Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Rumah Terapung Danau Tempe untuk Meningkatkan Potensi Ekowisata Berbasis Komunitas Ambo Upe; Haerunnisa; Sahriah; Ahmad Yani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JurDikMas) Sosiosaintifik Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Masyakarakat Sosiosaintifik (JurDikMas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.551 KB)

Abstract

Tujuan dari program pengabdian ini adalah mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki oleh Danau Tempe menjadi kawasan ekowisata yang berbasis komunitas (Community Based Ecotourism). Pola ekowisata berbasis masyarakat (Community Based Ecotourism) adalah pola pengembangan ekowisata yang mendukung dan memungkinkan keterlibatan penuh oleh masyarakat setempat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan usaha ekowisata dan segala keuntungan yang diperoleh. Metode yang digunakan adalah Grounded Theory Approach yang kemudian menjelaskan solusi yang ditawarkan. Grounded Theory Approach atau teoritisasi data adalah sebuah metode penyusunan teori yang berorientasi tindakan/interaksi, karena itu cocok digunakan untuk penelitian terhadap perilaku masyarakat. Target khusus dalam program ini adalah :1) Jumlah pengunjung yang meningkat atau diatur supaya sesuai dengan daya dukung lingkungan dan sosial-budaya masyarakat (vs mass tourism), 2) pola wisata ramah lingkungan (nilai konservasi), 3) pola wisata ramah budaya dan adat setempat (nilai edukasi dan wisata), 4) membantu secara langsung perekonomian masyarakat lokal (nilai ekonomi), 5) modal awal yang diperlukan untuk infrastruktur tidak besar (nilai partisipasi masyarakat dan ekonomi). Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan workshop, seminar, dan pembelajaran. Pelatihan dilakukan pada kelompok usaha pengolahan ikan berkontribusi sebagai penghasil produk dalam bentuk makanan yang berbahan dasar ikan yang akan mendukung potensi kawasan wisata dari sektor kuliner. Seminar managemen usaha pariwisata dan pembelajaran bahasa Inggris dilakukan pada kelompok masyarakat penyedia Jasa Transportasi air dan Tour Guide. Pelatihan konservasi kawasan Danau Tempe akan diberikan kepada kelompok Karang Taruna yang bersinergi dengan masyarakat dalam bidang konservasi kawasan danau sehingga mendukung pola wisata ramah lingkungan. Dan Workshop padaTim Penggerak PKK yang berperan dalam menciptakan kerajinan yang bernilai ekonomi dari tanaman Eceng gondok.
Penyuluhan PHBS Dalam Meningkatkan Pengetahuan Cara Cuci Tangan dengan Baik Dan Benar Ruslang; Riki Rusanda; Ade Sucitra Putri; Nirmawati Hamka; Renaldi; Ahmad Yani; Rizal Irfandi; Uswah Trywulan Syah; Nurcaya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JurDikMas) Sosiosaintifik Vol 2 No 1 (2020): Jurdikmas Sosiosaintifik Volume 2 No. 1 Februari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.508 KB)

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Dalam PHBS terdapat beberapa indikator yang diacukan dalam pelaksanaan penyuluhan PHBS .salah satunya Cuci tangan pakai sabun sebagai upaya preventif dalam melindungi diri dari berbagai penyakit menular . Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan. Cuci tangan pakai sabun sebagai upaya preventif dalam melindungi diri dari berbagai penyakit menular. Cuci tangan menggunakan sabun dapat kita lakukan pada waktu-waktu berikut: sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, setelah BAK dan BAB, setelah membuang ingus, setelah membuang dan atau menangani sampah, kemudian setelah bermain/memberi makan/memegang hewan, serta setelah batuk atau bersin pada tangan kita. Cuci tangan pakai sabun yang dipraktikkan secara tepat dan benar merupakan cara termudah dan efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit. Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan. Mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun dapat lebih efektif membersihkan kotoran dan telur cacing yang menempel pada permukaan kulit, kuku dan jari-jari pada kedua tangan. Tujuan penyuluhan ini untuk meningkatkan kesadaran siswa SD 94 Watampanua, agar tidak lagi salah dalam melakukan kebiasaan cici tangan dengan menggunakan sabun. Metode palaksanaan yang digunakan memberikan contoh cara cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun, ada beberapa siswa yang sudah menerapkan cuci tangan dengan benar menggunakan sabun
Pembenahan Perpustakaan SMA Negeri 3 Sidrap Riska Febrianti; Muh. Damriansyah; Yuliana S; Besse Herlina; Ambo Upe; Muhammad Arafah; Ahmad Yani; Syamsu Rijal; Rizal Irfandi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JurDikMas) Sosiosaintifik Vol 4 No 2 (2022): Jurdikmas Sosiosaintifik Volume 4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54339/jurdikmas.v4i2.432

