Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Kesiapan Fisik, Mental, dan Psikologis Anak dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Posyandu Gading IV Palem Nirwana Desa Dukuh Tengah Sidoarjo Sisilia Indriasari; Fiorent Eksa Juanita
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i4.15723

Abstract

Before doing toilet training, parents need to identify signs of readiness that their child has. There are some children over 5 years old who still wet the bed and their parents just let the child go, even though it is the parent's job to teach toilet training. The purpose of this study was to identify the corellation  between physical, mental, and psychological readiness with the success of toilet training in children aged 3-5 years. This study used an analytic observational research design with a cross sectional approach. The sampling technique used is simple random sampling with a total of 34 respondents. The instrument used is a questionnaire. The results showed the relationship between physical and mental readiness of children and the success of toilet training -value = 0.001 = 0.05. Meanwhile, for the relationship between psychological readiness and the success of toilet training -value = 0.002 = 0.05. It means that there is a relationship between children's physical, mental and psychological readiness with the success of toilet training. Family support is needed in getting children to practice toilet training so they can do it independently.
KUALITAS TIDUR DAN TINGKAT DEMENSIA PADA PASIEN LANSIA Belatrix Rebeca Abislong; Sisilia Indriasari Widianingtyas; Ni Nyoman Wahyu Lestarina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i1.120

Abstract

Kekurangan dalam tidur dapat memberikan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental, salah satunya kepikunan (demensia). Fenomena di Panti Werda Bakti Luhur Tropodo Sidoarjo menunjukkan bahwa kebanyakan lansia mengeluhkan mereka sering susah tidur dan terbangun pada saat malam hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat demensia di Panti Werda Bakti Luhur Tropodo Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi cross sectional. Jumlah sampel dipilih dengan cara simple random sampling sebanyak 36 responden. Variabel terikat pada penelitian ini adalah tingkat demensia lansia dan variabel bebas adalah kualitas tidur lansia. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner PSQI untuk mengetahui kualitas tidur lansia dan menggunakan kuisioner MMSE untuk mengetahui tingkat demensia lansia.. Hasil uji statistik menggunakanrank spearman dengan piranti software SPSS 16 didapatkan nilai ?= 0.000 dengan correlation coefficient0,575 yang berarti hubungan sedang antara kualitas tidur dengan tingkat demensia yang memiliki arti semakin buruknya kualitas tidur lansia maka tingkat demensia lansia semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena faktor penyakit dan konsumsi lansia sebelum lansia tidur.
METODE PEMBELAJARAN TUTOR TEMAN SEBAYA (PEER GROUP) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Sisilia Indriasari Widianingtyas; Bernadetta Bella
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2015): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v5i1.144

Abstract

Proses pembelajaran di STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya tidak hanya diberikan melalui perkuliahan saja. Beberapa kompetensi keperawatan (psikomotor) yang harus dilatih, diasah oleh mahasiswa agar semakin terampil dengan tindakan keperawatan. Hanya saja terkadang yang sering terjadi mahasiswa terkesan melatih diri pada saat akan ujian praktikum saja. Penelitian ini menggunakan pre-post test design. Variabel penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran tutor teman sebaya (peer group) dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Keperawatan semester 4. Pengumpulan data dengan lembar observasi ceklist mengenai kompetensi mahasiswa pada tindakan pemberian oksigen dan nebulizer. Penilaian kompetensi dilakukan 2 kali sebelum diterapkan metode peer group dan sesudahnya. Hasil uji statistik wilcoxon dengan tingkat signifikan ? = 0.05, didapatkan harga p = 0.000. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pembelajaran model peer group terhadap kompetensi mahasiswa dalam penerapan tindakan keperawatan pada mata kuliah Sistem Respirasi II. Hal ini berarti perlu pengenalan teknik pembelajaran peer group learning pada setiap mata kuliah yang khususnya membutuhkan penerapan dalam tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan kompetensi keperawatan.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH Sisilia Indriasari Widianingtyas
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i1.159

