Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pie Tepung Ubi Ungu Dan Kacang Merah Alternatif Makanan Selingan Bagi Penderita DM Tipe 2 Ma'rifah, Bahriyatul; Astuti, Erna Tri; Kusumawati, Dewi
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11766

Abstract

Background: Type-2 diabetes mellitus (DM) is a metabolic syndrome characterized by hyperglycemia due to oxidative stress. Efforts to reduce oxidative stress may include consuming snacks with high antioxidant activity and flavonoids made from purple sweet potato flour and kidney bean flour.Objectives: To determine the effects of the purple sweet potato flour and kidney bean flour ratio on the organoleptic properties (hedonic and hedonic quality tests), antioxidant activity, flavonoid content, and estimated selling price per serving of pie as an alternative snack for patients with type-2 DM.Method: Used a Complete Randomized Design (CRD) with three formulations of purple sweet potato flour and kidney bean flour: F1 (60%:40%), F2 (70%:30%), and F3 (80%:20%). Statistical analysis of antioxidant activity and flavonoids was performed using ANOVA and Duncan’s test. Meanwhile, organoleptic properties were examined using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests.Results: There was significant effect of the purple sweet potato flour and kidney bean flour ratio on antioxidant activity, flavonoid content, and hedonic tests (color and aroma) (p0.05). However, no significant effect was found on hedonic taste, texture, mouthfeel, aftertaste, overall preference, and all hedonic quality (p0.05). The antioxidant activity of the pie formulations F1, F2, and F3 was weak, namely 6.539 mg/ml, 8.158 mg/ml, and 7.679 mg/ml, respectively. The flavonoid content was also low, accounting for 0.74%, 0.52%, and 0.80%, respectively. The selected formulation was F3 with hedonic quality of brown color, slightly weak sweet taste, weak bitter taste, distinctive flour taste, and medium aroma, texture, mouthfeel, and aftertaste. The estimated selling price per serving (85g) of F3 was IDR 3,768.26Conclusion: The selected formulation (F3) of  pie can used as alternative snack for patients with type-2 DM.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI KOTA SURAKARTA Kusumawati, Dewi; Ma’rifah, Bahriyatul; Rose, Sophia; Avianty, Selma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36870

Abstract

Toddlers are one of the groups prone to experiencing nutritional problems such as macronutrient deficiencies, excess macronutrients and micronutrient deficiencies. Differences in the area of residence, socioeconomic and lifestyle of the population can create a risk of malnutrition in children. The causes of nutritional status problems are divided into basic causes, indirect causes and direct causes. The aim of this research is to analyze the factors that influence the nutritional status of toddlers in the city of Surakarta. This research is an observational study with a cross sectional design. The research subjects were selected by purposive sampling with 128 toddlers aged 12-59 months. Data on subject characteristics and mother's level of knowledge used a questionnaire. Data on nutritional status of toddlers was obtained from anthropometric measurements with H/A and W/H indicators. Food intake data was obtained using the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ) method. The results of this study were abnormal nutritional status according to H/A (short and very short) of 14.9%, abnormal nutritional status according to W/H (under and over nutrition) of 29.7%. Birth weight, protein intake and maternal age influence the nutritional status of toddlers according to H/A. Birth weight, energ<y and protein intake influence the nutritional status of toddlers according to W/H (p<0,05). Acute nutritional problems for toddlers in urban areas are influenced by birth weight, energy and protein intake. Chronic nutritional problems for toddlers in urban areas are influenced by birth weight, protein intake and maternal age. Keywords: acute, chronic, nutritional status, toddlers, urban
Pengaruh Pemberian Puding RULAPE pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hiperkolesterolemia dan Hipertensi Muhlishoh, Arwin; Penasih, Dian Putri; Ismawanti, Zuhria; Ma’rifah, Bahriyatul; Kore, Yustina
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1384

