Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Peraturan Desa Tentang Sampah Trisna Kusuma Wardani; Azmussya’ni Azmussya’ni
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i1.237

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perancangan Peraturan Desa (Perdes) merupakan salah satu tupoksi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sehingga tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendampingi BPD Desa Lembuak dalam menyusun Perdes tentang Sampah. Perdes tentang sampah dibuat agar bisa mengatasi rendahnya kesadaran masyarakat terkait sampah, sehingga tidak ada lagi masyarakat Desa Lembuak yang membuang sampah di sungai bahkan di got, yang mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa lokasi di Dusun Desa Lembuak. Adapun skema alur pengabdian Pendampingan Penyusunan Perdes tentang sampah yakni: Penyusunan rancangan Perdes oleh seluruh Anggota BPD Desa Lembuak - konsultasi ahli terkait hukum, tata bahasa dan kesesuaian dengan kondisi Desa Lembuak - musyawarah Desa yang dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, Perangkat Desa, tokoh masyarakat dan perwakilan masing-masing Dusun di Desa Lembuak- revisi Perdes - musyawarah penetapan oleh Kepala Desa Lembuak - Sosialisasi di masing-masing Dusun di Desa Lembuak. Setelah Perdes tentang sampah ditetapkan, maka selanjutnya ditetapkan juga Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang sampah dengan merujuk pada Perdes tentang sampah, yang dalam hal ini merupakan wewenang Kepala Desa sepenuhnya. Dengan adanya Perdes tentang sampah yang dikuatkan dengan Perkades tentang sampah, diharapkan mampu mengatasi masalah sampah di Desa Lembuak, sehingga banjir tidak lagi merendam beberapa lokasi di Dusun Desa Lembuak.
Pendampingan Penyusunan Peraturan Desa Tentang Pungutan Trisna Kusuma Wardani; Lalu Abdul Aziz
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.239

Abstract

Seiring akan diadakannya Pungutan Desa di Desa Lembuak, maka diperlukan adanya Peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, maka perlu adanya menetapkan Peraturan Desa (Perdes) tentang Pungutan Desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan badan legislative Desa yang bertugas untuk merancang Perdes. Perdes Pungutan Desa diperoleh secara demokratis dan partisipatif. Masyarakat Desa memiliki hak untuk mengusulkan atau memberi masukan kepada Kepala Desa dan BPD dalam proses penyusunan Perdes. Dengan adanya Perdes ini, diharapkan Pengelolaan Keuangan Desa hasil Pungutan Desa bisa terarah. Adapun skema alur pengabdian Pendampingan Penyusunan Perdes tentang pungutan yakni: Penyusunan rancangan Perdes oleh seluruh Anggota BPD Desa Lembuak, konsultasi ahli terkait hukum, tata bahasa dan kesesuaian dengan kondisi Desa Lembuak. Musyawarah Desa yang dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, Perangkat Desa, tokoh masyarakat dan perwakilan masing-masing Dusun di Desa Lembuak, revisi perdes, musyawarah penetapan oleh Kepala Desa Lembuak - Sosialisasi di masing-masing Dusun di Desa Lembuak. Setelah Perdes tentang pungutan ditetapkan, maka selanjutnya ditetapkan juga Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang sampah dengan merujuk pada Perdes tentang sampah, yang dalam hal ini merupakan wewenang Kepala Desa sepenuhnya. Dengan adanya Perdes tentang sampah yang dikuatkan dengan Perkades tentang sampah, diharapkan mampu mengatasi masalah sampah di Desa Lembuak, sehingga banjir tidak lagi merendam beberapa lokasi di Dusun Desa Lembuak.
Strategi Peningkatan Wisatawan Melalui Pembuatan Spot Foto, Gapura, dan Pentas Seni di Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Aldys Salwa Zaelani; Hermawan Ramdi; Tindih Mayani; Alfia Khoirunnisa; Siti Mauliana Sari; Sumaini; Kurratul Aini; Laily Axzmi; Nurul Khatimah; Anggun Fitriani; Gilang Dwi Ramadhani; Muhammad Raid Zaidani; Trisna Kusuma Wardani; Mukminah
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/kwdz3q75

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Sedau dalam membuat strategi peningkatan jumlah wisatawan di Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat melalui pembangunan spot foto, gapura, dan pentas seni berbasis masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya lokal, strategi ini bisa menarik wisatawan, khususnya generasi muda yang mencari pengalaman "instagrammable," sekaligus melestarikan seni tradisional dan meningkatkan kesadaran pengelolaan lingkungan. Metode pelaksanaan melibatkan koordinasi dengan pihak desa, sosialisasi, pelatihan pembuatan wayang botol, serta pentas seni yang melibatkan masyarakat dan sekolah setempat. Hasil Pengabdian ini menunjukkan peningkatan daya tarik visual destinasi dan partisipasi aktif komunitas, serta dampak positif pada pelestarian budaya dan ekonomi lokal. Strategi ini menjadi solusi berkelanjutan untuk pengembangan pariwisata berwawasan budaya dan lingkungan di Gunung Jae.
Analisis Kontekstualisasi Soal Cerita Matematika Kelas V Berbasis Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar Trisna Kusuma Wardani; Desi Rahmawati; Herjan Haryadi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.712

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1)untuk mengetahui bagaimana kontekstualisasi soal cerita matematika terhadap literasi numerasi siswa sekolah dasar. (2) untuk mengetahui faktor penghambat kontekstualisasi soal cerita matematika terhadap literasi numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif jenis fenomologi. Informan yang digunakan adalah 10 orang yang terdiri dari 6 siswa, guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunaka observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi, ketekunan peneliti dan perpanjangan waktu. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah beberapa soal cerita yang diberikan masih bersifat umum dan kurang membangkitkan minat siswa, sehingga literasi numerasi yang diharapkan tidak optimal. Faktor penghambatnya adalah faktor lingkungan, kurangnya keterlibatan orang tua dan komunitas, siswa jarang berinteraksi dengan konteks matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kurangnya pelatihan dan sumber daya bagi guru dalam mengembangkan soal cerita matematika berbasis literasi numerasi. Guru membutuhkan bimbingan dan contoh soal yang beragam dan relevan untuk mengembangkan soal cerita yang benar-benar kontekstual yang mendukung literasi numerasi. Faktor penghambat lainnya adalah keterbatasan waktu belajar. Guru seringkali harus mengikuti kurikulum yang terlalu padat, sehingga untuk mengembangkan dan menyajikan soal cerita secara mendalam kurang leluasa. Akibatnya, soal yang disajikan cenderung sederhana dan kurang menarik bagi siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kontekstualisasi soal cerita matematika berbasis literasi numerasi merupakan strategi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Oleh karena itu, penerapannya perlu didukung secara berkelanjutan agar siswa memiliki kemampuan numerasi yang baik dan siap menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.