Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Capacity Building Santri Husada sebagai Peer Educator “Cegah Stunting Sedari Dini” Menggunakan Peraga Flip Chart dan Food Model Di Surabaya Hasanah, Zumroh; Merawati, Desiana; Puriastuti, Alifia Candra; Amelia, Dessy; Zariroh, Zirroh Alin
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4568

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan internasional yang harus ditangani segera. Data SSGI tahun 2022 di Jawa Timur prevalensi stunting yakni 19,2%. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu 14% pada 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pencegahan dan penanganan stunting memerlukan intervensi yang lebih efektif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk remaja yang berada di lingkungan pesantren. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri husada tentang pentingnya pencegahan stunting sejak remaja serta membangun kemampuan mereka dalam menyampaikan informasi tersebut kepada teman sebaya menggunakan model peraga edukatif flip chart dan food model melalui kegiatan pendidikan kesehatan disertai demonstrasi dan roleplay kegiatan peer educator pada 37 santri husada Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya. Evaluasi program dilakukan melalui tiga tahap: evaluasi proses, output, dan outcome untuk mengukur keberhasilan dan dampak program secara menyeluruh. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata yang menunjukkan bahwa edukasi dengan pendekatan visual dan interaktif mampu meningkatkan daya serap peserta. Dengan capaian ini, diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam meningkatkan literasi pencegahan stunting santri maupun dalam menurunkan risiko stunting di komunitas sasaran.
Meningkatkan Pengetahuan Perubahan Masa Remaja dan Dampak Perundungan Kepada Santri sebagai Upaya Preventif Tindak Kekerasan Seksual dan Perundungan di Pesantren Kinanti, Rias Gesang; Puriastuti, Alifia Candra; Hasanah, Zumroh; Amelia, Dessy; Dani, Nova Wulan Rahma
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4699

Abstract

Saat ini, kekerasan seksual dan perundungan menjadi permasalahan yang sering terjadi di sekitar kita. Kasus kekerasan seksual dan perundungan nyatanya juga banyak terjadi di pesantren. Kehidupan santri yang sangat erat dengan hidup bersama karena aktivitas sehari-harinya selalu melibatkan interaksi tanpa henti dengan orang lain. Jika keadaan seperti ini tidak didasari oleh nilai-nilai solidaritas dan kekompakan, tentu akan menimbulkan kejadian yang tidak diharapkan, termasuk pelecehan bahkan kekerasan seksual. Pondok Pesantren Al-Mustaqim sebagai mitra pengabdian masyarakat, menyoroti kejadian perundungan verbal yang sering terjadi di kalangan santri. Kegiatan ini dilakukan kepada 60 orang santri yang terdiri atas 30 orang santri putra dan 30 orang snatri putri. Pendekatan yang digunakan dengan pemberian pendidikan tentang perubahan remaja dan isu-isu terkait perundungan Hasil yang diperoleh adalah pengetahuan siswa bertambah setelah mendapat pendidikan. Dengan mengetahui perubahan-perubahan yang terjeadi pada dirinya, remaja akan berusaha menerima dan beradaptasi dengan lingkungannya sehingga pencegahan kekerasan seksual dan perundungan dapat dihindarkan.
Inovasi Program “USIR STUNTING” Upskilling Kader Kesehatan dalam Pendampingan Keluarga Beresiko Stunting di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Ardhiyanti Puspita Ratna; Zumroh Hasanah; Rizqie Putri Novembriani; Tisnalia Merdya Andyastanti; Niaradya Anya Andini; Angelica Igsanti
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 2 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i2.1271