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kadar gula darah meningkat (hiperglikemia) karena sekresi insulin menurun dan cenderung memiliki kadar kolesterol total yang tinggi serta terjadi peningkatan tekanan darah. Puding RULAPE (Rumput Laut Pegagan) diketahui memiliki kandungan serat dan Antioksidan tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi alternatif camilan dan terapi diet untuk pasien DM Tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding RULAPE terhadap kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah pasien DM Tipe 2. Metode penelitan ini menggunakan desain penelitian quasi- experimental dengan pretest and posttest with control group design, jumlah sampel sebanyak 34 orang responden DMT2 di Kabupaten Karanganyar. Kadar gula darah dan kolesterol total di ukur menggunakan GCU (Glucose, Cholesterol, Uric Acid) setelah puasa 8-12 jam dan tekanan darah dilakukan sebanyak 7 kali selama intervensi di pagi hari (sebelum konsumsi obat) menggunakan tensimeter digital. Kelompok intervensi diberikan puding RULAPE sebanyak 200 g/hari (mengandung 13,44 g ekstrak pegagan) selama 14 hari. Analisis data menggunakan Paired-Samples T Test, Independent T Test, dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pemberian puding RULAPE sebanyak 200 g/hari (mengandung 13,44 g ekstrak pegagan) selama 14 hari berpengaruh nyata terhadap kadar gula darah, kolesterol total dan tekanan darah penderita DMT2 (p-value < 0,05). Pemberian puding RULAPE efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total dan tekanan darah serta dapat menjadi alternatif makanan selingan pasien DMT2 dengan komplikasi hiperkolesterolemia dan hipertensi.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Pelatihan SDIDTK sebagai Upaya Pencegahan Stunting Prastyoningsih, Aris; Noor, Frieda Ani; Ma'rifah, Bahriyatul; Veronika, Verga; Febriyanti, Rahayu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4378

Abstract

Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) seperti Posyandu yang dikelola oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan masyarakat serta memudahkan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan peran kader kesehatan dalam kegiatan Posyandu yang ada di masyarakat melalui pelatihan yang diberikan kepada kader posyandu. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan ketrampilan kader dalam deteksi tubuh kembang balita. Pelatihan tersebut meliputi pelatihan deteksi tubuh kembang balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terselenggaran selama 3 hari yaitu pada tanggal 19 sampai dengan 21 Juli 2024. Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar karena dukungan berbagai pihak terkait yang meliputi : Pemerintah Desa Kajoran, Puskesmas Setempat, Bidan Desa, Ketua Tim Penggerak PKK. Kegiatan yang dilakukan selama 3 hari dengan peserta pelatihan adalah kader Posyandu kesehatan yang terdiri dari 35 peserta, 3 tim pengabdi dosen, 3 tim pengabdi mahasiswa dan 6 tamu undangan. Hasil pretest menunjukan bahwa rata-rata perolehan nilai pada materi SDIDTK adalah 65,8. Hasil Post-test menunjukan bahwa rata-rata perolehan nilai pada materi SDIDTK adalah 86,5. Kesimpulan dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu tentang SDIDTK sebesar 20,7%.
Formulasi Mie Kering Substitusi Tepung Kacang Hijau dan Tepung Daun Kelor sebagai Makanan Tinggi Zat Besi dan Kalsium untuk Remaja Ahmawati, Yeni Atika; Ma'rifah, Bahriyatul; Muhlishoh, Arwin
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.74-91

Abstract

Latar Belakang: remaja gizi kurang merupakan masalah gizi yang terjadi di Indonesia, yang penyebabnya karena pola makan yang kurang bervariasi, dengan jumlah yang sedikit dan yang dikonsumsi tidak lengkap kandungan zat gizi mikronya. Pemanfaatan tepung kacang hijau dan daun kelor yang mengandung zat gizi yang kompleks dapat mengatasi masalah gizi kurang. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang hijau dan tepung daun kelor terhadap sifat organoleptik, kadar kalsium, dan zat besi pada produk mie kering. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan perbandingan tepung kacang hijau dan tepung daun kelor yaitu F1 (20 g : 15 g), F2 (25 g : 15 g), dan F3 (30 g : 15 g). Uji organoleptik menggunakan 30 panelis, analisis kandungan kalsium menggunakan metode titrasi permanganometri, dan zat besi menggunakan metode Spektrofotometer. Data uji organoleptik diolah menggunakan uji Kruskal Wallis. Data uji kandungan zat besi dan kalsium dianalisis menggunakan uji ANOVA, dan terdapat pengaruh nyata (p0,05), maka dianalisis uji Duncan. Hasil: dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada uji organoleptik dari semua formulasi (p0,05). Hasil analisis kandungan zat besi dan kalsium terdapat perbedaan yang nyata setiap formulasi (p0,05). Formulasi terpilih (F1) memiliki kandungan zat besi 18,30 mg/100 g, dan kalsium 247,6 mg/100 g. Simpulan: Kandungan zat besi dan kalsium per takaran saji (70 g) mie kering sudah memenuhi %AKG remaja usia 16-18 tahun. Produk mie kering dapat diklaim sebagai makanan tinggi zat besi dan sumber kalsium menurut kategori ALG umum.
Pie Tepung Ubi Ungu Dan Kacang Merah Alternatif Makanan Selingan Bagi Penderita DM Tipe 2 Ma'rifah, Bahriyatul; Astuti, Erna Tri; Kusumawati, Dewi
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11766

