Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DESIGN AND EVALUATION OF OPTICS CONCEPTUAL ASSESSMENT INSTRUMENTS AS A SOURCE OF INFORMATION ON PHYSICS LEARNING Eko Sujarwanto; Suci Prihatiningtyas
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22611/jpf.v7i2.10914

Abstract

Optical phenomena are found in the surrounding environment, both in biotic and abiotic components. Conceptual understanding of optics is needed to explain the occurrence of optical phenomena and be able to apply in technology. This research has been carried out to develop an optics conceptual assessment instrument. The instrument was developed based on the design of Standards for Psychological and Educational Testing. The material included in the instrument developed are reflection, refraction, interference and diffraction. Evaluation of instrument is done through expert validation, validity testing, and reliability testing. The evaluation results show that the instrument is suitable to be used to measure the conceptual understanding of optical topics. The instruments developed are expected to support physics learning
Bahan Ajar Alat Ukur dan Pengukuran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing Ino Angga Putra; Eko Sujarwanto
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 3: September 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.891 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i3.8186

Abstract

Abstract: This research to determine the feasibility, effectiveness of teaching materials measuring instrument and measurement physics in increasing science process skills and mastery of concepts students. The research design using the design development of Borg & Gall. The effectiveness of teaching materials tested under 2 steps, before the mid-term exam and final exam of the semester. The research showed that the teaching materials of measurement and instrument measurement of physics-based guided inquiry developed,: 1) is under fairly feasible category to be implemented, 2) adequates to improve the process science skills of students, 3) improves mastery of concepts. Step one indicates the presence of correlation between science process skills and mastery concept of the students. The next step shows no correlation between them.Key Words: teaching materials based on guided inquiry, physics measurement and measurement instrument  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, keefektifan bahan ajar alat ukur dan pengukuran fisika dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa. Desain penelitian menggunakan desain pengembangan Borg & Gall. Keefektifan bahan ajar diuji  dalam 2 tahap, yakni menjelang ujian tengan semester dan sebelum ujian akhir semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar alat ukur dan pengukuran fisika berbasis inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan memiliki karakteristik: 1) dalam kategori cukup layak untuk diimplementasikan, 2) meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa, 3) meningkatkan penguasaan konsep. Tahap satu menunjukkan terdapatnya korelasi antara keterampilan proses sains dan penguasaan konsep mahasiswa. Tahap dua menunjukkan tidak terdapat korelasi antara keterampilan proses sains dengan penguasaan konsep.Kata kunci: bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing, alat ukur dan pengukuran fisika
Conception of Motion as Newton Law Implementation among Students of Physics Education Eko Sujarwanto; Ino Angga Putra
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 4: December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.152 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i4.11649

Abstract

Abstract: The study was conducted by giving an identification test on Newton’s laws of motion application in the form of multiple choice questions to students who were enrolled in Mechanics and Basic Physics Courses. The analysis was based on student answers and the level of student confidence in the correctness of the answers in quantitative descriptive and qualitative. The results of the analysis of identification tests were reinforced by thinking map of Newton’s laws of student presentation and followed up by interviews. The results show that students’ conceptions of motion and Newton’s laws is insufficient. Prospective teacher students are required to learn the concepts of Motion and Newton’s Law applied and influenced by common sense.Key Words: conception, Newton’s laws, motionAbstrak: Penelitian dilakukan dengan memberikan tes identifikasi aplikasi hukum-hukum Newton tentang gerak kepada mahasiswa berupa soal pilihan ganda pada mahasiswa yang terdaftar pada matakuliah Mekanika dan Fisika Dasar. Analisis didasarkan pada jawaban mahasiswa dan tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap kebenaran jawabannya secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Hasil analisis tes identifikasi diperkuat dengan thinking map hukum-hukum Newton sajian mahasiswa dan ditindaklanjuti dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan konsepsi mahasiswa tentang gerak dan hukum-hukum Newton dalam kategori “Kurang Paham”. Mahasiswa calon guru perlu belajar dan mempelajari konsep Gerak dan Hukum Newton secara aplikatif dan dipengaruhi oleh common sense.Kata kunci: konsepsi, hukum-hukum Newton, keadaan gerak
BUDIDAYA VERTIKULTUR DI PEKARANGAN SEBAGAI ALTERNATIF KETAHANAN PANGAN SAAT MASA PANDEMI BAGI MASYARAKAT PERUMAHAN Endang Surahman; Rifa'atul Maulidah; Intan Nurcahya; Eko Sujarwanto; Jaka Riski Apriandi; Aina Rohma Hayati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.12000

