Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Strategi Pemasaran Digital UMKM Jarea Coffee Menggunakan Pendekatan 4C dan Analisis SWOT Rosmaida Br Ginting; Marshania Marshania; Regina Mardiana Mersiana; Indyka Nanda Permana; Rama Chandra Jaya
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v3i4.11932

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan berbagai platform digital sebagai strategi pemasaran dalam meningkatkan daya saing usaha. Jarea Coffee merupakan salah satu UMKM di bidang coffee shop yang telah mengimplementasikan beberapa media pemasaran digital, yaitu Google Business Profile, Google Sites, dan TikTok Shop, untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital UMKM Jarea Coffee menggunakan pendekatan 4C (Customer, Cost, Convenience, dan Communication) serta analisis SWOT sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan usaha. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan 4C dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Google Business Profile mampu meningkatkan visibilitas usaha melalui informasi bisnis yang lengkap dan ulasan pelanggan, Google Sites berfungsi sebagai landing page yang mengintegrasikan berbagai kanal digital, sedangkan TikTok Shop berperan dalam memperluas jangkauan promosi dan penjualan melalui konsep social commerce. Berdasarkan analisis SWOT, Jarea Coffee memiliki kekuatan pada kualitas produk, pemanfaatan platform digital yang beragam, dan reputasi bisnis yang baik, namun masih menghadapi kelemahan berupa konsistensi pengelolaan konten digital dan optimalisasi fitur pemasaran. Berdasarkan pendekatan 4C, strategi pemasaran digital Jarea Coffee telah mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, memberikan kemudahan akses informasi, menciptakan efisiensi biaya promosi, serta membangun komunikasi yang interaktif dengan konsumen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi Jarea Coffee dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital secara berkelanjutan
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Disabilitas Kab Bandung Barat dengan Inovasi Kerajinan Speaker Bambu Melalui Teknologi Komunikasi Website Disability-Friendly Rama Chandra Jaya; Ahmad Taufiq Maulana Ramdan; Syam Gunawan
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21626

Abstract

Keterbatasan akses ekonomi dan sosial bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bandung Barat merupakan tantangan signifikan, sekitar 9,9 juta orang disabilitas dari 23,3 juta jiwa nasional atau 40% populasi dibawah garis kemiskinan dan mengalami diskriminasi dalam peluang kerja. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan inklusi sosial komunitas disabilitas melalui pengembangan produk speaker aktif bambu inovatif bernama Awietronix. Didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, program ini berfokus pada pelatihan produksi, peningkatan kualitas produk, dan strategi pemasaran digital inklusif berbasis website ramah disabilitas. Implementasi program di Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, melibatkan 20 anggota komunitas Virageawie yang terdiri dari penyandang disabilitas fisik, intelektual, dan tunarungu. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan omzet penjualan, menciptakan model pemberdayaan yang holistik dan berkelanjutan.
Suasana Toko, Variasi Produk, dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Perawatan Tubuh Yulinda Nurriani; Rama Chandra Jaya; Ida Farida Oesman
Aktiva : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/aktiva.v5i2.4048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh store atmosphere, variasi produk, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian konsumen pada Supermarket Griya Pahlawan dengan fokus pada produk perawatan tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 konsumen sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas store atmosphere, variasi produk, dan persepsi harga, sedangkan variabel dependen adalah keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa store atmosphere dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variasi produk tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,75, yang menunjukkan bahwa 75% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh model penelitian ini. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola ritel untuk memprioritaskan penguatan pengalaman berbelanja melalui pengelolaan suasana toko serta penerapan strategi harga yang selaras dengan persepsi nilai konsumen, khususnya pada pasar ritel modern dengan tingkat homogenitas produk yang relatif tinggi.
Strategi Pemasaran Produk Tempe Kita Bandung Melalui Analisis SWOT dan Matriks IE Mohamad Lukman Hakim; Ida Farida Oesman; Rama Chandra Jaya; Ridlwan Muttaqin
Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Ekonomi
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jbme.v7i1.3364