Abstract

Background: Type-2 diabetes mellitus (DM) is a metabolic syndrome characterized by hyperglycemia due to oxidative stress. Efforts to reduce oxidative stress may include consuming snacks with high antioxidant activity and flavonoids made from purple sweet potato flour and kidney bean flour.Objectives: To determine the effects of the purple sweet potato flour and kidney bean flour ratio on the organoleptic properties (hedonic and hedonic quality tests), antioxidant activity, flavonoid content, and estimated selling price per serving of pie as an alternative snack for patients with type-2 DM.Method: Used a Complete Randomized Design (CRD) with three formulations of purple sweet potato flour and kidney bean flour: F1 (60%:40%), F2 (70%:30%), and F3 (80%:20%). Statistical analysis of antioxidant activity and flavonoids was performed using ANOVA and Duncan’s test. Meanwhile, organoleptic properties were examined using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests.Results: There was significant effect of the purple sweet potato flour and kidney bean flour ratio on antioxidant activity, flavonoid content, and hedonic tests (color and aroma) (p0.05). However, no significant effect was found on hedonic taste, texture, mouthfeel, aftertaste, overall preference, and all hedonic quality (p0.05). The antioxidant activity of the pie formulations F1, F2, and F3 was weak, namely 6.539 mg/ml, 8.158 mg/ml, and 7.679 mg/ml, respectively. The flavonoid content was also low, accounting for 0.74%, 0.52%, and 0.80%, respectively. The selected formulation was F3 with hedonic quality of brown color, slightly weak sweet taste, weak bitter taste, distinctive flour taste, and medium aroma, texture, mouthfeel, and aftertaste. The estimated selling price per serving (85g) of F3 was IDR 3,768.26Conclusion: The selected formulation (F3) of  pie can used as alternative snack for patients with type-2 DM.
Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Kitosan Mengandung Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Hidayati, Evi Nurul; Santoso, Joko; Ma’rifah, Bahriyatul; Azzahra, Fauzia; Maulidia Rahayyu, Annisa; Masruriati, Eni; Aisyiah, Aisyiah; Dewi Kinanti, Cahya
Majalah Farmasetika Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i1.50267

