Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN PKJI 2023 DAN MIKROSIMULASI PTV VISSIM PADA SIMPANG EMPAT MUNCUL, SERPONG Greta Theodora, Amanda; Najid; Angkat, Hokbyan R.S; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34357

Abstract

Traffic congestion is a major issue in urban areas, including at Simpang Empat Muncul. Serpong, South Tangerang. Despite the implementation of a one-way system during peak hours, traffic delays persist. This study aims to evaluate the performance of the signalized intersection using the Indonesian Highway Capacity Manual (PKJI) 2023 and compare it with microsimulation modeling using PTV Vissim software. Data were collected through primary and secondary surveys and analyzed using both methods to compare results in terms of queue length, delay, and Level of Service (LOS). The results show significant differences: PKJI tends to produce higher delay values, while Vissim provides lower but more realistic outcomes, supported by accurate validation (GEH < 5.0 and MAPE < 2%). The worst condition occurred on Saturday evening with LOS F, while the one-way system during weekday mornings effectively reduced congestion. These differences are attributed to the deterministic approach of PKJI and the stochastic nature of Vissim. The integration of both methods offers a more comprehensive analysis to support optimal traffic management recommendations. Abstrak Kemacetan lalu lintas menjadi masalah krusial di kawasan perkotaan, termasuk di Simpang Empat Muncul, Serpong, Tangerang Selatan. Meskipun telah diterapkan sistem satu arah pada jam sibuk, kemacetan masih kerap terjadi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang bersinyal menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan membandingkannya dengan pemodelan mikrosimulasi menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Data diperoleh melalui survei primer dan sekunder, kemudian dianalisis dengan kedua metode untuk membandingkan hasil dalam hal panjang antrian, tundaan, dan tingkat pelayanan (LOS). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan: PKJI cenderung menghasilkan nilai tundaan lebih tinggi, sedangkan Vissim memberikan hasil lebih rendah namun realistis, dengan validasi akurat (GEH < 5,0 dan MAPE < 2%). Kondisi terburuk terjadi pada Sabtu malam dengan LOS F, sedangkan sistem satu arah pada pagi hari kerja terbukti efektif menurunkan kemacetan. Perbedaan hasil disebabkan oleh pendekatan deterministik (PKJI) dan stokastik (Vissim). Kombinasi keduanya memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam mendukung rekomendasi pengelolaan lalu lintas yang optimal.
EVALUASI TARIF DAN KELAYAKAN OPERASIONAL ANGKUTAN UMUM DI TRAYEK KUPANG-NOELBAKI BERDASARKAN BOK, ATP, DAN WTP Tahik, Agillia Ika Yani; Najid; Angkat, Hokbyan R. S.
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36755

Abstract

Public transportation plays an essential role in supporting community mobility in developing cities such as Kupang, where informal modes like bemo remain widely used. Increasing fuel prices and vehicle maintenance costs require periodic fare evaluations to ensure operational sustainability. This study evaluates the feasibility of public transport fares on the Kupang–Noelbaki route based on Vehicle Operational Costs (BOK), drivers’ income, and passengers’ Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP). A descriptive quantitative approach was applied through field observations, surveys of 100 passengers, and in-depth interviews with five drivers. The results show that the annual BOK of Rp194,200,000 corresponds to a daily operational cost of Rp647,000, while average daily revenue reaches Rp912,500, resulting in a net driver income of Rp265,500 per day. The ATP and WTP values are Rp7,000 and Rp6,500, respectively, indicating that the current fare of Rp5,000 remains affordable for passengers. Fare simulation analysis suggests that a moderate fare increase to Rp6,000 is still acceptable and can improve driver income. These findings emphasize the importance of data-driven fare evaluation and service quality improvement in public transport policy. Abstrak Transportasi publik memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di kota berkembang seperti Kupang, yang masih mengandalkan moda transportasi informal berupa bemo. Kenaikan harga bahan bakar dan biaya perawatan kendaraan menuntut evaluasi tarif secara berkala untuk menjamin keberlanjutan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan tarif angkutan umum pada trayek Kupang–Noelbaki berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), pendapatan pengemudi, serta Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) penumpang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, survei terhadap 100 penumpang, dan wawancara mendalam dengan lima pengemudi. Hasil analisis menunjukkan bahwa BOK tahunan sebesar Rp194.200.000 setara dengan biaya operasional harian Rp647.000, sedangkan pendapatan harian rata-rata mencapai Rp912.500 sehingga menghasilkan pendapatan bersih pengemudi sebesar Rp265.500 per hari. Nilai ATP sebesar Rp7.000 dan WTP sebesar Rp6.500 menunjukkan bahwa tarif eksisting Rp5.000 masih berada dalam batas keterjangkauan. Simulasi tarif menunjukkan bahwa penyesuaian moderat menjadi Rp6.000 masih dapat diterima dan mampu meningkatkan pendapatan pengemudi. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi tarif berbasis data serta peningkatan kualitas layanan.