Abstract

SMA Negeri 3 Sidrap merupakan sekolah menengah atas berakreditasi B yang berada di Kelurahan Salomallori Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidrap. Sekolah ini memiliki beberapa ekstrakurikuler yaitu Pramuka, Bee, Osis, dan PMR. Fasilitas yang ada di sekolah SMA Negeri 3 Sidrap tidak kalah banyak dari ekstrakurikulernya yang terdiri dari kantor, ruang tata usaha, ruang guru, ruang kelas, lab biologi, lab fisika, lab kimia, lab computer, dan perpustakaan. Program pembenahan perpustakaan dilaksanakan di SMA Negeri 3 Sidrap yang diprogramkan oleh Mahasiswa KKN Tematik Terpadu Angkatan III Universitas Puangrimaggalatung dengan melibatkan siswa dan petugas perpustakaan di SMA Negeri 3 Sidrap. Program ini melalui beberapa tahapan yaitu tahap observasi dan tahap pelaksanaan
Eksplorasi Potensi Lokal Danau Tempe sebagai Pengembangan Dewi Bolang (Desa Wisata Bola’mawang) Ambo Upe; Ahmad Yani; Agus Kurniawan; Ruslang Ruslang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JurDikMas) Sosiosaintifik Vol 4 No 2 (2022): Jurdikmas Sosiosaintifik Volume 4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54339/jurdikmas.v4i2.458

Abstract

Danau Tempe merupakan salah satu kekayaan alam yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah. Potensi ini perlu dieksplorasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat terutama dalam hal objek wisata. Namun, fakta yang terjadi di lapangan, potensi sumber daya alam yang dimiliki danau Tempe belum dimanfaatkan secara optimal, diantaranya keberadaan bola’mawang (rumah terapung) yang terdapat di danau Tempe. Dengan demikian pelaksanaan PKM ini bertujuan untuk menggali potensi danau Tempe untuk pengembangan Dewi Bolang (Desa Wisata Bola’mawang). Metode pelaksanaan yang dilakukan yakni pendekatan Tudang Sipulung yang diawali dengan observasi, wawancara, FGD dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pendampingan. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa danau Tempe memiliki potensi lokal yang dapat dijadikan objek wisata yang unik dan menarik yakni adanya bola’mawang, komunitas nelayan yang bermukim di tengah danau menggunakan bola’mawang, belum memiliki pengetahuan skill dalam mengembangkan potensi tersebut sebagai objek wisata. Dapat disimpulkan bahwa bola’mawang, dapat dijadikan icon wisata yang unik dan dapat di branding menjadi objek wisata di Kabupaten Wajo.
Pengaruh Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning terhadap Literasi Sains dan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Madrasah Tsanawiyah Ahmad Yani; Haerunnisa Haerunnisa; Andi Nurul Hikmah
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15, No 1 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i1.5738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) terhadap literasi sains dan hasil belajar IPA siswa kelas VII MTs. Darussalam Impa-impa Kabupaten Wajo. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII sebanyak 40 siswa, dengan sampel penelitian 20 siswa kelas kontrol dan 20 siswa kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal literasi sains dan tes uraian tertulis untuk mengetahui hasil belajar siswa. Data hasil literasi sains dan hasil belajar kognitif siswa dianalisis secara deskriptif dan uji Anova dengan bantuan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran POGIL berpengaruh positif terhadap literasi sains dan hasil belajar IPA siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil rerata nilai literasi sains dan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rerata nilai literasi dan hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional, literasi sains mengalami peningkatan sebesar 23% dan hasil belajar sebesar 11%. Hasil uji Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan nilai F.hit. dan F.tabel (5,17 4.10) antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran POGIL berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains dan hasil belajar kognitif IPA siswa Madrasah Tsanawiyah. 
Identify Student Learning Styles in the New Normal Era : Study on Prospective Biology Teachers Syamsu Rijal; Ahmad Yani; Siti Darwa Suryani; Ambo Upe
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.2618