Abstract

Abstract. The Large-Scale Social Restrictions implemented to break the chain of the spread of COVID-19 have implications for the community's economy, for example, food compliance. To anticipate food scarcity on large scale, people can be educated to manage independent food gardens in organic vegetable gardens. The problem faced by people in urban areas is the unavailability of large areas for gardening. The solution that can be offered related to this condition is the application of technology by utilizing science and technology in the form of verticulture cultivation techniques in narrow land yards. This activity aims to apply verticulture technology that utilizes the capillary nature of water in the absorption of plant nutrients to facilitate partners who are generally housewives in maintaining and controlling plant nutrition until the harvest period. Partners in this community service are residents of the Tasikmalaya City of West Java, West Java, a resident of Perum Mitra Batik. The method used to apply technology is through extension activities in the form of lectures, discussions & questions and answers, training in the form of demonstration plots & planting practices on verticultural media, and supervision in the form of fertilization & plant maintenance until the harvest period. The results of the evaluation based on the indicators of the success of the activity showed that 90% of participants/partners admitted that they had increased knowledge about verticulture cultivation. 77.27% of participants/partners also feel very interested in doing verticulture cultivation in the future independently. Concern for the plants that have been planted is considered good, shown by the active role of participants/partners during the supervision and maintenance stages until harvest results are obtained that can be enjoyed by the community.               Abstrak. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 telah berimplikasi terhadap ekonomi masyarakat, salah satunya pemenuhan kebutuhan pangan. Demi mengantisipasi kelangkaan pangan dalam skala besar, masyarakat dapat diedukasi untuk mengelola kebun pangan mandiri berupa kebun sayuran organik. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di area perkotaan adalah tidak tersedianya area luas untuk berkebun. Solusi yang dapat ditawarkan terkait kondisi tersebut adalah penerapan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan IPTEK berupa teknik budidaya vertikultur di pekarangan rumah berlahan sempit. Tujuan dari kegiatan ini adalah menerapkan teknologi vertikultur yang memanfaatkan sifat kapilaritas air dalam penyerapan nutrisi tanaman untuk memudahkan mitra yang umumnya ibu rumah tangga dalam perawatan dan kontrol nutrisi tanaman hingga masa panen. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah anggota KWT Rengganis dan anggota PKK RW 13 yang merupakan Warga Perum Mitra Batik Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Metode yang dilakukan untuk menerapkan teknologi adalah dengan kegiatan penyuluhan berupa ceramah, diskusi & tanya-jawab, pelatihan berupa demplot & praktik tanam pada media vertikultur, serta pengawasan berupa pemupukan & pemeliharaan tanaman hingga masa panen. Hasil evaluasi berdasarkan indikator keberhasilan kegiatan menunjukkan 90% peserta/mitra mengaku mengalami peningkatan pengetahuan tentang budidaya vertikultur. 77,27% peserta/mitra juga merasa sangat tertarik untuk melakukan budidaya vertikultur pada masa mendatang secara mandiri. Kepedulian terhadap tanaman yang telah ditanam dinilai baik ditunjukkan dengan peran aktif peserta/mitra selama tahap pengawasan dan perawatan hingga diperoleh hasil panen yang dapat dinikmati oleh masyarakat.
Dry Leaf-Composting Using M-Bio Activator: A Training Program for Senior High School Students in Ciamis Endang Surahman; Eko Sujarwanto; Rifa’atul Maulidah; Ifa Rifatul Mahmudah; Galih Ramadhan; Rahma Nurul Putri; Revanika Yusman Bhinekas
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.527 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1706

Abstract

Education on waste management during the Limited face to Face Learning needs to emphasize more to school residents. Schools environments with lots of trees produce a lot of dry leaf organic waste. The solution related to this issue is to eliminate dry leaf organic waste with the least damaging effect on the environment and make it valuable. The innovation that can be offered is dry leaf composting using an M-BIO activator. Partners in this community service are students of SMAN 1 Baregbeg and SMAN 2 Ciamis.  The method used is lectures, discussion, questions &answers, and training in composting practice. Based on the evaluation, 67% of the participants experienced increased knowledge about dry leaf organic waste composting. In addition, regarding the sustainability of independent composting, 83% of the participant were interested. The program opens up insights and changes participants' mindsets towards organic waste. In the future, this program will be school routine programs. Compost produced from students' practical activities during training and counseling can be used as plant fertilizer in school greening areas.
Analisis Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Melalui Bahan Ajar Multimedia Interaktif Alat Ukur dan Pengukuran dengan Pendekatan Behavioristik Ino Angga Putra; Eko Sujarwanto
Momentum: Physics Education Journal Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.531 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v1i2.2013