Abstract

Tanaman salam merupakan tanaman yang banyak digunakan di Indonesia dan padabeberapa penelitian telah terbukti memiliki aktivitas farmakologis salah satunya sebagaianti dislipidemia dimana ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) dapatmenurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Sistem nanopartikel merupakan sistempenghantaran yang banyak dikembangkan dan dapat meningkatkan efektifitas terapi,menurunkan efek samping, dan aman. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalahmeningkatkan efektifitas anti dislipidemia dari ekstrak etanol daun salam yangdiformulasikan dalam bentuk nanopartikel. Pada penelitian ini dilakukan uji skriningfitokimia ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) serta formulasi nanopartikelmenggunakan polimer kitosan dan sodium tripolyphosphate sebagai cross linker.Adapaun variabel yang digunakan rasio kitosan : STPP dimana dibuat tiga formula yaituF1, F2 dan F3. Karakterisasi nanopartikel yang dilakukan yaitu ukuran partikel, indekspolidispersitas, dan potensial zeta. Hasil penelitian ini ekstrak etanol daun salam yangdigunakan memiliki kandungan beberapa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid,tanin, saponinm kuinon dan triterpenoid. Adapun hasil ukuran partikel pada F1, F2 danF3 berturut-turut adalah 384,37 ± 6,53 nm ; 180,1 ± 0,5 nm ; 512,67 ± 21,97 nm. Nilaiindeks polidispersitas adalah 0,566 ± 0,049 (F1) ; 0,220 ± 0,016 (F2) ; 0,636 ± 0,02.Selain itu nilai potensial zeta yang didapatkan pada F2 adalah 21,8 ± 1,74 (mV)menyatakan bahwa nanopartikel yang terbentuk memiliki stabilitas yang baik. Padapenelitian ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil ukuran partikel, indekspolidispersitas, potensial zeta yang didapatkan, formula paling optimum adalah F2 danmengindikasikan formula nanopartikel yang terbentuk bersifat stabil serta berpotensiuntuk memberikan hasil yang baik sebagai anti dislipidemia dikarenakan ukuran partikelkurang dari 1000 nm.
Formulasi Cookies Lidah Kucing Substitusi Tepung Ikan Gabus Dan Tepung Kacang Hijau Sebagai Alternatif PMT Balita Gizi Kurang Muhlishoh, Arwin; Putri, Nova Anggita; Ma'rifah, Bahriyatul
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11888

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Gizi buruk disebabkan oleh kekurangan energi, protein, dan penyakit infeksi yang mempengaruhi pertumbuhan dan balita. Salah satu pendekatan pengelolaan gizi pada balita kurang gizi adalah dengan memberikan makanan tambahan lokal, seperti tepung ikan gabus dan tepung kacang hijau, yang kaya akan energi dan protein.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan gabus dan tepung kacang hijau terhadap mutu organoleptik dan kandungan gizi kue lidah kucing sebagai makanan tambahan alternatif untuk balita gizi buruk umur 12-59 bulan.Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perbandingan tepung terigu: tepung ikan gabus: tepung kacang hijau (F1 = 60%:20%:20%; F2 = 40%:20%:20%; F3 = 20%:40%:40%) dan 2 kali berulang. Data sifat organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney , sedangkan kandungan gizi dianalisis menggunakan uji Anova dan Duncan .Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahan substitusi berpengaruh nyata terhadap uji hedonik rasa, uji mutu warna hedonik, dan kandungan gizi (p0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma, tekstur, aftertaste, sensasi rasa di mulut, uji warna hedonik, dan uji mutu rasa hedonik (p0,05). Formulasi terpilih F2 secara hedonik memiliki aroma, rasa, warna, dan aftertaste yang kurang disukai, dengan tekstur yang cukup disukai dan sensasi di mulut . Uji mutu hedonik menunjukkan aroma agak amis, rasa kacang, rasa pahit, agak asin, aroma harum, rasa manis, aftertaste , sensasi di mulut , tekstur agak renyah, dan warna coklat. F2 hah kadar abu 2,15%, udara 4,25%, protein 18,56%, lemak 23,76%, karbohidrat 51,30%, energi dari lemak 213,80 kkal, dan energi total 493,20 kkal. Kesimpulan: Cookies F2 memenuhi persyaratan sebagai makanan tambahan dan cookies Standar Nasional Indonesia kecuali kadar abu. Ukuran sajian 25 gram (5 lembar) memberikan kontribusi 10-15% dari angka kecukupan gizi (AKG) balita usia 12-59 bulan dan dapat dianggap sebagai cookies berprotein tinggi berdasarkan label informasi gizi untuk anak usia 1-3 tahun sebesar 71,38% .
Edukasi Pemanfaatan Daun Salam untuk Pencegahan dan Pengobatan Dislipidemia Hidayati, Evi Nurul; Ma’rifah, Bahriyatul; Azzahra, Fauzia; Masruriati, Eni; Pratiwi, Maharani Dwi
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i2.1132

