan 20% untuk air laut pada setiap konsentrasi inhibitor 8% ekstrak tembakau.  
PENGARUH RENDAMAN ASAM TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PENAMBAHAN FLY ASH Mufti Amir Sultan; Imran Imran; Muhammad Faujan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.367

Abstract

Abstrak Beton memiliki kuat tekan yang tinggi yang merupakan sifat paling utama dan mencerminkan kemampuan beton menahan beban tekan yang diberikan kepadanya, namun lingkungan asam yang mengandung unsure kimia asam akan merusak beton secara perlahan- lahan mulai dari tepi dan sudut beton dengan terjadinya pelepasan butiran-butiran partikel beton sehingga beton menjadi keropos dan mengakibatkan terjadinya penurunan kuat tekan beton. Beton dengan bahan tambah fly ash menjadi tijauan khusus untuk lingkungan asam dikarenakan permeabilitas dan porositasnya yang kecil akan mempersulit serangan asam lebih parah lagi sampai ke inti beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dengan presentase penambahan butiran fly ash dengan kadar 20% terhadap berat seman, serta pengaruh lingkungan asam terhadap kuat tekan beton yang menggunakan bahan tambah fly ash. Hasil penelitian menunjukan beton normal (BN) mengalami penurunan kuat tekan yang bervariasi yaitu pada waktu 1 bulan sebesar 24,79% dan 2 bulan sebesar 30,58% dari beton normal umur 28 hari, sedangkan perlakuan air asam pada beton fly ash (BFA) juga mengalami penurunan kuat tekan pada waktu yang sama yaitu 1 bulan sebesar 2,61% dan 2 bulan sebesar 26,80% dari beton fly ash (BFA) umur 28 hari, di mana rasio penuruan pada beton fly ash lebih baik dibandingkan beton tanpa fly ash. Dengan demikian terlihat bahwa beton fly ash (BFA) lebih tahan terhadap serangan asam sulfat dibandingkan dengan Beton Normal (BN). Kata Kunci: KuatTekan, Asam Sulfat, Fly Ash   Abstract Concrete has a high compressive strength which is the most important characteristic and reflects the ability of the concrete to withstand the compressive load given to it, however an acidic environment that contains acidic chemical elements will slowly damage the concrete starting from the edges and corners of the concrete by releasing the particles. concrete so that the concrete becomes porous and results in a decrease in the compressive strength of theconcrete. Concrete with fly ash added material is of particular importance for acidic environments because its small permeability and porosity will make it more difficult for acid attack to reachthe concrete core. This study aims to determine the value of the compressive strength of concrete with the percentage of adding fly ash granules with a content of 20% to the weight of the cement, as well as the effect of the acidic environment on the compressive strength of concrete using fly ash added. The results showed that normal concrete (BN) experienceda varying decrease in compressive strength, namely at 1 month of 24.79% and 2 months of 30.58% of normal concrete aged 28 days, while the treatment of acid water on fly ash concrete (BFA) also experienced a decrease in compressive strength at the same time, namely 1 month of 2.61% and 2 months of 26.80% of fly ash concrete (BFA) 28 days old. Where the reduction ratio in fly ash concrete is better than concrete without fly ash. Thus it can be seen that fly ash concrete (BFA) is more resistant to sulfuric acid attack than Normal Concrete (BN). Keywords: Compressive Strength, Sulfuric Acid, Fly Ash
Efek Perkuatan Glass Fiber Reinforce Polymer Sheet Pada Balok Beton Bertulang Dengan Tulangan Korosi Mufti Amir Sultan; Ridwan AR; Abdul Gaus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.694

