Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Innovation in Membrane-Based Batik Liquid Processing at Sekar Buen Batik Small and Medium Enterprises Moch Purwanto; Rizka Ayu Yuniar; Rizka Lestari; Asful Hariyadi; Jefri Pandu Hidayat; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Asri Prasaningtyas; Didik Kiswoyo
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2025v3i2.1994

Abstract

The process of processing batik liquid waste using membrane technology has been implemented to overcome the problem of batik waste in the Sekar Buen Batik IKM Area through a community service program. The method used is the batik liquid waste filtration technique using a membrane. This community service activity is an effort to help strengthen the human resources of the batik industry community in the liquid waste processing process at the Sekar Buen Batik IKM located in North Penajam Paser. The activity has been carried out in several stages, including a preliminary survey, a discussion forum on batik waste problems with a partner team, making a design for a waste processing system based on membrane technology and working practices for the tool. This program can help partners in processing batik wastewater so that it can reduce its negative impact on the environment. The results of the program show that partners have an understanding of the technique of processing batik liquid waste based on membrane technology. Thus, industrial activities at the Sekar Buen Batik IKM can support the green industry area and be more environmentally friendly.
Pemberdayaan Masyarakat Karang Joang Balikpapan Utara Melalui Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Organik Alviano Ananda; Nita Ariestiana Putri; Eka Diani Aprilia; Regan Arci Falerian; Ade Irma; Adi Tria Wahyu Aprilianto; Brithanio Marubeni Kila Seno Padang; Dzaky Alfaridzi Sosang; Rizka Lestari
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1058

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan solusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah organik rumah tangga di RT.29 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Selama ini, limbah organik di wilayah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah berupa pupuk organik cair. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup tahap sosialisasi, pembuatan komposter berbahan drum bekas berkapasitas 150 liter, percobaan trial and error, pelatihan tatap muka bersama masyarakat dan juga evaluasi kegiatan PKM. Proses fermentasi dilakukan melalui sistem anaerobik dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga yang dikombinasikan dengan EM4, air beras, dan molase. Evaluasi program dilakukan melalui penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman, keterampilan, serta minat masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk cair. Produk pupuk cair yang dihasilkan terbukti mampu mendukung pertumbuhan tanaman dan memiliki prospek sebagai peluang usaha. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
UTILISASI LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK SABUN PADAT DAN LILIN SEBAGAI UPAYA PENERAPAN ZERO WASTE Lusi Ernawati; Rizka Lestari; Rizka Ayu Yuniar; Nita Ariestiana Putri; Asful Hariyadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25997

Abstract

Abstrak: Limbah minyak goreng merupakan salah satu limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan. Residu dari proses penggorengan ini banyak mengandung asam lemak yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk sabun padat dan lilin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mitra baik hard skill dan soft skill yakni mencakup: (1) mitra mampu memahami prosedur pembuatan sabun dan lilin dengan bahan dasar minyak jelantah, (2) terbentuknya ketrampilan mitra dalam membuat produk berupa sabun padat dan lilin aroma terapi, (3) mengasah kemampuan komunikasi mahasiswa ITK yang terlibat dalam tim panitia kegiatan pengabdian melalui presentasi dan hubungan sosial dengan peserta pelatihan. Selain itu kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya penerapan zero waste untuk mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan bernilai ekonomi. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui transfer of knowledge dan technology dengan langkah-langkah: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di kampus ITK sebagai host kegiatan berlokasi di lab kimia dasar dengan peserta siswa dan guru SMP 5 Balikpapan sebanyak 20 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode yaitu ceramah, tanya jawab dan diskusi kemudian dilanjutkan praktik pembuatan sabun padat dan lilin. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan disambut antusias oleh peserta pelatihan. Perubahan pemahaman peserta sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan tentang proses pembuatan sabun dan lilin dari limbah minyak minyak jelantah menjadi indikator keberhasilan kegiatan. Sebanyak 90% peserta (termasuk guru dan para siswa) belum mengetahui bagaimana cara pembuatan sabun padat dan lilin aroma terapi dari minyak jelantah sebelum mengikuti kegiatan pelatihan. Setelah dilakukan pelatihan dan praktik pembuatan, seluruh peserta telah mengetahui cara pembuatan sabun maupun lilin dari minyak jelantah serta diharapkan peserta pelatihan memiliki keterampilant memanfaatkan limbah minyak goreng di rumah.Abstract: One of the household pollutants that might contaminate the environment is cooking oil waste. Many fatty acids found in the frying residue have the ability to be converted into solid soap and wax compounds. This community service project aims to enhance partners' abilities, both hard and soft skills. These abilities include: (1) partners' comprehension of the steps involved in creating soap and candles from used cooking oil; and (2) partners' development of skills in creating solid soap and candle products. aromatherapy; (3) through presentations and interpersonal interactions with training participants, ITK students participating in the committee team for the service activity will improve their communication abilities. Aside from that, this activity is an attempt to achieve zero waste by turning rubbish into useful and valuable goods. The method for implementing activities is carried out through the transfer of knowledge and technology with the steps: (1) preparation, (2) implementation, and (3) evaluation of activities. Twenty students and teachers from SMP 5 Balikpapan participated in the program, which was hosted on the ITK campus in the basic chemistry lab. A variety of techniques were used to carry out this activity, including lectures, Q&A sessions, and group discussions. The process of creating solid soap and candles was the next step. The training participants eagerly welcomed and the activity proceeded smoothly. An indicator of the activity's success is how participants' knowledge of how to make soap and candles from leftover used cooking oil changed before and after the activity. Prior to taking part in the training session, up to 90% of participants—including teachers and students—did not know how to produce solid soap and aromatherapy candles out of spent cooking oil. All participants learned how to produce soap and candles from spent cooking oil after completing training and manufacturing practice, and it is anticipated that training participants would be able to use leftover cooking oil at home.
INOVASI EKSTRAKTOR PEWARNA ALAMI BATIK KHAS KALIMANTAN UNTUK PEMBERDAYAAN PUSAT KERAJINAN BATIK Lusi Ernawati; Rizqy Romadhona Ginting; Rizka Lestari; Mutia Reza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23388

