Articles
Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Keluhan Low Back Pain pada Perawat
Fitriani, Ilya;
Erwin, Erwin;
Deli, Hellena
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/jkp.v13i1.10600
Keluhan low back pain adalah keluhan nyeri atau ketidaknyamanan di bagian bawah tulang belakang atau sekitarnya yang disebabkan beberapa faktor, salah satunya beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja perawat dengan keluhan low back pain pada perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling, dengan jumlah 65 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 2 komponen, yaitu keluhan low back pain dan beban kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan keluhan low back pain. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan keluhan low back pain pada perawat (p=0,002). Hal ini mengindikasi bahwa beban kerja berpengaruh pada keluhan low back pain yang dirasakan oleh perawat. Kesimpulan: Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan keluhan low back pain pada perawat. Rekomendasi: Pengelolaan beban kerja perlu dilakukan lebih baik dan penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas sehari-hari perawat untuk mengurangi risiko low back pain.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Dan Benson Terhadap Tingkat Fatigue Pada Pasien Hemodialisis
Nuryanti, Nuryanti;
Bayhakki, Bayhakki;
Deli, Hellena
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i6.15802
Patients suffering from chronic kidney disease (CKD) are required to undergo hemodialysis for life. Often, hemodialysis patients face both physical and psychological issues, one of which is fatigue. This study aims to determine the effect of Murottal Al-Qur’an and Benson therapy on the fatigue levels of hemodialysis patients. Methods: This research uses a quasi-experimental design with a pre-test/post-test control group design. The sample consisted of 32 respondents selected based on inclusion criteria using purposive sampling technique. The analysis employed bivariate analysis using paired t-test and independent t-test. Of the 32 respondents, the majority were male, totaling 18 respondents (56.3%). The most common age group was 45-60 years, with 13 respondents (40.6%), and the majority of respondents were Muslim, totaling 26 respondents (81.3%). The highest level of education among respondents was high school, with 13 respondents (40.6%). Statistical test results showed a p-value of 0.034, which is <α=0.05, leading to the rejection of the null hypothesis (H0). It means, there is an effect of Murottal Al-Qur’an and Benson therapy on the fatigue levels of hemodialysis patients.
GAMBARAN HEALTH SEEKING BEHAVIOR PENDERITA HIPERTENSI DI MASA PANDEMI COVID-19
Salasi, Arisa;
Deli, Hellena;
Amir, Yufitriana
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juli - Desember 2021
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53345/bimiki.v9i2.217
Pendahuluan: Health seeking behavior merupakan perilaku yang dilakukan oleh orang yang menderita suatu penyakit untuk memperoleh kesembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran health seeking behavior penderita hipertensi di masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-27 Juli 2021 di Puskesmas Rejosari. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil: Perilaku pencarian pengobatan penderita hipertensi di masa pandemi COVID-19 berdasarkan usia lebih banyak memilih melakukan pengobatan ke public medicine. Responden dengan pendidikan SMA memilih public medicine (60,9%), responden dengan penghasilan < Rp 2.998.000 memilih public medicine (48,9%), dan responden yang telah menderita hipertensi selama ≤ 5 tahun memilih public medicine (45,2%). Kesimpulan: Perilaku pencarian pengobatan penderita hipertensi di masa pandemi COVID-19 dari segala kategori mayoritas responden memilih melakukan pengobatan ke public medicine. Kata Kunci : COVID-19; Health Seeking Behavior; Hipertensi Introduction: Health seeking behavior is behavior carried out by people who suffer from a disease to obtain healing. This study aims to describe the health seeking behavior of hypertension sufferers during the COVID-19 pandemic. Methods : This study used a research design descriptive with a sample of 70 respondents with hypertension who met the inclusion criteria. The measuring instrument used is a questionnaire. This research was conducted on 17-27 July 2021 at the Puskesmas Rejosari. This study uses descriptive statistical analysis. Results:The behavior of seeking treatment for hypertension sufferers during the COVID-19 pandemic based on age is more likely to choose treatment public medicine for. Respondents with high school education chose public medicine (60.9%), respondents with income
Mother's Attitude and Role Related to Toilet Training Readiness in Toddler
Rahmawati, Aula;
Indriati, Ganis;
Deli, Hellena
jitek Vol 9 No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32668/jitek.v9i2.686
The toilet training readiness was influenced by various factors, such as the mother’s attitude, role, and the child's readiness. This study aimed to determine the correlation between mothers' attitudes and roles with toilet training readiness in toddlers. This study used a descriptive correlational design using a cross-sectional approach. The research sample was 96 respondents using an accidental sampling technique. The analysis used the chi-square test to identify the correlation between mothers' attitudes and roles with toilet training readiness in toddlers. The results of the study showed the mother's attitudes in the positive category (53.1%), the mother’s roles in the good category (54.2%) and toilet training readiness in the ready category (69.8%). The results of the chi-square test showed a correlation between mother's attitudes with toilet training readiness (p-value<0.001; alpha 0.05) and the correlation between mother's role and toilet training readiness (p-value0.001; alpha 0.05). This study shows a significant correlation between mothers' attitudes and roles with toilet training readiness in toddlers.