Abstract

Abstract The development of science and technology today is spreading rapidly in the field of education, especially in the development of learning media. The application of learning media using behavioristic approach that tends to optimize the stimulus and learners' response in process (science process skill). The purpose of this research is a) to describe the application of interactive multimedia teaching materials to the students 'science process skills and b) to know the impact of interactive multimedia materials on the students' learning process skill. The type of this research is Pre-Experimental Research by using one-shot case study design. Implementation of research product in field can develop skill of science process learners based on result of T test 2,229 significance of 0.056. It is expected that further research to determine the positive response of learners. Abstrak Perkembangan IPTEKS dewasa ini menyebar secara cepat dibidang pendidikan khususnya dalam pengembangan media pembelajaran. Penerapan media pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan behavioristik yang cenderung mengoptimalkan stimulus dan respon peserta didik dalam proses (keterampilan proses sains). Tujuan penelitian ini yaitu a) untuk mendeskripsikan penerapan bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik dan b) untuk mengetahui dampak bahan ajar multimedia interaktif terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pre-Eksperimen dengan menggunakan desain one shot case study. Implementasi produk penelitian dilapangan dapat mengembangkan keterampilan proses sains peserta didik berdasarkan hasil Uji T sebesar 2.229 signifikansi 0.056 . Diharapkan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui respon positif peserta didik.
Investigasi keterampilan proses sains terintegrasi mahasiswa pendidikan fisika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Eko Sujarwanto; Ino Angga Putra
Momentum: Physics Education Journal Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.731 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v2i2.2726

Abstract

Abstract: Science arises and develops by including roles between theory and experiment. Physics, as part of science, is seen as a process, product, and attitude that is called the nature of science (Nature of Science / NOS). Learners obtain and construct science products in physics learning should pay attention to the NOS through Science Process Skills (SPS). This study aims to determine the level of students' understanding of integrated SPS, namely identifying and controlling variables, hypothesizing, operationally defining, graphing and interpreting data, and designing experiments. The research conducted was descriptive quantitative research with survey methods. The research subjects were students of physics teacher candidates at the University of KH. A. Wahab Hasbullah. The results showed that the integrated SPS student physics teacher candidates were still low with an average of 60.20. This shows that students have not yet reached the level of formal operational cognitive development and have not been strong in basic SPS. Students have the highest ability in the aspect of formulating hypotheses while the lowest aspects are operationally defined. An integrated effort needs to be made to increase SPS for students. Abstrak: Sains muncul dan berkembang dengan menyertakan peran antara teori dan eksperimen. Fisika, sebagai bagian dari sains, dipandang sebagai proses, produk, dan sikap yang disebut sebagai hakikat sains (Nature of Science/NOS). Peserta didik memperoleh dan mengkonstruk produk sains di pembelajaran fisika seharusnya memperhatikan NOS melalui Keterampilan Proses Sains (KPS). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap KPS terintegrasi yaitu mengidentifikasi dan mengontrol variabel, berhipotesis, mendefinisikan secara operasional, membuat grafik dan menginterpretasikan data, serta mendesain eksperimen. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru fisika di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Hasil penelitian menunjukkan KPS terintegrasi mahasiswa calon guru fisika masih rendah dengan rata-rata 60,20. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa belum sampai pada tingkat perkembangan kognitif operasional formal dan belum kuat pada KPS dasar. Mahasiswa memiliki kemampuan paling tinggi pada aspek merumuskan hipotesis sedangkan paling rendah aspek mendefinisikan secara operasional. Usaha terpadu perlu dilakukan untuk meningkatkan KPS pada mahasiswa.
BAGAIMANA SIKAP DAN PENDEKATAN TRANSITIONAL NOVICE TERHADAP PENYELESAIAN MASALAH FISIKA? Eko Sujarwanto; Ernita Susanti; Yanti Sofi Makiyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v11i1.30602

