Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Relationship Of Knowledge Of Women Who Have Toddlers About Fulfillment Of Balanced Nutrition To Prevention Of Stunting In Bonan Village Dolok I Sijamapolang District Humbang Hasundutan District Year 2023 Mayes Felda Simamora; Nova Sontry Node Siregar; Helprida Sihite
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 2 No. 2 (2023): IJHET JULY 2023
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v2i2.152

Abstract

One of the health problems being addressed in Indonesia is stunting. In 2019 the prevalence of stunting in Indonesia was 27.7% and in 2021 it has decreased to 24.4%. In Humbang Hasundutan Regency, the prevalence of stunting is (14.38%). When the initial survey was conducted, the number of stunted toddlers in Bonandolok I Village was 11 toddlers. There are 4 things that cause stunting, namely: knowledge, parenting, basic sanitation, and administration of deworming drugs. The purpose of this study was to determine the relationship between the knowledge of mothers who have toddlers about fulfilling balanced nutrition and the prevention of stunting in Bonandolok I Village, Sijamapolang District, Humbang Hasundutan Regency in 2023. This type of research is a descriptive analytic cross-sectional design. Held in March-May 2023 in Bonandolok I Village, Sijamapolang District. The population is a group of mothers who have babies and toddlers in Bonandolok I Village in 2023 with a total of 49 respondents. The sampling technique is total sampling and chi-square test. The results showed that there was a relationship between knowledge and stunting prevention. The results of the chi-square test x^2 count (17,845) <x^2 table (4,605) were obtained. There is a relationship between parenting style and stunting prevention, the results of the chi-square test x^2 count (21,248) <x^2 table (4,605). There is a relationship between basic sanitation and the prevention of stunting, the results of the chi-square test x^2 count (16,079) <x^2 tables (2,705), and there is a relationship between the administration of deworming medication and the prevention of stunting, the results of the chi-square test x^2 count (14,968) <x^2 table (2,705). It is hoped that respondents will learn more about how to prevent stunting
The Relationship Between Mothers' Behavior in Feeding Patterns and Nutritional Nutrition of Toddlers Aged 3-5 Years Debora Natalia Simamora; Nova Sontry Node Siregar; Fransiska Debataraja; Oknalita Simbolon
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toddlerhood is a period of rapid growth, requiring complete nutritional needs. Fulfillment of toddler nutrition depends on maternal behavior. According to the Humbang Hasundutan Health Profile, the prevalence of toddler nutritional status based on the 2024 Basic Health Research (Riskesda) was 16.8%, with undernutrition at 13.3%, adequate nutrition at 63%, and overnutrition at 6.2%. This descriptive, analytical study with a cross-sectional design aimed to determine the relationship between maternal dietary behavior and the nutritional status of toddlers. This study was conducted in Saitnihuta Village, Doloksanggul District, Humbang Hasundutan Regency in 2025. Sampling was conducted using total sampling, with 54 mothers and 54 toddlers. The instruments used were questionnaires and toddler weight measurements. Primary data were obtained from questionnaires and toddler weight measurements, while secondary data were collected from village reports. The results of the study, using a chi-square test with a significant degree of significance, showed that maternal knowledge was related to toddler nutritional status (p-value > α (0.000 > 0.05), maternal attitudes were related to toddler nutritional status (p-value < α (0.000 < 0.05), and maternal actions were related to toddler nutritional status (p-value < α (0.000 < 0.005). It is hoped that mothers with toddlers will understand good eating patterns for their children and the active role of the community in supporting health services and the role of health workers in providing counseling on toddler nutrition.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI DI SMA SWASTA HKBP LINTONG NIHUTA Nova Siregar; Oknalita Simbolon; Hengki Simamora; Rupina Purba
Jurnal STIKes Kesehatan Baru Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Medika Kesehatan Baru
Publisher : Sekolaah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kesehatan Baru Doloksanggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70751/stikeskbdoloksanggul.v4i1.132

