Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Teknik Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Akuaponik dalam galon (AKUDALON) Humairani, Humairani; Mulyani, Rahma; Sujaka Nugraha; Lia Perwita Sari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/4752aa19

Abstract

Budidaya ikan lele menggunakan akuaponik dalam galon (akudalon) ini mengadaptasi teknik budidaya akuaponik yaitu budidaya sayuran menggunakan air. Akudalon ini dapat memanfaatkan galon bekas sekali pakai dan dapat dilakukan di lahan yang sempit dengan menggunakan air yang tidak terlalu banyak. Akudalon ini dapat menjadi solusi potensial bagi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan gizi dengan cara membudidayakan ikan lele di dalam galon sekaligus budidaya sayur. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui teknik budidaya ikan lele menggunakan sistem akudalon. Penelitian teknik budidaya ikan lele menggunakan sistem akudalon ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan menggunakan benih ikan lele yang berukuran 6-7 cm. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu akudalon ikan lele (Kontrol), akudalon ikan lele menggunakan sayur kangkung (P1), akudalon ikan lele menggunakan sayur bayam Brazil (P2), dan akudalon ikan lele menggunakan sayur bayam (P3). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup (TKH), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan kualitas air. Teknik budidaya ikan lele menggunakan akudalon dengan menggunakan sayuran kangkung memiliki hasil terbaik yaitu TKH tertinggi sebesar 95,56%, LPS sebesar 3,74% bobot tubuh/hari dan pemanenan sayuran kangkung dapat dilakukan setiap 28 hari. The cultivation of catfish using aquaponics in a gallon (akudalon) adapts the aquaponics cultivation technique, which involves growing vegetables using water. This akudalon can utilize single-use empty gallons and can be done in narrow spaces with minimal water usage. The akudalon can become a potential solution for communities to meet nutritional needs by cultivating catfish in a gallon while also growing vegetables. Therefore, the researchers are interested in understanding the technique of cultivating catfish using the akudalon system. This research on catfish cultivation techniques using the aquaponics system was conducted for 2 months using catfish seeds measuring 6-7 cm. The method used is a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 repetitions, namely aquaponics for catfish (Control), aquaponics for catfish using water spinach (P1), aquaponics for catfish using Brazilian spinach (P2), and aquaponics for catfish using spinach (P3). The parameters observed in this study were survival rate (SR), specific growth rate (SGR), and water quality. The catfish cultivation technique using aquaponics with water spinach showed the best results, with the highest SR of 95.56%, SGR of 3.74% body weight/day, and harvesting of water spinach can be done every 28 days.
Pemanfaatan Potensi Wilayah Pesisir Melalui Sosialisasi Budidaya Perikanan Terintegrasi di SMAN 1 Muara Telang, Banyuasin Indah Anggraini Yusanti; Sofian Soib; Riya Liuhartana; Rih Laksmi Utpalasari; Rahma Mulyani; Sujaka Nugraha; Melia Oktariani; Wahid Hidayat
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/fk267929

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan praktik mengenai Sistem Budidaya Perikanan Terintegrasi di SMA Negeri 1 Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Pengelolaan kawasan akuakultur berbasis ekosistem memerlukan pendekatan terintegrasi guna meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi kuliah umum dan sosialisasi interaktif mengenai sistem budidaya terintegrasi. Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan pemahaman siswa secara signifikan mengenai efisiensi akuakultur berbasis ekosistem. Selain itu, kegiatan ini berhasil membuka wawasan kewirausahaan dan menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di bidang perikanan. Sebagai tahap akhir, evaluasi dilakukan untuk mengukur ketercapaian indikator pemahaman peserta terhadap materi yang telah didiseminasikan.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Budikdamber untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga Di Kelurahan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin Rahma Mulyani; Lia Perwita Sari; Sujaka Nugraha; Santi Mayasari; Humairani Humairani; Indah Anggraini Yusanti; Tri Widayatsih
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/mgyf3s18

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam menerapkan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi dan tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pentingnya budidaya ikan, jenis-jenis ikan air tawar yang dapat dibudidayakan, preparasi wadah, persiapan media budidaya dan penyemaian sayuran, teknik penebaran dan pemeliharaan ikan, serta analisis usaha Budikdamber. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki peningkatan pemahaman mengenai teknik Budikdamber dan mampu mempraktikkan pembuatan unit budidaya secara mandiri. Selain itu, peserta memahami manfaat Budikdamber sebagai alternatif pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan sebagai peluang usaha rumah tangga, hal tersebut tercermin dari hasil evaluasi pemahaman melalui pretest (38,14%) dan posttes (87%) yang meningkat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan keluarga melalui penerapan teknologi budidaya yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan.