Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Perubahan Histopatologis Sel Epitel Midgut Larva Nyamuk Aedes aegypti Akibat Paparan Insektisida Nabati Dwi Anggraini; Monica Puspa; Rina Priastini Susilowati
Jurnal MedScientiae Vol. 1 No. 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Ukrida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jmedscie.v1i1.2440

Abstract

Aedes aegypti mosquitoes are the main vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Various prevention efforts were carried out to reduce their population. One of them is the use of synthetic or bioinsecticides. Bioinsecticides are safer for humans, animals and the environment so they had been used widely as an alternative nowadays. Larvicide is one of the insecticides product that attacks mosquito breeding sites in the water. Larvicide has various mechanisms that can attack some target organs including larvae’s midgut. Based on several trial results, plant insecticides have been cause epithelial cells in larvae’s midgut to lyses, change shape, vacuolize and detach from the basal membrane. Peritrophic membrane, microvilli and brush border are partially or completely damage. Histopathological changes in the midgut epithelial cells of Ae. aegypti larvae were caused by metabolite compounds, either singly or in combination that contained in plant extracts
Literature Review: Pengaruh Kebiasaan Jajan dan Higienitas Jajanan terhadap Kejadian Diare pada Anak SD Rina Priastini Susilowati; Budiman Hartono; Bryan Reyes Stephen
Jurnal MedScientiae Vol. 1 No. 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Ukrida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jmedscie.v1i1.2447

Abstract

Consuming street food is a habit common among elementary school students. Snacking habits can be influenced by parents and friends, and various other factors. The hygiene of the snacks in school environment is also a consideration. This study aims to determine the effect of snacking habits and snacks hygiene on incidence of diarrhea among elementary school students. The study was conducted by comparing available data from six journals. The results showed conflicting data on the effect of snacking habits on incidence of diarrhea with two sources showing significant (p < 0.05) and insignificant (p > 0.05) impact. Hand washing habits (p < 0.05), carrying meals (p < 0.05), and knowledge (p < 0.05) had a significant influence on snacking habits and incidence of diarrhea. For snack hygiene, food quality (p < 0.05); storage (p < 0.05); and processing (p < 0.05); sanitation facilities (p < 0.05); and food handlers’ hygiene (p < 0.05) had a significant effect on E.coli contamination. Apart from hygiene, some snacks were found to contain harmful food additives. In conclusion, it is necessary to conduct an educational program for healthy snacks as well as monitor and maintain canteen hygiene on a regular basis.
Efektivitas Daun Permot (Passiflora foetida) sebagai Obat Nyamuk dan Pengaruhnya pada Sel Darah Mencit Rina Priastini Susilowati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1544

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis. Hal tersebut sesuai dengan habitat bagi nyamuk untuk berkembang biak, salah satunya adalah nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyaki demam berdarah dengue (DBD). Penyakit demam berdarah adalah suatu penyakit yang hingga saat ini penanganannya dengan menggunakan insektisida. Tujuan penelitian ini adalah ingin membuktikan pengaruh paparan obat nyamuk bakar yang berbahan herbal ekstrak daun permot (Passiflora foetida)dengan dosis bertingkat pada mortalitas Ae. aegypti dan pengaruhnya pada sel darah mencit. Desain penelitian adalah randomized post test only controlled group. Hewan coba yang digunakan adalah Ae. aegypti betina dan mencit jantan yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu kelompok kontrol tanpa paparan obat nyamuk bakar (K0), kelompok paparan obat nyamuk bakar berbahan daun permot dosis bertingkat yaitu 500 ppm (K1), dosis 1.000 ppm (K2), dosis 2.000 ppm (K3), dosis 3.000 ppm (K4) dan dosis 4.000 ppm (K5) delapan jam/hari selama 12 minggu. Dihitung mortalitas Ae. aegypti untuk mendapatkan KT50, LC50, dan LC90 serta menentukan dosis optimalnya. Pada hari terakhir dilakukan pembedahan mencit untuk mengambil darah dari jantung, dilakukan penghitungan terhadap jumlah sel darah merah dan jumlah trombosit menggunakan Haemocytometer, sedangkan untuk mengetahui kadar hemoglobin menggunakan Hemometer. Analisis statistik menggunakan uji probit untuk menentukan LC50 dan LC90 Ae. aegypti serta uji one-way Anova dan dilanjutkan dengan uji BNT bila terdapat hasil yang signifikan (p<0.05) untuk mengetahui mortalitas nyamuk Ae. aegypti (KT50), analisis hematologi mencit yang meliputi jumlah trombosit, jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LC50 sebesar 725 ppm dan LC90 sebesar 2.165 ppm. Paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot hingga dosis 3.000 ppm tidak berpengaruh terhadap sel darah mencit yang meliputi jumlah sel darah merah,jumlah trombosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit pm, namun berpengaruh pada paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot dosis 4.000 ppm.Kata kunci : efektivitas, daun permot, obat nyamuk bakar, sel darah
Efektivitas Serbuk Buah Okra (Abelmoschus esculentus) sebagai Larvasida Aedes aegypti Monica Puspa Sari; Henricho Himawan; Rina Priastini Susilowati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1700