Abstract

Pembelajaran fisika memiliki tujuan agar mahasiswa mampu menerapkan konsep dan hukum fisika dalam proses penyelesaian masalah fisika. Belajar fisika dan menyelesaikan masalah fisika dipengaruhi sikap dan pendekatan mahasiswa pada masalah fisika. Selain novice dan expert, dalam penyelesaian masalah fisika terdapat istilah transitioning novice. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sikap dan pendekatan yang digunakan oleh Transitioning novice jika dihadapkan pada masalah fisika. Survei cross-sectional dilakukan pada Sikap dan Pendekatan terhadap Penyelesaian Masalah. Sampel penelitian adalah 88 mahasiswa melalui teknik purposive sampling yaitu mahasiswa masuk dalam kategori transitioning novice. Instrumen yang digunakan adalah hasil adaptasi Attitude and Approach to Problem Solving (AAPS). Hasil survei dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan persentase dan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menunjukkan ciri novice dan ciri expert dalam hal sikap dan pendekatan terhadap penyelesaian masalah fisika. Mahasiswa yang menjadi responden menunjukkan sedang berada pada fase transitional novice. Ciri transitional novice yang menonjol pada penelitian ini adalah cara pandang terhadap rumus fisika dan masalah fisika yang masih dianggap sebagai masalah matematis, keterbatasan dalam mengidentifikasi konsep, melakukan evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah dan solusinya, dan berkolaborasi dalam penyelesaian masalah
Literasi Data dalam Pembelajaran Fisika dan Penilaian Eko Sujarwanto; Madlazim Madlazim; Muslimin Ibrahim
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.5442

Abstract

Pembelajaran fisika sangat terkait dengan data. Literasi data membentuk kerangka pengetahuan melalui aktivitas identifikasi data, interpretasi data, pemaknaan data, dan mengomunikasikan makna dari data. Namun demikian, prinsip-prinsip mengajarkan literasi data dan penilaiannya belum terumuskan dengan jelas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menunjukkan prinsip-prinsip pengajaran literasi data dan penilaiannya. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka dengan mengkaji artikel dari jurnal dan prosiding serta tesis terkait prinsip pembelajaran literasi data dan penilaiannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip pengajaran dalam literasi data adalah proses pembelajaran, media dan bahan ajar, dan kemampuan peserta didik. Sementara, penilaian literasi data perlu dikaji berdasarkan aspek pengenalan data, pengumpulan dan pencatatan data, analisis data dan interpretasi, mengomunikasikan data, dan penggunaan data. Berdasarkan aspek-aspek penilaian literasi data, kemampuan literasi data dibagi menjadi literasi data tingkat dasar, literasi data tingkat menengah, dan literasi data tingkat atas Physics learning is closely related to data. Data literacy forms the framework of scientific knowledge through data identification activities, data interpretation, the meaning of data, and communication of data meaning results. However, the principles of teaching data literacy and its assessment are still not clear enough. This research aims to reveal the principles of teaching data literacy and its assessment. This research is a literature review by reviewing articles from journals, proceedings, and theses related to the principles of data literacy learning and its assessment. The results suggest that the principles in teaching data literacy include three key aspects: learning process, media and learning materials, and student competence. Meanwhile, the assessment of data literacy needs to be reviewed from aspects of data recognition, data collection and recording, data analysis and interpretation, communication data, and data use. These aspects are divided into basic data literacy, intermediate data literacy, and upper data literacy.
Komparasi Potensi Bahan Panel Surya Berdasarkan Iklim Kota Tasikmalaya Langgeng Kanugrahan; Eko Sujarwanto
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v3i2.5379

Abstract

Kota Tasikmalaya berada di daerah ekuator sehingga memiliki peluang memperoleh radiasi matahari sebagai sumber energi listrik. Namun, karena masalah efisiensi, karakter geografis, dan karakter astronomis, pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi memiliki tantangan sekaligus potensi. Penelitian ini bertujuan membandingkan panel surya dengan cara mengkaji penelitian sebelumnya supaya diketahui bahan panel surya yang cocok digunakan di wilayah Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Kajian pustaka dilakukan dengan mengkaji sumber-sumber ilmiah terkait dengan bahan panel surya dan faktor yang berpengaruh pada efisiensi panel surya. Secara lebih terperinci, peneliti fokus pada efisiensi berbagai bahan panel surya dalam menghasilkan daya. Bahan yang menjadi fokus kajian adalah Monocrystalline PV, Polycrystalline PV, dan Amorphous PV. Penelitian ini menyimpulkan iklim dapat mempengaruhi panel surya Kandidat bahan panel surya paling potensial yang sesuai dengan karakter iklim Kota Tasikmalaya serta berdasarkan kelebihan dan kerugiannya adalah panel surya yang terbuat dari bahan Polycrystalline PV.