Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pendekatan Fun Learning Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Minat dan Mengatasi Kecemasan Resti Maurisza; Nuzulul Umairoh Rangkuti; Adrias Adrias; Aissy Putri Zulkarnaini
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v4i3.2129

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas penerapan metode fun learning dalam mengurangi kecemasan matematika pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berfokus pada masalah kecemasan yang sering dialami oleh siswa dalam pelajaran matematika, yang mana kecemasan ini dapat menghambat proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran metode fun learning dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mengurangi kecemasan matematika pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan pendekatan Narrative Review. Data dikumpulkan melalui pencarian literatur di Google Scholar, dengan memilih artikel yang relevan dan memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian terdiri dari 10 artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu terbaru dan relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan menelaah, menganalisis, dan mengevaluasi hasil penelitian terdahulu untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai penerapan metode fun learning dalam konteks kecemasan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode fun learning, yang melibatkan permainan interaktif dan media kreatif seperti ludo, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi matematika, mengurangi rasa takut, dan meningkatkan minat belajar mereka. Peningkatan nilai rata-rata siswa yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, membuktikan efektivitas metode ini dalam mengatasi kecemasan matematika. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan metode fun learning secara konsisten dalam pembelajaran matematika untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan efektif dalam mengurangi kecemasan serta meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar.
Problematika Calistung Bagi Anak Sekolah Dasar Kelas Rendah SD Negeri 06 Payakumbuh Nayzilla Mulia Putri; Zakiah; Adrias Adrias; Fadila Suciana
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2141

Abstract

Pendidikan adalah elemen mendasar bagi manusia yang memiliki peranan signifikan dalam kehidupan dalam mencerdaskan masyarakat dan memperkuat bangsa. Di Indonesia, sistem pendidikan formal terdiri dari tiga jenjang: dasar, menengah, dan tinggi. Namun, di tingkat dasar, khususnya kelas awal, sering terjadi kesulitan pembelajaran terutama dalam kemampuan baca, tulis dan hitung (calistung). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan calistung pada siswa kelas I, II, dan III di SD Negeri 06 Payakumbuh. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan 25% siswa kelas I, 50% siswa kelas II, dan 25% siswa kelas III mengalami kesulitan calistung. Faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal seperti kondisi kesehatan dan kemampuan fonologis, serta faktor eksternal seperti kurangnya perhatian orang tua dan lingkungan belajar yang tidak mendukung. Program literasi dan pembelajaran tambahan merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh guru dan sekolah teteapi belum menunjukkan hasil optimal. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua dan dukungan lingkungan sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan calistung siswa. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan kepada pendidik dan orang tua dalam mengatasi masalah pembelajaran di Sekolah Dasar.
Pengaruh Pendekatan Steam Terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa SD Rekha Herlina Putri; Melva Zainil; Salmaini Salmaini; Adrias Adrias
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2025): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v9i2.137361

Abstract

This study aims to examine the effect of the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach on students’ creativity and mathematics learning outcomes in elementary school. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. The subjects of this study were fifth-grade students, consisting of an experimental class and a control class. The experimental class received mathematics learning using the STEAM approach, while the control class received conventional learning. Data were collected through creativity observation sheets and mathematics learning outcome tests administered in pretest and posttest. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including normality tests, homogeneity tests, and multivariate hypothesis testing. The results showed that there were significant differences between the experimental and control classes in terms of students’ creativity and mathematics learning outcomes. The experimental class demonstrated higher improvement and more homogeneous learning outcomes compared to the control class. These findings indicate that the STEAM approach is effective in enhancing students’ creativity and mathematics learning outcomes, particularly in geometry topics. Therefore, the STEAM approach can be recommended as an innovative and effective learning strategy in elementary mathematics education.
The ethnoecology of the Malay sacred myth through narratives of Kampung Tua Nongsa in Batam Tomi Arianto; Adrias Adrias; Septriani Septriani; Febri Yulika
Studies in English Language and Education Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i1.19006