Abstract

Temephos 1% atau lebih dikenal dengan abate dulu efektif untuk penanganan larva nyamuk, khususnya larva Aedes aegypti yang merupakan vektor utama dari demam berdarah. Akan tetapi penggunaan yang terus menerus dan tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya resistensi temephos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari larvasida alami yang dapat digunakan sebagai alternatif atau pengganti temephos, salah satunya adalah buah okra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan lima kali pengulangan dan konsentrasi masing-masing 1%,2%,4%,8%, dan 16%, kontrol negatif, dan temephos 1% sebagai kontrol positif, dan dilakukan pengamatan selama 24 jam untuk melihat jumlah kematian larva. Hasil percobaan serbuk buah okra dengan berbagai konsentrasi terhadap larva instar III Aedes aegypti menunjukkan hasil nilai LC50 sebesar 4,143% dan LC90 sebesar 12,778%. Serbuk buah okra dapat bertindak sebagai racun dan bersifat sebagai racun kontak bagi larva Aedes aegypti. Dapat disimpulkan bahwa dosis efektif serbuk buah okra untuk mematikan larva Aedes aegypti adalah 12,778 %. Kata kunci: Aedes aegypty, temephos 1%, larvasida, serbuk buah okra
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos L.) Terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio Linn.) Sebagai Organisme Non-Target Rina Priastini Susilowati; Inggrid Osya Farfar
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v25i2.1741

Abstract

Daun maja (Aegle marmelos L.) mengandung bahan kimia aktif yang dapat digunakan untuk mengusir hama dan serangga, yang selanjutnya telah dikembangkan sebagai larvasida alami walaupun penggunaannya masih sangat terbatas. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak daun maja hingga dosis 8% dapat digunakan untuk membunuh hampir 100% larva Aedes aegypti. Namun pengaruh bahan kimia aktif yang bersifat toksik di dalam ekstrak daun maja terhadap hewan non-target masih belum banyak diujikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak daun maja terhadap hewan non target yaitu ikan mas (Cyprinus carpio). Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak lengkap, dengan 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol tanpa paparan, kelompok temephos 1% sebagai pembanding, kelompok ekstrak daun maja dengan dosis 1%, 2%, 4% dan 8%. Masing-masing kelompok perlakuan dengan 10 ekor ikan mas dengan berat badan antara 2,5 – 3,5 g dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji probit untuk mendapatkan LC50 dan LC90. Sedangkan data uji hematologi ikan mas dilakukan dengan One Way Anova dan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil LC50 sebesar 3,68% dan LC90 sebesar 6,84%. Hasil penelitian pada uji hematologi ikan mas menunjukkan peningkatan total eritrosit, kadar hematocrit dan hemoglobin pada kelompok temephos 1% dan ekstrak daun maja dosis 8%. Jadi dapat disimpulkan bahwa dosis efektivitas penggunaan ekstrak daun maja sebagai larvasida pada Aedes aegypti yang aman adalah dosis 6,84%.
Tinjauan Pustaka: Kajian in Vivo dari Obat Luka Kulit Berbahan Acalypha Indica, Aloe Vera, dan Centella Asiatica Yanto Hindrawan; Rina Priastini Susilowati; Monica Puspa Sari
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1928

