p-Index From 2021 - 2026
10.505
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Dinamika Teknik TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Journal of Industrial Engineering Management Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Journal of Research and Technology EKONOMIS : Journal of Economics and Business JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Logistik International Journal of Industrial Optimization (IJIO) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Nusantara Science and Technology Proceedings Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) Juminten : Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Journal La Multiapp Indonesian Journal of Innovation Studies Jurnal Pengbdian Teknik Mesin Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology J-ENSITEC (Journal of Engineering and Sustainable Technology) Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Jurnal Sains Student Research IIJSE Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Sains Journal Serambi Engineering (JSE) Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering Global Leadership Organizational Research in Management Advance Sustainable Science, Engineering and Technology (ASSET) Academia Open Analit: Analytical And Environmental Chemistry ITEJ (Information Technology Engineering Journals)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Lingkungan Kerja Fisik dan Penentuan Waktu Istirahat Kerja di PT. XYZ Azhar Muhammad Nurdin; Rusindiyanto; Joumil Aidil Saifudin
JUMINTEN Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.179

Abstract

Lingkungan kerja fisik dan kelelahan kerja merupakan aspek yang mempengaruhi performa tubuh dalam produktivitas kerja. Kedua aspek tersebut harus memiliki kondisi yang ergonomis dan sesuai dengan standar atau nilai ambang batas. Lingkungan kerja fisik meliputi pencahayaan, kelembaban, kebisingan, dan temperatur. Presentase cardiovascular load (CVL) diukur untuk mengetahui tingkat kelelahan pada pekerja. Kelelahan pada pekerja akan diperbaiki dengan penentuan waktu istirahat kerja. Kondisi lingkungan kerja fisik yang ergonomis pada area By Product Packing akan didapatkan apabila pencahayaan di area tersebut disesuaikan dengan standar minimal yang telah ditetapkan dan penambahan alat bantu seperti kipas angin dan exhaust udara diperbanyak agar sirkulasi udara di lokasi pekerja dapat berjalan dengan baik. Lalu, waktu istirahat kerja sebaiknya diterapkan pada pekerja By Product Packing sesuai dengan konsumsi energi rata-rata pekerja. Sehingga, perhitungan waktu istirahat kerja (Rest Period) dengan waktu kerja 8 jam/hari istirahat kerja dilakukan setiap 1 (satu) jam selesai melaksanakan pekerjaan dengan waktu istirahat kerja selama 20,7 menit setiap istirahat
Penentuan Jumlah Teller Berbasis Beban Kerja dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) di PT.Bank Jatim Rama Adi; Rusindiyanto
JUMINTEN Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.187

Abstract

Bank Jatim sebagai salah satu Bank terkemuka di Indonesia sangat memperhatikan kepuasan nasabahnya. Hal ini diwujudkan salah satunya melalui inovasi yang tiada henti, baik dalam hal produk maupun layanan. Banyaknya jumlah transaksi di Bank Jatim membuat Teller mengalami beban kerja yang berlebih, sehingga Teller terlalu sibuk dan mudah mengalami kelelahan. Hal itu akan berdampak juga pada kinerja dari Teller itu sendiri. Sehingga dalam upaya meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen, beban kerja dari Teller harus dapat dioptimalkan dengan sebaik-baiknya. Metode yang tepat untuk menyelasaikan masalah tersebut adalah menggunakan metode Full Time Equivalent. FTE adalah salah satu metode analisis beban kerja yang berbasiskan waktu dengan cara mengukur lama waktu penyelesaian pekerjaan yang dikonversikan dalam indeks nilai FTE.. Dari hasil penelitian Beban kerja Teller Loket di PT. Bank Jatim Surabaya, untuk Teller 1 memiliki beban kerja sebesar 1,46 dinyatakan Overload, Teller 2 memiliki beban kerja sebesar 1,47 dinyatakan Overload, Teller 3 memiliki beban kerja sebesar 1,48 dinyatakan Overload, Teller 4 memiliki beban kerja sebesar 1,48 dinyatakan Overload, Teller 5 memiliki beban kerja sebesar 1,41 dinyatakan Overload, Teller 6 memiliki beban kerja sebesar 1,29 dinyatakan Overload, Teller 7 memiliki beban kerja sebesar 1,27 dinyatakan Normal, Teller 8 memiliki beban kerja sebesar 1,24 dinyatakan Normal, Teller 9 memiliki beban kerja sebesar 1,24 dinyatakan Normal, Teller 10 memiliki beban kerja sebesar 1,23 dinyatakan Normal, dengan total beban kerja seluruh Teller tersebut sebesar 13,57 dan nilai rata-rata seluruh Teller tersebut sebesar 1,357. Jumlah Teller shift pagi di PT. Bank Jatim Surabaya ada 10 Teller , agar menjadi optimal maka dilakukan penambahan 3 Teller menjadi 13 Teller, sehingga nilai rata-rata beban kerja sebesar 1,04 atau normal karena berada antara 1-1,28.
Perancangan dan Pengembangan Meja Rias yang Ergonomis dan Multifungsi dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) di Surabaya Nike Illiyine Pangestuti; Rusindiyanto; Joumil Aidil Saifudin
JUMINTEN Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.202

Abstract

Di era kemajuan teknologi, perkembangan produk semakin berkembang dan inovatif. Saat ini para produsen furniture hanya fokus kepada desain perkembangan zaman yang saat ini sedang tren di masyarakat tanpa melihat aspek ergonomi pada produk furniture tersebut. Dengan ruangan yang tidak luas maka produk ini memiliki fungsi yang serbaguna dan kelebihan dalam hal kapasitas sangat tepat digunakan untuk ruangan yang sempit dan terbatas.Quality Function Deployment (QFD) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui keinginan konsumen dengan mengumpulkan customer voices dan customer needs. Dari rancangan meja rias usulan yang ergonomis dan multifungsi ini mempunyai beberapa kelebihan dibanding meja rias awal, selain lebih sesuai ukurannya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, meja rias ini memiliki beberapa fungsi yang tidak dimiliki oleh meja rias awal yaitu sebuah meja rias yang dapat dilipat dan kursi yang dapat dijadikan satu, jadi meja rias ini tidak membutuhkan ukuran yang luas saat tidak digunakan. Meja rias ini juga dilengkapi tempat penyimpanan yang cukup sehingga dapat digunakan lebih maksimal. Nilai mean Importance To Customer meja rias awal 3,46 dan nilai mean Customer Satisfaction Performance 4,5, maka meja rias usulan lebih ergonomis dibandingkan dengan meja rias awal.
Usulan Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Produk Jadi dan Bahan Baku dengan Metode Shared Storage di PT. Temprina Media Grafika Surabaya Noval Dwi Aryadipura; Rusindiyanto; Erlina Purnamawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.220

Abstract

PT. Temprina Media Grafika merupakan jasa percetakan dan kardus, merupakan bagian dari Jawa Pos Group. Penempatan produk jadi di area gudang yang tidak berada pada satu area yang sama menjadi permasalahan yang umumnya dialami oleh perusahaan, sehingga diharuskan mencari dan menata ulang dalam pengambilan produk. Dilakukan penelitian pada proses peningkatan efisiensi penggunaan material handling, tujuannya menentukan kebutuhan luas area yang dibutuhkan oleh gudang barang jadi, serta merancang tata letak gudang usulan gudang barang jadi, sehingga bisa memudahkan proses pada bagian penyimpanan serta pengeluaran barang.dari gudang. Namun, tetap mempertahankan luas gudang yang ada dengan memakai metode Shared Storage. Metode penelitian yang digunakan adalah Shared-Storage, berdasar pada kondisi luas lantai gudang, selanjutnya ditata dari area. yang paling dekat sampai yang terjauh dari pintu keluar masuk. Sehingga penempatan barang yang selanjutnya akan segera dikirim diletakkan pada area yang paling dekat begitu pula seterusnya. Metode shared storage dianggap sebagai sistem pemindahan yang tepat pada suatu produk. Pengujian yang dilakukan terhadap desain tata letak awal menghasilkan 641m. Sedangkan, pada kondisi usulan dari penerapan metode shared storage didapat 254m, maka dapat diketahui bahwa terjadi penurunan terhadap jarak total material handling dengan selisih 387m yang kemudian menyebabkan terjadinya pengurangan pada jarak sebesar 60.36 %.
Pemilihan Supplier Bata Ringan Sebagai Bahan Baku Bangunan dengan Metode AHP dan Topsis di PT. CPS Radifan Dimasyqi; Dira Ernawati; Rusindiyanto
JUMINTEN Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.223