Abstract

Abstrak Artikel ini menyajikan tentang balok beton bertulang yang tulangannya telah korosi kemudian diberi perkuatan ekternal berupa serat glass tipe lembaran atau Glass Fiber reinforced Polymer-Sheet (GFRP-S). Pada studi ini variabel berdasarkan variasi tingkat korosi pada tulangan. Lima macam benda uji yang digunakan berbentuk balok dengan dimensi 15x20 cm panjang 160 cm. Tulangan utama yang digunakan besi f12 dan tulangan sengkang f8-100. Mutu beton digunakan 25 MPa. Balok beton bertulangan normal tanpa perkuatan sebagai balok kontrol (BN), balok beton bertulangan normal dengan perkuatan GFRP-S (BP), balok beton bertulangan korosi dengan perkuatan GFRP-S (BPK), variasi waktu pengkorosian tulangan selama 2 minggu (BPK2), 4 minggu (BPK4) dan 6 minggu (BPK6) dengan metode perendaman pada larutan asam sulfat 2,0%. Balok diperkuat GFRP-S pada daerah Tarik di bagian bawah balok. Pengujian lentur dengan twopoint load. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok beton bertulang yang diperkuat dengan GFRP-S mempunyai kapasitas lebih besar dibandingkan dengan balok normal sebesar 12,07%. Balok beton bertulang dengan tulangan tingkat korosi lebih besar (pengkorosian 6 minggu) cenderung menurunkan kapasitas balok namun kapasitasnya masih lebih besar dari balok normal sebesar 1,38%. Kata kunci: balok beton, tulangan korosi, asam sulfat, GFRP-S  Abstract This article presents about reinforced concrete beams whose reinforcement has been corroded and then externally reinforced in the form of sheet type glass fiber or Glass Fiber Reinfroced Polymer-Sheet (GFRP-S). In this study, the variables are based on variations in the level of corrosion on the reinforcement. Five kinds of test objects used in the form of blocks with dimensions of 15x20 cm and length of 160 cm. The main reinforcement used is f12 and f8-100 stirrup reinforcement. The quality of the concrete used is 25 MPa. Normal reinforced concrete beams without reinforcement as control beams (BN), normal reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BP), corrosion reinforced concrete beams with GFRP-S reinforcement (BPK), variations in reinforcement corrosion time for 2 weeks (BPK2), 4 weeks (BPK4)and 6 weeks (BPK6) by immersion method in 2.0% sulfuric acid solution. The beam is reinforced with GFRP-S in the Tensile region at the bottom of the beam. Flexural test with two point load. The results showed that reinforced concrete beams reinforced with GFRP-S had a larger capacity than normal beams by 12.70%. Reinforced concrete beams with reinforcement with a higher corrosion rate (6 weeks corrosion) tend to reduce the capacity of the beam but its capacity is still larger than normal beams by 1.38%. Keywords: concrete beam, corrosion reinforcement, sulfuric acid, GFRP-S 
Tinjauan Kuat Lentur Balok Beton Ringan Dengan Penambahan Serat Kawat Mufti Amir Sultan; Raudha Hakim; Badordin Muchtar; Julham Adingku
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.783

