Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN KATINGAN TENGAH Wardana, Febrian Dhani Wardana; Aprii; Thareq, Subhan Ilham
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i5.28544

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Katingan Tengah. Variabel X menggunakan indikator budaya organisasi, sedangkan variabel Y menggunakan indikator kinerja Robbins. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 31 responden dengan teknik total sampling, data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 28. Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai dengan standardized beta 0,689 (kategori kuat) dan koefisien determinasi 47,5%, sehingga hipotesis penelitian diterima.
Work-life Balance dan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Para Pekerja: Studi Kasus di Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya Setiawati, Alya; Yunia, Okta; Thareq, Subhan Ilham
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance terhadap kesehatan mental pekerja di Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya tekanan kerja, jam lembur panjang, serta tuntutan produktivitas tinggi yang berdampak pada kesejahteraan psikologis para pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori (explanatory research). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 85 responden pekerja dari berbagai sektor dan dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental, dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,244 dan tingkat signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,697 menunjukkan bahwa 69,7% variasi kondisi kesehatan mental dapat dijelaskan oleh work-life balance, sedangkan 30,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, semakin tinggi pula tingkat kesehatan mental pekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkuat bukti empiris mengenai hubungan work-life balance dan kesehatan mental dalam konteks pekerja lokal di Indonesia. Secara praktis, hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar bagi instansi pemerintah dan swasta dalam merancang kebijakan kerja yang berorientasi pada keseimbangan waktu, beban kerja, dan dukungan psikologis bagi karyawan
Dari Data ke Dana: Proses Data Terpadu Kesejahteraan Sosial di Kota Palangka Raya Sintha, Melia; Grestyana, Nadya; Thareq, Subhan Ilham
Resolusi: Jurnal Sosial Politik Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Department of Political Science - Universitas Sains Al-Qur’an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/resolusi.v7i1.7802

Abstract

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) adalah suatu data yang menjadi sumber acuan untuk pelaksanaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial. DTKS berisi data penerima bantuan sosial dan yang memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial. Masyarakat yang terdaftar pada DTKS tidak otomatis mendapatkan bantuan sosial karena DTKS hanya sebagai data acuan dalam pengusulan calon penerima bantuan sosial. Adanya DTKS adalah program pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan yang ada di Indonesia dengan memberikan bantuan sosial ke tangan yang tepat melalui pendataan yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tata cara pendaftaran ke dalam DTKS dan proses pengelolaan DTKS oleh kementerian sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ada dua proses pendaftaran DTKS yaitu dengan pendaftaran mandiri atau mengusulkan sendiri di kelurahan dan juga proses pengelolaan DTKS berjalan dengan baik karena adanya pemutakhiran data secara rutin oleh dinas sosial.
Hubungan Intensitas Penggunaan Aplikasi Tiktok Dengan Motivasi Akademik Mahasiswa Generasi Z Febriyanti, Salma Ayu; Setiasih, Esti Nur; Salsabila, Selomita Dewi; Rhama, Bhayu; Thareq, Subhan Ilham
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan aplikasi TikTok dengan motivasi akademik mahasiswa Generasi Z. Perkembangan penggunaan TikTok sebagai platform berbasis video singkat telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan mahasiswa menjadi salah satu kelompok pengguna terbesar. Dalam konteks pendidikan tinggi, penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi pola belajar, keterlibatan akademik, dan dorongan motivasional mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 101 mahasiswa Generasi Z yang merupakan pengguna aktif TikTok. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui angket daring menggunakan skala Likert 1–5 yang mengukur intensitas penggunaan TikTok dan motivasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 26 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item instrumen valid dan reliabel, data berdistribusi normal, serta hubungan kedua variabel memenuhi asumsi linearitas. Temuan utama memperlihatkan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dan motivasi akademik mahasiswa Generasi Z, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.637 (p < 0.05). Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok terutama dalam konteks konten edukatif dan informatif semakin meningkat pula motivasi akademik mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan empiris mengenai perilaku digital mahasiswa serta memperkuat pemahaman mengenai peran media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran di era digital.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Generasi Z Dalam Kehidupan Sehari Hari (Palangka Raya) Gita, Gita; Zai, Kurnia Senantiasa; Puspita, Katriani; Thareq, Subhan Ilham; Rhama, Bhayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5821

