Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PKM Kelompok Tani dalam Pengolahan Sekam Padi Melalui Teknologi Biochar di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar Hijrah Amaliah Azis; Dwi Maryana; Muh. Arman; Nuryahya Abdullah; Mariaulfa Mustam; Nurfika Ramdani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6643

Abstract

Komoditi padi merupakan salah satu komoditas basis terbanyak di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar. Banyaknya produksi beras maka akan semakin banyak pula limbah sekam yang dihasilkan. Sekam padi akan menjadi limbah dan menumpuk jika tidak dimanfaatkan. Selain itu kurangnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sekam padi menjadi permasalahan bagi para petani. Inovasi melalui teknologi biochar metode drum pirolisis dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada kelompok tani dalam mengolah sekam padi dan menghasilkan produk berupa arang sekam yang disiap dipasarkan sebagai pembenah tanah di lahan pertanian. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan (observasi dan studi literatur), sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan (evaluasi). Kegiatan ini ditujukan kepada kelompok tani mitra Patujuta dan beberapa masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar. Hasil kegiatan PKM ini selaras dengan tujuannya yaitu memberikan dampak positif bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi mitra terkait pengolahan sekam padi melalui teknologi biochar dengan mendapatkan sambutan yang baik dari kelompok tani dilihat dari kehadiran dan keterlibatan dalam kegiatan. Hasil yang didapatkan juga berupa produk arang sekam yang siap dipasarkan. Dalam kegiatan ini juga diserahkan aset berupa alat drum pirolisis ke mitra untuk adanya keberlanjutan kegiatan PKM.
Mapping of Nickel Laterite Resources Using Geographical Information Systems (Sig), Case Study Koninis Region, Central Sulawesi Province Firdaus, F; Bakri, Suriyanto; Arman, Muh.
Journal of Geology and Exploration Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Geology and Exploration, December 2022
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5841.97 KB) | DOI: 10.58227/jge.v1i2.8

Abstract

The Map Banggai geology sheet especially Bunta has ultramafic rocks so it needs to be mapping the laterite nickel resources. This study aims to determine the spread, determine the levels of mineral elements contained and determine the estimated nickel laterite resource in the research area. The research method was carried out by taking field data and testing the sample levels then analyzed using the application of Geographic Information Systems (GIS). The results showed that the distribution of laterite nickel was found in the ultramafic unit area with elevations between 110 - 170 m which extended from north to south of the research area with an area of ​​29.25 ha, levels of Ni elements for Cut Off Grade (COG) were 1.6% and Fe 34.29% with a thickness of 3 m and an estimated nickel laterite (hypothetical) resource of 1,140,750 tons.
Pemanfaatan Asap Cair Hasil Pirolisis Batubara sebagai Pestisida Organik pada Rayap (Coptotermes curvignathus Holmgren) Arman, Muh; Bakri, Suriyanto; Majid, Rafdi Abdul
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.764 KB) | DOI: 10.32734/jtk.v10i2.5604

Abstract

Pyrolysis is a process of chemical decomposition of materials through a heating method in the absence of oxygen or a little oxygen. The utilizing coal as a raw material for making liquid smoke, it is hoped that it will be able to produce pesticides that have economic value and can be used as a termite exterminator. The use of coal as a raw material for making liquid smoke is expected to produce pesticides that have economic value and can be used as a termite repellent. This research aimed to determine the optimum concentration and time of liquid coal smoke as a pesticide against termite insect mortality (Coptotermes curvignathus Holmgren). The method used is the coal pyrolysis process at a temperature of 300 0C. The process of testing the mortality of termites with time and concentration variables. The determination of the liquid smoke content of coal is carried out by qualitative and quantitative analysis. The results showed that the optimum time for termite mortality was 25 minutes with an optimum concentration of 80%, where the termite mortality was obtained by 100%. Based on the results of UV/VIS Spectrophotometer Analysis, the sulfur content of liquid coal smoke was 46.92 mg/kg, and the degree of acidity (pH) was 3.00. The acidity content is high enough to allow pesticides from liquid coal smoke to be widely used in agriculture.
Pengaruh Aliran Nitrogen Kontinyu ke Dalam Reaktor Pirolisis Limbah Biomassa Serbuk Gergaji Batang Kelapa (Cocos Nucifera) Terhadap Nilai Kalor. Hamid, Syarwan; Aladin, Andi; Modding, Basri; Syarif, Takdir; Wiyani, Lastri; Arman, Muh
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v8i1.754