Abstract

The condition of the Malays is significantly marginalized due to the migration and the rapid industrial development in Batam, Indonesia. However, the Malay sacred myth is still sustained as a local wisdom for the Malay generations. Therefore, this study aims to analyze the ethnoecology behind the story of the sacred myth of Bumbum, Puak, and Batu Belah as a representation of environmental Malay local wisdom in Kampong Tua Nongsa, Batam. Within the conceptual framework of ethnoecology as a bridge to understanding the relationship between literature in the form of folklore and the culture of society, this qualitative research collected data through observation by being directly involved in the community and in-depth interviews with 21 informants including the key jury of the sacred places, community advice, community leaders, village officials, and the younger generation of Malay people in Kampong Tua Nongsa. Data analysis was carried out by comparing, reconfirming, classifying, and interpreting the data with an ethnoecology approach. The results showed that there were three important ethnoecological representations: (1) the ecological ties between forests and humans in the sacred Bumbum, (2) the reflection of the wise king in the sacred of Puak, and (3) the sea as the central life of nature in the sacred of Batu Belah. Sacred site prohibitions reveal deep connections between human behavior and nature, emphasizing ethical considerations; these stories highlight cultural values, insights for heritage preservation, and solutions for environmental challenges within an ethnoecological framework, stressing the importance of ethics in human-nature interactions.
Pemanfaatan Deep Learning terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS di SD Aufa Salsabila; Azmi Hafidzoh; Adrias Adrias
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i3.7685

Abstract

Educational developments in the digital era demand teaching methods that foster critical thinking, literacy, and active student engagement. However, social studies instruction in elementary schools still largely relies on conventional, rote-memorization-based methods, resulting in suboptimal student understanding. This study aims to analyze the application of deep learning in social studies instruction in elementary schools, covering implementation strategies, impacts on learning outcomes, as well as supporting factors and challenges. The method used is a literature review analyzing national scientific articles from the past five years via Google Scholar using relevant keywords. The findings indicate that deep learning can improve learning outcomes, conceptual understanding, student engagement, and critical thinking skills. Commonly used strategies include contextual learning, integration of local wisdom, innovative media, and collaborative discussions based on social issues. The main obstacles to implementation include teacher readiness, limited media resources, and insufficient learning time. Therefore, it is necessary to improve teacher competencies as well as provide support for media and learning systems to ensure the optimal implementation of deep learning.
Analisis Pemanfaatan Media Digital dalam Mendukung Pembelajaran Deep Learning pada PPKn di Sekolah Dasar Aufa Nabila; Jeky Kurniawan; Adrias Adrias
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i3.7693

Abstract

Pancasila and Civic Education (PPKn) plays a vital role in shaping the nation’s character; however, in practice, PPKn instruction in elementary schools is often dominated by conventional methods, resulting in a monotonous learning process. Therefore, an innovative approach is needed—specifically, a deep learning approach that emphasizes deep understanding and critical thinking skills. This study aims to analyze the use of digital media in supporting the implementation of the deep learning approach in PPKn lessons in elementary schools. This study uses a qualitative approach with a systematic literature review method. Data were collected through the Publish or Perish and Google Scholar databases using relevant keywords. Articles were selected based on inclusion and exclusion criteria through the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion, resulting in ten articles for analysis. The results of the study indicate that the use of digital media has a positive impact on the application of deep learning in Civic Education (PPKn) instruction, particularly in enhancing students’ conceptual understanding, critical thinking skills, and engagement. Thus, digital media is effective as a supportive tool for optimizing more meaningful and enjoyable Civic Education (PPKn) learning.
Analisis Sosiolinguistik Variasi Pelafalan Bahasa Tidak Baku pada Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Witri Nisa Aulia; Adrias Adrias
Cerdas Proklamator Vol 14 No 1 (2026): JURNAL CERDAS PROKLAMATOR
Publisher : Study program PGSD FKIP Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/cerdas.v14i1.376