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan secara global dan isu prioritas nasional. Kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam 1.000 hari pertama kehidupanmenyebabkan dampak jangka panjang. Target pemerintah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 % pada tahun 2024. Upaya untuk pencegahan stunting antara lain adalah melakukan pendekatan keluarga berisiko stunting. Jumlah keluarga berisiko stunting masih tinggi. Identifikasi dan pendampingan keluarga berisiko stunting sangat penting dalam upaya mengurangi kejadian stunting karena memungkinkan intervensi sejak dini. Akan tetapi pendampingan langsung membutuhkan sumberdaya dan tenaga yang cukup besar. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran para kader kesehatan yang ada di lingkungan masyarakat. Program pelatihan inovatif upskilling kader kesehatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader untuk mengidentifikasi dan melakukan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting di Kecamatan Pakisaji. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan pelatihan kolaboratif dengan pendekatan studi kasus, serta pendampingan berkala pada kader. Selain itu tim juga membekali kader dengan inovasi media promosi kesehatan berupa flipbook Usir Stunting yang dapat digunakan saat melakukan pendampingan. Dari hasil analisis tingkat pengetahuan diketahui terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,000) yang menunjukkan adanya pengaruh pelatihan dengan peningkatan pengetahauan kader.
Upaya Cegah Stunting Sedari Dini Menggunakan E-Book “Dietary Patterns: Prevent Stunting” Pada Santriwati Remaja di Surabaya Hasanah, Zumroh; Amelia, Dessy; Puriastuti, Alifia Candra; Merawati, Desiana; Fadilah, Aisya Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17993

Abstract

ABSTRAK Salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi masalah besar global dan Indonesia adalah stunting. Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024 menyebutkan, salah satu kelompok prioritas penanganan stunting adalah kelompok remaja. Remaja putri memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas generasi berikutnya. Intervensi yang lebih efektif diperlukan untuk mencegah dan menangani stunting, termasuk remaja santriwati yang tinggal di pesantren. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati akan pencegahan stunting sejak remaja melalui pendidikan kesehatan menggunakan e-book “Dietary Patterns: Prevent Stunting” pada 105 santriwati berusia 10-18 tahun di Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kategori tingkat pengetahuan baik semula 8,6% menjadi 78%, pada kategori tingkat pengetahuan cukup mengalami penurunan dari 84,7% menjadi 20% dan pada kategori tingkat pengetahuan kurang juga turut mengalami penurunan dari 6,7% menjadi 2% berdasarkan hasil pre-posttest sebelum dan sesudah dilaksanakan kegiatan pengabdian. Pendidikan kesehatan menggunakan e-book “Dietary Patterns: Prevent Stunting” dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan pengetahuan santriwati terkait pencegahan stunting sejak remaja. Kedepannya diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dimulai sejak dini. Kata Kunci: E-book, Remaja, Santriwati, Stunting  ABSTRACT One of the chronic nutritional problems that remains a major problem globally and in Indonesia is stunting. The National Action Plan for Accelerating the Reduction of Stunting Rates in Indonesia for 2021-2024 states that the adolescent group is one of the priority groups for handling stunting. Adolescent girls have a crucial role in determining the quality of the next generation. More effective interventions are needed to prevent and treat stunting, including adolescent santri who live in pesantren. This community service aims to increase santriwati's knowledge of early stunting prevention through health education using the e-book “Dietary Patterns: Prevent Stunting” to 105 female students aged 10-18 years at the Assalafi Al Fitrah Islamic Boarding School. The results of the service showed that there was an increase in the category of good knowledge from 8.6% to 78%, in the category of sufficient knowledge decreased from 84.7% to 20%, and in the category of poor knowledge reduced from 6.7% to 2% based on the results of the pre-posttest before and after the community service activities were carried out. Health education using the e-book “Dietary Patterns: Prevent Stunting” can be one of the strategies in increasing santriwati's knowledge of preventing stunting since adolescence. In the future, it is hoped that similar activities can continue to be carried out to reduce stunting rates and improve public health status starting early. Keywords: Adolescent, E-book, Santriwati, Stunting
PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT DAN PERTOLONGAN PERTAMA ALUMNI ILMU KEOLAHRAGAAN Kusumasari, Herdhika Ayu Retno; Maya Gita, Verlina; Hasanah, Zumroh; Ayu Retno Kusumasari, Herdhika
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1809