Abstract

Potensi jumlah biomassa serbuk gergaji batang kelapa di Indonesia sangat besar, selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dan cendrung terbuang sebagai limbah. Serbuk gergaji batang kelapa dengan komposisi utama karbon mengandung kalor setara batubara muda yaitu sekitar 4400 kkal/kg. Walaupun nilai kalornya masih rendah namun potensi dijadikan sumber bahan bakar padat atau sumber energi alternatif. Nilai kalor serbuk gergaji batang kelapa tersebut dapat ditingkatkan melalui proses pirolisis. Dilakukan penelitian pengaruh gas inert nitrogen yang dialirkan secara kontinyu ke dalam reaktor pirolisis limbah biomassa serbuk gergaji batang kelapa (cocos nucifera) terhadap nilai kalor charcoal yang dihasilkan. Tujuan penelitian ingin menentukan efek dan lajur alir optimum gas inert nitrogen yang memberikan nilai kalor produk charcoal yang maksimum. Dari penelitian ini disimpukan bahwa pengaliran secara kontinyu gas inert nitrogen ke dalam reaktor pirolisis berpengaruh terhadap peningkatan nilai kalor produk charcoal mencapai 4% dibanding tanpa menggunakan gas inert tersebut. Laju alir gas nitrogen optimum adalah 2 L/menit memberikan nilai kalor yang sudah efektif maksimum sebesar 7200 kkal/kg.
Penentuan Rasio Optimum Bioadsorben Halal Dari Produk Pirolisis Serbuk Gergaji Batang Kelapa Dalam Penjernihan Virgin Coconut Oil (VCO) Syarif, Takdir; Aladin, Andi; Arman, Muh; Mohamad Yurid Sangadji; Rifaldi Mirasati
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i1.774

Abstract

Berbagai media dapat digunakan untuk menyaring crude Virgin Coconut Oil (VCO), namun mengingat minyak kelapa murni VCO ini adalahan bahan konsumsi pangan dan obat bagi manusia maka sangat penting memperhatikan faktor kehalalan dari media penyaring tersebut. Dalam penelitian ini dicoba memanfaatkan bahan baku limbah serbuk gergaji batang kelapa menjadi bioadsorben halal melalui proses pirolisis. Bioadsorben tersebut diterapkan untuk menyaring crude VCO. Dalam artikel ini disajikan hasil pengamatan pengaruh variabel rasio berat (g) bioadsorben terhadap volume VCO (mL) yaitu yaitu, 0, 1, 2, 3, 4, 6, 10 (g/mL), kemudian ditentukan rasio optimum yang memberikan tingkat kejernihan maksimum. Pada variabel konstan yaitu ukuran partikel bioadsorben 50/100 mesh dan waktu penyaringan 2 menit, diperoleh rasio optimum 2 % gr/mL yang memberikan tingkat kejernihan (turbidity) VCO sebesar 1,15 NTU, dengan karakteristik VCO hasil saringan yaitu kandungan asam laurat (C12:O) 56,09 %, total suspend (TS) 4,365 %, berat jenis (Bj) 0,97335 (g/mL) dan kandungan mikroba yaitu total plate count (TPC) <10 (Cfu/mL). Berdasarkan karakteristik ini VCO hasil saringan dengan bioadsorben halal tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Internasional, Asian and Pacific. Coconut Community (APPC). Dibandingkan dengan VCO yang beredar di pasaran yang menggunakan media penyaring dari kertas dan kain,  turbidity VCO hasil penelitian ini relatif lebih baik, dan dijamin halal dari bahan media penyaringan (bioadsorben).
Pemberdayaan Kelompok Tani Rahmat II Melalui Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa Muh Arman; Hafid, Muhammad Fachry; Abdullah, Nuryahya; Rahman, Baso; Annisa, Lutfiah; Noho, Try Aditya; Diva Tirani; Azis, Hijrah Amaliah
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 8 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v8i3.4624