Abstract

Penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis dinding pembuluh darah dan trombosis merupakan penyebab utama kematian didunia. Entitas klinis utama dari penyakit tersebut adalah PJK, stroke iskemik, dan penyakit arteri perifer. Penyebab penyakit tersebut bersifat multifactorial dimana sebagian diantaranya dapat dimodifikasi. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah dislipidemia. Dislipidemia disebabkan oleh terganggunya metabolisme lipid akibat interaksi faktorgenetik dan faktor lingkungan. Proses pencegahan dan pengobatan kasus dislpidemia perlu dilakukan guna menurunkan prevalensi penyakit tersebut. diantaranya diet makanan pemicu peningkatan kolesterol, olahraga teratur, mencegah stress, mengonsumsi obat kolesterol yang diresepkan oleh dokter, maupun dengan cara mengonsumsi berbagai tanaman herbal yang terbukti mampu mengobati penyakit dislipidemia. Pada pasien dengan penyakit dislipidemia, bentuk pengobatan yang dapat dilakukan yaitu berupa terapi farmakologi menggunakan berbagai obat yang dapat menurunkan kadar LDL maupun TG. Selain penggunaan obat sintetis, pengobatan berbasis bahan alam merupakan salah satu solusi pada pengobatan dislipidemia. Salah satu tanaman yang telah dibuktikan memiliki khasiat anti dislipidemia adalah tanaman salam (Syzygium polyanthum). Tanaman ini memiliki beberapa kandungan metabolit sekunder yang memberikan aktivitas farmakologis sebagai antidislipidemia. Terdapat beberapa cara dalam pengolahan daun salam untuk mendapatkan manfaat tersebut, diantaranya pembuatan jamu, pembuatan kue herbal dan pemanfaatan daun salam sebagai bumbu dapur. Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi pemanfaatan daun salam untuk pencegahan dan pengobatan penyakit dislipidemia di Kelurahan Mojosongo Surakarta. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 25 orang yang merupakan warga Dusun Mertoudan Kelurahan Mojosongo Kota Surakarta. Berdasarkan hasil evaluasi, disimpulkan bahwa peserta antusias terhadap kegiatan yang dilakukan. Peserta kegiatan ini dapat memahami materi dengan baik dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan ketika sesi tanya jawab pada kegiatan ini.
Edukasi Upaya Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Dislipidemia Di Kelurahan Mojosongo Surakarta Hidayati, Evi Nurul; Santoso, Joko; Ma’rifah, Bahriyatul
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis dinding pembuluh darah dan trombosis merupakan penyebab utama kematian didunia. Entitas klinis utama dari penyakit tersebut adalah PJK, stroke iskemik, dan penyakit arteri perifer. Penyebab penyakit tersebut bersifat multifactorial dimana sebagian diantaranya dapat dimodifikasi. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah dislipidemia. Dislipidemia disebabkan oleh terganggunya metabolisme lipid akibat interaksi faktorgenetik dan faktor lingkungan. Proses pencegahan dan pengobatan kasus dislpidemia perlu dilakukan guna menurunkan prevalensi penyakit tersebut. diantaranya diet makanan pemicu peningkatan kolesterol, olahraga teratur, mencegah stress, mengonsumsi obat kolesterol yang diresepkan oleh dokter, maupun dengan cara mengonsumsi berbagai tanaman herbal yang terbukti mampu mengobati penyakit dislipidemia. Pada pasien dengan penyakit dislipidemia, bentuk pengobatan yang dapat dilakukan yaitu berupa terapi farmakologi menggunakan berbagai obat yang dapat menurunkan kadar LDL maupun TG. Selain penggunaan obat sintetis, pengobatan berbasis bahan alam merupakan salah satu solusi pada pengobatan dislipidemia. Salah satu tanaman yang telah dibuktikan memiliki khasiat anti dislipidemia adalah tanaman salam (Syzygium polyanthum). Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi pencegahan dan pengobatan penyakit dislipidemia di Kelurahan Mojosongo Surakarta. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 20 orang yang merupakan warga Dusun Mertoudan Kelurahan Mojosongo Kota Surakarta. Berdasarkan hasil evaluasi, disimpulkan bahwa peserta sangat antusias terhadap kegiatan yang dilakukan. Peserta kegiatan ini dapat memahami materi dengan baik dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan ketika sesi tanya jawab pada kegiatan ini.