Abstract

Aktivitas olahraga memberikan manfaat kesehatan namun bisa menimbulkan cedera. Olahraga memiliki manfaat bagi kesehatan jantung bila dilakukan dengan rutin, namun bila dilakukan secara intens dan berlebihan dapat menyebabkan Sudden Cardiac Arrest (SAC) atau serangan jantung mendadak. Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama terbukti bisa memberikan kelangsungan hidup setelah terjadinya henti jantung mendadak. Pelatihan Basic Life Support dan First Aid menjadi sangat krusial bagi atlet, pelatih, dan alumni ilmu keolahragaan karena dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat pada saat terjadi kecelakaan atau kondisi darurat di lapangan atau lingkungan olahraga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan kompetensi tambahan kepada alumni Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman dan sehat serta pelatihan ini juga sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan olahraga di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan pelatihan melalui metode ceramah, praktik dan pendampingan kegiatan secara daring dan luring. Hasil dari pelatihan tersebut yaitu  terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta dengan hasil pretest 67,73 meningkat menjadi 80,45 (hasil post-test), adapun peningkatan nilai adalah 12,7 poin. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa metode pemberian pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan alumni Ilmu Keolahragaan sehingga bisa menjadi bekal keterampilan yang dapat digunakan dalam pekerjaan mereka sebagai pelatih, atlet ataupun guru olahraga kedepannya.
The correlation between the amount of weight gain and physical activity levels in Depot Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) users Hasanah, Zumroh; Merawati, Desiana; Azidin, Raja Mohammed Firhad Raja; Amelia, Dessy; Puriastuti, Alifia Candra; Novembriani, Rizqie Putri; Viandika, Nurya; Dewi, Putri Nurika
Indonesian Journal of Research in Physical Education, Sport, and Health Vol. 3 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Research in Physical Education, Sport, and Health (IJRPES
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um086v3i12025p18-26

Abstract

Background: DMPA is a widely used contraceptive in Indonesia due to its accessibility and effectiveness. However, side effects such as weight gain are a concern, with more than 90% of the 600 users in 2022-2023 experiencing them. Objective: This study aimed to examine the correlation between the amount of weight gain and physical activity levels in DMPA users. Methods: This study used a cross-sectional design with consecutive sampling, involving 82 women (aged 19-51 years, average weight 58 kg) selected using the Slovin formula. Data were collected through structured interviews and questionnaires covering demographics, medical history, and physical activity level based on IPAQ. Body weight was measured with a calibrated digital scale, and association analysis was performed using the Chi-Square test (p < 0.05 was considered significant). Result: Analysis showed no statistically significant association between physical activity level and the amount of weight gain in DMPA users (p > 0.05). Conclusion: Other factors beyond physical activity, such as diet and metabolism, may play a more significant role in weight gain in DMPA users, so further research is needed. Future research should clarify these relationships by considering a broader range of influencing factors, including demographic variables, metabolic health, lifestyle behaviors, etc., to develop a more comprehensive understanding of how DMPA use affects weight management.
Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Siklus Menstruasi : Studi Pada Remaja di Kabupaten Malang Saputra, Surya Adi; Hasanah, Zumroh; Puriastuti, Alifia Candra; Amelia, Dessy; Putri, Dinda Farida; Zariroh, Zirroh Alin; Dani, Nova Wulan Rahma
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 No 2 (2025): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v6i2.578

Abstract

Menstrual cycle irregularities in the first 2-3 years after adolescents experience menarche are a common problem that is easily found. Adolescents who experience menstrual cycle irregularities are also considered to have disturbances in their sleep quality. This study aims to investigate the relationship between sleep quality and menstrual cycles in adolescents participating in volleyball extracurricular activities at SMPN 1 and SMPN 2 Lawang, Malang Regency. The research design employed an analytical approach, utilizing a purposive sampling technique. The respondents of the study were 55 adolescents. The research instruments used were the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the Menstrual Cycle Assessment Instrument developed by the author. Data analysis using bivariate, carried out with statistical calculations and displayed in a frequency distribution table. The results of the study were that 45.5% of respondents had abnormal menstrual cycles, and 63.6% of respondents had poor sleep quality. The relationship between the two showed high significance (p-value=0,001), girls who had poor sleep quality had a 9.6 times greater risk of experiencing poor menstrual cycles compared to adolescent girls who had good sleep quality.
Antenatal Depression and Its Correlates: A Case Control Study on Multiple Influencing Variables Hasanah, Zumroh; Novembriani, Rizqie Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2688