Abstract

Pada masa menstruasi, remaja putri perlu menjaga pola hidup sehat, terutama personal hygiene. Kebersihan diri saat menstruasi bertujuan menjaga kesehatan organ reproduksi dan mencegah infeksi. Kurangnya kebersihan dapat menimbulkan pruritus vulva, yaitu rasa gatal pada area genetalia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi di SMA Swasta HKBP Lintong Nihuta Tahun 2024. Personal hygiene saat menstruasi penting untuk mencegah gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran kemih, radang panggul, dan kanker leher rahim. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi 43 orang dan sampel 30 responden dengan kriteria remaja putru, pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 18 orang (60,0%), sikap baik sebanyak 16 orang (53,3%), dan melakukan personal hygiene dengan baik sebanyak 22 orang (73,3%). Diharapkan remaja putri meningkatkan personal hygiene saat menstruasi untuk menjaga kesehatan reproduksi.
The Effect of Pregnant Women's Knowledge on Antenatal Care Visit Compliance: a Behavioral Analysis with the Health Belief Model Renta Sihombing; Nova SN Siregar; Helprida Sihite; Debora Simamora
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adherence to antenatal care (ANC) visits is a crucial indicator of efforts to reduce maternal and neonatal mortality. Various studies have examined demographic factors, but health behavior analyses using the Health Belief Model (HBM) in the context of ANC attendance in primary healthcare is still limited. To analyze the impact of the HBM dimensions (perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy) and knowledge of pregnant women on ANC visits using multivariate logistic regression. This is a quantitative analytical study with a cross-sectional design involving 240 pregnant women. The instruments used were the HBM and knowledge questionnaires. Variables that significantly influenced ANC adherence were knowledge (OR = 2.84; 95% CI: 1.62–4.97; p < 0.001), perceived benefits (OR = 3.11; p = 0.002), and self-efficacy (OR = 2.53; p = 0.007). The logistic regression model showed a good fit (Hosmer-Lemeshow p = 0.34). Knowledge level and components of the Health Belief Model (HBM) significantly contributed to ANC adherence. Health education and communication interventions grounded in the Health Belief Model (HBM) are strongly recommended.
EDUKASI: PENYAKIT DEGENERATIF DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA LANSIA DI DESA PARIKSINOMBA Nova Siregar; Jefry Banjarnahor; Hengky Simamora; Gloria Tambunan
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh mengalami penurunan sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat. Penyakit degeneratif menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas hidup lansia apabila tidak dilakukan pencegahan dan penanganan sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pariksinomba pada 22 Mei 2025. Sasaran kegiatan Adalah Lanjut Usia sebanyak 60 orang. Bentuk kegiatan adalah edukasi tentang penyakit degeneratif dan Pemeriksaan Kesehatan fisik, cek asam urat, gula darah serta melakukan senam pada lansia. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa beberapa lansia memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula darah di atas normal, dan kadar asam urat yang meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit degeneratif pada lansia. Pelaksanaan senam lansia berlangsung dengan baik dan diikuti secara aktif oleh peserta. Kegiatan senam membantu meningkatkan kebugaran fisik serta memberikan suasana yang menyenangkan bagi lansia. Secara umum, kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya lansia, dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN LANSIA MELALUI EDUKASI PEMANFAATAN SREILIMAN UNTUK PENGELOLAAN NYERI SENDI DI DESA PAKKAT Nova Sontry Node Siregar; Jefry Banjar Nahor; Mery Simanjuntak; Hengky Simamora
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 2 No. 02 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) diikuti dengan meningkatnya risiko gangguan degeneratif, salah satunya nyeri sendi yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Pemanfaatan bahan alam sebagai terapi komplementer dapat menjadi salah satu pendekatan pendukung dalam pengelolaan keluhan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam memahami nyeri sendi serta penggunaan Sreiliman, yaitu kombinasi minyak serai (Cymbopogon citratus) dan andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.), sebagai terapi komplementer, sekaligus meningkatkan aktivitas fisik melalui senam lansia dan latihan gerakan sederhana untuk pencegahan stroke. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juli 2026 di Dusun 2 Pakkat Toruan, Desa Pakkat, dengan melibatkan 30 orang lansia. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, pengenalan dan demonstrasi penggunaan minyak Sreiliman, senam lansia, praktik gerakan pencegahan stroke, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab sebelum dan sesudah penyuluhan serta observasi terhadap keterlibatan peserta dalam praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif, memahami manfaat dan cara penggunaan Sreiliman sebagai terapi komplementer, serta mampu mempraktikkan penggunaannya secara mandiri. Peserta juga mampu mengikuti senam lansia dan melakukan gerakan sederhana untuk mendukung kebugaran dan pencegahan stroke. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai demonstrasi dan aktivitas fisik dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan lansia dalam melakukan upaya perawatan kesehatan secara mandiri. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkala dengan pemantauan oleh kader kesehatan dan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, puskesmas, dan pemerintah desa.