Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemetaan Aset Komunal Pariwisata Untuk Mendukung Kampung Wisata Menjadi Kampung Budaya Berkelanjutan Di Bamboo Mewek Park Kota Malang Mareta Syifa Primadianty; Melati Julia Rahma; Yudi Winarno
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.4944

Abstract

Community-based tourism village management still faces challenges in utilizing local potential to build cultural identity, preserve the environment, and improve community welfare. This study aims to map communal tourism assets in Bamboo Mewek Park (BMP), Malang City, as a strategy to strengthen community-based tourism toward a sustainable cultural village. The Asset-Based Community Development (ABCD) method was applied to identify seven key assets: physical, financial, environmental, technological, human, social, and spiritual. Data were obtained through interviews, observations, and documentation, then analyzed qualitatively using source triangulation. The findings reveal that the interconnection among assets forms a participatory tourism system that reinforces the community’s social, economic, and cultural resilience. Traditional arts serve as core social and cultural assets that drive financial and environmental sustainability, while spiritual and social solidarity values serve as moral foundations for community-based management. The novelty of this research lies in applying the ABCD approach within an urban tourism village context, showing how collaboration among communities, academics, and government institutions transforms local assets into sustainable socio-cultural capital.
From Harvesting Practices to Market Orientation: Empowering Coffee Farmers through Participatory On-Farm Cupping Tests Wulan Pratiwi; Melati Julia Rahma; Jati Batoro; Daniarry Ismail Faronny; Megasari Noer Fatanti; Asyifa Anggraeni; Putri Salma Shafira; Wanda Azizah; Satria Bagaskara
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i3.21979

Abstract

This community service program aims to describe the implementation of on-farm coffee cupping across different harvesting methods and to analyze its effects on farmers' technical practices, quality awareness, and market orientation. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach based on six stages adapted from Saliyo's framework and delivered through an Andragogy-Based Coffee School involving 18 coffee farmers (14 men and 4 women) in collaboration with a local coffee farmers' group in Wonosalam Village. Data were collected through participatory observation, on-farm cupping using the Specialty Coffee Association (SCA) sensory evaluation protocol, and focus group discussions. Quantitative descriptive analysis was employed to visualize cup profiles using radar charts, while qualitative thematic analysis was used to examine participants' experiences and behavioral changes. The results revealed a clear relationship between harvesting methods and coffee flavor profiles. Strip picking produced flat sensory characteristics with relatively low cup quality, whereas selective picking combined with mossto fermentation generated more complex flavor profiles characterized by fruity and wine-like attributes. The program increased farmers' awareness of coffee quality, encouraged the adoption of selective harvesting and post-harvest sorting practices, and expanded market opportunities from conventional local markets to specialty and export-oriented markets. These findings suggest that participatory, experience-based learning through on-farm cupping can promote quality-oriented production practices and enhance the competitiveness of smallholder coffee farmers.
Penguatan Pertanian Padi Berkelanjutan Melalui Sekolah Lapang dan Pelatihan Pembuatan Kompos serta Biopestisida di Desa Mendalanwangi, Kabupaten Malang, Jawa Timur Putra, Rivandi Pranandita; Wiwoho, Bagus Setiabudi; Astuti, Ike Sari; Dewi, Vita Ayu Kusuma; Rahma, Melati Julia; Wibowo, Novika Adi; Deffinika, Ifan; Herwanto, Mochammad Tri; Fitriana, Evi; Fauzan, Adhia Azhar; Azzahra, Shafira Putri; Mukarromah, Fithrotul; Firdaus, Mukhammad Gusti Kharisudin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v6i1.5565

Abstract

Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang merupakan wilayah agraris yang masih menghadapi permasalahan berupa tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia serta belum optimalnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai sumber bahan organik bagi lahan pertanian. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas kesuburan tanah dan menghambat penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola limbah organik menjadi kompos serta memproduksi biopestisida berbahan alami sebagai alternatif pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Juli 2026 di Desa Mendalanwangi dengan melibatkan 10 orang petani yang ditetapkan oleh Pemerintah Desa Mendalanwangi sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan kompos serta biopestisida menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan praktik, memahami teknik dasar pembuatan kompos dan biopestisida, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemanfaatan limbah organik dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas petani dalam mengolah sumber daya lokal menjadi input pertanian yang bernilai guna serta mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk memperluas adopsi teknologi dan memastikan penerapannya secara konsisten pada tingkat kelompok tani.