Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Integration Of The Transformation Of Surcharge In The MDR System: An Analysis Of Islamic Law And Educational Management In QRIS Services Muhammad Rohmat Hidayat; Nur ‘Azah; Masrokhin; Vian Hanes Andresetya; Sirojuddin Abror
International Journal of Interdisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/ijir.v2i1.511

Abstract

This study examines the transformation of the surcharge scheme in the Merchant Discount Rate (MDR) system within the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) from the perspectives of Islamic law and educational management. The rapid development of digital payment technology has shifted the burden of transaction costs, initially borne solely by merchants, to also include consumers. This shift raises questions of justice, transparency, and compliance with Islamic principles. Employing a qualitative descriptive approach through literature study, the research integrates normative-theological analysis with educational management perspectives. The findings reveal that, from an Islamic legal standpoint, surcharge practices are permissible as long as they are conducted transparently, based on mutual consent, and do not lead to injustice. From the perspective of educational management, this issue can be integrated into curricula as part of Islamic financial literacy and further developed through case-based learning methods. Therefore, the transformation of the MDR QRIS system not only affects the economic sphere but also has strategic implications for Islamic education management.
Konsep Ittihad Al-Majlis Dalam Pernikahan Menurut Madzhab Hanafi dan Madzhab Hambali Ibadillah; Masrokhin
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 04 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i04.8460

Abstract

Ittihad Al-Majlis adalah prinsip yang mengharuskan akad nikah dilakukan dalam satu majlis atau pertemuan yang utuh, tanpa ada pemisahan atau interupsi yang signifikan antara ijab dan qabul. Dalam madzhab Hanafi, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Mabsut, Ittihad Al-Majlis dipandang esensial untuk memastikan keseriusan dan kejelasan dalam pelaksanaan akad nikah. Madzhab Hambali, melalui penjelasan dalam Al-Umdah, juga menekankan pentingnya kesatuan majlis untuk menjaga kesinambungan dan keabsahan akad nikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis bahan hukum primer dari kedua kitab tersebut, serta bahan hukum sekunder yang relevan seperti buku, artikel jurnal, dan fatwa ulama kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan interpretasi dan penerapan antara kedua madzhab, keduanya sepakat mengenai pentingnya prinsip Ittihad Al-Majlis dalam menjaga integritas dan validitas akad nikah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang hukum pernikahan dalam Islam dan aplikasinya dalam konteks kontemporer.