Abstract

Abstrak Beton ringan merupakan pilihan yang baik bagi daerah rawan gempa. Batu apung dan pasir batu apung dapat digunakan sebagai agregat beton ringan. Penggunaan agregat ini dapat mereduksi berat beton namun juga mengakibatkan penurunan kuat tekan dan kuat lenturnya. Untuk memperbaiki penurunan kuat tekan dan kuat lentur perlu dilakukan inovasi, seperti dengan penambahan serat ke dalam campuran beton. Dalam penelitian ini digunakan benda uji berbentuk balok dengan dimensi 15x15x60 cm. Serat kawat bendrat ditambahkan ke dalam campuran beton ringan dengan komposisi sebesar 7,5% terhadap berat benda uji. Pengujian lentur dengan pembebanan twopoint load, balok dibebani sampai mencapai kegagalan. Hasil pengujian menunjukan bahwa, kuat lentur pada balok beton ringan dengan penambahan serat kawat bendrat (BR-S) dapat meningkatkan kuat lentur sebesar 18,12% terhadap beton ringan tanpa serat kawat bendrat (BR). Koefisien hubungan kuat lentur dan kuat tekan (K) adalah 0,70 sesuai dengan SNI 2843. Kata Kunci:  Beton Ringan, Kuat Lentur, Batu Apung, Pasir Batu Apung  Abstract Lightweight concrete is a good choice for earthquake prone areas. Pumice stone and pumice sand can be used as lightweight concrete aggregates. The use of this aggregate can reduce the weight of concrete but also result in a decrease in its compressive strength and flexural strength. To improve the decrease in compressive strength and flexural strength, innovations need to be made, such as by adding fiber to the concrete mix. In this study used a beam-shaped test object with dimensions of 15x15x60 cm. Bendrat wire fibers are added to the lightweight concrete mixture with a composition of 7.5% of the weight of the test object. Flexural testing with a two point load, the beam is loaded until it reaches failure. The test results show that the flexural strength of lightweight concrete beams with the addition of bendrat wire fibers (BR-S) can increase the bending strength by 18.12% against lightweight concrete without bendrat wire fibers (BR). The coefficient of the relationship between flexural strength and compressive strength (K) is 0.70 according to SNI 2843. Keywords: Lightweight Concrete, Flexural Strength, Pumice Stone, Pumice Sand
Co-Authors Abdul Gaus Abdullah, Abdul Madjid Ade, Ilham Adingku, Julham Ali, Ismanto Wahab Amrin Wanda Amrin Wanda AR, Ridwan Arbain Tata Arif, Friyani N. Badordin Muchtar Barmawi, Nurtalia Chairul Anwar Dahri Kabir Demi Sidogu Djamaluddin, Rudy Djamluddin, Rudy Edi Suhartono Kurung Edi Susanto Edward Rizky Ahadian Endi Setiawan Erwinsyah Tuhuteru Farika, Azmy faujan, muhammad Fera The Fitro Darwis Gaus, Abdul Hakim, Raudha Hi Abbas, Muhammad Yunus Hi Bayan, Ilman Nafiyanto A Hi Sergi, Yusup Ibrahim, Rusdi Imran Imran Imran, Imran Inggrayani Anggreni waiola Irfan Ilyas Irnawaty Irnawaty, Irnawaty Irnawaty, Irnawaty Ismail, Hasbullah Ismanto Wahab Ali Jamalun Togubu Julfikra Sastra Tuahuns Julham Adingku Julham Adingku Khusna Arif Rakhman Khusna Arif Rakhman, Khusna Arif Kotta, M Irfan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kusnadi Kusnadi Kusnadi Kusnadi Kusnadi Lukman Lukman M Irfan Kotta M. Fadli Fajar Abdullah Mangoda, Novia Zulfasti Mardiana M Taiyeb Mardiani Diani Mardiani Diani, Mardiani Marsaoly Nurmaiyasa Marsaoly, Nurmaiyasa Misbah, Zulkarnain K mohamad jamil Muchtar, Badordin Muhammad Amin Muhammad Faujan muhammad faujan Muhammad Fhadli muhammad taufik Yuda Saputra muhammad taufik Yuda Saputra, muhammad taufik Muhammad Taufik Yudasaputra Muhammad Taufiq Yuda Saputra Muhammad Yunus Hi Abbas Muhammad, Amiruddin Hi Muhdar Ishak Nabila Islamaiya Alhadar Nini Hasriyani Aswad Novia Zulfasti Mangoda Nu&#039;man Nu&#039;man Nu'man, Nu'man Nurmayasa Marsaoly Nurtalia Barmawi Nurul Anggraini Usmat I Popi Y Sangaji Rahim, Mustamin Raudha Hakim Rauf, Ichsan Reskiyanto Rezkiyanto Ridwan AR Ridwan Rasyid Rofika Sakti RR. Ella Evrita Hestiandari Rusdi Ibrahim Sabaruddin Sabaruddin Sabaruddin Sabaruddin Saputra, Muhammad Taufik Yuda Shandy, Sary Siswahyudianto Siswoko Siswoko Sjamsuddin Kaaba Soamole, Ardianto Sri Harsimi Sultan, Thariq Alfaridzi A Sumartini Sumartini Syamsul Arifin Thariq Al Faridzi A Sultan Tia Imelda Ali Triandini, Riski Wahab, Iis Hamsir Ayub Walid Mododok Wiwik Handayani Yani, Stevi