Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Agroteksos

POPULASI BAKTERI DAN RESPIRASI MIKROBA TANAH PADA RHIZOSFER TANAMAN JAGUNG ( Zea mays L.) YANG DIBERI PUPUK TERPADU DAN BIOCHAR SEKAM PADI PADA MASA VEGETATIF MAKSIMUM Saputra, Eta; Putu, Silawibawa; Susilowati, Lolita Endang; Dewi, Rika Andriati Sukma
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.859

Abstract

This study aims to determine the Bacterial Population and Microbial Respiration in the rhizosphere of corn plants due to the application of integrated fertilizers and rice husk biochar soil amendments during the maximum vegetative period. This research was conducted using an experimental method with polybag experiments in a greenhouse from July to September 2021. The experiment was arranged using a completely randomized design (CRD) with 7 treatment combinations P0 (control treatment), P1 (Urea + phonska administration), P2 ( Giving Urea + Phonska + Biochar), P3 (Giving Urea + Phonska + BPF), P4 (Giving Urea + Phonska + Biochar + BPF), P5 (Giving Urea + Phonska + BPF + Compost), P6 (Giving Urea + Phonska + Biochar) + BPF + Compost). Each treatment was repeated 3 times, so as many as 21 units of experimental polybags were obtained. Parameters measured were total bacterial population, population of phosphate solubilizing bacteria, soil microbial respiration, pH, cation exchange capacity, and C-Organic. The results showed that the application of integrated fertilizers (inorganic, compost and biological-BPF) and rice husk biochar had a significant effect. on the total bacterial population, BPF and soil microbial respiration in the corn plant rhizosphere observed at the maximum vegetative period. From this study, it was concluded that the combination of inorganic fertilizer + organic fertilizer + bpf and biochar was the best combination in increasing the total population of bacteria, phosphate solubilizing bacteria and soil microbial respiration.
APLIKASI PENGARUH PELAPISAN BENIH DENGAN PUPUK ORGANOMINERAL TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL DAN EFISIENSI PEMBERIAN PUPUK UREA PADA TANAMAN JAGUNG DI VERTISOL LOMBOK TENGAH Valentin, Baiq Heni; Priyono, Joko; Sutriono, Raden; Bhakti, Lalu Arifin Aria; Dewi, Rika Andriati Sukma
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.851

Abstract

The seed coating technique using organomineral fertilizer aims to reduce farming costs (fertilizer and fertilizing labor) so that farmer do not need to apply fertizers except for urea fertilizer which is not contained in organomineral fertilizers. This study aims to find out the effect of coating corn seeds with organomineral fertilizer on the growth of yields and efficiency of urea fertilizer delivery on corn crops in central Lombok vertisol in June to October 2021. The field experiment using the split plot experimental design with the main plot of seed coating treatment coated with organomineral fertilizer and as a child of plot with a dose of urea fertilizer consisting of three levels, namely 200, 300 and 400 kg urea / ha. The parameters studied are Dry Brangkasan Weight, Weight 100 Grains, Seed Yield, Pipilan Dry Weight, Plant Tissue Absorption N. The results showed that coating corn seeds with organomineral fertilizer had no real effect on all parameters. While the dose of urea fertilizer has no real effect on the Weight of Dry Brangkasan (BBK), Weight of 100 Grains, Seed Shortening and a real effect on The Dry Weight of Pipilan, Uptake of N Plant Tissue and Efficiency of Absorption N. The highest Yield of Dry Weight of Pipilan is obtained from Unsalted Seeds (BTB) on the provision of urea fertilizer 300 kg / ha. The efficiency of N uptake from Unsalted Seeds and Layered Seeds increased at urea fertilizer doses of 200 kg/ha ywhich is 77.62% and 75.71%.
APLIKASI BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN HARA NITORGEN DAN FOSFAT DI TANAH VERTISOL LOMBOK Dewi, Rika Andriati Sukma; Sukartono, Sukartono; Bakti, Lalu Arifin Aria; Selvia, Siska Ita; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.976

Abstract

Tanah vertisol memiliki nilai kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa yang tinggi namun kandungan bahan organik dan ketersediaan hara bagi tanaman rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pengaruh aplikasi biochar sekam padi dan tongkol jagung terhadap ketersediaan hara N dan P serta serapan hara N dan P pada tanaman kedelai pada tanah vertisol Lombok Tengah. Dosis biochar (sekam padi dan tongkol jagung) masing-masing yang diberikan yaitu 0, 10, 15, 20, 25 dan 30 ton/ha tanah vertisol. Tanah sampel diambil dari desa Kawo (Lombok Tengah) dan kegiatan percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Parameter yang diamati antara lain pH, N-total dan P tersedia pada tanah vertisol serta analisis jaringan tanaman kedelai berupa serapan hara N dan P jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dan tongkol jagung dapat memperbaiki sifat kimia tanah vertisol yaitu KTK dan pH. Pengaruh biochar terhadap C-organik tidak memberikan pengaruh yang nyata. Untuk parameter N-total, biochar tongkol jagung memberikan pengaruh yang nyata sedangkan biochar sekam padi tidak memberikan pengaruh yang nyata. Parameter N tersedia tidak menunjukkan adanya pengaruh biochar terhadap parameter tersebut. Sementara itu, aplikasi biochar memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter P tersedia serta pengaruh biochar terhadap serapan P hanya terlihat pada biochar sekam padi. Kata Kunci: Vertisol, Biochar, Hara, Nitrogen, Fosfat
PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN PETANI TERHADAP BANTUAN PEMERINTAH Irawan, Deni; Dewi, Rika Andriati Sukma; Rijal, Moh. Samsul; Fiddin, Aji Nasrul
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1250