Abstract

Depression is a major global contributor to disability, particularly among women, with antenatal depression emerging as a leading source of health problems in this group. Recognizing risk factors is critical for early detection and prevention strategies. This study explores the correlation between antenatal depression and factors such as risky pregnancies, history of child abuse, financial difficulties, marital conflict, and pregnancy status in Surabaya. Method: The case-control study, which took place from May to July 2019 at Jagir and Tanah Kali Kedinding Public Health Centers, included 58 pregnant women. The findings indicate a strong link between antenatal depression and high-risk pregnancies. When additional factors are taken into account, characteristics such as financial difficulties, pregnancy status, marital conflict, and a history of child abuse may lose significance. Caution is urged when interpreting these findings, emphasizing the importance of considering the clinical situation
Reproductive Health Education and Bullying Prevention Amelia, Dessy; Merawati, Desiana; Hasanah, Zumroh; Puriastuti, Alifia Candra; Novembriani, Rizqie Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4696

Abstract

Adolescence is crucial for developing knowledge and behaviours related to reproductive health. Bullying in schools is a widespread issue that significantly impacts the mental health and overall well-being of adolescents. School-based health education enhances students' understanding of reproductive health topics. This study aims to assess the understanding of junior high school students in Malang Regency regarding reproductive health education and bullying prevention within schools. Respondents in this study amounted to 814 students who used purposive sampling techniques in sampling research. Using a quantitative approach with a cross-sectional study design, this research analyses the relationship between students' ages and their knowledge of reproductive health and bullying prevention. A questionnaire was administered as the research instrument from July to August 2024. Age plays a significant role in the effectiveness of reproductive health education, as younger adolescents typically possess less knowledge than their older peers. Additionally, the prevalence of bullying tends to decrease with age, particularly among older adolescents. The effects of bullying on mental health also vary based on age and gender. Cultural factors significantly influence adolescents' experiences with reproductive health. The study finds a notable relationship between age and knowledge of reproductive health, as well as awareness of bodily changes and reproductive health issues among junior high school students in Malang Regency.
Gambaran Pengetahuan Kader Posyandu tentang Pola Makan dan Pola Asuh Balita Berisiko Stunting di Kabupaten Malang Hasanah, Zumroh; Puriastuti, Alifia Candra; Amelia, Dessy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.4562

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan secara global dan isu prioritas nasional. Target prevalensi stunting 2022 di Jawa Timur adalah sebesar 18,4%, sementara di Kabupaten Malang masih sebesar 23%. Data stunting di Desa Senggreng Kabupaten Malang tahun 2022 sebesar 7,76% (36 balita), disebabkan diantaranya pola asuh yang kurang baik. Hal ini menyebabkan pola makan dari orang tua yang tidak memenuhi gizi seimbang. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam upaya mencegah stunting dengan memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk stunting, dengan harapan dapat mengubah perilaku masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader posyandu mengenai pola asuh dan pola makan keluarga berisiko stunting. Desain penelitian adalah penelitian deskriptif, populasi penelitian seluruh kader posyandu di Desa Senggreng Kabupaten Malang Tahun 2023 dengan teknik sampel total sampling dilaksanakan pada Juli-Agustus 2023 dan diperoleh 32 kader posyandu sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan univariat, dilakukan dengan perhitungan statistik dan ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kader memiliki kategori pengetahuan baik, namun persentase ini masih dibawah 50% sehingga pemerintah desa perlu meningkatkan kapasitas kader dalam peningkatan pengetahuan akan pola asuh dan pola makan pada balita berisiko stunting sehingga pencegahan dan penanganan stunting dapat dilaksanakan lebih baik.