Abstract

Abstrak: Banyak produk adat dan kebudayaan lokal terkenal di Kalimantan Timur, selain kekayaan sumber daya alam, salah satunya adalah pabrik kain batik Shaho. Berdasarkan hasil survei, pusat kerajinan batik Shaho sampai saat ini masih menggunakan pewarna kimia sintetis yang bersifat genotoksik, karsinogen dan merupakan polutan berkategori B3. Tujuan dari kegiatan adalah memperkenalkan rancangan alat ekstraktor untuk produksi pewarna alami kain batik dengan bahan baku serbuk kayu khas hutan Kalimantan (Ulin dan Bangkirai) serta memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mitra melalui pengenalan teknologi ekstraksi modern untuk pembuatan pewarna alami kain batik. Mitra pada pengabdian ini adalah pemilik usaha batik Shaho yang berlokasi di kelurahan Batu Ampar, jalan LKMD RT. 5, No. 45 Balikpapan. Peserta terdiri dari pekerja mitra Batik shaho sebanyak 10 orang, pemilik usaha batik 2 orang dan masyarakat sekitar sebanyak 8 orang. Dari kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan kepada 20 peserta menunjukkan bahwa wawasan pekerja pusat kerajinan batik meningkat tentang pembuatan ekstrak pewarna alami dari serbuk kayu dengan alat ekstraktor sebelum demonstrasi dengan indeks capaian sebesar 60 % naik menjadi 90% sesudah demonstrasi. Peserta memberikan respon positif terutama pada inovasi alat ekstraktor dan produk pewarna kain alami. Produk pewarna cair alami dari ekstrak serbuk kayu ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk pewarna padat alami dari serbuk kayu yang pemanfaatannya lebih tahan lama serta dari segi pengemasan lebih ekonomis. Abstract: Many traditional and local cultural products are famous in East Kalimantan, in addition to the wealth of natural resources, one of which is the Shaho batik cloth factory. Based on the survey results, the Shaho batik craft center is still using synthetic chemical dyes that are genotoxic, carcinogenic and are B3 category pollutants. The purpose of the activity is to introduce the design of an extractor tool for the production of natural batik dyes with raw materials from Kalimantan forest sawdust (Ulin and Bangkirai) and to provide insight and knowledge to partners through the introduction of modern extraction technology for making natural batik dyes. The partners in this service are the owners of the Shaho batik business located in Batu Ampar Village, Jalan LKMD RT. 5, No. 45 Balikpapan. Participants consisted of 10 Batik shaho partner workers, 2 batik business owners and 8 people from the surrounding community. From the questionnaire consisting of 10 questions to 20 participants, it showed that the insight of the batik craft center workers increased about making natural dye extracts from sawdust with an extractor tool before the demonstration with an achievement index of 60% increasing to 90% after the demonstration. Participants gave positive responses especially to the innovation of extractor tools and natural fabric dye products. Natural liquid dye products from sawdust extract are expected to be developed into natural solid dye products from sawdust which are more durable and more economical in terms of packaging.
INOVASI SABUN BERKELANJUTAN BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTAH Rizka Lestari; Mochammad Purwanto; Thalia Winda Sari; Aulia Khairunnisa; M. Irwan Gunawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27911