Abstract

Status gizi menjadi salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan anak.Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal dibutuhkan zat-zat gizi yang adekuat melaluipemberian makanan yang sesuai dengan tingkat kemampuan konsumsi anak, tepat jumlah(kuantitas) dan tepat mutu (kualitas), karena kekurangan maupun kelebihan zat gizi. Fenomenayang terjadi di Posyandu Sedap Malam Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo,status gizi dan perkembangan anak tidak sesuai dengan batas normal. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk menganalisis hubungan status gizi dengan perkembangan anak prasekolah.Peneliti menggunakan desain penelitian Correlational Study dengan metode pendekatan CrossSectional Study. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling denganjumlah sampel sebanyak 38 responden. Variabel independen yaitu status gizi dan variabeldependen yaitu perkembangan anak. Instrumen yang digunakan adalah dacin untuk mengukurberat badan anak dan formulir KPSP untuk mengetahui perkembangan. Berdasarkan hasil ujistatistik Rank Spearman didapatkan bahwa, p=0,000 dengan nilai ? < 0,05, maka hasil yangdidapatkan p < ? yang berarti H0 ditolak artinya ada hubungan status gizi denganperkembangan anak prasekolah dengan nilai rs + 1,000 kekuatan hubungan adalah sangat kuat.Peneliti memberi saran kepada pihak posyandu untuk bekerja sama dengan Puskesmas Jagirdalam meningkatkan upaya perbaikan gizi keluarga yang dilakukan oleh bagian gizi dan bagianKIA untuk memberikan stimulasi pada orang tua serta deteksi dini tumbuh kembang anak.
PENGARUH MINDFULNESS MEDITATION TERHADAP MEKANISME KOPING PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SURABAYA Susiana Lamria Saragi; Arief Widya Prasetya; Sisilia Indriasari Widianingtyas
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v10i2.212

Abstract

Hemodialisis merupakan terapi pengganti Gagal Ginjal Kronik (GGK) tahap akhir. Diperlukan mekanisme koping adaptif mengatasi masalah yang dihadapi. Pasien hemodialisis sebagian masih memiliki mekanisme koping maladaptif. Tujuan penelitian mengidentifikasi pengaruh mindfulness meditation terhadap mekanisme koping pasien hemodialisis di RS William Booth Surabaya. Desain penelitian rancangan Pra Eksperimental (One Group Pra Test - Post Test). Sampel 30 pasien sesuai kriteria dengan konsekutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan mindfulness meditation 50% reponden memiliki mekanisme koping adaptif. Setelah dilakukan mindfulness meditation 83,3% responden memiliki mekanisme koping adaptif. Nilai mean pada pre intervensi 1.50 dan post 1,83. Hasil uji statistik wilcoxon Sign Rank test tingkat signifikansi p < ? (0,05), nilai p = 0,002, hal ini menunjukkan ada peningkatan mekanisme koping sesudah dilakukan mindfulness meditation. Mindfulness meditation dapat merubah mekanisme koping maladaptif menjadi adaptif, sehingga perlu dilakukan pada pasien hemodialisis di Rumah Sakit William Booth Surabaya dan di unit Hemodialisis lainnya.
FAKTOR KEDEKATAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULYING PADA REMAJA Widianingtyas, Sisilia Indriasari; P, Inneke Febrina
Bahasa Indonesia Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v12i2.536

Abstract

Perilaku bullying merupakan sesuatu yang terjadi ketika seseorang merasa tertindas oleh perilaku orang lain dan ketakutan bahwa perilaku buruk akan terjadi lagi. Perilaku bullying dapat dicegah dengan menerapkan rasa kekeluargaan dan persahabatan dalam lingkungan sekolah. Fenomena perilaku bullying yang terjadi di SMP Santo Yosep Surabaya ialah siswa-siswi sering mengejek teman lainnya, memanggil temannya berdasarkan nama orang tua (nama julukan seperti gendut, hitam, pendek dan lain-lain), dan juga mendorong temannya dengan sengaja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran perilaku bullying pada remaja di SMP Santo Yosef Surabaya. Desain penelitian adalah korelasional dengan pendekatan secara cross sectional, dengan teknik total sampling. Responden sebanyak 41 remaja kelas 7 dan 8 yang bersedia menjadi responden dan hadir saat diteliti. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah correlations rank spearman dengan tingkat signifikansi α = < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : ada hubungan antara antara dukungan sosial teman dengan perilaku bullying. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedekatan teman sebaya dapat memberikan pengaruh penting dalam terbentuknya perilaku bullying pada remaja.
Hubungan Perilaku Kesehatan (Pengetahuan) dengan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Lontoh, Michelle Gabriel; Kurniawaty, Yuni
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijok.v4n1.p15-22

Abstract

Background: knowledge can influence attitudes and awareness of community preparedness. Preparedness is a series of individual and community activities that can respond to disasters appropriately and effectively, especially for people who live in disaster-prone areas. Jember Regency is an area that has a high risk of earthquakes and tsunamis. This study aimed to determine the correlation between knowledge and the level of community preparedness in facing earthquake and tsunami disasters in RW 05 Sidorejo Village, Umbulsari District, Jember. This study aimed to determine the correlation between knowledge and the level of community preparedness in facing earthquake and tsunami disasters. Methods: this study used a correlation design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was simple random sampling with a sample size of 42 respondents. The research instrument was a questionnaire to measure respondents' knowledge and individual/household preparedness survey questions from LIPI-UNESCO. The statistical test used in this study was Spearman rank correlations with a significance level of ? = <0.05. Results: the results showed that: there is a moderate positive correlation between knowledge and the level of community preparedness in facing earthquake and tsunami disasters. Conclusions: the level of community preparedness is quite good. However, when viewed from the factor of knowledge about disasters, there are still respondents from low preparedness who have low knowledge about disasters, so efforts are needed to improve community preparedness, namely by increasing knowledge and skills in dealing with earthquake and tsunami disasters through cooperation between the village head and BPBD to conduct disaster preparedness training socialization to the community.
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI ASRAMA PUTRI EMAUS SURABAYA Hemas, Astrid Makrina Reyaan; Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Silalahi, Veronica
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v12i1.217