Abstract

This study was conducted based on the use of non-standard language among elementary school students, especially in pronunciation variations during communication and learning activities. The purpose of this study was to analyze the forms of non-standard pronunciation variations, the sociolinguistic factors influencing them, and their implications for Indonesian language learning in elementary schools. This study used a qualitative approach with a literature review method by examining ten journals related to the research topic. The results showed that the pronunciation variations included sound changes, sound omission, the use of non-standard vocabulary, and the use of informal language in formal situations. Social factors such as regional languages, peer interaction, and social media were found to influence students’ language use. Therefore, Indonesian language learning should encourage the use of standard language through reading, writing, and speaking activities to support students’ language development. Keywords: sociolinguistics; non-standard language; pronunciation variation; elementary school.
Analisis Strategi Pendampingan Orang Tua terhadap Penggunaan Gadget pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Lizia Pitri; Adrias Adrias; Aissy Putri Zulkarmaini
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v4i3.2934

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menjadikan gadget sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak-anak usia sekolah dasar. Namun, kurangnya pembimbingan yang tepat dari orang tua dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembimbingan orang tua dalam mengontrol penggunaan gadget pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah 13 orang tua yang memiliki anak usia 6–7 tahun sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembimbingan orang tua meliputi komunikasi terbuka mengenai penggunaan gadget, penetapan aturan durasi dan waktu penggunaan, pemantauan konten, pendampingan saat anak menggunakan gadget, pengalihan anak ke aktivitas fisik dan sosial yang lebih sehat, serta pemilihan pendekatan pembimbingan yang sesuai. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembimbingan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak negatif penggunaan gadget serta memperkaya pemahaman mengenai pola asuh digital di era teknologi saat ini.
Penggunaan Aplikasi untuk Meningkatkan Pembelajaran Musik di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Tulad Sutomo; Yanti Fitria; Adrias Adrias
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8741

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan dalam pembelajaran seni musik di Sekolah Dasar, khususnya dalam pemanfaatan aplikasi digital sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pemanfaatan aplikasi digital dalam pembelajaran musik di Sekolah Dasar serta dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterampilan musikal, dan motivasi belajar siswa. Kesenjangan penelitian terletak pada belum adanya kajian yang merangkum secara sistematis berbagai jenis aplikasi digital beserta efektivitasnya dalam pembelajaran musik pada jenjang Sekolah Dasar, sehingga penelitian ini menawarkan sintesis mutakhir sebagai bentuk kebaruan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA terhadap artikel-artikel terpilih yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi digital digunakan dalam berbagai bentuk, seperti simulator instrumen, multimedia interaktif, video pembelajaran, audiobook, dan platform musik berbasis web. Penggunaan aplikasi digital terbukti meningkatkan pemahaman konsep musik dasar, keterampilan musikal, serta motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, aplikasi yang bersifat interaktif dan mengintegrasikan unsur visual serta auditori cenderung lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran musik tradisional. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi digital berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran musik di Sekolah Dasar apabila dirancang dan diintegrasikan secara pedagogis.
Tinjauan Sistematis: Implementasi dan Efektivitas Augmented Reality Terhadap Motivasi Siswa dalam Pembelajaran IPS SD Azizil Alim; Adrias Adrias; Yanti Fitria
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8788

Abstract

Pembelajaran IPS di SD masih menghadapi kendala berupa praktik pengajaran yang monoton dan kurang interaktif sehingga motivasi siswa menurun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi AR dalam pembelajaran IPS dan menilai efektivitasnya terhadap motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 498 artikel yang diperoleh, setelah penyaringan awal tersisa 224 artikel, kemudian 22 artikel lolos seleksi lanjutan dengan menggunakan publish or perish yang langsung terhubung dengan google scholar, diperoleh 7 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian serta kriteria inklusi. Penelitian ini menyintesis temuan empiris terbaru dalam lima tahun terakhir untuk memberikan Gambaran komprehensif tentang implementasi dan efektifitas AR. Hasil penelitian menunjukkan AR diimplementasikan melalui aplikasi mobile, smart card, objek 3D, dan filter interaktif, yang memperjelas konsep abstrak serta meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan empiris mengindikasikan peningkatan motivasi, antusiasme, dan kecenderungan eksploratif siswa selama pembelajaran IPS setelah penerapan AR. Dengan begitu AR merupakan media pedagogis yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan kualitas pembelajaran IPS di SD, namun dampaknya bergantung pada desain instruksional, kompetensi guru, dan evaluasi jangka panjang agar potensi pedagogis AR benar-benar terwujud dalam pembelajaran di sekolah dasar