Abstract

Kegiatan strategi salah satunya adalah memilih supplier, terlebih apabila supplier tersebut akan menjadi supplier jangka waktu yang lama. PT. Cahaya Padu adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Jasa Konstruksi yang di dalamnya melakukan aktivitas proses pengadaan, termasuk di dalamnya proses penentuan supplier. Dalam melakukan proses produksi bangunan, PT. Cahaya Padu membutuhkan bahan baku utama yaitu bata ringan (Autoclaved Aerated Concrete). PT. Cahaya Padu belum memiliki supplier utama bata ringan AAC, dan Pemilihan supplier dilakukan secara subjektif dan berdasarkan harga termurah tanpa melakukan perhitungan tertentu. Hal tersebut mengakibatkan beberapa masalah seperti keterlambatan pengiriman yang mengakibatkan perusahaan harus order pada supplier lain. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung bobot kriteria supplier bata ringan dan memilih supplier bata ringan yang terbaik berdasarkan bobot kriteria yang ditentukan oleh PT. Cahaya Padu. Langkah penentuan kriteria evaluasi supplier ini dilakukan dengan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan melakukan perangkingan supplier dengan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Dari hasil penelitian diperoleh pembobotan 5 kriteria yaitu kriteria Harga, Kualitas, Pengiriman, Reputasi dan Posisi dalam Industri, dan Sistem Komunikasi dengan hasil tertinggi yaitu kriteria harga yang berbobot dengan nilai 0,56165. Hasil perangkingan supplier didapatkan supplier bata ringan terbaik yaitu PT. Sinar Indogreen Kencana dengan Nilai Preferensi sebesar 0,76858.
Analisis Human Error pada Proses Produksi Gula dengan Menggunakan Metode Sherpa dan Heart Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja di PG Rejo Agung Baru Madiun Vensa Aldian Alfano; Rusindiyanto
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.277

Abstract

PG Rejo Agung Baru Madiun adalah suatu perusahaan yang memproduksi gula, didalam suatu proses produksi pasti tidak lepas dari terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja pada PG Rejo Agung Baru Madiun sebagian besar disebabkan oleh banyak faktor salah satunya ialah kelalaian manusia (human error). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan nilai HEP tertinggi serta dapat memberikan usulan rekomendasi perbaikan pada kegiatan kritis yang berpo-tensi terjadi human error untuk meminimalkan tingkat kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SHERPA dan HEART. Berdasarkan dari hasil penerapan metode tersebut menunjukkan bahwa hasil rekapitulasi nilai HEP untuk semua task yang menyebab-kan error yaitu sebesar 0,2718 hasil ini menunjukkan bahwa probabilitas error yang dilakukan operator sebesar 27,18% dan terdapat 2 nilai HEP yang terbesar yaitu pada task 2.2 memanaskan nira hingga suhu tertentu dengan nilai HEP sebesar 0,952557 dan pada task 6.3 pengukuran gas menggunakan parameter PH dengan nilai HEP sebesar 0,849728
Pemilihan Supplier Bahan Baku Rajungan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Dan ARAS (Additive Ratio Assessment) di PT. XYZ Fais Pramudya Mulya; Rusindiyanto
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.287

Abstract

Pemilihan supplier yang tidak tepat dapat menghambat kegiatan produksi sebuah perusahaan mulai terlambatnya supply bahan baku hingga tidak sesuainya kualitas dengan yang diharapkan.. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sumber daya alam yang baik terutama di sektor maritim. Salah satu industri yang memanfaatkan hal tersebut adalah PT. XYZ yang bergerak dibidang industri pengalengan Rajungan dengan sistem produksi berupa make to order. Permasalahan utama bagi PT. XYZ adalah dalam pemilihan supplier bahan baku Rajungan. Dimana supplier tidak tepat waktu dalam memasok bahan baku yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga berakibat pada mundurnya proses produksi dan tidak terpenuhinya permintaan konsumen. Untuk mengatasi permsalahan berikut peneliti menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan ARAS (Additive Ratio Assessment). Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) memiliki kelebihan dimana dapat dikerjakan secara hierarki sehingga mudah dimengerti oleh beberapa orang yang ingin mengambil keputusan. Metode ARAS (Additive Ratio Assessment) merupakan utilitas nilai fungsi yang menentukan efisiensi relatif kompleks dari beberapa alternatif yang layak, sehingga diharapkan perusahaan dapat mencapai tujuan yaitu mendapatkan supplier rajungan terbaik yang diinginkan oleh perusahaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan urutan supplier dengan nilai terbesar yaitu, peringkat 1 supplier UD. Energi Hasil Laut (A4) dengan nilai K sebesar 0.164023, peringkat 2 supplier UD. Nurali (A5) dengan nilai K sebesar 0.151996, peringkat 3 supplier UD. Merdeka (A3) dengan nilai K sebesar 0.14022.
Analisis Safety Culture di CV. Jaya Tehnik dengan Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) Tino Aprilyanto; Rusindiyanto; Tranggono
JUMINTEN Vol. 3 No. 1 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v3i1.361

