Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF SMARTPHONE-BASED SPIRITUAL NURSING CARE ON ANXIETY IN CHILDREN Arbianingsih Arbianingsih; Huriati Huriati; Eka Hadrayani; Aswi Aswi
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 12, No 1 (2026): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v12i1.1670

Abstract

Background: Hospitalization is a significant stressor in children and is frequently associated with heightened anxiety. Although spiritual care interventions have shown psychological benefits, evidence regarding digital spiritual nursing intervention in pediatric settings remains limited.Purpose: To evaluate the effectiveness of smartphone-based spiritual nursing care in reducing anxiety among hospitalized children.Methods: A quasi-experimental nonrandomized controlled pretest-posttest study was conducted in the pediatric inpatient ward of an Islamic hospital in Indonesia. Sixty children agedunder 18 years were recruited and allocated to the smartphone-based application Spiritual Islamic Nursing Care (SINC) group (n=30) or the control group receiving hospital-based murottal therapy (n=30). This study uses consecutive sampling. The intervention was delivered once daily for three consecutive days. Anxiety was measured at baseline and post-intervention using a validated observation sheet. Within-group changes were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test, and between-group differences were assessed using the Mann-Whitney U test. Effect sizes were calculated using r statistics.Results: Both groups demonstrated significant reductions in anxiety scores following intervention (p<0,001). The reduction in anxiety was significantly greater in the SINC group compared with control group (p=0,001; r=0,44), indicating a moderate effect size.Conclusion: Smartphone-based spiritual nursing care demonstrated greater effectiveness than standard spiritual therapy in hospitals in reducing anxiety among hospitalized children. Digital spiritual interventions may offer a scalable and culturally responsive approach to integrating spiritual care into pediatric nursing practice.
Pemberdayaan Ibu melalui Pelatihan Pijat Bayi: Pendekatan Berbasis Masyarakat untuk Pencegahan Stunting Arbianingsih; Rasmawati; Huriati; Hasnah; Syamsiah Rauf; A. Inda Fadhillah Ramadhani; Lasria Stevian
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.22172

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak balita, dan berkontribusi signifikan terhadap keterlambatan perkembangan jangka panjang. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai praktik pengasuhan yang optimal. Pijat bayi merupakan intervensi sederhana namun efektif yang diketahui dapat mendukung pertumbuhan fisik, merangsang perkembangan saraf, memperkuat ikatan emosional, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melakukan pijat bayi dengan benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sebagai upaya pencegahan stunting Metode: Program dilaksanakan dengan pendekatan Community-Based Research di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Sebanyak 8 ibu yang memiliki bayi mengikuti intervensi yang meliputi asesmen kebutuhan, edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual, demonstrasi praktik, latihan langsung dengan bimbingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tujuh dari 8 ibu mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah pelatihan. Meskipun 1 ibu tidak menunjukkan peningkatan skor, ia mampu mempraktikkan teknik pijat dengan tepat. Para peserta juga melaporkan peningkatan rasa percaya diri dan antusiasme dalam berinteraksi dengan bayinya, yang turut memperkuat hubungan ibu dan anak. Kesimpulan: Pelatihan pijat bayi yang terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi ibu dan berpotensi menjadi intervensi berbasis komunitas yang berkelanjutan untuk pencegahan stunting.