Abstract

Abstrak: Pengolahan limbah minyak jelantah merupakan salah satu metode yang digunakan sebagai upaya mengurangi jumlah buangan sampah organik. Limbah minyak jelantah yang langsung dibuang melalui sink dan berakhir ke badan air di selokan akan mengakibatkan banyak dampak negatif baik bagi masyarakat ataupun lingkungan. Pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun memiliki dampak langsung dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga. Hal ini dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian dihadiri oleh seluruh anggota PKK RT.40, Gunung Samarinda, Kota Balikpapan, dengan jumlah peserta sekitar ± 25 orang. Selama kegiatan, metode yang diterapkan adalah praktik langsung yang dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring pasca pelatihan bersama warga. Kuesioner digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur peningkatan keberhasilan kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan hasil kuesioner, terjadi peningkatan pemahaman serta keterampilan warga sebesar 30%. Selain itu 80% warga menyatakan bahwa proses pembuatan sabun dari minyak jelantah sangat menarik, mudah dipraktikkan dan bahan-bahannya mudah didapatkan dipasaran. Abstract: The processing of used cooking oil waste is one of the following methods used as an effort to reduce the amount of organic waste disposal. Direct disposal of used cooking oil waste through sinks and into water bodies or sewers can have significant negative impacts on both the community and the environment. Processing used cooking oil waste into soap has a direct impact on reducing the volume of organic waste as well as improving the skills of the community. The process aims to enhance the skills of the residents. This can encourage the development of a sustainable creative economy for the community. All members of PKK RT.40, Gunung Samarinda, Balikpapan City, attended the community service activity, with a total of approximately 25 participants. The activity employed a hands-on practice method, followed by a post-training evaluation and community monitoring. We used questionnaires as an evaluation tool to gauge the success of the activities we carried out. The questionnaire showed a 30% increase in community understanding and skills. In addition, 80% residents stated that the process of making soap from used cooking oil is very interesting, easy to practice and the ingredients are easily available in the market.
PENGOLAHAN SAMPAH PADAT TPAS MANGGAR MENJADI PRODUK BIOPELLET (REFUSE-DERIVED FUEL) DENGAN MESIN PELLETIZER BERBASIS SISTEM PENGGERAK ROLLER Lusi Ernawati; Rizqy Romadhona Ginting; Rizka Lestari; Muhammad Raihan; Hizkia Gunawan Parulian Sianturi; Diniar Mungil Kurniawati; Apip Amrullah; Obie Farobie; Pandji Prawisudha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31314

Abstract

Abstrak: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan memperingatkan bahwa kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar diperkirakan akan mencapai batas maksimal pada tahun 2026 apabila tidak dilakukan upaya pengelolaan yang lebih optimal. Beberapa cara mengkonversi limbah padat menjadi bahan bakar telah dilakukan untuk mengurangi volume sampah padat yang semakin meningkat. Namun, tidak menunjukkan hasil yang signifikan, sehingga upaya pengolahan sampah padat terus dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya komunitas pengelola sampah TPAS Manggar, dengan melatih mereka membuat produk biopellet menggunakan mesin pelletizer yang berbasis sistem penggerak roller. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan melibatkan 25 peserta dari komunitas pengelola sampah TPAS Maggar. Kegiatan ini mencakup penyampaian materi teori, yang meliputi sosialisasi mengenai sampah padat, pemilahan sampah, dan manajemen pengolahannya. Selain itu, dilakukan demonstrasi penggunaan alat pelletizer, praktik langsung pembuatan biopellet, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Dengan menggunakan analisis statistik Paired Two Sample for Means, terdapat peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan serta keterampilan anggota kelompok pelatihan. Perbedaan rerata skor pre-test dan post-test yang secara statistik signifikan mengindikasikan bahwa program pelatihan tersebut memiliki dampak yang positif terhadap kemampuan para peserta. Dengan hasil evaluasi ini, pelatihan serupa diharapkan dapat direplikasi di komunitas lain sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan dan penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah.Abstract: The Balikpapan Environmental Agency (DLH) has issued a warning that the Manggar Final Waste Processing Site (TPAS) may reach full capacity by 2026 unless more effective waste management strategies are implemented. Although various methods of converting solid waste into fuel have been attempted to address the growing waste volume, these efforts have yet to produce significant results. Consequently, solid waste processing initiatives remain ongoing.In response, a community service program was initiated to enhance the capabilities of local residents, particularly members of the Manggar TPAS waste management team. This initiative focused on training participants in the production of biopellets using a pelletizer machine equipped with a roller drive system. A total of 20 community members took part in this program. The training included the presentation of theoretical material covering topics such as solid waste management, sorting procedures, and waste processing techniques. It also featured hands-on sessions where participants practiced operating the pelletizer and producing biopellets. To assess the program’s effectiveness, participants underwent pre- and post-training evaluations. Using the Paired Two Sample for Means statistical method, the data revealed a significant improvement in the participants’ knowledge and skills. The measurable increase in average test scores demonstrates the positive impact of the training. Based on these findings, it is advisable to implement similar initiatives in other communities to encourage environmental awareness and the use of sustainable waste management technologies.