Abstract

Dalam lingkungan bisnis saai ini, produktivitas tinggi diperoleh dengan mem-pertimbangkan aktivitas mengubah bahan mentah menjadi barang jadi. Tenaga kerja atau pekerja sebagai pe-nopang utama berjalannya industry sangat rentan mengalami risiko kesehatan dan bahaya kerja. Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja pada perusahaan, salah satunya adalah ke-lalaian manusia. Ku-rang diperhatikan dan tidak dijalankannya prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan baik oleh karyawan menjadi permasalahan utama. Penelitian ini dil-akukan dengan tujuan mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja pada proses produksi dan mem-berikan usulan perbaikan untuk meningkatkan safety culture pada perusahaan. Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) diajukan dalam penelitian ini guna menge-tahui poten-si kecelakaan kerja dengan menggunakan skala likert, kemudian menentukan risk assessment keparahan, nilai frekuensi, risking rating number (RRN), indeks risiko bahaya, priori-tas risiko. Hasil menunjukkan risiko bahaya yang diperoleh yaitu tangan pekeraj terkena sudut tajam dari plat, terkena percikan dari gerindra pemotog, tangan pekerja tersayat mata pahat, tangan pekerja tergulung mata pahat mesin frais, dan pekerja mengalami luka terkena sisi tajam. Perbaikan jalur produksi menggunakan pengukuran tata letak gudang dan penggunaan material handling ber-dasarkan standarisasi umum perusahaan Indonesia diusulkan. Penataan mesin produksi yang lebih efektif dan efesien, pengadaan cahaya penerangan dan ventilasi udara di dalam ruang produksi, penempatan kerja karyawan agar disesuaikan dengan usia, melakukan training rutin kepada seluruh karyawan mengenai pentingnya K3 dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja.
Analisis Produktivitas Unit Redrying dengan Pendekatan Objective Matrix dan Analytic Hierarchy Process di PT XYZ Deni, Deni; Rusindiyanto, Rusindiyanto
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 1 (2025): Volume 10 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i1.1894

Abstract

The redrying unit is a tobacco drying unit at PT XYZ that functions to enhance aroma, ensure safe storage, and re-dry tobacco with the appropriate moisture level. In recent months, the redrying unit at PT XYZ has experienced a decline. The company management suspects that the decline in productivity is caused by problems with the efficiency of the production process. Therefore, a productivity analysis was conducted to determine the level of tobacco productivity at PT XYZ. In this study, the objective matrix (OMAX) productivity method was used. The weighting of criteria is measured using Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on the calculation results, the criteria of electrical energy, machine hours, labor, and raw materials have the highest partial productivity values of 1.22, 3.35, 10.57, and 98, respectively. The highest total productivity was achieved in the March 3 period at 650.7 and the lowest productivity in the November 9 period at 68.6. Improvements are made on all criteria, by applying the objective matrix method, PT XYZ is expected to increase the partial productivity and total productivity of the company in the future.
The Analysis of SQDC Based on Lean Concepts in the Daily Workwear Production Process at PT. XYZ’s Convection Company Rakhmanhuda, Iffad; Rusindiyanto; Pradanarka, Andyas Mukti
Journal of Research and Technology Vol. 10 No. 2 (2024): JRT Volume 10 No 2 Des 2024
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v10i2.1336