Abstract

Tempe Kita Bandung, which has been operating since 1988, faces challenges of fluctuating revenue and intense price competition, as well as limited distribution that is still focused on traditional markets, making it difficult to reach a wider and more modern market segment. This study aims to analyze internal and external factors, determine the strategic position of the business, and formulate the most effective marketing strategy through a SWOT Analysis approach and an Internal-External (IE) Matrix. This descriptive study uses a mixed approach (quantitative and qualitative). Primary data were obtained through in-depth interviews with the owner or manager and questionnaires to key informants, while secondary data were obtained from internal company documents. The data analysis techniques used were the IFAS and EFAS Matrices to obtain weighted scores, which were then plotted on the IE Matrix to determine strategic position, and further processed through the SWOT Matrix to generate alternative strategies. The expected analysis results indicate that Tempe Kita Bandung has strengths in product experience and quality, but is weak in digital marketing adaptation. The strategic position of the business is estimated to be in the quadrant that requires a Hold and Maintain strategy. Therefore, the recommended marketing strategies are Weakness-Opportunity (WO) and Strength-Threat (ST) strategies, which are implemented through digital market penetration to address distribution weaknesses and premium product differentiation to counter the threat of low-price competition. This strategy is expected to increase business competitiveness and expand market reach.
Chacu's Gift: Kelayakan Usaha Crafting Hampers dan Bouquet Ditinjau dari Analisis SWOT dan Model Lean Canvas Icha Mustika Wahyudi; Rama Chandra Jaya; Arie Hendra Saputro; Salza Adzri Arismutia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12539

Abstract

Perkembangan ekonomi kreatif dan perubahan perilaku konsumen telah meningkatkan permintaan terhadap produk hadiah yang tidak hanya berfungsi sebagai pemberian, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman emosional dan nilai personal. Namun, sebagian besar produk gifting di pasaran masih bersifat generik, memiliki tingkat personalisasi yang rendah, serta belum mengintegrasikan konsep creative storytelling sebagai nilai tambah. Kondisi ini membuka peluang bagi pengembangan usaha kreatif yang menawarkan diferensiasi produk dan daya saing yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan usaha Chacu's Gift melalui pengembangan produk Bloom Box Series, yaitu hampers dan bouquet estetik yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengusung konsep creative storytelling dan emotional gifting. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan business planning, meliputi analisis kebutuhan pasar, strategi pemasaran digital, perencanaan operasional, pengadaan alat dan bahan, analisis biaya, penetapan harga jual, perhitungan Break Even Point (BEP), serta evaluasi kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan modal awal sebesar Rp7.950.000, dengan sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan bahan baku premium guna menjaga kualitas produk. Harga jual rata-rata ditetapkan sebesar Rp175.000 per unit dengan estimasi laba kotor sekitar Rp50.000 per produk. Berdasarkan analisis BEP, usaha diperkirakan mencapai titik impas pada penjualan sekitar 14 unit per bulan, sedangkan target penjualan ditetapkan sebanyak 30–40 unit per bulan sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan yang optimal. Keunggulan kompetitif Chacu's Gift terletak pada layanan desain kustom, penggunaan material premium, penerapan creative storytelling, serta pemasaran digital melalui media sosial. Dengan demikian, Chacu's Gift dinilai layak dikembangkan sebagai usaha kreatif yang inovatif, berorientasi pasar, dan berpotensi mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kewirausahaan mahasiswa.
Pengaruh Promosi dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Bahan Makanan pada (PT Ariane Kunci Sukses) Lia Safitri; Arie Hendra Saputro; Recky Recky; Rama Chandra Jaya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12859

Abstract

Penelitian ini bermaksud guna memahami pengaruh promosi dan mutu produk pada keputusan pembelian pelanggan pada perusahaan bahan makanan PT Ariane Kunci Sukses. Persaingan bisnis bahan makanan yang semakin ketat mengaruskan perusahaan untuk mampu meningkatkan kualitas produk dan strategi promosi agar dapat mempertahankan serta mengembangkan kemauan beli pelanggan. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan yaitu masih kurang maksimalnya kegiatan promosi serta adanya persaingan dengan perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi lebih tinggi. Metode pengamatan yang dipakai dalam pengamatan ini ialah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan memakai penyebaran kuesioner kepada pembeli PT Ariane Kunci Sukses. Pengujian instrumen pengamatan memakai uji validitas serta uji reliabilitas. Analisis statistik deskriptif dilaksanakan dengan melihat nilai paling kecil, nilai paling tinggi, dan nilai rata-rata. Sedangkan analisis statistik verifikatif memakai uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji koefisien korelasi Product Moment, dan uji koefisien determinasi. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji parsial (uji t) serta uji simultan (uji F). Hasil penelitian membuktikan bahwasannya promosi dan mutu produk berdampak baik serta signifikan pada keputusan pembelian pelanggan pada PT Ariane Kunci Sukses. Mutu produk yang baik bisa meningkatkan kepercayaan pembeli, sedangkan promosi yang efektif dapat menarik perhatian konsumen sehingga meningkatkan keputusan pembelian. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertahankan mutu produk dan meningkatkan rencana promosi agar mampu bersaing di pasar bahan makanan.