Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor Hambatan Lobi dan Negosiasi Dalam Industri Periklanan Aulia Zahra Maulidya Rosya; Amaliah Hasda; Deis Mulya Hafsari; Regita Mutiara Winri; Hari Eko Purwanto
Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Vol. 6 No. 1 (2025): Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis (Juli)
Publisher : University of Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/dimensi.v6i1.953

Abstract

Lobi dan negosiasi adalah bagian penting dalam komunikasi bisnis, terutama dalam dunia periklanan. Keduanya berperan untuk membangun dan menjaga hubungan baik antara agensi, klien, dan mitra kerja. Melalui proses ini, pihak-pihak yang terlibat dapat menyatukan pandangan, menyusub strategi bersama, serta mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Meski begitu, lobi dan negosiasi tidak selalu berjalan mulus. Dalam praktiknya terdapat berbagai hambatan yang bisa mengganggu proses komunikasi dan pengambilan keputusan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Metode penelitian literature review ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menghambat proses tersebut dengan mengkaji sejumlah artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan dari dalam dapat berupa kurangnya kemampuan komunikasi, sikap egois, kesalahpahaman, serta keterbatasan waktu dan sumber daya. Sementara hambatan dari luar antara lain perbedaan budaya kerja, tekanan dari regulasi pemerintah, dinamika pasar yang tidak menentu, hingga rendahnya rasa saling percaya. Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya pelatihan komunikasi, penerapan kerjasama yang terbuka, serta keterbukaan informasi sejak awal. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya komunikasi efektif dan kolaborasi yang lebih solid dalam industri periklanan yang semakin kompetitif dan dinamis. Kata Kunci: Lobi, Negosiasi, Hambatan, Industri Periklanan, Komunikasi Bsinis, Studi Literatur.
Penguatan Komunikasi Empatik melalui Model DIGICARE sebagai Upaya Mitigasi Cyberbullying pada Siswa SMA Winda Dwi Astuti Zebua; Syifa Astasia Utari; Fatma Sari; Jamiati KN; Muhammad Thoriq Ilyas; Oktaviana Purnamasari; Hari Eko Purwanto
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): September
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i2.887

Abstract

Interaksi remaja di media sosial meningkatkan terjadinya cyberbullying yang berdampak terhadap kesehatan mental. Rendahnya kesadaran mengenai pentingnya komunikasi empatik menyebabkan berbagai bentuk komunikasi negatif, seperti ejekan, penghinaan, body shaming, dan ujaran kebencian, masih sering dianggap sebagai candaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya komunikasi empatik sebagai upaya mitigasi cyberbullying di media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di SMA Muhammadiyah 25 Pamulang dengan melibatkan sekitar 700 siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang dipadukan dengan pendekatan experiential learning melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, analisis kasus komentar media sosial, simulasi reflektif, dan pengenalan model DIGICARE (Consider, Acknowledge, Respect, Encourage). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan peserta serta mendorong pemahaman mengenai dampak psikologis komunikasi yang tidak empatik. Simulasi reflektif menggunakan media kertas yang diremas membantu peserta memaknai bahwa kata-kata yang menyakitkan dapat meninggalkan luka emosional yang tidak mudah dipulihkan. Selain itu, model DIGICARE memberikan panduan praktis yang mudah dipahami dalam membangun komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab. Program ini berpotensi menjadi alternatif model edukasi literasi digital dan penguatan karakter sebagai strategi preventif dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan bebas dari cyberbullying
Edukasi Keuangan Syariah Berbasis Pengajian Keagamaan di Majelis Taklim Al Hasanah Jagakarsa Azhar Taufik; Dina Febriani Darmansyah; Hari Eko Purwanto
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/al-khidmah.422476

Abstract

Rendahnya literasi keuangan syariah di tengah masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025, indeks literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia sebesar 43,42%, masih berada di bawah indeks literasi keuangan konvensional sebesar 66,46%. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan edukasi keuangan syariah yang dapat menjangkau masyarakat secara langsung dan mudah dipahami. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar ekonomi dan keuangan syariah melalui pendekatan pengajian keagamaan. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al Muzainah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dengan peserta masyarakat setempat yang mengikuti pengajian rutin. Metode kegiatan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan edukasi melalui ceramah atau kajian keagamaan, sesi tanya jawab, serta evaluasi. Materi yang disampaikan mencakup sejarah perkembangan ekonomi Islam, landasan Al-Qur’an dan Hadis dalam muamalah, praktik ekonomi pada masa Rasulullah SAW dan generasi setelahnya, konsep pengelolaan keuangan secara Islami, serta berbagai praktik ekonomi yang dilarang seperti riba, gharar, maysir, dan jual beli batil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pengajian keagamaan dapat menjadi sarana edukasi yang relevan dan kontekstual dalam memperkenalkan konsep dasar keuangan syariah kepada masyarakat. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari dengan menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman. Dengan demikian, pengintegrasian edukasi keuangan syariah ke dalam kegiatan keagamaan masyarakat dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus mendorong penerapan nilai-nilai ekonomi Islam dalam kehidupan masyarakat.