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan maksud menganalisis pengaruh media sosial terhadap perilaku gen Z dalam keseharian mereka terkhusus di kota Palangkaraya.Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari semakin luasnya penggunaan media sosial di kalangan gen Z termasuk kemudahan dalam pemanfaatan media sosial di berbagai hal termasuk menjadi ruang untuk berinteraksi,Pendidikan,hiburan dan pembentukan identitas diri. Metode yang digunakan dalam penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner dalam bentuk g-form kepada seluruh gen Z kota palangkaraya .Instrumen penelitian mencakop indikator media sosial dan indikator perilaku gen Z. Hasil analisis data menunjukan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku gen Z. Media sosial membantu Gen Z dalam pembentukan identitas, ekspresi diri, dan koneksi komunitas, namun juga memicu tekanan pencitraan diri, perbandingan sosial, dan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran akan dampak media sosial di kalangan Gen Z. Pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa Gen Z menggunakan media sosial dengan aman, bijak, dan produktif.
Efektivitas Dana KIP-K Dalam Mendukung Pengeluaran Mahasiswa Angkatan 2023 Di Kampus Negeri Palangka Raya Marsa, Marsa Adelia; Wirna Lisa; Septia, Septia; Bhayu Rhama; Subhan Ilham Thareq
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.368

Abstract

Abstract. This research aims to examine the influence of the Indonesia Smart College Card (KIP-K) fund effectiveness on student expenditures among the 2023 cohort at a State University in Palangka Raya. The study employs a quantitative method using simple linear regression analysis. The findings reveal that the effectiveness of the KIP-K fund has a positive and significant impact on student expenditures, as indicated by a significance value of < 0.001 (< 0.05) and a t-value of 5.927, which exceeds the t-table value of 1.989. The regression coefficient of 0.842 suggests that a 1% increase in the effectiveness of the KIP-K fund corresponds to a 0.842% rise in student expenditures. Furthermore, the R Square value of 0.366 implies that 36.6% of the variation in student expenditures is explained by the effectiveness of the KIP-K fund, while the remaining 63.4% is attributed to other factors, such as family support, part-time employment, and lifestyle. Despite its statistically significant impact, the implementation of the KIP-K program still encounters several obstacles, including delays in fund disbursement, insufficient financial support, and limited financial literacy among recipients. Hence, improvements in the punctuality of fund distribution, transparency in management, and financial guidance for students are essential to enhance the program’s overall effectiveness and sustainability. Abstark. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh efektivitas penggunaan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terhadap tingkat pengeluaran mahasiswa angkatan 2023 di Kampus Negeri Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa efektivitas dana KIP-K berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi < 0,001 (< 0,05) serta nilai t hitung 5,927 yang lebih besar dari t tabel 1,989. Koefisien regresi sebesar 0,842 menunjukkan bahwa setiap peningkatan efektivitas dana KIP-K sebesar 1% akan meningkatkan pengeluaran mahasiswa sebesar 0,842%. Nilai R Square sebesar 0,366 menandakan bahwa 36,6% variasi dalam pengeluaran mahasiswa dapat dijelaskan oleh efektivitas dana KIP-K, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, pekerjaan sampingan, dan gaya hidup. Meskipun secara statistik menunjukkan hasil yang positif, pelaksanaan program KIP-K masih menemui sejumlah kendala, di antaranya keterlambatan pencairan dana, jumlah bantuan yang belum sepenuhnya mencukupi, serta rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan. Oleh sebab itu, dibutuhkan perbaikan dalam hal ketepatan waktu pencairan, transparansi penyaluran, serta pendampingan keuangan bagi penerima agar implementasi program KIP-K dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Melampaui Hukum Reformasi: Legitimasi Budaya dan Dinamika Politik dalam Mempertahankan Pernikahan Dini Di Kalimantan Tengah Rizky Ardiansyah, Bagas; Thareq, Subhan Ilham; Annas Puji Yulianto
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/6dre6x11

Abstract

Early marriage in Indonesia, particularly in Central Kalimantan, is a complex social phenomenon with multidimensional impacts on health, education, and the economy. Despite regulations such as Law No. 16 of 2019, which raises the minimum age for marriage, the practice persists due to the interaction between cultural values, policy gaps, and local political dynamics. This study aims to analyze the relationship between marriage dispensation policies, cultural legitimacy, and local political power, as well as explore the role of Generation Z as agents of social change in promoting policy reform. Using John Kingdon’s Multiple Streams Framework (MSF) and Talcott Parsons’ structural functionalism theory, the results show that the three streams in the MSF (problem, policy, and political streams) do not run synchronously and instead reinforce the practice of early marriage. This occurs because culture justifies the practice, policy legalizes it, and politics protects it. In addition, marriage dispensations are often misused as a solution to social, economic, and cultural pressures. These findings highlight the importance of Generation Z’s role as agents of change in advocating for more progressive policies, by promoting reform through education and greater critical awareness of early marriage.
REPRESENTASI HATORI KBS DALAM AKUNTABILITAS DANA DESA DI KECAMATAN BUKIT SANTUAI Setianingsih; Thareq, Subhan Ilham
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/mtqp6h02