PENGETAHUAN PERAWAT DALAM MENGELOLA POSTOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING: IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO DAN PENATALAKSANAAN
Rizki Garnadi, Aurora;
Deli, Hellena;
Utomo, Wasisto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56186/jkkb.199
Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan mual dan muntah yang terjadi selama 24-48 jam pertama setelah operasi pada pasien rawat inap. Peran perawat sangat penting untuk mencegah serta menangani kejadian mual dan muntah. Salah satu faktor yang penting dalam menentukan perilaku dan tindakan seseorang yaitu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang identifikasi faktor risiko dan penatalaksanaan PONV. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 69 perawat dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan identifikasi faktor risiko dan penatalaksanaan Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) yang dirancang sendiri oleh peneliti dan sudah dinyatakan valid. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan metode deskripsi untuk menggambarkan karakteristik responden dan pengetahuan perawat. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup dengan jumlah 43 responden (62,3%) pada identifikasi faktor risiko PONV dan responden mayoritas memiliki pengetahuan baik pada penatalaksanaan PONV yaitu berjumlah 61 responden (88,4%). Karakteristik responden hampir setengah dari responden berusia 26-35 tahun dengan jumlah 31 responden (44,9%), Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 52 responden (75,4%), Sebagian besar pendidikan responden S1 Ners dengan jumlah 36 responden (52,2%), hampir setengah dari responden berada pada ruang rawat inap edelweis yaitu sebanyak 33 responden (47,8%), sebagian besar pengalaman kerja responden selama ≤12 tahun dengan jumlah 39 responden (56,5%). Kesimpulan: Sebagian besar perawat memiliki pengetahuan cukup dalam identifikasi faktor risiko PONV dan memiliki kategori pengetahuan baik dalam penatalaksanaan PONV.
Gambaran Pengetahuan Perawat Surgical tentang Enhanced Recovery After Surgery (Eras) Preoperatif
Hasanah, Nazifah Syahirah;
Deli, Hellena;
Dilaruri, Ade
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v4i4.1388
Enhanced recovery after surgery (ERAS) adalah suatu kondisi pemulihan lebih cepat setelah operasi pembedahan dan anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat surgical tentang enhanced recovery after surgery (ERAS) preoperatif. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 57 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eklusi yang dihitung menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) preoperatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari 57 responden mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup dengan jumlah 25 responden (43,9%). Mayoritas responden berusia 36-45 tahun dengan jumlah 28 responden (49,1%), mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 45 responden (78,9%), mayoritas pendidikan responden D3 dengan jumlah 31 responden (54,4%), dan mayoritas penngalaman kerja responden 6-10 tahun dengan jumlah 18 responden (31,6%). Didapatkan perawat memiliki pengetahuan cukup tentang ERAS. Rumah sakit dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang lebih spesifik untuk meningkatkan pengetahuan perawat terkait dengan ERAS, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan dan hasil pasien yang lebih baik.
Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Keluhan Low Back Pain pada Perawat
Fitriani, Ilya;
Erwin, Erwin;
Deli, Hellena
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v5i1.1735
Keluhan low back pain adalah keluhan nyeri atau ketidaknyamanan di bagian bawah tulang belakang atau sekitarnya yang disebabkan beberapa faktor, salah satunya beban kerja. Penelitian ini bertujuan untk menganalisis hubunugan antara beban kerja perawat dengan keluhan low back pain pada perawat. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling, dengan jumlah 65 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 2 komponen, yaitu keluhan low back pain dan beban kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan keluhan low back pain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan keluhan low back pain pada perawat (p=0,002). Hal ini mengindikasi bahwa beban kerja berpengaruh pada keluhan low back pain yang dirasakan oleh perawat. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan keluhan low back pain pada perawat.
Status Hemodinamik Pasien Intradialisis
Selvia, Inka;
Deli, Hellena;
Hasanah, Oswati
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 6/ Nomor 1/ Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298 KB)
|
DOI: 10.33377/jkh.v6i1.114
51 Hemodialysis is one of the therapies for CRF sufferers to replace damaged kidney function. During the hemodialysis process, patients experience intradialytic complications such as hemodynamic disorders. This study aims to determine the hemodynamic status of intradialytic patients. This study used a descriptive design. This study used a purposive sampling technique (n= 63) that used univariate analysis. Results blood pressure majority of the respondent at 1st and 2nd hours had isolated systolic hypertension (39.7% and 42.9%) and hypotension (1.6%), at the third hour had hypertension (49.3%), at the fourth hour the majority of respondents had normal blood pressure (38.1%). The majority of heart rate intradialytic of respondents had normal, tachycardia was found in the third and fourth hours (6.3% and 3.2%). The majority of Intradialysis respiratory rate of respondents had normal, tachypnea was found during intradialytic who the most respondents were at the third hour (19.0%). The majority of temperature intradialytic of respondents had normal, hyperthermia was found in the second and third hours (1.6% and 3.2%). Conclusion: the hemodynamic status of patients at Arifin Achmad Hospital Riau Province in intradialytic had changed and must be monitored every hour intradialytic, especially in the third hour.
Perubahan Respon Hemodinamik Saat Pasien Terpasang Ventilator Dan Post Pemasangan Ventilator Di Intensive Care Unit
Mustika, Andi;
Damanik, Siti Rahmalia Hairani;
Deli, Hellena
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12349
Ventilasi mekanik adalah alat pendukung kehidupan paling umum digunakan dalam situasi kritis, sangat dibutuhkan pada pasien yang menjalani anestesi umum atau gagal napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui repon hemodinamik saat terpasang ventilator dan post pemasangn ventilator di ICU. Penelitian ini menggunakan desain prospektif dengan observasi berulang. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dibuat peneliti. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample T-test dan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan nilai hemodinamik saat terpasang ventilator dan post pemasangan ventilator dengan p value (suhu 0.007), (heart rate 0.032), (respiratory rate 0,001), (MAP 0,001), (PaO₂ 0,001), (PCO₂, 0,001), (SaO₂ 0,001) atau <0,05. Penelitian ini menunjukkan terdapat perubahan yang signifikan nilai hemodinamik saat terpasang ventilator dan post pemasangan ventilator.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Distres Psikologis Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Sindy Eva Yanti;
Hellena Deli;
Safri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61878/bnj.v8i2.471
Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menimbulkan distres psikologis. Dukungan sosial dari keluarga maupun lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pasien mengatasi beban psikologis dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan sosial dengan distres psikologis pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 95 responden penderita DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan sosial dan skala distres psikologis. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori sedang (48,4%), sementara mayoritas mengalami distres psikologis kategori tinggi (42,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan distres psikologis (r = -0,525; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah distres psikologis penderita DM tipe 2. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan distres psikologis pada penderita DM tipe 2. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang dapat menurunkan tekanan psikologis pasien.