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia dan suatu proses biologis yang umum terjadi pada setiap individu. Masalah yang terjadi pada remaja di Asrama Putri Emaus Surabaya yaitu mereka rata-rata tidur diatas jam 22.00 WIB, durasi tidur 3-5 jam, sibuk bercerita dengan teman kamar, bermain handphone serta mengerjakan tugas sehingga tidak memperhatikan jam tidur mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran kualitas tidur pada remaja di Asrama Putri Emaus Surabaya. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Variabel penelitian ini adalah kualitas tidur remaja di asrama putri, jumlah sampel sebanyak 30 responden, teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI untuk mengukur kulitas tidur remaja. Analisis yang digunakan analisis statistik deskriptif proposional prosentase (ASDPP). Hasil penelitian menunjukan dari 30 responden, terdapat 19 responden (63%) mengalami kualitas tidur kurang, 6 responden (20%) mengalami kualitas tidur baik, 4 responden (13%) mengalami kualitas tidur sangat baik serta 1 responden (3%) mengalami kualitas tidur sangat buruk. Kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor lingkungan dan faktor mengonsumsi kopi atau minuman lain dimalam hari dimana faktor tersebut bisa menyebabkan atau mempengaruhi kualitas tidur maka kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan kesehatan tubuh remaja.
THE INFLUENCE OF CHILD GROWTH STATUS AND FAMILY RELATIONSHIPS ON THE SOCIAL-EMOTIONAL DEVELOPMENT OF PRESCHOOL-AGE CHILDREN Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Lusiani, Etik; Saputra, Agung Kurniawan
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 13 No 2 (2024): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v13i2.606

Abstract

Background: Social-emotional development is one of the most influential aspects of a child's subsequent development. Negative early experiences can lead to disruptions in children's mental health and affect their cognitive, behavioral, and social-emotional development. Children who can adjust socially and emotionally well will perform better at school, have increased self-confidence, have good relationships, take on and persist in challenging tasks, and communicate well. Objectives: The purpose of this study was to determine the effect of growth and family relationships on the social-emotional development of preschool-age children. Methods: The design of this study is observational research (non-experimental) with a cross-sectional research design, to see the relationship between the influence of child growth, and family relationships with social-emotional development. The instrument used in this study was a questionnaire. The statistical test used in this study is coefficient regression with a significance level of p 0.05. Results: The results showed that the level of social-emotional development in preschool children in kindergarten. ADNI Surabaya 72% (47) medium category. Child growth variables have a significant positive effect on children's socio-emotional development, and mother-child attachment has a significant positive impact on children's socio-emotional development. Conclusion: It is recommended that the Principal of ADNI Kindergarten strive for continuous education on good parenting patterns, attachment between mothers and children, how to improve children's ability to socialize, and how to stimulate children's growth and development, to achieve optimal children's socio-emotional development.
Correlation Between Parenting Pattern of Working Moms and Children's Independence at Kindergarten Hang Tuah 1 Surabaya Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Widayati, Marcellina Rasemi; Wahyuni, Lucia Dwi Sri
Adi Husada Nursing Journal Vol 10 No 2 (2024): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v10i2.586

Abstract

Social and economic changes in modern society have increased the number of parents working outside the home. This phenomenon has a significant impact on family dynamics and parenting patterns. One important aspect that needs to be investigated is how working parents affect the development of children's independence. Independence is an important aspect of child development, including the ability to make decisions, solve problems, and take responsibility for their actions. This study aims to explore the correlation between the parenting pattern of working moms and children's independence aged 5-6 years. This research is an observational study (non-experimental) with a cross-sectional research design. This study aims to examine the correlation between parenting patterns of working mothers (independent variable) and the independence of children aged 5-6 years (dependent variable). The research was conducted at Hang Tuah 1 Surabaya Kindergarten. The instruments used in this study were a modified Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version (PSDQ) and a questionnaire for children's independence. The statistical test used in this study is Spearman analysis. After processing the data using the spearman's rho test the results obtained p = 0.036 <0.05. These results, show that there is a correlation between parenting patterns of working mothers and the independence of children aged 5-6 years at Hang Tuah 1 Surabaya Kindergarten. Working mothers should provide attention, affection, and warmth so that children's independence both in the home and school environment will be higher.