Abstract

The diversity of students results in various learning styles and routines. This definitely calls for lecturers to be flexible with students' learning preferences, as preferences play a significant role in the learning process in the midst of a pandemic. This study intens to identify and analyze the learning preferences of prospective biology teachers at Puangrimaggalatung University's Faculty of Teacher Training and Education. Additionally, efficient teaching options in the new normal period The total sample was 102 students, using the total sampling technique. The research was carried out in the even semester of the 2021/2022 academic year. The instrument used is a learning style questionnaire. The data obtained are analyzed descriptively. The results showed that most learning styles of prospective Biology teachers at Puangrimaggalatung University, dominated by visual learning styles by 60%, kinesthetic by 19%, followed by auditory by 14% and the last one was a combination type by 7%. It can be concluded that the learning style of prospective biology teachers in the new normal era is a visual learning style, so it is necessary to develop learning tools or strategies that are able to accommodate student learning styles visually. The research sample is only present on one campus; additional sites and research samples may be included in larger studies. Given that the new normal needs learning new things, certain tactics are necessary. Therefore, further study is required to create learning models that can take into account different student learning preferences.
Pelatihan Pembuatan Gula Semut Dalam Rangka Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Labissa Nur Nur Fisabilianti; Andi Badli Rompegading; Syamsu Rijal; Muhammad Nasir; Ahmad Yani; Rizal Irfandi; Muhammad Arafah
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This ant sugar Making Training From Nira Lontar has increased the knowledge and skills of the community to manage and optimize ezisting Natural Resources (SDA) and Human Resources (SDM),in order to improve the economy of the Labissa Village community.by using the following methods and stages;1) Presentation of material on processing brown sugar (Nira Lontar) into Ant Sugar,2)Demonstration on processing brown sugar (Nira Lontar) into Ant Sugar, 3) Product Packing Training 4)Evaluation of the result of the training. This research was carried out in November 2023 in Labissa Village,Ajangale District,Bone Regency.Survey and interview result of 85% of training participants responded positively to this training.25 training felt satisfied and enthusiastic about the activities carried out.
Edukasi Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Di Desa Labissa, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone Darsal Dahlan; Andi Pitung; Hadarmawandi Hadarmawandi; Andi Badli Rompegading; Syamsu Rijal; Muhammad Nasir; Ahmad Yani; Rizal Irfandi; Muhammad Arafah
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang dikenal sebagai negara penghasil kelapa terkemuka, berperan besar dalam memasok produk kelapa ke pasar global, dan juga berperan penting dalam membentuk arah industri kelapa menuju keberlanjutan dan kesejahteraan sosial. Kegiatan pelatihan VCO ini dilaksanakan di Desa Labissa, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone pada bulan November 2023. Alat yang digunakan berupa corong, gula plastik, ikat karet, pipet, baskom, mesin pemarut dan penyaring santan. Bahan yang digunakan adalah kelapa dan air hangat. Setelah proses wawancara berlangsung, terdapat 85% respon positif dari 25 peserta, dalam hal ini masyarakat Desa Labissa, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini adalah masyarakat mempunyai wawasan mengenai Virgin Coconut Oil (VCO) sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya alam dan manusia yang ada.