Abstract

The garment industry, a cornerstone of Indonesia's economy, faces persistent challenges in efficiency and quality, as evidenced by PT. XYZ's struggles with uneven stitching, loose buttons, and stained fabric in daily workwear production. To address these issues, this study employs Lean Manufacturing principles integrated with the SQCDMPE framework. By utilizing tools like fishbone diagrams and SQCDMPE analysis, root causes of production inefficiencies were pinpointed. Recommendations include implementing stringent quality controls, enhancing worker training, and optimizing operational processes to minimize waste and improve overall efficiency. These strategies aim to streamline production at PT. XYZ, enhancing product quality and meeting customer demands effectively in the competitive global garment market.
Co-Authors Adelencia, Vallent Arfi Aditya Fahmi Nurwicaksono Aditya Yusuf Indrastana Akhmad I. Fajar Alfin, Muhammad Alfitri Dilla Anggraeni Alfitri Dilla Anggraeni Andyas Mukti Pradanarka Aprizal, Irene Rizda Septiani Arief Sulistyo Wibowo Aryaduta, Galang Aryani, Enny Athalarvin Nabilfathin Arvin Aura Diva Shafa Dharma Azhar Muhammad Nurdin Azhar Muhammad Nurdin Azizy, Annisa Rahmi Baiq Azka Lazuardina Catur A. Pamungkas D, Muhammad Yafi Deni Deni Dhifa Farah Dicya, Bintara Putra Dira Ernawati Eka Anestya Octavia Endang Pudji W Erlangga E. Taruna Erlina Purnamawati Erlina Purnamawaty Fadilla Umeida Putri Fahmi Ali Fahmi Ali Fais Pramudya Mulya Fais Pramudya Mulya Farah, Dhifa Faris Yasin Rochmatullah Firda Amalia Putri Friska Aryanti Gufron, Achmad Hafid Syaifullah Hassan Rahmatillah Hatta Makarim Hayati, Kinanti Resmi Iffad Rakhmanhuda Ifwarisan Defri Ignadia Zain Balqis Imam Ramadhani Intan Normania Irene Rizda Septiani Aprizal Iriani Irma Dani Br Sinulingga Isna Nugraha Jeremiah Batista Hutagaol Joumil Aidil Saifuddin Khomsus SF Lazuardina, Baiq Azka M Fayshal Ferdiansyah M. Frizky Feri Setiawan Maulana Malik Agungdiningrat Mega Cattleya Prameswari Annissaa Islami Mega Nanda A.W Moch. Annas Hidayatulloh Moch. Febri Sugianto Moh. Miladun Hakimin Alim Mohammad Shodiq Wahyu Riamto Muhammad Alfin Muhammad Ibnu Ma'nail Muhammad Yafi D Muhammad Zaky Mubarok Musyaffa, Akmal Fikri Faaiz Najmuddin Syah, Mochammad Dhia Nike Illiyine Pangestuti Nike Illiyine Pangestuti Noval Dwi Aryadipura Noval Dwi Aryadipura Nugraha, Isna Nur Rahmawati NUR RAHMAWATI Priyatna Septedi Inrianto purba, Willy Putri, Firda Amalia Qurratul Aini Raden Bramantia Rukmana Radifan Dimasyqi Radifan Dimasyqi Rafida, Halimas Nafi Rahmatillah, Hassan Rama Adi Rama Adi Ramadhani, Imam Rega Fahmi Rivaldy Rega Fahmi Rivaldy Renny Agustini S Revica Tauriza Alfiane Riyadi, Attila Daffa Rizqi Novita Sari Rochmatullah, Faris Yasin Romadoni, M Ilham Sabrina Salma Nabila Sarah Aliyah Sabhirah Shafira Sausan Ferinanda sholeha, fitriatus Sitanggang, Antonius Nathanael Sugianto, Moch. Febri Sunardi Sunardi Syafira Ramadhany Novitasari Tino Aprilyanto Tranggono Tranggono Tranggono Tranggono Tranggono Trinisa, Lerinda Ubaidillah Ubaidillah Ubaidillah Vensa Aldian Alfano Vensa Aldian Alfano Willy Purba Winursito, Yekti Condro Yekti Condro Winursito Yosep Salfaridus Nong Sandro Yus Ardianto ZAHRA, SALSABILA AULIA Zamroni Makruf Zamroni Makruf