Abstract

Luka merupakan gangguan pada sel dan jaringan anatomi yang dapat disebabkan oleh beberapa hal baik disengaja maupun tidak disengaja. Luka terutama pada kulit jika tidak diobati dengan baik maka dapat menimbulkan infeksi. Hal ini disebabkan oleh proses penyembuhan luka yang kompleks dan dinamis. Proses ini memerlukan bantuan berupa obat yang terbuat dari bahan sintesis ataupun alami. Tinjauan pustaka ini ditulis dengan tujuan untuk mengevaluasi kemanjuran tiga tanaman obat yang sering digunakan untuk mengobati luka, yaitu Acalypha indica, Aloe vera , dan Centella asiatica. Penelusuran dan penapisan pustaka di lakukan dengan Proquest, Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci wound healing AND Acalypha indica OR Centella asiatica OR wound healing OR Aloe vera. Sebanyak 25 makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Acalypha indica, Aloe vera , dan Centella asiatica merupakan tanaman obat yang efektif untuk mengobati luka luar. Hal in telah dibuktikan dalam berbagai studi in vivo bahwa ekstrak tanaman herbal ini memiliki efektivitas yang baik untuk menyembuhkan luka dibandingkan obat medis. Penggunaa tanaman herbal untuk pengobatan juga dianggap lebih murah, aman, mudah didapat dan diolah. Acalypha indica, Aloe vera dan Centella asiatica merupakan tanaman obat yang efektif untuk mengobati luka luar.
Kajian Efektivitas Insektisida Berbahan Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Mortalitas Nyamuk Beatrix Clarissa Gunarta; Rina Priastini Susilowati; Liauw Djai Yen; Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2022

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit bagi manusia. Habitat tempat tinggal nyamuk erat hubungannya dengan lingkungan tempat tinggal manusia sehingga penularan sangat rawan terjadi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi insidensi tersebut salah satunya yaitu dengan penggunaan insektisida sintesis maupun bioinsektisida. Bioinsektisida memiliki keunggulan lebih aman terhadap manusia, hewan, serta ramah lingkungan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas insektisida berbahan bunga krisan dan jeruk nipis terhadap mortalitas nyamuk. Penelusuran kepustakaan dilakukan menggunakan Google Scholar, Emerald, PubMed dan Proquest dengan kata kunci Chrysanthemum AND LC50 AND mosquito dan Citrus aurantifolia AND LC50 AND mosquito. Dua puluh tiga makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Keefektivan Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia sebagai insektisida dapat dilihat dari nilai LC50 yang didapatkan. Nilai LC50 ekstrak tanaman bunga krisan berkisar antara 0,02% - 1,50% dan ekstrak jeruk nipis berkisar 0,108% - 40,087%. Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida.
Bioefikasi Neurotoksin Ekstrak Campuran Daun Permot dan Daun Batang Sereh Bentuk Semprot terhadap Kecoa Jerman (Blattella germanica) Flora Rumiati; Rina Priastini Susilowati; Sancia Nathania Legenie Banuang
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2060

