Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Aplikasi Seluler Manajemen Diri Hipertensi: Peninjauan Literatur Sistematis Avia, Imelda; Imas Mulyani; Muhammad Iqbal
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 1: Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/76hxw160

Abstract

hipertensi adalah penyakit kronis yang umum, memerlukan pengelolaan mandiri yang efektif oleh pasien untuk pengobatannya. Aplikasi Kesehatan atau mHealth menyediakan alat yang efektif dalam mendukung pengelolaan mandiri hipertensi. Namun, dengan berkembangnya berbagai macam aplikasi hipertensi menjadi penting bagi pasien dan professional kesehatan untuk memahami sejauh mana aplikasi mHealth efektif. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan studi yang menggambarkan evaluasi semua aplikasi seluler dalam mendukung pengelolaan mandiri hipertensi diberbagai platform. Metode penelitian dilakukan dengan peninjauan sistematis dilakukan pada database Proquest dan PubMed pada tahun 2019 hingga 2024 dengan metode PRISMA. Total 12 artikel yang dilakukan peninjauan setelah seleksi studi dengan PRISMA. Keseluruhan hasil menunjukkan efektif dalam menurunkan tekanan darah. Masa penggunaan aplikasi paling sedikit yaitu 10 minggu dan paling lama yaitu 6 bulan. Aplikasi seluler ini sangat bermanfaat dalam kontrol tekanan darah secara mandiri, merubah gaya hidup, diet, dan mendapatkan penanganan hipertensi yang lebih baik. Kelompok usia > 18 tahun hingga > 60 tahun. Berbagai variasi aplikasi seluler yang digunakan secara keseluruhan menunjukkan efek positif dalam menurunkan tekanan darah dan kontrol hipertensi rutin. Profesional Kesehatan dan pasien dapat meningkatkan penggunaan aplikasi seluler sebagai metode efektif dalam peningkatan Kesehatan. Penelitian lebih lanjut dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan aplikasi seluler yang lebih tinggi.
Edukasi Bahaya Merokok Pada Remaja untuk Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Remaja di SMAN 2 Sukatani Solih Setiawan, Asep Widi Muharom; Avia, Imelda; Febrianti, Selvi; Cahya, Galuh Dwi; Ramadhani, Lecya Bella; Fauziah, Adinda; Sugiharto, Dasa Sigit
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/hkfzgq55

Abstract

Merokok pada remaja merupakan ancaman serius karena pada masa ini tubuh dan otak masih berkembang, sehingga paparan nikotin dapat menyebabkan kecanduan permanen serta gangguan fungsi paru dan jantung. Kebiasaan merokok sejak usia muda juga meningkatkan risiko terkena Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Urgensi kegiatan ini terletak pada tingginya angka perokok baru di Jawa Barat yang mencapai 53,8%, di mana novelty PkM ini mengintegrasikan edukasi patofisiologi PPOK sebagai daya tawar persuasif guna memutus inisiasi merokok dini . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja di SMAN 2 Sukatani mengenai bahaya merokok sebagai upaya pencegahan PPOK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif serta pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 60,2 menjadi 85,6. Peningkatan pengetahuan ini merupakan indikator awal yang krusial bagi transformasi perilaku kesehatan peserta, bukan sekadar capaian angka kuantitatif. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya promotif-preventif dengan membangun kesadaran kognitif remaja untuk menghindari faktor risiko utama penyakit kronis. Disimpulkan bahwa edukasi secara berkala diperlukan untuk membentuk karakter remaja yang positif dan bebas asap rokok   Smoking among adolescents is a serious threat because during this period the body and brain are still developing, so exposure to nicotine can cause permanent addiction and impaired lung and heart function. The habit of smoking from a young age also increases the risk of developing Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). The urgency of this activity lies in the high number of new smokers in West Java, which reached 53.8%, where the novelty of this PkM integrates education on the pathophysiology of COPD as a persuasive bargaining power to break the early initiation of smoking. This activity aims to increase the knowledge and awareness of adolescents at SMAN 2 Sukatani regarding the dangers of smoking as an effort to prevent COPD. The method used is health education through lectures and interactive discussions as well as measuring the level of knowledge through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 60.2 to 85.6. This increase in knowledge is a crucial early indicator for the transformation of participants' health behavior, not just a quantitative achievement. This activity makes a real contribution to promotive-preventive efforts by building adolescents' cognitive awareness to avoid the main risk factors for chronic diseases. It was concluded that regular education is needed to form positive and smoke-free adolescent characters.