Abstract

Desa Manyampa adalah salah satu wilayah bagian dari Kecamatan Ujungloe yang memiliki luas Wilayah 42 Km persegi dengan 25% merupakan area pertanian kelapa. Berdasarkan survey lapangan, ditemukan jika anggota kelompok tani rahmat II memiliki lahan Perkebunan kelapa dengan luasan area 0,5-4 hektar lahan. Potensi buah kelapa yang dihasilkan berada pada kisaran 1.000-12.000 biji buah kelapa yang dipanen setiap 2 bulan. Merupakan daerah yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan limbah tempurung dan sabut kelapa. Namun, masyarakat setempat belum sepenuhnya memanfaatkan limbah tersebut secara optimal sehingga bernilai ekonomis. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Manyampa dalam memanfaatkan limbah tempurung dan sabut kelapa melalui teknologi pirolisis, serta memberikan pelatihan pembuatan briket dan pestisida organic asap cair yang memiliki nilai jual tinggi. Teknologi pirolisis dipilih karena merupakan metode yang efektif dalam mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna, seperti arang yang diolah menjadi briket-briket dan juga menghasilakn pestisida organik berupa produk asap cair. Kegiatan pengabdian ini meliputi sosialisasi teknologi pirolisis, pelatihan pembuatan briket, pelatihan pemanfaatan asap cair serta pendampingan dalam proses produksi dan pengemasan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah tempurung dan sabut kelapa. Selain itu, masyarakat juga mampu memproduksi briket dan asap cair dengan kualitas yang baik, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan produk tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan, dan memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
Pelatihan Pembuatan Bahan Bakar Briket Di Desa Barabatu Labbakkang Pangkep Muh Arman; Munira; Andi Artiningsih; Farah Febrianty; Edi Rahman Hadi
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v1i2.10

Abstract

Pelatihan pembuatan bahan bakar briket di Desa Barabatu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep yang bermitra dengan Kelompok Tani Simaturue dilaksanakan dengan tujuan utama meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomi. Selama ini, limbah pertanian seperti sekam padi, sabut kelapa, dan tempurung banyak yang terbuang atau dimanfaatkan secara terbatas, bahkan sering dilakukan pembakaran terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan kerusakan lingkungan. Melalui kegiatan pelatihan ini, para petani diberikan pemahaman mengenai potensi besar limbah pertanian sebagai bahan baku briket, sekaligus diperkenalkan dengan teknologi sederhana namun efektif untuk mengolahnya. Proses pelatihan dilakukan secara sistematis mulai dari pemilihan bahan baku, proses karbonisasi, pencetakan briket, hingga pengeringan dan penyimpanan produk. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk briket dengan tingkat kepadatan dan daya bakar yang baik, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan energi rumah tangga maupun dijual sebagai komoditas ekonomi yang menjanjikan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar fosil yang harganya semakin mahal dan ketersediaannya terbatas, sekaligus mendorong terciptanya peluang usaha baru berbasis energi alternatif. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga memiliki dampak positif terhadap aspek sosial dan lingkungan, karena mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan, menjaga kebersihan desa, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk bermanfaat
Activated Carbon from Sawdust Biomass Via ZnCl₂ and NaOH Activation for Water Biofiltration Applications Hamid, Syarwan; Gusnawati; Thahirah Arief; Muh. Ilham Anggamulia; Hijrah Amaliah Azis; Muh Arman
Journal of Green Chemical and Environmental Engineering Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Green Chemical and Environmental Engineering
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jgcee.v1i4.18

Abstract

The declining availability of fossil energy sources in Indonesia has driven the development of renewable and environmentally friendly alternatives, including the utilization of biomass waste such as teak sawdust (Tectona grandis L.F.). This study aims to produce activated carbon via pyrolysis and chemical activation using ZnCl₂ and NaOH for water filtration applications. Pyrolysis was conducted at 300-400°C with biomass-to-activator ratios of 1:3, 1:5, and 1:7. SEM analysis revealed that chemical activation increased pore number and size; ZnCl₂ produced larger and more complex pore structures, while NaOH resulted in more uniform pores. FTIR spectra showed a reduction in hydroxyl (O–H), carbonyl (C=O), and ether (C–O) groups with increasing temperature, along with the emergence of aromatic (C=C) bands, indicating enhanced carbonization and structural stability. NaOH activation at 380°C yielded the highest iodine adsorption (1124 mg/g), while ZnCl₂ was optimal at 320 °C (980 mg/g). These results demonstrate that teak sawdust-derived activated carbon possesses a microporous structure and functional surface groups suitable for water purification and efficient removal of organic contaminants