Abstract

Kecoa Jerman (Blattella germanica) merupakan salah satu hama pembawa penyakit, yang dapat diatasi dengan insektisida yang efektif, aman dan tidak bersifat resistensi. Bahan kimia aktif yang bersifat neurotoksin dalam ekstrak daun permot (Passiflora foetida) seperti ermanin, vitexin, harmalin, harmin, dan kandungan minyak atsiri pada daun dan batang sereh (Cymbopogon nardus) dapat digunakan sebagai insektisida tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui bioefikasi pemberian ekstrak daun permot dan daun batang sereh terhadap mortalitas kecoa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sampling dihitung dengan rumus Federer. Kecoa Jerman ditempatkan pada enam kandang sesuai kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan. Kelompok perlakuan adalah kontrol negatif (tanpa paparan), kontrol positif (disemprot dengan insektisida sintetik berbahan praletin 0,170%, d-alletrin 0,135% dan sipermetrin 0,100%), campuran ekstrak daun permot dan daun batang sereh (500, 1000, 2000, dan 4000 ppm). Pengamatan dilakukan setelah 10 menit pertama penyemprotan, dilanjutkan tiap jam selama 6 jam dan 24 jam. Kecoa dinyatakan mati jika badan terbalik dan tidak ada gerakan. Dari hasil penelitian diperoleh nilai LC50 sebesar 341 ppm, dan nilai LC90 sebesar 1175 ppm. Berdasarkan uji one way Anova terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa campuran daun permot dan daun batang sereh memiliki efek neurotoksik yang mematikan pada kecoa Jerman.
A literature review Insektisida Nabati dalam Bentuk Aerosol Terhadap Mortalitas Aedes aegypti Alexander; Monica Puspa Sari; Rina Priastini Susilowati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2091

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan penyakit endemik di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus infeksi demam berdarah dengue sehingga dibutuhkan tindakan pencegahan berupa penggunaan insektisida. Insektisida dapat digolongkan menjadi insektisida nabati dan insektisida sintetik. Insektisida nabati lebih baik dibandingkan insektisida sintetik karena dapat diurai lingkungan dan aman bagi manusia karena berasal dari tanaman herbal. Penggunaan inseksitisda nabati dapat digunakan dalam berbagai bentuk. Dari sisi efektivitas dan pengaruh terhadap pengguna sediaan aerosol lebih efektif dibandingkan dengan sediaan lainnya. Indikator penilaian toksisitas suatu tanaman dapat berupa EC50, LC50 dan KT50 yang dapat menilai tanaman manakah yang paling kompetibel untuk dijadikan sebagai insektisida nabati. Tinjauan pustaka ini mengevaluasi efektifitas berbagai jenis insektisida nabati bentuk aerosol.
THE EFFECTIVENESS OF HERBAL MOSQUITO COILS "MORIZENA” AGAINST Aedes Aegypti DEATH Susilowati, Rina Priastini; Darmanto, Win; Aminah, Nanik Siti
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.03 KB) | DOI: 10.20473/ijtid.v7i2.7324

Abstract

It has been successfully found new herbal mosquito coils called "Morizena” made from Passiflora foetida leaf extract (40%), Chrysantemum cinerariaefolium flowers seed extract (40%), essential oils of  leaves-stems of Cymbopogon nardus (20%). The herbal mosquito coils are more effective to kill Aedes aegypti compared to commercial synthetic mosquito coils made from Transfluthrin. Treatment of exposure to herbal mosquito coils "Morizena” on Aedes aegypti for 8 hours/day with concentration 500 ppm (P1), 1000 ppm (P2), 2000 ppm (P3), 3000 ppm (P4), 4000 ppm (P5) and treatment of exposure to synthetic mosquito coils Transfluthrin 2500 ppm (K1) as a positive control, and without treatment of exposure to mosquito coils (K0) as a negative control. Experimental animals used were adult Ae. aegypti mosquito with 25 mosquitoes in each treatment. Experimental design used is one-way Anova test with linear regression to calculate its LC50 and LC90. The results of test to herbal mosquito coils "Morizena” given for 8 hours/day obtained mortality of Ae. aegypti by 92% to a concentration of 3000 ppm (P4) and 100% to a concentration of 4000 ppm (P5) and 100% for test to synthetic mosquito coils transfluthrin 2500 ppm (K1). Ae. aegypti LC50 and LC90 value for treatment of exposure to herbal mosquito coils "Morizena” are 999 ppm and 2977 ppm. Treatment of herbal mosquito coils "Morizena” with graded doses up to 4000 ppm and synthetic mosquito coils Transfluthrin 2500 ppm causing an increase in the enzyme acetylcholinesterase activity of Ae. aegypti. The conclusion is based on the Ae. aegypti  LC90 value is 2977 ppm, which means the effective dose of herbal mosquito coils "Morizena” to kill Ae. aegypti is 2977 ppm.