Abstract

Penguatan kelembagaan organisasi petani berperan krusial dalam meningkatkan efektivitas program bantuan pemerintah di sektor pertanian, terutama bagi petani skala kecil di negara berkembang. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika perkembangan kelembagaan petani serta strategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan dukungan pemerintah guna memperkuat ketahanan pertanian di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan survei lapangan. Penelitian ini berfokus pada kelembagaan petani di desa Bunut Baok (Kecamatan Praya) dan desa Kateng (Kecamatan Praya Barat), dengan sasaran utama kelompok tani dan koperasi petani sebagai organisasi penting dalam pengadaan sarana produksi, pemasaran, serta pengelolaan usaha tani. Bantuan yang diberikan pemerintah, terutama pupuk subsidi, memainkan peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian kelompok tani. Namun, untuk meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan kelembagaan, dibutuhkan dukungan lebih lanjut dalam bentuk alat-alat pertanian, teknologi, serta pelatihan yang intensif. Proses pengajuan bantuan yang lebih mudah juga akan membantu mempercepat penguatan kelembagaan.
STUDI KUALITAS VERMIKOMPOS DARI CACING AFRICAN NIGHT CRAWLER (EUDRILLUS EUGENIAE) PADA MEDIA CAMPURAN BAGLOG JAMUR TIRAM DAN KOTORAN SAPI YANG DITAMBAHKAN BERBAGAI JENIS BAHAN ORGANIK Nirmala, Tiara Dwi; Susilowati, Lolita Endang; Dewi, Rika Andriati Sukma; Suriadi, Ahmad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1260

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas vermikompos dari cacing African Night Crawler (Eudrillus eugeniae) pada media campuran baglog jamur tiram dan kotoran sapi yang ditambahkan berbagai jenis bahan organik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan: V0 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi 1:1), V1 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Bayam 1:1:1), V2 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Kangkung 1:1:1), V3 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Rumput Teki 1:1:1), V4 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Rumput Gajah 1:1:1), V5 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Eceng Gondok 1:1:1), dan V6 (Baglog Jamur Tiram + Kotoran Sapi + Biomassa Jagung 1:1:1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik pada media vermikompos berpengaruh nyata terhadap C-Organik, N-Total, C/N Rasio, Fe-Total dan Zn-Total dan tidak berpengaruh nyata terhadap pH vermikompos. Rata-rata semua perlakuan telah memenuhi spesifikasi layak berdasarkan SNI No. 19-7030-2004 sehingga sudah dapat digunakan sebagai pupuk organik.
PERBAIKAN SIFAT TANAH DAN PRODUKTIVITAS KACANG HIJAU PADA VERTISOL MELALUI AMELIORASI BIOCHAR DAN MULSA ORGANIK Dewi, Rika Andriati Sukma; Mulyati, Mulyati; Sukartono, Sukartono; Selvia, Siska Ita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1366

Abstract

Tanah vertisol yang memiliki sifat fisik dan kimia bermasalah memerlukan strategi ameliorasi untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aplikasi biochar sekam padi dan mulsa organik terhadap sifat kimia dan fisik tanah vertisol serta produksi kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilakukan selama enam bulan (Januari–Juni 2024) di lahan tadah hujan Desa Segala Anyar, Lombok Tengah, menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor: dosis biochar (0, 10, dan 20 ton/ha) dan jenis mulsa (plastik dan jerami padi 5 ton/ha), masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi C-organik, pH, nilai COLE, kapasitas air tersedia (KAT), dan berat 100 biji kacang hijau. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi biochar 20 ton/ha dan mulsa jerami secara signifikan meningkatkan C-organik (1,49%), menaikkan pH (6,85), menurunkan nilai COLE (0,13), serta mempertahankan KAT di atas 10%. Kombinasi tersebut juga menghasilkan berat 100 biji tertinggi (1,40 ton/ha), mengindikasikan peningkatan efisiensi fisiologis tanaman. Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi biochar dan mulsa organik efektif memperbaiki kualitas tanah marginal dan meningkatkan hasil tanaman, mendukung praktik pertanian berkelanjutan.