Abstract

Fenomena digitalisasi pemerintahan desa menuntut mekanisme akuntabilitas publik yang lebih terbuka dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi aplikasi HATORI KBS (Hasil Monitoring Dokumen Desa) dalam memperkuat akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dokumen digital, dan triangulasi sumber. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan hasil wawancara berdasarkan tiga dimensi akuntabilitas menurut Behn (2001), yaitu akuntabilitas keuangan (accountability for finances), akuntabilitas atas keadilan prosedural (accountability for fairness), dan akuntabilitas atas hasil kinerja (accountability for performance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa HATORI KBS memperkuat transparansi pelaporan, mempercepat proses audit, dan menumbuhkan kedisiplinan administratif aparatur desa. Namun demikian, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur digital masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaannya. Secara teoritis, penelitian ini memperluas penerapan teori akuntabilitas ke dalam konteks digitalisasi pemerintahan desa, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat integrasi sistem digital dan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mewujudkan tata kelola yang transparan dan partisipatif.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN AI DAN LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA UPR Gilland, Gilland; Ramadhan, Antonio; Thareq, Subhan Ilham
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.7653

Abstract

This study aims to optimize the use of artificial intelligence (AI) and enhance the digital literacy of students at the University of Palangka Raya as part of broader efforts to strengthen learning effectiveness in an era of rapid technological transformation. As contemporary learning environments increasingly rely on intelligent technologies, students are required to adapt to digital tools that support analytical, ethical, and productive academic practices. To address this need, the study employs a quantitative approach through a survey administered to 93 students who have used AI-based applications such as ChatGPT, Copilot, and Perplexity in their academic activities. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 30. The findings reveal that the use of AI (? = 0.603; Sig. < 0.001) and digital literacy (? = 0.330; Sig. < 0.001) both have a positive and significant effect on learning effectiveness, contributing a combined influence of 71.7%. These results indicate that students with higher levels of digital literacy tend to utilize AI more responsibly, critically, and productively, which in turn enhances the quality of their learning processes. Based on these insights, it is recommended that universities expand AI-based digital literacy training programs and develop more structured technology-use policies to promote adaptive, innovative, and sustainable learning aligned with the demands of the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta meningkatkan literasi digital mahasiswa Universitas Palangka Raya sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas belajar di era transformasi digital yang semakin maju. Kondisi pembelajaran saat ini menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan berbagai teknologi cerdas, sehingga pemahaman dan keterampilan digital menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan akademik. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 93 mahasiswa yang telah memanfaatkan aplikasi berbasis AI, seperti ChatGPT, Copilot, dan Perplexity, dalam berbagai tugas dan aktivitas pembelajaran mereka. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert lima poin, kemudian dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI (? = 0,603; Sig. < 0,001) serta literasi digital (? = 0,330; Sig. < 0,001) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas belajar, dengan total kontribusi sebesar 71,7%. Temuan ini memperlihatkan bahwa mahasiswa yang memiliki literasi digital lebih baik cenderung memanfaatkan AI secara lebih bijak, analitis, dan produktif, sehingga mampu meningkatkan kualitas proses belajar. Berdasarkan hasil tersebut, perguruan tinggi disarankan untuk memperkuat program pelatihan literasi digital berbasis AI dan mereformulasi kebijakan pemanfaatan teknologi agar pembelajaran menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan sesuai tuntutan era digital.    
Eksposur Konten Politikdi TikTok Terhadap Minat Politik Generasi Z Kota Palangka Raya Sari, Pitria Nopita; Juliani, Juliani; Thareq, Subhan Ilham
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13079

Abstract

Teknologi telah mengalami perkembangan yang pesat, terutama media sosial yang telah mengubah cara generasi muda dalam memahami dan berinteraksi dengan isu-isu politik. Salah satunya platform TikTok menjadi yang populer di kalangan Generasi Z, selain sebagai sarana hiburan platform ini juga menjadi media penyebaran isu politik yang cepat dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksposur konten politik di TikTok terhadap minat politik Generasi Z di Kota Palangka Raya, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, serta pengumpulan data yang dilakukan melalui Google Form dengan 100 responden Generasi Z yang aktif menggunakan TikTok. Data yang diolah menggunakan bantuan program SPSS versi 27, meliputi uji validitas, reabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten politik di TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat politik Generasi Z, dengan thitung = 9,294 > ttabel = 1,660. Hal ini memperkuat relevansi teori yang menjadi landasan dalam penelitian ini yaitu teori Kultivasi, yang menyatakan bahwa media paparan secara berulang dapat membentuk persepsi atau minat individu dalam memahami realitas yang ada. Oleh karena itu, konten politik di media sosial sebaiknya dikemas secara kreatif, informatif, dan edukatif agar dapat mendorong minat serta partisipasi politik di kalangan Generasi Z.